Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Terima Kasih


__ADS_3

Mila memasuki gedung perkantoran 3A Sahabat seorang diri setelah diantar oleh Vanessa, kakak iparnya itu lebih memilih untuk kembali ke rumah membersihkan istana kecilnya yang berlantai 2 itu, karena ia tidak ingin waktu kebersamaan Mila dan Arya terganggu karena hadirnya seperti hari sebelumnya. Mila melangkah santai memasuki loby perusahaan itu dengan senyum lebar yang tersimpan di balik cadarnya, serta ia juga membawa sebuah rantang di pelukkannya.


Keadaan yang ia dapatkan jauh berbeda dari sebelumnya, jika sebelumnya semua orang mengabaikan kehadirannya, hari itu setiap orang yang melihat Mila langsung menyapanya dengan sapaan nona dan memberi hormat, termasuk 2 resepsionis yang berbeda dari resepsionis yang ia temui kemarin. Mila membalas setiap sapaan itu dengan ramah seperti sikap Arya pada semua orang, sikap yang perlahan ia pelajari dari Arya ketika melihat suaminya itu bersikap ramah pada banyak orang. ‘kenapa mereka semua seperti ini kepadaku?’ batin Mila yang kebingungan dengan sikap semua orang disana yang jauh berbeda dari sebelumnya.


Setiap orang yang menerima sapaannya tersenyum senang seketika, bisik-bisik mulai terdengar ketika Mila sudah memasuki lift menuju lantai 4 dimana ruangan Arya berada. Banyak karyawan yang memuji sikap Mila yang sama ramahnya dengan sikap Arya. Bisik-bisik itu juga berhenti seketika ketika sosok berbeda memasuki loby perusahaan itu, yaitu sosok Rika yang berjalan seperti ratu di tengah semua orang yang memberi hormat kepadanya.


Mila berjalan santai keluar dari lift melewati lorong menuju ruangan Arya, ‘untung nggak ada resepsionis yang kemarin, kalau ada, moodku benar-benar rusak olehnya’ batin Mila. Ketika ia ada di depan ruangan Arya, ia melihat sejenak ke arah Rita yang fokus bekerja tanpa peduli dengan kehadirannya, sementara semua orang yang ada disana, memberi senyum kepadanya. Mila memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badannya pada orang-orang yang tersenyum itu dan kemudian masuk keruangan Arya tanpa mengetuknya. Sesuatu yang membuat Arya melepas nafas kesal karena pintu itu terbuka tanpa ada yang mengetuk.


Arya kemudian menatap tajam pada istrinya yang baru masuk itu. “Assalamulaikum” ucap Mila singkat sembari membalas tatapan tajam suaminya dengan tatapan tajam juga.


“walaikumussalam, apa kamu tidak bisa mengetuk pintu itu lebih dulu sebelum masuk?” ucap Arya sembari berdiri dari kursi kerjanya berjalan menuju sofa.


“kamu ini kenapa?, kamu nggak suka aku datang lagi kesini” ucap Mila memasang mata kesal dan tetap berdiri di dekat pintu itu.


Arya sejenak melepas nafas panjang dan menatap dalam ke arah Mila. “bukan aku nggak suka, tapi apa salahnya kamu mengetuk pintu itu terlebih dahulu, aku benar-benar heran kenapa semua orang yang masuk kesini sama sekali tidak mengetuk pintu lebih dulu”


“aku istrimu, aku tidak perlu masuk ke sini dengan mengetuk pintu dulu” ucap Mila dengan kesal lalu berjalan ke arah sofa untuk menaruh rantang yang ia bawa.


“aku setiap masuk kamarmu ketika pulang selalu mengetuk pintu kamarmu lebih dulu, apa salahnya kamu juga mengetuk pintu ruanganku lebih dulu” ucap Arya dengan nada datar menahan rasa kesalnya.

__ADS_1


“aku tidak akan masuk pintu itu dengan mengetuknya, jangan paksa aku untuk melakukan apa yang tidak aku suka” jawab Mila dengan ketus, ia kemudian mendekat pada Arya yang sudah duduk di sofa dan mencium tangan suaminya itu menahan rasa kesal. Mila kemudian mengangkat kepalanya dan menatap tajam pada mata Arya dengan segenap rasa kesalnya yang masih terasa di dadanya.


Arya tersenyum melihat mata kesal Mila, ia kemudian mengecup singkat kening Mila, “apa kamu marah?” ucapnya dengan singkat sembari membawa kepala gadis itu ke dadanya.


Perasaan kesal Mila seakan luntur seketika karena kecupan itu, dadanya kembali dibuat tak karuan oleh tingkah Arya itu. Mila kemudian membalas pelukkan Arya. “apa kamu masih bertengkar dengan resepsionis kemarin? dan ini apa?, apa kamu membawakanku makan siang sekarang?” tanya Arya lagi dan kemudian ia melepas pelukkannya, “jangan melepasku Arya” ucap Mila singkat yang membuat Arya kembali memeluk Mila, “apa sekarang kamu masih ingin berbuat mesum kepadaku?”.


