Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Hanya Main-Main


__ADS_3

Ceklek,,,,


Pintu ruangan Tomy terbuka, Tomy masuk ke dalam kamarnya dan deg,,,,,deg,,,,,. Wajahnya langsung pias, jantungnya berdetak cepat, sesuatu masuk menelisik hatinya yang membuat dadanya terasa sesak. Hatinya terasa sakit melihat kondisi Abel yang bersedih, gadis polos itu duduk dengan memeluk bantal dengan erat. Matanya memerah dan sembab, pipinya basah oleh deraian air mata, ‘Ya Tuhan, aku benar-benar menyakiti hati gadis sebaik Abel’ batin Tomy menyalahkan dirinya sendiri.


Abel mengangkat kepalanya untuk melihat siapa datang, dan jantungnya ikut berdetak kencang seperti jantung Tomy, rasa sakit menyeruak ke dalam hatinya, laki-laki itu seperti pergi karena merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.


Abel kemudian memalingkan wajahnya dari Tomy, ia menahan sesak dadanya yang semakin bertambah, perih sekali rasa sakit itu baginya. Abel merasa Tomy sama sekali tidak menginginkannya selama ini, Tomy selalu menolak setiap ia ingin menyentuhnya, Tomy bahkan sering memalingkan wajahnya saat mata mereka bertemu, Tomy juga tidak suka berbicara panjang lama dengannya, walaupun itu hanya di telfon, dan banyak hal lain yang ia inginkan dari hubungannya dengan Tomy, namun Tomy menolak untuk memberikannya. Penolakan itu membuat Abel merasa seolah-olah Tomy jijik kepadanya, tidak ingin menyentuhnya dan melihat dalam ke arah matanya.


Abel mecintai Tomy karena ketulusannya, kebaikan hatinya, kesopanan ucapannya dan tingkah lakunya, selalu tepat janji, tidak suka basa basi dan memiliki pemikiran yang dewasa, serta sisi lainnya dari Tomy yang membuatnya tanpa pikir panjang langsung menerima lamaran Tomy.


Namun sikap Tomy tadi pagi membuat hatinya hancur, Tomy seperti benar-benar jijik kepadanya dan sengaja lari darinya dengan cara seperti itu.


Abel mengeratkan pelukkannya di bantal Tomy, ia mencoba memberikan ruang di hatinya untuk dapat merasa tenang. Tomy melangkah pelan ke arah Abel, sementara dokter Karina memperhatikan 2 insan yang akan menikah itu dengan wajah datarnya, ‘drama apa lagi ini?’ batinnya.


Arya mengikuti langkah Tomy, ia sejenak menatap wajah dokter Karina yang sedang menatap ke arahnya dengan wajah bertanya, Arya kemudian mengangkat bahunya, seolah berkata ‘aku tidak tahu apa-apa’.

__ADS_1


“Bel” ucap Tomy pelan sembari menyentuh bahu Abel, berat sekali rasanya untuk Tomy melakukan itu, ia sama sekali tidak ingin menyentuh Abel sebelum mereka resmi menikah, satu hal yang selama ini ia jaga dengan sekuat tenaganya untuk melawan hasrat menyentuh lawan jenisnya. Namun ia tidak bisa menahannya lagi, bahkan ia sangat ingin memeluk Abel yang sedang menangis sedih itu, memberikan dadanya untuk Abel, sebagai tempat menumpahkan kesedihan gadis itu.


Mata Abel membelalak kaget merasakan sentuhan Tomy di bahunya, ‘Tomy menyentuh bahuku’ batin Abel tidak percaya. Untuk sejenak Abel membiarkan tangan Tomy dibahunya, karena sejatinya ia memang sudah lama ingin merasakan sentuhan lembut laki-laki itu pada dirinya, setelah beberapa saat, Abel kemudian menepis tangan Tomy di bahunya.


Dan deg,,,deg,,,, rasa sakit di hati Tomy semakin bertambah karena tepisan Abel, dadanya serasa semakin sesak, gadis itu menolak sentuhan yang ia berikan Arya melihat sikap Abel degan melepas nafas kasar, 'apa dia semarah itu pada Tomy? Apa ada masalah lain antarabAbel dan Tomy, mana mungkin ia bisa semarah itu hanya karena Tomy pergi seperti ini' pikir Arya yang mulai menelisik otaknya.


“kamu kenapa bel?” tanya Arya dengan santai. Abel memejamkan matanya untuk memberikannya kekuatan. Ia tak ingin tampak lemah di hadapan orang-orang itu, terutama Tomy yang telah membuat hatinya terasa begitu sakit.


“tidak,, tidak apa-apa” ucap Abel sedatar mungkin, namun semua orang yang ada di kamar itu dapat mendengar suara Abel itu gemetar menahan sedih.


