Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Bukan Salah Kalian


__ADS_3

Arya sudah duduk kembali di sofa, ia kemudian segera merangkul bahu Mila dan memeluknya. “apa kamu ingin berbuat mesum kepadaku di depan kak Vanessa?” tanya Mila sembari mencubit perut Arya, walaupun sebenarnya ia juga menginginkan hal itu.


“aku hanya ingin seperti ini, lagi pula kak Vanessa juga nggak marah kok” jawab Arya.


“jadi sekarang kamu ingin apa hari ini, apa kamu ingin aku pulang cepat untuk menemanimu di rumah?” lanjut Arya berharap agar pembicaraan tentang Rita tidak berlanjut.


“kerjaanmu kan masih banyak, jadi aku yang akan menemanimu disini” jawab Mila dengan nada datarnya, ia kemudian menatap mata suaminya yang sedang melihat ke arah Vanessa. Arya masih menimbang untuk menjawab pertanyaan Mila tadi.


“Suami kak Rita minta aku agar aku tidak bertemu dengan kak Rita, aku jelas tak mau, aku ingin mengunjungi lebih sering disini, apa lagi aku tidak ngajar lagi, aku akan bosan jika di rumah saja” ucap Mila yang kali ini membuat Arya menelan salivanya. Arya kemudian melepas rangkulannya pada Mila dan sejenak menenangkan dirinya.


“kalian ingin mendengar tentang Rita?” tanya Arya yang di jawab anggukan oleh Vanessa dan Mila, mereka menatap Arya untuk mendengarkan apa yang akan dijelaskan oleh laki-laki itu.


Arya sejenak masih menimbang itu semua, “kenapa Arya?” tanya Vanessa yang semakin di buat penasaran. “aku akan cerita, tapi aku harap kalian tidak akan merasa bersalah atas ini semua, karena memang kalian tidak tahu apa-apa tentang masalah ini, sebenarnya aku berharap kalian juga bisa berhubungan baik dengan Rita, tapi sepertinya itu akan sangat sulit terjadi, mungkin lebih baik kalian jaga jarak dengan Rita, aku benar-benar membutuhkan Rita sebagai sekretarisku” ucap Arya membuka kisah tentang Rita kepada Vanessa dan Mila.

__ADS_1


“masalah? masalah apa maksudmu?” tanya Mila yang juga ikut penasaran.


“kamu tahu sendirikan Rita dijodohkan dengan abangmu oleh kakek dan ayahnya, Dia juga sama sepertimu dan Anjani, menolak perjodohan dari keluarga kalian, karena dia tidak ingin hidupnya diatur seperti itu, apa lagi saat itu dia juga punya pacar” ucap Arya yang berhenti sejenak.


“apa suaminya kak Rita sekarang pacarnya saat itu?” tanya Mila di sela penjelasan Arya.


“bukan, Rita mengenal bang Harun setelah dia menjadi sekretaris di kantor ini, alasan Rita akhirnya menerima perjodohan itu dan akhirnya juga menyimpan dendam sampai sekarang karena perjodohan itu dibatalkan adalah karena ayahnya” lanjut Arya yang kembali berhenti, ia masih menimbang keraguan di hatinya untuk menjelaskan itu semua.


“ayahnya?” ucap Vanessa yang kembali teringat pada wajah sekretaris Arjun dihari saat Irman menentang semua orang di ruang tamu rumah Mila dengan memegang tangannya.


“ayahnya dipenjara karena fitnah itu, ibunya shock, dan jantung ibunya yang lama bermasalah mengalami kebocoran, saat itu Rita benar-benar hancur, semua hartanya disita oleh perusahaan ayahnya, ia tidak punya uang sama sekali untuk membiayai ibunya yang harus segera di operasi. Oleh karena itu ia menaruh dendam yang sangat dalam pada kalian” ucap Arya dengan dada yang ikut sesak membayangkan betapa hancurnya Rita saat ia mendapati Rita seperti orang gila di depan rumah sakit saat itu.


