Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Tidak Akan Pernah Memaksa


__ADS_3

Hai teman-teman, sebelum lanjut baca,, jangan lupa like, komen dan votenya,, terima kasih masih setia di novel ini,,,


.


.


.


Arya membuka matanya sedikit terlambat dari jam bangun ia biasanya, matanya masih terasa perih ketika ia bangun setelah menghabiskan malam yang panjang bersama Mila, Ia segera bangkit dan melihat jam yang sudah lewat dari jam setengah 4, sejenak ia memperhatikan punggung Mila yang tengah tidur membelakanginya, ia sejenak tersenyum dan entah mengapa perasaan itu tiba-tiba merasuki hatinya, rasa untuk selalu ada di dekat Mila dan tidak meninggalkannya, tubuhnya bahkan terasa berat untuk turun dari ranjang itu. Rasa ingin selalu melindungi dan mendekap erat gadis itu, Arya sejenak mengangkat tangannya untuk menyentuh bahu putih Mila. Namun niatnya itu segera ia urungkan, ‘astaga, kalau kayak gini aku bisa kehabisan waktu untuk sholat’ batinnya dan ia segera bangkit menuju kamar mandi.


Setelah selesai sholat, Arya kemudian langsung mendekati Mila untuk membangunkannya, sejenak ia menatap wajah cantik Mila yang tidak memakai jilbab yang memperlihatkan bahu putih istrinya itu tanpa cacat sedikit pun, saat ia menatap dalam wajah cantik itu, tiba-tiba saja air matanya menetes bahagia entah kenapa, ‘Ya Tuhan, terima kasih Engkau telah mengirimkan bidadari cantik ini sebagai istriku, Mil, apa rasa ini telah utuh kembali untukmu, aku benar-benar menyayangimu Mil, terima kasih telah mau menjadi milikku seutuhnya’ Batin Arya sembari mengusap air matanya. Ia kemudian mengecup dalam kening Mila.


Mila terbangun karena merasakan sesuatu yang hangat di keningnya. “Arya” gumamnya pelan sembari perlahan membuka matanya. Saat kesadarannya kembali, ia langsung menarik kepalanya dari Arya. “kenapa kamu menciumku sepagi ini?” tanya Mila yang kaget dengan perlakuan Arya. “aku rasa mulai hari ini aku akan membangunkanmu setiap pagi dengan cara seperti ini” ucap Arya tersenyum pada Mila.


“Arya, jangan macam-macam, atau aku tidak bisa sholat sama sekali” jawab Mila sembari memalingkan wajahnya dengan tangan menahan selimut tetap di dadanya yang masih tanpa pakaian.


“Ya sudah, ayo bangun, kamu harus segera mandi, atau aku yang akan memandikanmu” ucap Arya masih tersenyum melihat Mila.


“kamu mau memandikanku dengan tangan gemetarmu itu, kamu sudah seperti pria tua yang selalu gemetar” ucap Mila kesal pada kalimat Arya.


“apa kamu sedang menertawaiku atas kejadian semalam?”


“tidak, kamu saja yang merasa seperti itu” ucap Mila mengelak.


“Mil, aku benar-benar gugup semalam, kamu tak seharusnya menertawaiku, tapi sepertinya kamu menikmati semuanya tanpa ada rasa gugup sedikitpun sepertiku" ucap Arya yang membuat Mila menelan salivanya. Ia kemudian menoleh ke arah Arya.


“kamu tidak berpikir buruk kepadaku kan?, aku tidak pernah membiarkan laki-laki manapun menyentuh kehormatanku sebelum ini, yang paling jauh hanya sebatas pegangan tangan, aku menjaga semuanya untukmu, karena kamu adalah suamiku” jawab Mila dengan wajah memias, ia tidak ingin Arya berpikir negatif pada dirinya.


“aku tidak pernah berpikir buruk tentangmu, kamu saja yang berlebihan sekarang,”


“Arya, jangan mengajakku berdebat lagi, atau aku benar-benar akan kehabisan waktu” ucap Mila memohon pada Arya.

__ADS_1


“Ya sudah, sana mandi, aku sudah siapkan air hangat untukmu seperti biasa” ucap Arya yang kemudian bangkit menuju meja rias Mila untuk melanjutkan kerjanya semalam.


“Arya,,, aku malu” ucap Mila pelan sembari menundukkan wajahnya, Arya menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Mila yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut.


“ya sudah, aku keluar untuk minum sebentar” ucap Arya yang kemudian keluar dari kamar.


Ketika pintu kamar sudah tertutup, Mila langsung bangkit membereskan semua pakaiannya dan langsung terbang ke kamar mandi.


*


Setelah selesai dari ibadahnya, Mila sejenak menatap punggung Arya, ia kemudian berdiri dan berjalan ke arah Arya, ketika sudah ada di sisi Arya ia kemudian melihat surat peringatan yang masih ada di meja itu.