“Dia ingin pergi dariku, dia tidak ingin lagi aku ada disisinya, dia sudah tidak merasa nyaman lagi jika aku di dekatnya, aku sudah tidak dibutuhkannya lagi” ucap Abel dengan tegar, padahal hatinya begitu sesak mengatakan itu semua. Abel menahan tangisnya sekuat mungkin, namun ia gagal, tubuhnya bergetar menahan sesak di dadanya.


Melihat itu semua, Tomy tak kuasa lagi menahan perasaannya, gadis polos itu menahan sedih dengan keadaan memprihatinkan tepat di depannya, hingga akhirnya Tomy lepas kendali, ia langsung memeluk Abel dan menarik kepala Abel ke dadanya, dan mendekap erat gadis itu. Tomy benar-benar merasa bersalah pada Abel, ia larut dalam perasaanya.


Mata Abel kembali di buat membulat kaget oleh sikap Tomy, laki-laki yang selalu menahan diri untuk tidak menyentuhnya itu sekarang memeluknya dengat erat. Pelukkan yang selama ini ingin ia rasakan dari diri Tomy, namun ketika ia mencoba memberikan sentuhannya pada Tomy, Tomy selalu menghindar dan berkata aku tidak ingin menyentuhmu sebelum kita resmi menikah.

__ADS_1


Arya menyipitkan matanya melihat itu semua, ‘Tomy,,Tomy, kamu bilang belum mencintainya, tapi sekarang kamu yang memeluknya duluan’ batin Arya sembari melepas nafas panjang, ia sangat ingin menarik tubuh Tomy agar tidak memeluk Abel saat itu.Sementara dokter Karina melihat itu semua, Ia langsung mengalihkan pandangannya, ia tidak ingin mata sucinya dikotori oleh pemandangan yang tak seharusnya ia lihat.


“maaf, Bel,, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu” ucap Tomy dengan nada bersalahnya.


Namun Tomy hanya sebentar memeluk Abel, seketika kesadarannya kembali, ia tidak seharusnya menyentuh Abel sebelum menikah apa pun alasannya. Seketika juga perasaan Abel kembali bertambah sakit karena pelukkan yang selama ini ia inginkan hanya berlangsung beberapa saat, dan yang semakin membuat Abel marah adalah kalimat Tomy selanjutnya “maaf bel, aku tidak bemaksud memelukmu” ucap Tomy dengan nada bersalah.


Abel melirik tajam pada Tomy, bahkan laki-laki itu tidak ikhlas memeluknya, dan meminta maaf karena pelukkan itu adalah sebuah kesalahan, ‘pelukkannya tadi hanya sebuah kesalahan, jadi dia benar-benar tidak pernah sayang sama aku, semua orang akan memeluk pasangannya sebagai bentuk rasa sayang dan cinta mereka, sedangkan pelukkannya untukku hanyalah sebuah kesalahan’ batin Abel menahan sakit.


“kamu benar-benar ingin aku pergikan, kamu tidak benar-benar tulus kepadaku, seperti aku tulus kepadamu, kamu tidak benar-benar cinta sama aku seperti aku cinta kepadamu, sekarang aku sadar, aku hanya gadis bodoh yang terperdaya oleh semua kata-katamu yang tampak tulus itu” ucap Abel dengan marah. Ia benar-benar kecewa karena Tomy bersikap seolah-olah tidak ingin memperbaiki kesalahannya tadi.


"a,,,aaa,,aakuu", ucap Tomy tergugup, Ia menelan salivanya mendengar ucapan Abel, pikirannya kosong seketika tidak tahu harus berbicara apa, Perempuan yang selalu bersikap baik kepadanya sekarang memarahinya. Tomy bahkan tidak tahu seperti apa harus menghadapi kemarahan Abel karena awamnya ia pada masalah perasaan perempuan.


Abel kemudian pergi dengan rasa sakit dihatinya, Tomy pergi meninggalkannya dengan cara yang menyakitkan, dan Tomy melepaskan pelukkan pada dirinya karena merasa bersalah memeluknya, ia merasa tidak ada rasa sayang sedikitpun dari Tomy untuknya.


‘dia hanya main-main denganku, dia hanya main-main mau menikah denganku, dia sama saja seperti mereka, mempermainkan diriku yang tulus kepada mereka’ batin Abel sedih meratapi sikap Tomy, bahkan mata Tomy hanya tampak datar ketika ia lihat tadi, seolah tidak ada rasa untuknya dari mata itu.

__ADS_1


Sementara Tomy hanya bisa melepas nafas panjang melihat punggung Abel yang berlalu keluar dari pintu kamarnya.


__ADS_2