Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Tidak Menduga


__ADS_3

Dokter Karina sedang memeriksa keadaan Tomy, sementara Abel berdiri memperhatikan setiap kegiatan yang dikerjakan oleh dokter Karina dengan telaten, Abel spontan memegang perutnya yang berbunyi karena lapar, suara perutnya itu juga terdengar oleh dokter Karina.


“lapar Bel?,”, tanya dokter Karina yang masih bekerja dengan jarum suntiknya.


“maaf dok” jawab Abel sembari menunduk malu,


“kamu beli makanan dulu sana, biar aku yang jagain Tomy” ucap dokter Karina.


Abel sejenak berpikir pada tawaran dokter Karina.


“tapi jangan lama-lama Bel, aku harus memeriksa pasien lain” lanjut dokter Karina.


Mendengar itu Abel langsung bergerak, ia harus mendapatkan makanan dengan cepat dan segera kembali ke ruangan Tomy karena ia tidak mau Tomy ditinggal sendiri di ruangan itu.


Selama ini hanya ia seorang diri yang menemani Tomy disana, hanya sesekali dokter Karina dan Ari menggantikannya, untuk sekedar memberi Abel kesempatan pulang ke rumah agar bisa membersihkan diri. Ia bahkan memilih tidur disisi Tomy daripada pulang ke rumahnya, sehingga orang tuanya juga sering kali ke rumah sakit untuk melihat keadaan anak mereka.


Abel kemudian pamit untuk keluar mencari makanan, Sementara dokter Karina tetap melanjutkan kerjanya, setelah ia selesai memeriksa Tomy, ia melepas nafas panjang dan kemudian duduk di kursi yang ada di samping ranjang Tomy, ia menatap wajah Tomy dan kemudian mulai bergumam, “Tom, apa kamu tahu Arya kemana?, aku sangat mengkhawatirkan keadaannya” suara dokter Karina terdengar lirih mengucapkan kalimat tersebut.


Pintu ruangan Tomy tiba-tiba terbuka, yang membuat dokter Karina langsung menoleh ke arah pintu itu, ‘cepat kali Abel beli makanannya’ batin Dokter Karina yang mengira Abel telah kembali, namun ketika orang yang membuka pintu itu masuk, wajah dokter Karina berubah heran, karena yang masuk bukanlah Abel, melainkan seorang perempuan memakai gamis merah dengan cadar warna senada.

__ADS_1


Dokter Karina sejenak menyipitkan matanya melihat sosok Mila yang sudah berdiri di depannya, hingga akhirnya ia menduga Mila adalah orang yang sama dengan perempuan yang ia lihat duduk tersungkur di depan ruangan Tomy beberapa waktu lalu.


“maaf, anda siapa?” tanya dokter Karina penuh selidik pada Mila. Mendengar pertanyaan dokter Karina, Mila mulai bingung untuk menjelaskan siapa dirinya,


“ada hubungan apa anda dengan Tomy?” lanjut dokter Karina penuh curiga, jika benar perempuan bercadar yang ada di depannya itu adalah perempuan bercadar yang sama dengan yang ia lihat tempo hari, berarti perempuan tersebut sedang memiliki masalah besar dengan Tomy, jika tidak, mana mungkin perempuan itu sampai tersungkur dengan wajah sedih di depan ruangan Tomy.


“a,,,aku,,, aku iparnya Tomy” jawab Mila dengan tergugup, ia sedikit merasa takut melihat dokter Karina, karena saat melihat dokter Karina, ia teringat ucapan dokter Karina beberapa waktu lalu yang tajam kepadanya dan Vanessa.


deg,,deg,,, jantung dokter Karina berdetak kencang tak karuan,, “is,,istrinya Arya?” tanya dokter Karina tergugup, dan Mila mengangguk pelan menjawabnya.


Mata dokter Karina mulai berkaca-kaca, dunia terasa runtuh seketika, walaupun ia sudah mendengarnya dari Abel tadi pagi, tetap saja kenyataan itu menghancurkan hatinya, perasaan yang telah lama ia pendam seorang diri ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. ‘apa Arya benar-benar tidak tahu apa-apa tentang perasaanku selama ini’ batinnya berkalut sedih.


Mila kemudian mengalihkan pandangannya kepada Tomy dan membuang perasaan curiganya, “gimana keadaan Tomy dok?” tanya Mila dengan rasa khawatirnya, ia mulai khawatir karena Tomy masih belum sadar juga dari pingsannya.


