
Abel membeli sepotong ayam kecap kesukaan Tomy, setelah ia membelinya, ia segera kembali ke ruangan Tomy, namun ketika ia membuka pintu kamar, matanya membelalak kaget, plastik makanan yang ia bawa terlepas tanpa sadar dari tangannya, ia segera berlari ke ranjang Tomy dengan raut wajah paniknya, semua peralatan yang menempel di tubuh Tomy telah terlepas ranjang Tomy berantakan, dan tidak ada siapa-siapa disana, ia mengecek toilet kecil di ruangan itu dan sama kosongnya.
'kamu kemana Tom?, apa kamu tidak senang aku menemanimu disini, apa kamu sudah tidak sayang lagi sama aku, apa kamu tidak ingin lagi bersamaku, kenapa kamu pergi dengan cara seperti ini?’ batin Abel terisak.
Abel segera mengeluarkan ponselnya untuk menelfon Tomy. Namun hatinya terasa semakin perih ketika mendengar dering ponsel Tomy ada di balik selimut yang berantakan di ranjang itu, air matanya menetes tanpa bisa ia tahan, orang yang ia sayang pergi dengan cara yang terasa menyakitkan untuknya. Memintanya membeli makanan, lalu menghilang setelah ia kembali.
Abel kemudian segera keluar dari ruangan Tomy, ia menanyai setiap orang yang ia temui di lorong ruangan Tomy itu dengan panik dan wajah memucat takut, ia benar-benar tidak siap untuk kehilangan laki-laki yang sangat ia cintai itu. Semua orang ia tanyai menjawab tidak tahu, dan semakin membuat dadanya terasa sesak, hatinya terasa hancur. Tomy seakan sengaja pergi dari dirinya dengan cara seperti itu.
Abel segera menelfon Arya untuk menanyakan keberadaan Tomy, ‘Arya pasti tahu kemana Tomy’ batinnya.
“Tomy tidak ada di ruangannya?, kamu yakin?, mungkin dia toilet kali” jawab Arya yang mendengar ucapan Abel.
“nggak Arya, kamarnya kosong, toilet juga kosong, ponselnya juga ditinggalnya” ucap Abel terisak sedih di seberang telfon Arya.
“coba kamu cek ke Karina bel, atau nggak ke resepsionis, nggak mungkin Tomy bisa pergi begitu saja dari rumah sakit” ucap Arya.
Abel langsung mematikan ponselnya dan segera berlari untuk menemui dokter Karina.
Sementara Arya melepas nafas panjang mendengar kabar dari Abel, ia kemudian menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi kerjanya, pekerjaannya masih menumpuk disana, tapi sekarang Tomy malah menambah beban pikirannya, Arya memejamkan matanya, mencoba memikirkan kemana Tomy akan pergi.
‘dia mau kemana di Jakarta ini, apa dia punya masalah yang tidak aku ketahui, kenapa dia meninggalkan ponselnya, atau,,,’
Mata Arya langsung terbuka, ‘Tomy, Tomy,, begitu mudah sekali menebak kamu pergi kemana’ batin Arya sembari tersenyum, ia kemudian segera mengeluarkan ponselnya dan segera menelfon Mila.
“aku disini, cepat kemari” ucap Tomy menjawab telfon Arya di ponsel Mila.
“kok kamu yang ngangkat ponsel Mila, kamu jangan coba-coba menyentuh tangan istriku ya” ucap Arya yang kesal mendengar suara Tomy di nomor Mila.
Tomy tak menjawab ucapan Arya, ia langsung mematikan ponsel itu dan mengembalikannya kepada Mila, “bilang kita di taman ini pada Arya” ucap Tomy sembari tersenyum pada Mila.
“kamu ini apa-apaan sih Tom, nanti kalau Arya salah paham gimana?,” kesal Mila pada Tomy.
__ADS_1
“dia nggak mungkin salah paham,” jawab Tomy dengan tenang.
Mila melirik kesal ke arah Tomy, ia kemudian mengirim chat kepada Arya.
‘kami di taman dekat sekolahku Arya, kamu jangan pikir macam-macam ya, kami tidak ada apa-apa kok, aku bisa jelasin semuanya nanti sama kamu, yang penting kamu jangan mikir yang aneh-aneh dulu ya, percaya sama aku’ chat Mila pada Arya.
Arya tersenyum membacanya, ia kemudian bangkit dan segera keluar dari ruangannya, meninggalkan setumpuk dokumen yang masih bertebaran di atas meja kerjanya.
“kamu tahu kenapa aku kesini Mil?” tanya Tomy pada Mila.
Mila melirik heran kepada Tomy, “kan kamu yang kesini, kok nanyanya sama aku” ucap Mila yang masih kesal pada Tomy.
“Foto itu masih sama kamu kan?, kembalikan pada Arya, foto itu sangat berharga baginya,”
Mila menghirup nafas panjang mendengarkan ucapan Tomy.
"kamu mau bercerita tentang Arya kepadaku?, nanti aku kembalikan foto itu pada Arya” ucap Mila mencoba menawar keinginan Tomy.
Mata Mila membulat mendengar itu semua, suasana mereka yang terasa santai sebelumnya mendadak menjadi serius, dan ucapan Tomy barusan serasa menjadi peringatan keras baginya.
