Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Walau Hanya Pesuruh


__ADS_3

Tangan Arnes kemudian bergerak meraih tangan Mila yang tidak di pegang Vanessa, Vanessa dan Syifa mengeram marah melihat itu, namun Mila hanya diam dan membiarkan tangan Arnes mendekat untuk menyentuh tangan putihnya.


Namun belum sempat tangan Arnes itu menyentuh tangan Mila, ada tangan laki-laki lain yang menepis tangan Arnes. Mila, Vanessa, Syifa, dan Juga Arnes seketika terkejut dengan kehadiran laki-laki itu.


“Maaf tuan, apa anda tidak punya etika?, berani sekali anda menyentuh tangan istri orang lain” ucap laki-laki tegap yang masih menjaga Mila sesuai dengan perintah Ari.


Mata Mila membulat kaget, rasa takut langsung menghampirinya, Arya pasti akan tahu pertemuannya dengan Arnes itu. Wajah Mila langsung berubah takut melihat punggung 2 orang laki-laki tegap yang berdiri di depannya, yang menghalangi posisinya dan Arnes.


“kalian lagi” geram Arnes, 2 orang Bodyguard sewaan Arnes langsung datang melindungi tuannya, mereka langsung berdiri berhadap-hadapan dengan 2 orang suruhan Ari yang membuat kondisi seketika menjadi tegang, Syifa dan Vanessa masih bingung dengan keadaan, mereka tidak tahu mengapa ada 4 orang bertubuh tegap yang tiba-tiba datang itu mencampuri permasalahan itu.


“apa sekarang suamimu menyuruh dua orang ini untuk menghalangi hubungan kita Mil?” tanya Arnes dengan nada marah, ia tidak terima dengan apa yang terjadi, apa lagi ia masih ingat jika 2 laki-laki di depannya ini memukulnya ketika di mall waktu bertemu Mila sebelumnya.


Mila tidak menanggapi ucapan Arnes, melihat punggung laki-laki di depannya, sudah membuatnya takut seperti apa reaksi Arya jika mengetahui itu semua, Ia bahkan masih mengingat jelas kalimat Arya yang melarangnya untuk berhubungan dan menemui Arnes lagi, dan baru saja ia melanggar larangan Arya itu.


“Maaf tuan, ini lingkungan sekolah, kami tidak ingin membuat keributan disini” ucap salah seorang laki-laki bertubuh tegap yang menjaga Mila. Vanessa kemudian langsung menarik tubuh Mila yang melemah karena rasa takutnya, begitu pun Syifa, ia ikut menjauh ketika melihat Vanessa menarik tangan Mila, ia juga harus menyelamatkan dirinya agar terhindar dari pertengkaran antara 4 orang laki-laki bertubuh tegap itu, apa lagi ia masih hamil muda, ia harus segera menyelamatkan dirinya dan juga anak di dalam kandungannya.


Arnes mengeram marah melihat Mila menjauh, ia juga harus menahan dirinya. Jika ada keributan disana, itu akan membuat malu dirinya dan juga ayahnya, apa lagi keributan di depan sekolah, bisa saja mengundang sorotan media karena banyak siswa-siswa SD yang masih lalu lalang di jam pulang sekolah itu.


2 Orang suruhan Ari yang menjaga Mila kemudian meninggalkan Arnes dan mendekat ke mobil Vanessa yang membuat Arnes semakin mengeram kesal. 2 orang itu kemudian berdiri di sisi tempat Mila duduk di mobil itu, dan Mila membuka kaca jendela mobilnya. 2 orang suruhan Ari kemudian memberi hormat dengan kepala mereka kepada Mila.

__ADS_1


“apa teman Arya masih menyuruh kalian menjagaku?” tanya Mila datar pada 2 orang itu.


“jika nona tidak ingin kami ikuti terus, maka nona bisa bercerai dengan tuan Arya” jawab salah seorang laki-laki dengan tegas. mereka sudah tahu betul masalah Arya dan Mila, karena sejak Ari menyuruh menjaga Mila, mereka tidak membiarkan Mila sedikit pun lepas dari pengawasan mereka.


Hati Mila terasa tertusuk mendengar itu semua, air matanya menetes, ia sadar, ia telah melakukan kesalahan lagi, sekalipun Arnes yang menemuinya, tetap saja ia merasa salah karena melayani pembicaraan Arnes tadi.


