Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Selalu Membantah


__ADS_3

Mila menatap layar ponsel Arya dengan perasaan kesal, ‘iihh, aku belum jawab, sudah dimatikan olehnya'.


Mila kemudian kembali meletakkan ponsel Arya di tempat sebelumnya dengan melepas nafas kesal. Ia kemudian melihat ke arah Arya dan melanjutkan niatnya yang tertunda tadi, ia tak hanya memeluk Arya, tetapi juga menempelkan kepalanya di dada bidang Arya, tempat yang begitu nyaman ia rasakan untuk kepalanya, dari sana ia melirik ke arah wajah Arya, ia dapat mendengar detak jantung Arya yang teratur dan juga ia dapat merasakan hembusan nafas Arya menerpa wajahnya.


‘Arya, jangan pergi lagi dariku, mari kita tumbuhkan cinta kita bersama-sama, mari kita bina istana syurga kita, dan bahagia dunia akhirat dalam ikatan suci ini’ batin Mila, ia kemudian terlelap di atas dada suaminya itu.


*


Siang telah menjelang di hari minggu yang cerah itu, Vanessa baru saja selesai memasak dan menghidangkan makanan di meja makan, ia tersenyum, melihat kepiting merah kesukaan Mila, ‘semoga ini bisa memberimu semangat Mil’ batinnya, ia kemudian berjalan ke arah kamar Mila untuk segera membangunkan Mila, karena mereka harus segera makan dan bersiap-siap ke rumah sakit untuk menjenguk Tomy.


Vanessa mengetuk kamar Mila 2 kali, namun tidak ada jawaban, lalu ia mengetuknya lagi 3 kali, tetap tidak ada jawaban, Vanessa melengus kesal, ‘pulas sekali tidurnya,’ ia kemudian membuka pintu kamar yang tidak terkunci itu, matanya membelalak kaget melihat Mila tengah tertidur di dada seorang laki-laki dan memeluk laki-laki itu.


Wajah Vanessa memerah menahan amarah, matanya ikut melotot mengikuti amarah hatinya, ia tidak dapat melihat wajah Arya karena kepala Mila menempel di dada Arya yang menutupi wajah Arya dari pandangan Vanessa,


“Milaaa” teriak Vanessa, ia tak percaya adik iparnya semurah itu tidur dengan laki-laki, karena yang ia tahu Arya masih menghilang tanpa kabar.


Mila dan Arya terbangun karena teriakan itu, sementara Vanessa sudah mulai berjalan ke arah ranjang. “seperti ini kelakuan kamu, suamimu masih menghilang, tapi kamu malah tidur dengan laki-laki lain” teriak Vanessa penuh emosi, Arya tersadar, ia merasakan ada sesuatu di atas dadanya, ‘ini siapa?’ batinnya yang menyadari ada kepala orang diatas dadanya dan orang itu sedang memeluk tubuhnya.


Mila segera mengangkat kepalanya, dan merapikan jilbabnya. “kakak kenapa teriak-teriak sih?” ucapnya kesal, karena ia terkaget dengan teriakan Vanessa yang menganggu tidurnya. Dan lagi Vanessa membelalak kaget ketika melihat wajah Arya disana.


“kamu kenapa disini?, kan aku sudah bilang jangan masuk kamar” ucap Arya melirik tajam ke arah Mila, ia benar-benar tidak senang dengan keadaan itu, apa lagi Mila sampai tidur seranjang dengannya dan bahkan memeluknya.

__ADS_1


Wajah Mila memerah karena malu dan juga takut, malu karena Vanessa dan Arya mengetahui apa yang ia lakukan dan takut jika Arya marah kepadanya ia kemudian menunduk, “maaf” jawabnya pelan.


Arya melengus kesal, ia segera bangkit menuju kamar mandi. Ia sendiri juga merasa malu karena Vanessa mendapatinya tertidur dengan keadaan Mila sedang memeluknya.


‘astaga, Mila kenapa kayak gini sih, sampai tidur memelukku segala, kak Vanessa malah ngelihatnya lagi’ gumamnya kesal sembari melihat dirinya dipantulan cermin kamar mandi Mila.


