
“Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi apa itu maksudnya aku harus memilih Arya sekarang?”
“Jika kamu ingin segera melihat jasad Arya, kamu bisa memilih orang itu" ucap Tomy penuh penekanan.
"seperti yang ku bilang, keadaanlah yang akan memilih untukmu” ucap Tomy lagi.
“tapi kenapa mereka mengincar Arya Tom, bukankah mereka sudah mendapatkan perusahaan itu"
“Status kepemilikan perusahaan itu masih atas nama ayah Arya, semua keluarga ayah dan ibunya Arya sudah dibunuh oleh orang itu, mereka ingin mengambil semua kepunyaan ayah Arya, untuk itu dia membunuh semua ahli waris ayah Arya,
tapi perusahaan itu masih belum bisa mereka dapatkan, karena masih ada satu ahli waris lagi yang belum ada laporan kematiannya, dan ahli waris yang belum ada laporan kematiannya itu adalah Arya
Mereka membutuhkan jasad Arya untuk mendapatkan status kepemilikan perusahaan itu Mil. Sampai sekarang pewaris sah perusahaan itu masih Arya, untuk itu mereka mengincar nyawa Arya, untuk mendapatkan perusahaan itu seutuhnya menjadi milik mereka” jelas Tomy lagi yang membuat Mila terisak.
Mila memang tidak memahami kalimat Tomy sepenuhnya, karena masalah perusahaan dan bisnis seperti itu terlalu sulit untuk ia pahami, namun ia dapat menangkap, bahwa keluarga Arnes membutuhkan kematian Arya untuk mendapatkan semuanya.
“Tom, apa itu berarti kamu bukan sepupu Arya seperti dugaanku?”
“sepupu?”
“iya, di foto itu Arya menyebut ayah dan ibumu paman dan bibi”
“aku tidak tahu pasti apa yang terjadi Mil," jawab Tomy dengan singkat,
__ADS_1
"Arya tidak pernah mau bercerita tentang apa yang terjadi pada keluarganya, yang aku tahu pasti, berita di media itu hanya fitnah akal-akalan CEO perusahaan itu sekarang, hari itu ayahku membawa Arya ke rumahku ketika ia pulang dari Jakarta, dan hari itu juga ayahku menjadikan Arya anak angkatnya,” jelas Tomy tentang status Arya di keluarganya.
“semua data identitas Arya di buat baru di kampungku, identitasnya tentang anak Gibran dibuang, dan itu juga alasan sebenarnya kami selalu bertengkar tentang siapa yang lebih tua, karena kami tidak pernah tahu identitas aslinya Arya, karena identitas baru Arya usianya lebih muda dariku, tapi dia merasa bahwa identitas aslinya, ia lebih tua dariku” lanjut Tomy lagi dengan tersenyum, dan itu juga membuat Mila sedikit tersenyum mendengarnya, setidaknya ia tahu kenapa Tomy dan Arya selalu bertengkar tentang siapa yang lebih tua dari mereka.
“Tom, jika aku memilih orang itu, apa aku bisa melindungi Arya?” tanya Mila dengan hati-hati.
“aku bertanya seperti ini agar aku dapat memahami pilihanku sendiri, bukan yang lain”, lanjut Mila, ia tidak ingin Tomy salah paham dengan pertanyaannya. Tomy melepas nafas panjang mendengar ucapan Mila.
“tidak Mil, kamu tidak punya nilai apa-apa baginya," ucap Tomy dengan sedikit menekan
"dia butuh perempuan lain untuk jaminan menjadi CEO, perempuan yang akan menjadi istrinya dan berstatus sebagai istri resminya, jika kamu ingin tetap bersamanya, maka kamu harus memberikan nyawa Arya padanya, jika tidak, kamu hanya bisa menjadi simpanannya saja, tidak lebih,” lanjut Tomy penuh penekanan.
Mila menelan salivanya mendengar itu semua, “tapi dia bilang ia hanya akan menikah untuk menjadi CEO, dan setelah itu ia akan menceraikan istrinya untukku” jawab Mila yang masih berusaha mencari kebenaran yang tampak abu-abu baginya.
“dan kamu percaya?” ucap Tomy yang membuat Mila pias mendengarnya, ‘apa itu berarti bang Arnes bohong kepadaku?’
