
“mungkin kamu lebih baik jujur ke Mila Arya, kakak rasa temanmu tidak rela kamu bersama Mila” ucap Vanessa yang kembali teringat wajah Ari.
Arya sejenak melepas nafas panjang. “kakak tenang saja, masalah ini tidak akan menggoyahkan rumah tangga kami” ucap Arya dengan yakin, walau sebenarnya ada keraguan dihatinya yang tidak bisa ia pungkiri.
Arya kemudian pamit kepada Vanessa untuk kembali ke kamarnya.
Vanessa menutup pintu kamar itu dan berbaring diantara Mila dan Abel, ia melepas nafas panjang dan kemudian memejamkan matanya.
'Keluarga ini sangat baik dan ramah, Arya dan Tomy benar-benar dididik dengan baik, pantas saja mereka bisa sebaik dan setulus ini pada Abel dan Mila, huh, kenapa aku tidak ditakdirkan untuk orang baik seperti mereka ya,' batin Vanessa sebelum melayang ke alam mimpinya.
Arya kemudian kembali ke kamarnya, saat ia melihat Tomy ia melepas nafas kasar karena kembali harus sekamar dengan laki-laki itu.
“jangan seperti itu kamu, dari dulu kita juga selalu tidur berdua seperti ini” ucap Tomy dengan santai,
“Tom, apa menurutmu aku jujur saja pada Mila untuk masalah ini?” tanya Arya pada Tomy sembari duduk di atas ranjang.
“aku tak yakin dengan itu Arya, kamu akan menjadi orang jahat yang telah menghancurkan keluarga Mil Arya, Mila akan memandangmu sama sepertimu memandang laki-laki pembunuh itu sekarang” jawab Tomy.
“apa kamu meragukan Ari Tom?, apa menurutmu dia tidak akan membantuku untuk melindungi rumah tanggaku ini?” tanya Arya lagi yang teringat pada kata Vanessa.
“Bukankah kamu tahu kalau aku sebenarnya masih belum bisa menerima Mila dengan ikhlas, jadi aku tahu apa yang dirasakan Ari sekarang bisa saja dia akan mengkhianatimu disini agar Mila pergi dari kehidupanmu, bagi kami sahabatmu, apa yang dilakukan Mila sama saja melecehkan kami, kehormatanmu adalah kehormatan kami, dan Mila telah menginjak-injaknya” ucap Tomy dengan nada pelannya ia kemudian memejamkan matanya.
“aku tahu kamu tidak akan mudah memaafkan Mila, tapi aku berterima kasih karena kamu telah bersikap baik pada Mila, termasuk memberi tahu Mila tentang masalahku dan keluarga laki-laki itu” ucap Arya sembari membaringkan badannya di samping Tomy.
“aku melakukan itu untuk melindungimu Arya, karena Mila adalah pisau pembunuhmu sekarang, kita tidak punya pilihan lain selain dia harus memilihmu, jika bukan karena itu, aku mungkin akan lebih dulu menceramahimu karena menerima perempuan seperti itu lagi” ucap Tomy.
"yang penting satu hal Arya, apa pun yang akan dilakukan Ari nanti, itu bukanlah karena dia mengkhianatimu, tapi karena dia ingin menjagamu" lanjut Tomy lagi.
"aku tahu, aku takkan pernah meragukanmu, Ari dan Arbi, apa kamu pikir masalah ini akan merusak persahabatan kita?" jawab Arya.
__ADS_1
"kenyataannya banyak persahabatan yang hancur karena perempuan, sekarang kamu hampir ada di titik dimana kamu harus memilih antara persahabatan atau perempuan"
"aku sudah pernah ada di titik itu Tom, dan kenyataannya Karina sekarang bersama Ari, bukan bersamaku, aku akan tetap bersahabat dengan kalian dan Mila akan tetap bersamaku" ucap Arya.
*
Di Jakarta, Irman yang sedang berada di apartemennya meneguk segelas minuman beralkohol, sejenak ia melihat ke arah seorang perempuan yang sedang tertidur hanya dibaluti selimut di atas ranjangnya, ia kemudian sejenak menarik nafas kasar, masalah perusahaan Cipta Rakarsa benar-benar membuatnya seperti orang gila, ia tidak tahu lagi jalan yang harus ia tempuh untuk menyelamatkan perusahaan itu.
‘aku harus mendapatkan saham itu, kakek pasti tidak bisa datang kesana, itu berarti yang datang kesana adalah ibu, kakek tidak mungkin akan menyuruh paman atau bibi pulang kesini untuk sekedar mewakilinya di rapat pemegang saham itu, aku harus bisa membujuk ibu untuk membantuku’ batin Irman.