Setelah Arya masuk ke kamar mandi, Mila mengangkat kepalanya dan menatap Vanessa. “kakak kenapa teriak-teriak segala, bilang aku tidur dengan laki-laki lain, emang aku ini perempuan apaan” ucapnya dengan kesal, ia menahan rasa malunya dan menunjukkan wajah marahnya pada Vanessa.


Sementara Vanessa menatap adik iparnya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan, ada perasaan senang karena Arya telah kembali dan dari apa yang ia lihat, ia menilai hubungan Arya dan Mila sudah mulai membaik, ada juga perasaan bersalah dengan apa yang barusan ia lakukan.


“maaf Mil, kakak nggak tahu kalau Arya sudah kembali, kakak kan kaget ngelihat kamu tidur sama laki-laki kayak tadi” ucap Vanessa membela dirinya.


Vanessa kemudian mengikuti langkah Mila dengan menggerutui dirinya sendiri, ‘kenapa aku menuduh Mila yang nggak-nggak tadi’ batinnya kesal pada dirinya sendiri.


Mila sudah duduk di kursinya di meja makan, ia kemudian meneguk segelas air untuk menenangkan dirinya, ia harus siap jika Arya nanti benar-benar marah kepadanya.


“sejak kapan Arya pulang Mil?” tanya Vanessa yang sudah duduk disamping Mila,


“sejak pagi kak, sejak kita selesai sarapan tadi” jawab Mila.


“apa kalian udah baikan?, dia tidak marah lagikan?, dia nggak minta pisahkan?” tanya Vanessa dengan nada khawatir, walaupun apa yang ia lihat tadi sudah membuat ia senang, namun ia harus segera memastikannya langsung dari Mila.

__ADS_1


Mila melepas nafas panjang, ia kembali merasa sedih, karena Arya bertahan dengan terpaksa, Arya ada disisinya hanya karena ia memegang rahasia tentang Indra di masa lalu.


“ntahlah kak, yang jelas saat ini dia tidak akan meninggalkanku” ucap Mila dengan lesu.


Mendengar jawaban Mila, Vanessa melepas nafas panjang, ‘ternyata benar dugaanku, tidak akan semudah itu Arya menerima Mila, ia benar-benar terluka oleh Mila, ia pergi bahkan sampai 3 minggu untuk menenangkan dirinya, mana mungkin ia tiba-tiba bisa menerima Mila begitu saja’.


Arya telah selesai di kamar mandi, ia kemudian keluar dan mendapati kamar Mila telah kosong, ia kemudian melirik kea rah ranjang, Arya melepas nafas kesal dengan apa yang terjadi. Ia kemudian keluar kamar dan berjalan cepat ke meja makan, ia duduk di kursinya biasa dan menatap datar ke arah Mila, sementara Mila hanya bisa menunduk pada Arya dengan perasaan bersalah.


“aku kan sudah bilang jangan masuk ke kamar” ucap Arya datar pada Mila, ia mengabaikan keberadaan Vanessa yang juga ada di meja makan itu.


“maaf, aku takut kalau kamu pergi, aku hanya ingin memastikan kamu tidak akan pergi lagi” jawab Mila dengan nada bersalah.


“aku sudah bilang aku tidak akan pergikan, apa kamu tidak percaya sama aku?,"


Mila hanya terdiam, dia tidak tahu harus jawab apa, bukannya dia tidak percaya sama Arya, namun rasa takutnya lah yang tidak bisa ia kendalikan.


“sekali saja kamu tidak membantahku, apa salah nya sih Mil?” tanya Arya dengan nada yang berubah menjadi kesal.


Mila masih menunduk, rasa bersalah semakin menyelimuti hatinya. Kenyataannya selama ini ia memang selalu membantah Arya, ‘aku benar-benar istri yang berdosa, aku selalu saja membantah semua kata suamiku’ sedihnya.


“apa salah seorang istri tidur bersama suaminya dan memeluk suaminya yang ia rindukan” tanya Mila pelan untuk membela dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2