Mila kemudian melepas pelukkannya pada Arya karena laki-laki itu kembali membuatnya kesal. Sementara Arya hanya tersenyum melihat tingkah Mila. “kamu belum menjawab pertanyaanku Mil” ucap Arya singkat sembari meraih rantang yang dibawa Mila. “tidak, resepsionisnya bukan yang kemarin, dan juga tadi semua orang menghormatiku ketika aku masuk, mereka tidak seperti kemarin” ucap Mila dengan membantu Arya menyiapkan makanan untuk mereka makan.


“apa kamu senang?, mereka sudah tahu kalau kamu istriku sekarang” ucap Arya dengan santai yang membuat Mila memandang suaminya itu dengan penasaran. “kapan kamu memberi tahu mereka?, apa itu alasan mereka semua menyapaku tadi?, pantas saja mereka berbeda dari kemarin”.


Arya membalas pandangan Mila dengan pandangan santainya, “kemarin aku sudah bilang pada resepsionis itu kalau kamu istriku, sudah pasti semua orang di kantor akan tahu siapa kamu, apa kamu nggak tahu seperti apa mereka bergosip”


“Arya,,” gumam Mila sejenak.


“emang kapan aku tidak mengakuimu, bukankah dulu kamu yang tidak ingin mengakuiku, dan juga, kesepakatan itu sudah batalkan, jadi tidak salahkan jika mereka semua tahu tentangmu, daripada ada fitnah yang jelas nanti” ucap Arya dengan terus menyiapkan makanan dari rantang yang dibawa Mila.


Mila langsung memeluk suaminya itu lagi, “terima kasih” ucapnya singkat yang membuat Arya kebingungan. ‘apa perempuan memang seperti ini?, kenapa mereka sering bersikap aneh seperti ini?’ batin Arya yang tidak menyadari bahwa tingkahnya lah yang membuat Mila seperti itu, tingkah yang membuat perasaan gadis itu naik turun tak menentu setiap saat.


Mila masih memeluk erat suaminya itu, 'Arya benar-benar sudah menerimaku sekarang, dia sudah memberi tahu pada semua kalau aku isterinya, itu berarti ia takkan meninggalkanku lagi.' batinnya melepas perasaan bahagianya.

__ADS_1


Arya kemudian menyiapkan makanan itu seorang diri dan membiarkan Mila memeluknya untuk waktu yang cukup lama. Setelah Mila melepaskan pelukkanya, ia langsung dihadapkan dengan sesendok nasi di hadapannya, Mila sejenak tersenyum melihat itu semua, “apa aku harus membuka cadarku dulu?” ucapnya sembari membuka ikatan cadarnya. “nggak usah Mil, semua orang masuk ke ruangan ini tanpa mengetuk pintu lebih dulu,” ucap Arya sembari menahan tangan Mila yang sedang membuka ikatan cadarnya.


Arya langsung memakan sesendok nasi yang tadi hendak ia berikan pada Mila, “Gimana rasanya?” tanya Mila dengan penuh penasaran. “kenapa rasanya kayak gini ya?, apa kak Vanessa salah menggunakan bumbu tadi?” tanya Arya yang bingung karena rasa makanan itu tidak seenak masakan Vanessa biasanya.


“nggak enak ya?” tanya Mila lagi masih dengan penasaran. “iya, nggak seenak biasanya” ucap Arya dengan meminum air yang ada di meja sofa itu.


“tuh kan, masakanku tidak enak” ucap Mila dengan nada kecewa. “kamu yang masak Mil?” tanya Arya menatap wajah istrinya itu.


“iya, aku belajar masak tadi sama kak Vanessa, tapi masakanku tetap tidak enak, kamu nggak suka ya Arya” ucap Mila lagi jelas dengan nada kecewa.


“aku suka kok, gimana pun masakanmu, aku pasti menyukainya, kamu memasaknya pasti dengan penuh cinta kepadaku, aku tidak boleh membuang cintamu ini” ucap Arya dengan semangat, dan ia kembali memakan makanan itu. Mila tersenyum mendengar ucapan Arya, kata-kata yang membuatnya merasa sedikit malu karena benar adanya, ia bahkan tersenyum-senyum sendiri ketika memasak tadi membayangkan wajah suaminya itu.


Mila kemudian ikut makan bersama Arya, baru sedikit saja ia mencicipi masakan itu, lidahnya langsung terasa nyilu menahan rasa asin. “Arya, apa kamu hanya ingin menyenangkan hatiku sekarang?, masakan ku ini jelas asin kayak gini” ucap Mila menahan sendok Arya yang akan menyuap lagi ke mulut laki-laki itu.


“kamu kan baru belajar masak, nggak mungkin langsung enak kayak masakan kak Vanessa, masak makanan enak itu butuh pengalaman juga Mil, nggak hanya resep yang tepat, kamu mau masak seperti ini saja aku sudah senang, aku akan memakan apapun yang dimasak istriku untukku” ucap Arya lagi melepas tangan Mila dari tangannya, dan ia kembali melanjutkan makan siangnya. Mila kembali tersenyum dan ikut memakan makanan asin itu bersama suaminya.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa like, komen dan juga votenya ya,😉😉


__ADS_2