Irman kemudian mengeluarkan ponselnya, dan segera menghubungi seseorang. selang beberapa lama, laki-laki di balik telfon itu menjawab panggilannya.
“kenapa kamu menelfonku selarut ini?” tanya seorang laki-laki itu ujung telfon tersebut.
“Kapan aku bisa dapat dana dari perusahaanmu?, aku akan pastikan saham kakekku itu ada di pihak ayahmu” ucap Irman dengan nada dinginnya, ia kemudian mengambil sebatang rokok dan menyalakan api untuk rokoknya.
“kamu tahu sendirikan, hutang perusahaanku sudah mau jatuh tempo beberapa hari lagi, aku butuh dana itu segera, lagi pula rapat itu juga tidak jelas kapan dilakukan” ucap Irman dengan nada datar.
“kalau kamu mau, bawa saja adikmu ke apartemen ku besok, setelah itu aku pastikan dana dari perusahaanku akan mengalir ke perusahaanmu, sekalian aku kasih bonus beberapa projek anak perusahaan Adinata group di beberapa daerah,, dan nanti untuk saham kakekmu, aku akan kasih projek besar yang ada di Adinata group,” ucap Arnes yang membuat Irman menarik nafas kasar seketika.
“jangan basa basi lagi Irman, adikmu sudah menikah, dia tidur semalam denganku tidak akan merubah apa-apa,” ucap Arnes dengan sinis.
Irman memejamkan matanya, dia benar-benar butuh dana besar untuk menstabilkan keuangan perusahaannya, dan mengembalikan dana pinjaman bank.
‘Mila pasti mau berkorban untuk perusahaan dan nama baik keluarga, lagi pula dia juga sudah menikah, benar kata Arnes, untuk semalam tidak akan merubah apa-apa, yang penting suaminya tidak tahu’ batin Irman yang telah kehilangan akalnya mencari jalan keluar atas permasalahan keuangan perusahaannya.
“siapkan danamu, aku benar-benar butuh dana besar,” ucap Irman menutup telfonnya. Irman kemudian menghisap rokoknya dan meminum kembali minuman beralkohol di gelasnya.
‘apa aku harus melakukan ini pada Mila?, lagi pula keluarga ini sudah hancur dari awal. ayah, ibu dan aku, semuanya sama saja, keluarga ini tak akan menjadi suci sekalipun Mila pakai cadar, tapi saat ini hanya Mila satu-satunya kehormatan keluarga ini, tapi disaat seperti ini, kehormatan Mila mungkin bisa menjadi penyelamat bagi keluarga ini, menjaga nama baik keluarga ini’ batin Irman yang masih terpengaruh kata-kata Arnes.
__ADS_1
“siapa sayang?” tanya perempuan yang tadi tidur di ranjang Irman, entah sejak kapan ia bangun dan duduk disisi ranjang itu tanpa sehelai benang pun.
“kamu bangun Rika?, apa kamu mau minum?” tanya Irman pada perempuan itu.
“aku mau kamu malam ini, katakan padaku berapa perempuan yang menjadi mainanmu saat ini?” ucap perempuan itu dengan nada menggodanya.
“aku bisa dapat banyak perempuan sesukaku dengan mudah” ucap Irman dengan santai.
“benarkah, lalu siapa yang paling menyenangkanmu” ucap Rika pada Irman.
“Cuma kamu yang bisa membuat ku melayang Rika, kamu benar-benar membuatku gilaa” balas Irman dengan nada menggodanya juga.
“benarkah, lalu istrimu itu bagaimana?, bukankah dia kamu bilang juga cantik” lanjut Rika menggoda Irman.
“dia hanya perempuan bodoh yang tidak bisa apa-apa, dia masih disana karena tidak bisa hidup tanpa aku dan keluargaku, dia hanya akan jadi sampah jika pergi dariku,” ucap irman dengan nada sinisnya.
“benarkah? apa dia sama bodohnya dengan pacarku itu, aku dengan senang hati memberikannya kenikmatan surga, dia malah menolakku dengan sikap sok sucinya, katakan padaku kalau aku lebih bisa memuaskanmu dari pada istrimu itu” lanjut Rika lagi yang sudah berdiri di sisi Irman dan mengelus tubub Irman
“kamu lebih dari apa pun Rika,” ucap Irman mematikan rokoknya dan membalas sentuhan wanitanya malam itu.
.
.
.
.
weekend ini aku up banyak, jangan lupa komen, like dan votenya ya😉😉
__ADS_1