“aku tahu dan aku sadar, aku memegang rahasianya tentang Indra” jawab Mila mencoba bersikap tegar, entah mengapa hatinya terasa sakit ketika tahu Tomy datang hanya untuk mengatakan hal itu.
“lalu kenapa kamu masih belum memilih diantara mereka” lanjut Tomy lagi,
Mila memejamkan matanya yang mulai berkaca-kaca, jika sebelumnya Ari dan Abel terasa menyudutkan dirinya, sekarang Tomy pun juga terasa demikian kepadanya.
“kenapa semua orang yang dekat dengan Arya terasa menjadi musuhku, dan menginginkan aku pergi dan berpisah dengan Arya?” ucap Mila yang masih berusaha tenang.
“aku bukan musuhmu Mil, aku berdiri di posisi yang sama dengan Arya, aku menerimamu karena kamu memegang rahasia itu” jawab Tomy dengan masih bersikap santai pada Mila, ia harus bisa tetap bersikap tenang agar tujuannya menemui Mila dapat tercapai.
“sekarang kenapa kamu belum bisa memilih diantara mereka,?” ucap Tomy lagi dengan sedikit menekankan nada suaranya.
__ADS_1
“aku,,, aku tidak tahu isi hatiku sendiri Tom" jawab Mila dengan pelan. "aku tidak tahu harus memilih siapa, aku mencintai laki-laki itu karena ia sudah menemani kehidupanku untuk waktu yang lama,
tapi aku juga takut kehilangan Arya, dia pangeran masa kecilku, dia laki-laki yang sangat baik dan aku tak ingin menyesal karena menyia-nyiakan kehadirannya di sisiku,” ucap Mila yang menahan dadanya yang mulai terasa sesak.
“Mil, terkadang, saat kita tidak bisa menentukan pilihan, maka keadaan lah yang akan memilihnya untuk kita, apa sekarang kamu tidak tahu harus memilih siapa?" ucap Tomy penuh makna.
Mila melihat ke arah wajah Tomy, ia menggeleng, ia tak paham dengan keadaan yang dimaksud oleh Tomy.
"aku tidak mengerti dengan maksudmu Tom, keadaan apa yang akan menentukan pilihanku?” ucap Mila balik bertanya pada Tomy.
“jadi kamu tidak tahu sama sekali masalah ini” ucap Tomy sembari sejenak memejamkan matanya, ia mencoba mencari kalimat yang sesuai agar Mila dapat memahami semua yang akan ia katakan.
Tomy paham, akan sangat sulit bagi Mila untuk memahami masalah apa yang terjadi di perusahaan Adinata group jika ia menggunakan kalimat-kalimat yang berat untuk menjelaskannya.
“kamu tahu siapa nama asli Arya, siapa nama ayahnya, apa perusahaan milik ayahnya, dan kamu juga tahu siapa laki-laki yang kamu cintai itu, dan dimana ayahnya sekarang berkuasa” ucap Tomy yang membuat pikiran Mila seketika bekerja keras.
‘adinata group?, bang Arnes adalah pewaris Adinata group, lalu Indra? bukankah ayah Arya adalah pemilik perusahaan itu, apa itu berarti Arya juga pewaris Adinata group, lalu gimana dengan ayah bang Arnes? apa itu berarti keluarga bang Arnes merebut perusahaan itu dari keluarga Arya' batin Mila yang mulai bingung dengan keadaan, ia bahkan tidak pernah memikirkan hal sepenting itu sebelumnya.
“Mil, apa kamu sudah paham sekarang, kenapa Arya tidak mau membuka cerita masa lalunya?, dan kenapa kamu harus merahasiakan semua yang kamu ketahui tentang dia yang sebenarnya?” Ucap Tomy kembali bertanya kepada Mila
“Apa itu berarti Arya adalah pewaris sesungguhnya dari perusahaan itu?, ia yang seharusnya mewarisi apa yang dimiliki ayahnya?" tanya Mila kembali balik bertanya pada Tomy
“Arya terpaksa menyembunyikan jati dirinya, karena keluarga laki-laki itu mengincar nyawanya untuk mengambil semua milik ayah Arya” ucap Tomy penuh penekanan.
Air mata Mila menetes, hatinya bergedik takut, ia tak menyangka ada hal sebesar itu di balik diri Arya, ia sejenak teringat pada ucapan Arya kepadanya ketika memintanya untuk menyembunyikan semua hal tentang Indra, “banyak hal yang terjadi di masa lalu yang tidak bisa bisa dibuka lagi di masa depan Mil, ini demi hidupku, demi masa depanku” ucap Arya saat itu.
Air mata Mila kembali menetes, ia tak pernah berpikir panjang dengan kalimat Arya itu, saat itu ia sudah terlanjur senang karena Arya mau menerimanya kembali.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi apa itu maksudnya aku harus memilih Arya sekarang?”
“Jika kamu ingin segera melihat jasad Arya, kamu bisa memilih orang itu" ucap Tomy dengan penuh penekanan kepada Mila.
__ADS_1
"Seperti yang ku bilang, keadaanlah yang akan memilih untukmu” ucap Tomy lagi.