Dokter Karina menghirup nafas panjang dan kemudian melepaskannya, ia kemudian bersikap tenang agar tidak terbawa suasana perasaan sedih dan kecewa yang saat ini tengah menyelimuti hatinya.


“kondisinya sudah stabil, seharusnya ia sudah sadar, tapi sekarang ia belum sadar juga, mungkin dia butuh perangsang agar otaknya segera bekerja dan ia segera sadar” jelas dokter Karina,


Mila kemudian melepas nafas panjang mendengar itu semua, “apa yang bisa dilakukan untuk menolongnya dok?” tanya Mila lagi.

__ADS_1


“mungkin kehadiran orang terdekatnya, Arya atau orang tuanya, karena Abel juga tidak bisa membantunya untuk dapat sadar” jelas dokter Karina lagi, nafas Mila terasa sesak, ia bahkan tidak dapat membayangkan jika orang yang membuat Tomy dalam kondisi seperti itu adalah Arnes, laki-laki yang ia cintai dan ia kenal baik selama ini.


Abel telah masuk kembali ke ruangan itu, matanya membelalak kaget ketika melihat Mila yang berdiri di dekat ranjang Tomy, sementara dokter Karina memanfaatkan kehadiran Abel untuk segera pamit dan menenangkan perasaannya di ruangannya.


Abel kembali merasa aneh dengan sikap dokter Karina, ‘dokter Karina kenapa? kenapa ia tampak begitu sedih?’.


Abel kemudian mendekat ke arah Mila, ada perasaan tak menentu di hatinya, antara perasaan marah melihat Mila, dan juga perasaan harap, Abel berharap Mila dapat membawa Arya ke hadapan Tomy agar Tomy segera tersadar dari tidur panjangnya.


“Mil, dimana Arya?, apa kamu sama sekali tidak mengetahui dimana dia? tanya Abel yang menaruh makanan yang ia beli di atas meja kecil di samping ranjang Tomy.


“Maaf Bel, aku sendiri masih menunggu dia pulang kepadaku” Hati Mila sedikit merasa senang, karena Abel tidak marah kepadanya, namun demikian, ia tetap merasa malu jika mengingat lagi kejadian yang ia alami di mall dan ruangan Arya.


“Mil, aku tahu, aku tak pantas marah sama kamu, aku tak seharusnya ikut campur masalah rumah tangga kamu” jawab Abel dengan nada lemah, ia kemudian melepas nafas panjang.


“banyak hal antara aku dan Arya yang tidak kamu ketahui Bel, pernikahan kami selama ini jauh dari kata baik, dan aku sadar, kamu memang pantas marah kepadaku” jawab Mila yang menatap panjang ke arah wajah Tomy,


Abel mengalihkan pandangannya pada Mila, jawaban Mila membuatnya seolah melihat sisi baru dari kehidupan Mila dan Arya. Sejak ia mengetahui bahwa Mila dan Arya adalah suami istri, ia merasa rumah tangga mereka sangatlah harmonis, ia tahu betul seperti apa karakter Mila, karena mereka telah bersahabat lama, perempuan cantik yang baik, selalu semangat, dan bersikap ramah pada semua orang, di tambah lagi penampilan Mila menggunakan jilbab panjang dan bercadar, menggambarkan bahwa Mila adalah perempuan sholeha yang juga semakin menambah penilaian baik Abel pada Mila.


Dan ia mengenal seperti apa karakter Arya dari Tomy, laki-laki baik, soleh, tidak banyak bicara, tidak neko-neko, tegas, dan selalu menjauhi perempuan karena ingin menjaga hati agar tidak jatuh cinta sebelum menikah. Jika 2 insan itu bersatu, betapa bahagianya kehidupan mereka menjalani pernikahan. Mereka akan terlihat seperti pasangan impian.

__ADS_1


Tapi kenyataan berkata lain, sosok sempurna Arya dikhianati oleh Mila yang mendua, hal itulah yang membuat perasaan marah Abel kepada Mila, ia seakan tidak terima Arya di khianati oleh Mila, karena ia merasa Tomy sedang tersakiti juga saat itu. Abel sudah paham betul seberapa berharganya Arya bagi Tomy.


__ADS_2