“dengarkan baik-baik Mil, laki-laki itu akan menikah dengan perempuan dari Hardi corp, Hardi corp itu pemilik saham terbesar kedua di Adinata group, Saham itu nantinya akan jatuh ke tangan anak perempuannya itu dan laki-laki itulah yang akan memegang saham terbesar kedua di adinata group setelah mereka menikah,
dengan saham itu juga dan sedikit pengaruh ayahnya yang sekarang masih menjadi CEO, barulah ia bisa menjadi CEO, pemilik saham terbesar saat ini di Adinata group adalah ayah Arya,
namun saham itu akan menjadi hak milik perusahaan dan dijual di pasar modal jika Arya tidak kembali untuk mengambil haknya itu, dan jika itu terjadi laki-laki itu akan menjadi pemilik saham terbesar di Adinata group dengan istrinya itu sebagai jaminan,
dan jika mereka bercerai, saham itu akan kembali ke istrinya dan dia akan dibuang seperti sampah keluar dari perusahaan Adinata group.
__ADS_1
apa kamu pikir kamu masih akan bernilai di matanya, kamu hanya akan dimakan oleh cintamu sendiri, kamu tidak memiliki kekuasaan seperti calon istrinya itu, ini bukan hanya bisnis Mil,
tapi ini politik dalam perebutan kekuasan, dan perempuan hanya bernilai seperti barang yang akan dipakai jika dibutuhkan dan dibuang jika tidak berguna, cintamu tidak bernilai apa-apa disana” jelas Tomy panjang lebar.
Mila meringis mendengar itu semua, ia sama sekali tidak tahu jika ada hal besar di balik diri Arnes selama ini, ia terlalu buta dengan masalah perusahaan dan bisnis, sehingga ia tidak menyadari bahwa ia sudah dipermainkan oleh Arnes,
'benar kata ibu, aku terlalu naif menilai mereka adalah orang baik, mereka hanya orang jahat yang berambisi mencari harta dan keuasaan’ batin Mila menahan sedih.
“hanya ada satu cara jika kamu ingin bersama laki-laki itu Mil” ucap Tomy untuk membuat Mila agar yakin memilih Arya. Mila menatap Tomy dengan air mata yang tidak bisa ia tahan lagi “apa Tom?”
“berikan nyawa Arya pada dia" ucap Tomy penub emosional.
"dia akan menikahimu dan menjadikanmu istri resminya, jadikan nyawa Arya sebagai bayaran untuk cintamu itu, hanya nyawa Arya yang bisa membuatnya menerimamu sebagai istrinya, hanya nyawa Arya Mil, tidak ada yang lain” ucap Tomy penuh penekanan.
Air mata Mila berderai tak tertahan lagi, ia menangis mendengarnya, “bagaimana mungkin aku melakukan itu Tom?, aku tidak akan pernah menjadikan nyawa suamiku sebagai bayaran untuk ambisi kekuasaannya” ucap Mila dengan nafas sesak mendengar itu.
Air matanya menetes membasahi cadarnya, tangisnya tak bisa ia tahan lagi, hatinya terasa sakit jika harus menjadikan nyawa Arya sebagai bayaran cinta butanya, laki-laki yang telah berkali-kali ia sakiti, laki-laki yang berkali-kali menerima dengan ikhlas semua kesalahannya, laki-laki yang berkali-kali memberinya maaf tanpa ada rasa dendam,
laki-laki yang tidak pernah menyakitinya dengan kata-kata kasar, laki-laki yang tidak pernah memandangnya dengan mata dendam, benci dan marah, sekalipun ia memperlakukannya dengan seenak hatinya, laki-laki yang selalu menyentuh dirinya dengan lembut, bahkan tidak ada satu pun sentuhan laki-laki itu yang membuatnya meringis kesakitan.
‘Bagaimana mungkin aku menjadikan nyawa suamiku untuk ambisi orang itu’ batin Mila menahan pilu.
“aku sudah bilang Mil, disaat kamu tidak bisa memilih, maka keadaanlah yang akan memilihnya untukmu” ucap Tomy datar pada Mila,
__ADS_1
‘maaf Arya, aku membuat istrimu menangis seperti ini’ batin Tomy melihat tangisan Mila.