“kamu tahu siapa yang memfitnah ayah Rita Mil?” tanya Arya menatap dalam wajah istrinya, Mila menggeleng, dadanya ikut sesak karena rasa bersalah pada peistiwa hari itu, karena ia termasuk orang yang tidak setuju pada perjodohan abangnya, sementara Vanessa sudah meneteskan air mata, karena merasa dialah penyebab dibalik batalnya perjodohan itu.

__ADS_1


“CEO Adinata group sekarang Mil, ayah Rita adalah sekretaris di perusahaan itu, Rita bilang ayahnya di fitnah dan sengaja di jebloskan ke penjara karena suatu alasan yang dia tidak tahu, jika perjodohan itu dapat berlanjut, bisa saja ayahnya tidak akan dipenjara, karena kakek punya saham di perusahaan itu, orang itu pasti akan berpikir ulang memasukkan ayah Rita ke penjara dan menyita harta keluarga Rita, karena pengaruh kakek sebagai senior di antara pemilik saham yang lain, bisa membuat CEO itu kehilangan kepercayaan dari para pemilik saham,” jelas Arya.


Mila menelan salivanya, satu kebenaran yang baru kembali ia dengar, sisi buruk keluarga Arnes yang selama ini tidak ia tahu, perlahan mulai ia temukan, namun yang membuatnya sesak adalah bahwa keluarganya adalah dibalik hancurnya keluarga Rita. Sementara Vanessa tidak bisa lagi menahan air matanya, ia merasa berdosa merebut Irman dari Rita, keputusannya hari itu untuk memperjuangkan cintanya pada Irman telah menghancurkan sebuah keluarga.


“aku menemukan Rita dengan keadaan seperti orang gila malam itu, ia tidak punya apa-apa untuk biaya operasi ibunya yang waktu itu harus segera dilakukan, karena jika terlambat, ibunya akan meninggal, aku benar-benar tak tega melihatnya saat itu Mil, dia sudah hilang akal untuk menemukan solusi dari masalahnya, dia bahkan mau menjual dirinya padaku waktu itu agar aku mau menolong ibunya,” jelas Arya lagi.


Suasana sesaat hening, Vanessa dan Mila masih berusaha menenangkan diri mereka.


“aku paham jika Rita sulit memaafkan kalian, karena baginya keluarga Rakarsa adalah penyebab di balik hancurnya keluarganya, dia bahkan tidak terima saat tahu kalau aku sudah menikah denganmu Mil, aku harap kalian bisa memahami ini semua, mungkin akan lebih baik jika kalian jaga jarak dengan Rita, aku sudah kenal seperti apa karakternya, permintaan maaf kalian tidak akan ada nilai di matanya”


“maafkan aku dan keluargaku Arya, kamu pasti berada pada posisi yang sulit menghadapi kak Rita karena ini semua” ucap Mila dengan lemah, alasan Rita tak bisa memaafkan perjodohan yang dibatalkan itu telah ia dan Vanessa ketahui, sementara Vanessa masih terisak, ‘aku pantas menjadi wanita mandul seperti ini, aku pantas menjalani pernikahan seperti ini, aku sudah menghancurkan kebahagiaan satu keluarga, aku benar-benar berdosa pada Rita’, batinnya menahan pilu karena perasaan berdosa.


“ini bukan salah kalian, kalian tidak tahu apa-apa soal ini, mungkin ini sudah takdir hidupnya Rita, dan kalian sama sekali tidak punya kuasa untuk mengubahnya” ucap Arya lagi dengan merangkul bahu Mila kembali, mengusap bahu istrinya itu, untuk memberinya ketenangan

__ADS_1


Arya sejenak melepas nafas panjang melihat eksepresi wajah Vanessa, ia sadar pasti Vanessa telah merasa bersalah atas itu semua. “ini bukan salah kakak,, semua terjadi di luar kuasa kita kak,” ucap Arya pelan untuk menenang Vanessa, namun ucapan Arya malah membuat rasa bersalah Vanessa semakin dalam.


“Mil, kak Vanessa butuh dirimu” ucap Arya berbisik pada Mila dan kemudian ia melepas rangkulannya pada Mila. Mila yang paham maksud Arya kemudian bangkit dan segera berpindah ke samping Vanessa untuk memeluk dan memberi ketenangan pada kakak iparnya itu.


__ADS_2