“Arya, kenapa kamu selalu bangun lebih awal dariku?” tanya Mila dengan nada polosnya.


“karena kamu bangun lebih akhir dariku” jawab Arya juga dengan polos.


“ihh kamu, aku lagi serius ini” ucap Mila sembari duduk di meja dan menatap Arya yang sedang bekerja.


“aku ingin menjadi istri yang baik untukmu, bangun lebih awal darimu dan menyiapkan air hangat untuk mandi pagimu, juga menyiapkan baju kerjamu” ucap Mila sembari mengingat perkataan Syifa kepadanya.


“aku bisa melakukannya sendiri, jadi kamu tidak perlu repot untuk itu” jawab Arya dengan santai.


“tuh kan kamu, aku sudah ingin melayanimu dengan baik, tapi kamu malah menolaknya,” ucap Mila dengan kesal pada Arya.


Arya sejenak menatap ke arah Mila, dan deg,,deg, jantung berdetak kencang Mila melihat mata Arya yang jauh lebih lembut menatapnya dari sebelumnya, ‘astaga, mata itu’ batinnya menahan perasaan sayang yang tiba-tiba saja menyusup ke dalam hatinya.


“aku sudah biasa melakukannya sendiri Mil, aku akan canggung jika kamu melakukannya untukku” jawab Arya dan ia kemudian kembali melanjutkan kerjanya. Mila menelan salivanya menahan rasa dihatinya yang tiba-tiba tak bisa menahan rasa itu.


“kamu hanya perlu mengajariku untuk bisa bangun sepagi kamu” jawab Mila dengan mencoba menenangkan perasaannya.


“dulu paman yang sering membangunkan aku dan Tomy setiap pagi untuk sholat malam, dan ketika kami remaja, aku dan Tomy selalu berpacu untuk bangun pagi, dan siapa yang bangun duluan akan menyiram air pada siapa yang belum bangun, jadi karena itu aku sudah biasa bangun pagi, jika aku masih tidur sama Tomy kayak dulu, mungkin kami masih akan saling menyiram setiap pagi” jawab Arya sembari tersenyum mengingat tingkahnya dengan Tomy dulu, Arya kemudian kembali menatap ke arah Mila yang masih berusaha menenangkan hatinya. “apa kamu ingin aku siram juga setiap pagi?” tanya Arya sembari tersenyum sinis.

__ADS_1


“aku akan mengusirmu dari kamar ini jika kamu melakukan itu” jawab Mila dengan dingin yang membuat Arya tersenyum seketika dan kembali melanjutkan kerjanya.


Mila kemudian mengambil surat peringatannya dan memberikannya pada Arya yang membuat Arya kesal seketika, Istrinya itu sama sekali tidak membiarkannya menyelesaikan pekerjaannya itu.


“apa lagi Mil?” tanya Arya dengan nada kesal.


“Kita belum selesai membahas ini semalam karena nafsumu” ucap Mila tak kalah kesal.


“kenapa bertanya kepadaku?, bukankah ini keputusanmu?” tanya Arya sembari menggeser surat itu dari hadapannya.


“kamu kan suamiku, aku harus dapat izin darimu untuk memutuskan ini” ucap Mila dengan nada kesalnya lagi.


“apa kamu tak ingin memakai cadarmu lagi?”


“jika kamu menginginkannya, aku akan melakukannya untukmu” jawab Mila dengan ketus.


“kalau begitu lakukan apa yang ingin kamu lakukan” jawab Arya singkat.


“aku akan melakukan apa yang suamiku inginkan” jawab Mila tak kalah singkat, Arya melepas nafas panjang karena perdebatan itu seperti akan berlangsung lama.


“kalau begitu jangan lepas cadarmu, aku tidak ingin laki-laki lain melihat kecantikkan istriku” jawab Arya yang sedikit membuat Mila tersenyum.


“tapi aku sudah niat salah atas cadar ini dari awal Arya”


“kalau begitu kamu hanya perlu memperbaiki niatmu, bukan melepas cadarmu” jawab Arya lagi.


“apa itu berarti aku harus berhenti jadi guru?” ucap Mila lagi,


“setiap keputusan pasti ada resikonya Mil dan kamu harus siap dengan segala resiko itu" jawab Arya yang membuat wajah Mila hilang gairah seketika.


“apa kamu tidak ingin berhenti jadi guru?” lanjut Arya yang bertanya karena melihat perubahan wajah istrinya.

__ADS_1


“aku sangat menyayangi murid-muridku di sekolah Arya” jawab Mila yang membuat Arya melepas nafas panjang, “kalau begitu pikirkan lagi semuanya baik-baik Mil, aku tidak akan pernah memaksamu” ucap Arya yang beriringan dengan kumandang azan Shubuh, sekaligus mengakhiri drama panjang mereka berdua malam itu.


__ADS_2