
“aku nggak peduli, berikan aku hasil tes itu, karena itu menyangkut keselamatan temanku” ucap Ari dengan tajam.
“kalau kamu tahu hasil tes itu untuk keselamatan temanmu, maka jangan minta aku untuk memberikan hasilnya kepadamu” balas dokter Reny yang membuat Ari kesal seketika.
‘PLAAAKKKKK'
Ari memukul keras meja kerja dokter Reny yang membuat dokter itu merinding takut seketika, tubuh laki -laki di depannya cukup besar dan berotot untuk ia lawan, bahkan ia mungkin bisa mati hanya dengan satu pukulan dari laki-laki itu.
“apa kamu pikir aku bisa percaya kalau kamu akan menjaga rahasia yang sangat penting bagi hidup sahabatku, aku sendiri tidak tahu kamu ada diposisinya atau musuhnya, sekarang berikan aku hasil tes itu, aku ingin tahu hasil tes itu” pinta Ari dengan penuh emosi.
Namun dokter Reny hanya diam tak menjawab, ia masih berupaya mencari jalan keluar terbaik dari keadaan itu. Ia tidak bisa lari karena Ari akan menahannya. Mengusir Ari juga tidak bisa, laki-laki itu cukup keras kepala untuk di usir.
Meminta bantuan security juga tidak bisa, bisa saja rumah sakit akan tahu tes sampel Arya yang ia lakukan. Ia benar -benar bingung oleh sifat ngotot Ari.
Ari menarik nafas kasarnya karena dokter Reny yang masih diam, ia melotot tajam pada dokter Reny sembari mengangkat tangannya.
"berikan hasil tes itu padaku” pintanya lagi.
“maaf, itu tidak bisa, aku sudah mencetak hasil tes itu 2 lembar, 1 untuk arsipku, karena itu akan aku pertanggung jawabkan nanti, dan satu lagi sudah kuberikan pada seseorang yang mencari tuan Indra selama ini"
‘PLAAAAKKKKK’
untuk kedua kalinya Ari memukul meja itu dengan keras, melihat sikap dokter Reny yang mulai melunak setelah ia intimidasi, membuat Ari semakin yakin cara keras seperti itu bisa membuat dokter Reny mau mengikuti keinginannya.
“kamu tahu posisi aku disini, hasil tes itu tidak hanya mempertaruhkan karirku, tapi juga hidupku dan keluargaku” ucap dokter Reny dengan nada gemetar takut, orang di depannya lebih terasa seperti musuh daripada orang yang ada di pihaknya.
“kalau begitu tunjukkan hasil tesnya kepadaku, aku juga tidak ingin membahayakan posisimu,” ucap Ari dengan dingin.
Dokter Reny menunduk kalah, ia berharap Haris bisa melindunginya seperti janji Rahman yang menjamin keselamatannya, namun ternyata dia malah ada di posisi sulit seperti itu sekarang, ia kemudian mengeluarkan arsip yang ia simpan dan menunjukkannya pada Ari.
__ADS_1
Ari menelan salivanya membaca kertas itu, ia menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya yang masih merasa tak percaya dengan keadaan, “apa aku tidak bisa membawanya?” tanya Ari dengan datar.
“itu arsipku, aku tidak bisa mencetaknya lebih banyak, ini prosedur yang harus ku jaga untuk menjaga keabsahan hasil tes ini, lagi pula jika aku memberinya kepadamu, itu bisa membuat hasil tes ini menyebar kemana -mana, informasi tentang Adinata group akan diburu banyak orang” jelas dokter Reny.
Ari kemudian mengeluarkan ponselnya untuk mengambil foto kertas itu, namun seketika dokter Reny menahan tangan Ari, “aku sudah bilang tidak bisa, aku rasa sudah cukup aku memperlihatkannya kepadamu” ucap dokter Reny dengan nada dinginnya kali ini.
Ari mengalah, ia mengembalikan kertas itu pada dokter Reny, lalu ia menulis nomor ponselnya di salah satu kertas yang ia lihat di meja dokter Reny, “ini nomorku, jika kamu butuh bantuan, dan butuh orang yang menjagamu karena ini, kamu bisa menghubungiku” ucap Ari dengan datar, ia kemudian berlalu pergi dari ruangan dokter Reny, meninggalkan dokter paruh baya itu yang masih shock dengan apa yang terjadi.
‘ya Tuhan, aku benar-benar mempertaruhkan banyak hal disini, apa Rahman dan sekretaris Arjun juga seperti ini saat mempertaruhkan karir, harta, dan keluarga mereka’ batin dokter Reny menimbang keadaannya.
Dokter Reny mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Haris, ‘tolong lindungi aku Ris, sebelum hasil tes itu kamu buka ke publik, aku harus mengurus dulu registrasinya di rumah sakit agar rumah sakit mengakui legalitasnya dan hasil tes itu sah di mata hukum, ini pertaruhan hidupku dan keluargaku Ris, aku butuh perlindunganmu’ isi pesan dokter Reny pada Haris yang ia ketik dengan rasa sesak di dadanya.
