
“ibu juga minta maaf ya Mila, bapak dan ibu nggak datang ke pernikahanmu dan Arya, ibu heran juga kenapa Arya tidak mengasih kabar tentang pernikahannya pada kami, padahal ibu ingin sekali melihat pernikahannya” ucap ibu Tomy yang membuat hati Mila tertusuk tajam mendengarnya.
Mila mencoba menenangkan pikirannya agar dapat berpikir jernih dari hatinya yang terasa sakit, namun pikirannya terasa kosong tidak tahu harus menjawab apa.
“ini bukan salah Arya bi, tapi kakek kami yang mengingin pernikahan itu segera dilakukan, jadinya Arya nggak sempat banyak melakukan persiapan” jawab Vanessa yang tahu dengan keadaan Mila.
“begitu ya, tapi kenapa Arya tidak mengasih kabar sama sekali, bibi dan paman malah tahunya dari Tomy” ucap ibu Tomy yang semakin menusuk hati Mila, dosa lama itu seakan mengoyak hatinya, ia sadar, Arya sama sekali tidak memberi tahu kepada orang tua Tomy tentang pernikahan mereka karena kesepakatan yang ia buat sepihak waktu itu.
“ini bukan salah Arya bi, tapi ini salahku” ucap Mila dengan nada sedatr mungkin, kedua orang Tomy dapat merasakan ada yang berbeda dari nada bicara Mila yang telah tampak berkaca-kaca.
“ayo ke kamar dulu, kalian harus istirahat, kalian pasti capek setelah jalan jauh, apalagi lewat jalan jelek tadi” ucap Tomy dengan nada santai sembari membawa koper Abel dan carriernya, Sementara Arya jalan di belakang dengan membawa carriernya juga dan 2 koper milik Mila dan Vanessa.
Mereka berjalan santai ke pintu kamar yang ada di dekat ruang keluarga itu, Ibu Tomy segera berdiri mengiring langkah Tomy dan Arya ke dalam kamar untuk membantu mengatur kamar itu.
“Ayo, kalian istirahat dulu ke kamar” ucap Ayah Tomy yang juga ikut berdiri sembari mengajak Abel, Mila dan Vanessa masuk ke kamar yang sedang di tata ibu Tomy, Arya kemudian keluar dari kamar itu bersama Tomy agar ketiga perempuan itu dapat masuk dan beristirahat.
Abel dan Vanessa masuk duluan, dan Mila berjalan pelan di belakang mereka. Saat Mila hendak masuk ke dalam kamar itu, tiba-tiba saja Arya langsung menarik tangannya ke ruang tamu.
Mila yang kaget mencoba menahan tarikan tangan Arya, “Arya, ada apa?” ucap Mila yang kebingungan pada sikap Arya.
Arya kemudian menatap manik Mila yang jelas berkaca-kaca. Arya kemudian menyentuh pelipis bawah kedua mata Mila dengan kedua tangannya, “kamu nggak apa-apa?, kenapa matamu seperti ini?” tanya Arya dengan nada khawatir.
Mila kemudian memegang kedua tangan Arya yang menyentuh pelipis matanya, “aku nggak apa-apa kok, ini hanya kelilipan aja tadi” ucap Mila dengan nada seceria mungkin yang bisa ia buat saat itu, “kamu nggak bohong kan?, matamu basah lo Mil, apa ada yang menyinggung perasaan kamu tadi? ucap Arya dengan nada khawatir.
“aku baik-baik saja kok, emang siapa yang mau menyinggung perasaanku disini?,” ucap Mila balik bertanya. Arya hanya diam menatap dalam manik mata Mila, ia dapatkan melihat mata Mila tidak menyiratkan kejujuran dari ucapannya.
Mila kemudian menarik tangan Arya untuk kembali ke ruang keluarga dan melepaskannya ketika Mila sudah sampai di depan pintu kamar, “aku masuk dulu ya, aku capek, mau istirahat dulu” ucap Mila dengan tersenyum dibalik cadarnya.
__ADS_1
Arya hanya mengangguk pelan melihat Mila, ia masih merasa khawatir melihat mata Mila yang berkaca-kaca. Mila kemudian menutup pintu kamar itu dan melihat ke arah Ranjang yang lumayan besar, disana Abel tengah tiduran sembari memainkan ponselnya, sementara Vanessa tengah duduk di atas ranjang juga dengan bermain dengan ponselnya.
Mila kemudian naik ke ranjang di samping Vanessa dan membuka cadarnya, ia mengambil bantal dan berbaring disisi kakak iparnya itu.
“cuaca disini lumayan sejuk, kenapa ayahnya Tomy bilang disini panas ya?” gumam Abel dengan suara pelan.
“mungkin karena ayah Tomy hidup disini Bel, jadi ngerasa panas, kita kan biasa di Jakarta yang memang panas setiap hari, jadi ketemu cuaca kayak gini jadi ngerasa lebih sejuk” jelas Vanessa pada Abel.
“emang bisa gitu ya kak?” tanya Abel dengan polos. “iya bisalah Bel” jawab Vanessa dengan singkat.
Vanessa kemudian melihat ke arah Mila yang menaruh kepalanya tepat disisi Vanessa, Vanessa kemudian mengusap kepala Mila dengan tersenyum, “semuanya akan baik-baik saja, jangan khawatir kayak gini” ucap Vanessa menenangkan Mila yang tampak masih menyimpan rasa bersalahnya.