Pembicaraannya dengan Ari membuka sisi lain dari ancaman yang selama ini tidak ia pikirkan jika hasil tes itu akan cocok, Ia sama dengan kebanyakan orang yang mengira keluarga Gibran sudah tidak ada lagi yang hidup. Namun Ari menyadarkannya tentang bahaya yang harus ia hadapi, dia yang melakukan tes itu, berarti dia yang harus mempertanggung jawabkan hasilnya nanti.
*
Arya menatap kosong kertas A3 yang ia gunakan, ia sedang mendesain sebuah resort yang akan di bangun di Bali oleh seorang pengusaha lokal disana, Ia mencoba menuangkan ide-ide baru di kertas itu, namun pikirannya masih belum bisa dapat berpikir tenang.
‘apa semua akan baik-baik saja?, aku sendiri tidak tahu betul apa yang terjadi di perusahaan, tapi aku telah melibat semua teman -temanku dalam masalah ini’ batin Arya yang mengusap kasar rambutnya.
Pintu ruangan Arya tiba -tiba terbuka, dan Arya segera menoleh ke arah pintu yang terbuka yang diketuk 2 kali terlebih dahulu. Tomy masuk ke dalam dengan wajah datarnya, ia melihat Arya yang tengah berdiri di dekat dinding kaca dengan melihatnya juga dengan wajah datar.
“Ari bilang dia sudah tahu semuanya” ucap Tomy dengan nada datar menghampiri Arya.
“apa kamu marah karena dia tidak melibatkanmu?” tanya Arya yang juga memikirkan diri Tomy, ia sadar jika semua sahabatnya ingin membantunya, termasuk Arbi yang bahkan berpikir untuk membatalkan kepergiannya ke Vietnam dan London.
“Ari bilang aku harus fokus sama pernikahanku dengan Abel, tapi tetap saja aku memikirkan masalah ini” jelas Tomy akan maksud kedatangannya.
Arya menarik nafas kasar mendengar ucapan Tomy, ia kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah gedung pencakar langit disana. “aku khawatir ini semua akan mengorbankan orang lain Tom, dia membunuh ayah dan ibuku, bukankah itu berarti akan begitu mudah baginya untuk membunuh orang-orang seperti kita” ungkap Arya akan rasa khawatir di hatinya.
__ADS_1
“Ari bilang ini baru langkah awal Arya, dia juga tidak tahu betul masalah di perusahaan, jadi dia juga bertindak dengan hati -hati untuk menjaga keselamatan kita, aku juga hanya bisa meraba -raba keadaan saat ini karena aku pernah ada disana” ucap Tomy yang sejenak menarik nafas kasar.
“yang bisa aku katakan adalah, pertunangan itu adalah masalah besar bagi kita, jika pertunangan itu terjadi, maka kepercayaan pemilik saham akan besar kepada anak laki -laki itu, kita butuh strategi jitu untuk menghadapi ini” lanjut Tomy lagi.
Arya kemudian melihat ke arah Tomy dan menatap dalam saudaranya itu, “jika aku muncul sekarang, maka kekuatanku akan cukup besar, tapi jika aku muncul setelah pertunangan, maka kekuatan dia yang jauh lebih besar dariku” ucap Arya dengan rasa penasarannya.
“lebih kurang begitu, tapi kamu tidak bisa muncul sekarang, semuanya terjadi dibawah kuasa kita, tak hanya nyawamu yang menjadi ancaman, tapi juga nyawa istrimu, apa lagi anak laki-laki itu mengincar istrimu juga, mereka takkan segan -segan menghabisi kalian” jelas Tomy lagi.
"lagi pula pertunangannya lusa Tom, ini juga sudah terlambat untukku kembali"
Pintu ruangan Arya kemudian terbuka lagi, Ari dan Rita masuk ke dalam dengan wajah santai memandang ke arah Arya dan Tomy.
“ada kamu Tom” ucap Ari dengan datar, Sementara Rita hanya memandang Arya dan Tomy sesaat dan kemudian duduk di sofa.
“Gimana hasilnya?” tanya Arya yang kemudian segera bergerak menuju sofa di tempat Ari dan Rita yang telah duduk disana. Tomy menarik nafas panjang dan kemudian segera menyusul Arya untuk duduk di sofa.
“Hasilnya cocok Arya, kamu anak itu, aku lihat sendiri hasilnya” ucap Ari dengan nada pelannya.
"kamu tenang saja, dokter itu sepertinya ada di pihak kita" lanjut Ari.
Arya sejenak menarik nafas lega, setidaknya untuk sementara, Aliando tidak akan tahu keberadaannya.
"kamu gimana ta?" tanya Arya pada Rita.
“om Haris ingin bertemu denganmu Arya, aku akan menyusun jadwalmu untuk itu” jelas Rita melanjutkan ucapan Ari.
“nggak bisa Ta, Arya lebih baik tidak bertemu dulu dengan mereka” sanggah Ari dengan spontan pada kalimat Rita.
Rita mengalihkan pandangannya ke arah Ari dengan wajah penasaraannya. “maksudmu?” tanya Rita dengan bingung.
__ADS_1
“biar aku yang menemui laki-laki itu, aku khawatir gerak mereka sudah terbaca oleh orang yang mengincar Arya, jika Arya langsung berhadapan dengan dia, itu akan sangat berbahaya” pikir Ari.