‘ya Tuhan, aku benar-benar bodoh sekali waktu itu, kenapa aku nggak pernah berpikir dampaknya akan sejauh ini bagi Arya, ia pasti menghadapi banyak kesulitan karena ini semua’ batin Mila.
*
Sementara bu Annisa, ibunya Tomy memperhatikan kedua putranya itu yang sedang masak dengan teliti, memastikan tidak ada yang salah dari apa yang dilakukan kedua putranya itu.
“sudah lama aku nggak masak kayak gini” ucap Tomy yang sedang asyik mengiris bawang.
“sekarang kita yang masak, nanti sore sampai kita balik ke Jakarta, giliran mereka yang masak” ucap Arya dengan tersenyum.
“setuju aku, sekarang disuruh istirahat dulu, nanti sore baru kerja Rodi” ucap Tomy dengan nada bercandanya.
“ehh kalian ini bicara apa?, masa bicara begitu untuk istri kalian sendiri” ucap ibu Annisa mengingatkan kedua putranya.
"nggak lah bi, kami bercanda aja bi” jelas Arya pada ibu angkatnya itu.
__ADS_1
“istrimu ternyata bercadar ya Arya, bibi senang kamu dapat istri seperti dia,” ucap bu Annisa yang duduk di kursi yang ada di dapur itu.
“dia masih perlu banyak belajar bi, maklumlah bi, anak-anak muda terkadang banyak yang salah niat ketika melakukan sesuatu, kadang niatnya bukan ibadah, tapi ikut-ikutan teman doang” ucap Arya dengan santai sembari mulai memasukkan minyak goreng ke dalam kuali.
“semua orang hakikatnya kan juga belajar Arya, kamu juga Tom, kamu harus bisa membimbing Abel agar mau menutup aurat juga, kalau bisa kayak Mila, bercadar juga” ucap bu Annisa pada Tomy.
“siap bu, kalau dia nggak mau, nanti aku cari yang lain sebagai gantinya” jawab Tomy yang masih terbawa suasana canda mereka.
“ehh kamu, nggak boleh gitu, kamu pikir pernikahan itu main-main apa, seenaknya aja kamu bicara cari gantinya, kamu mau mainin anak orang?” ucap Bu Annisa menceramahi sikap Tomy.
“itu kan sesuai anjuran agama bi, kalau istri nggak mau ikutin perintah dan bimbingan suami yang nggak bertentangan dengan agama, ya di proses, sampai titik akhirnya jika nggak bisa berubah dan diingatin, ya pisah” seloroh Tomy.
“iya, tapi ibu lihat Abel itu orang baik, anaknya juga polos, kamu jangan kayak gitu sama dia, jika nanti kamu sudah menjadi suaminya, kamu juga harus bisa bersikap sabar buat membimbing dia, jangan main cerai-cerai aja” ucap bu Annisa pada Tomy. Ucapan itu juga yang membuat Arya tersenyum getir mendengarnya ketika mengingat masalahnya dan Mila.
“apa bibi bicara sesuatu tadi pada Mila?, dia tampak sedih ku lihat” tanya Arya pada bu Annisa,
“sepertinya bibi salah bicara tadi, bibi hanya mengatakan kalau bibi merasa heran karena kamu tidak memberi tahu bibi dan paman ketika kamu menikah” ucap bu Annisa dengan nada pelan.
Arya sejenak menghentikan apa yang sedang ia kerjakan, ia kemudian mendekat pada bibinya,yang sedang duduk di kursi, Arya berlutut di depan bibinya, ia menggenggam kedua tangan bibinya dan menciumnya dengan dalam. “maaf kan Arya ya bi, Arya salah” ucap Arya dengan nada bersalah.
“eeh, kamu kok kayak gini sayang, bibi dan paman nggak masalah kok” ucap bu Annisa tak ingin anak angkatnya itu merasa bersalah atas apa yang terjadi.
“tapi Arya tetap salah bi, Arya ingin sekali bibi dan paman menemani Arya saat Arya menikah, tapi keadaan waktu itu di luar kendali Arya bi, kakek Mila ingin Arya segera menikah dengan Mila, dia ingin melihat Mila segera menikah, kami menikah hanya dengan acara sederhana bi, di ruangan rawat kakek Mila, hanya ada keluarga Mila dan penghulu disana” jelas Arya pada bu Annisa.
Bu Annisa kemudian mengusap kepala Arya, ia memang ingin mendampingi Arya menghadapi hari bahagia putra angkatnya itu, tapi ia sadar ia juga tidak boleh egois pada Arya, apa lagi jika kondisi yang dihadapi Arya seperti yang diceritakan Arya tersebut.
“nggak apa-apa Arya, semua sudah ditakdirkan Allah, jangan menyesali apa yang terjadi, kamu sudah punya keluarga sekarang, itu berarti kamu sudah punya tanggung jawab besar pada istrimu, jika itu bisa membuat keadaan kakek Mila membaik, dan kamu bersama Mila bisa membina rumah tangga yang sesuai ajaran agama kita, sudah seharusnya kamu mensyukurinya” ucap bu Annisa dengan mengusap rambut Arya yang sedikit panjang itu.
__ADS_1