“berani sekali kalian bicara seperti itu, apa kalian tidak sadar bahwa kalian hanya pesuruh” ucap Vanessa dengan marah di kursi kemudinya, ia menatap tajam 2 laki-laki yang masih berdiri di sisi Mila. Walaupun Vanessa tidak tahu pasti siapa 2 orang laki-laki itu, tapi dari kalimat Mila ia dapat menilai jika 2 laki-laki itu hanyalah orang bayaran yang sama nilainya dengan bodyguards.


“maaf nona, sekalipun orang menganggap kami anjing penjaga, kami tetap akan merasa terhormat karena kami menjaga kehormatan orang sebaik tuan Arya, Nona Mila adalah kehormatan tuan Arya yang harus kami jaga, selagi nona Mila menjadi istri tuan Arya, kami akan tetap mengikuti dan mengawasi nona Mila, dan kami tidak akan biarkan laki-laki mana pun menyentuh nona Mila” ucap salah seorang laki-laki dengan menundukkan kepalanya, mereka sama sekali tidak membalas tatapan tajam Vanessa, karena mereka sangat menghormati semua orang yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan Arya.


Mila semakin bersedih mendengar itu semua, semua orang menganggap suaminya orang baik, tapi dia malah berkali-kali menyakiti hati orang baik itu, seolah tidak ada kebaikan dari diri Arya yang ia lihat. “jika kalian disuruh menjaga Mila, kenapa kalian biarkan laki-laki tadi berbicara dengannya?” tanya Vanessa yang masih kesal dengan 2 orang itu.


Memang begitulah orang suruhan Ari, mereka akan bekerja sesuai perintah, Ari menyuruh mereka menjaga Mila agar tidak ada laki-laki lain yang menyentuh Mila, sehingga jika Arnes hanya sekedar berbicara tanpa menyentuh Mila, mereka tidak akan berani untuk menganggunya.


“udahlah kak, kita pulang saja, jangan perpanjang lagi” ucap Mila menghentikan perdebatan kecil Vanessa dengan 2 laki-laki bertubuh tegap itu. Perasaannya sudah tidak menentu saat itu, ia harus segera pulang dan menenangkan dirinya agar bisa berpikir jernih.


Vanessa menyetir dengan perasaan kesal pada Mila, sementara Mila hanya bisa menatap kosong ke arah jalanan, hatinya bertarung dengan keadaan, ucapan Arnes benar-benar mampu membuatnya terbawa perasaan. ‘Aku dan bang Arnes telah menjaga cinta ini bertahun-tahun, semua tuduhan pada bang Arnes hanya fitnah yang menguji kepercayaanku, dan juga kehadiran Arya adalah ujian bagiku kesetiaanku pada bang Arnes’ batin Mila.


“ternyata benar kata Arya Mil” ucap Vanessa datar yang membuat Mila langsung menoleh ke arahnya.

__ADS_1


“maksud kakak?”


“Arya menyuruhmu memblokir nomor Arnes agar kamu tidak terperdaya omongan Arnes, dan tadi kakak lihat sendiri kamu sudah terperdaya olehnya.” ucap Vanessa masih dengan nada datar.


“menurut kakak, apa yang dikatakan bang Arnes padaku tadi hanya omong kosong saja?”


“kakak tidak tahu apa yang dikatakannya padamu Mil, tapi yang jelas, jangan bikin kesalahan lagi, karena maaf Arya belum tentu akan ada lagi untukmu”


Mila melepas nafas panjangnya, entah mengapa ucapan Arnes tadi kembali membuatnya bimbang untuk memilih antara Arya atau Arnes. hatinya terasa menangis untuk menghadapi semua ini.


*


Arya bersandar di kursi kerjanya, ia baru saja memeriksa dokumen desain hasil rancangan tim arsitekturnya, desain yang menurutnya bagus dan fix untuk di presentasikan pada klien langsung ditanda tanganinya, dan desain yang masih perlu diperbaiki ia susun di tempat terpisah untuk di rapatkan lagi perbaikannya.


Ia telah menyelesaikan banyak dokumen desain rancangan dari beberapa klien perusahaannya, dan sekarang masih ada setumpuk dokumen lagi yang tingginya 2 kali penggaris ukuran 30 cm yang harus segera ia selesaikan. Ia memejamkan sejenak matanya untuk melepas rasa lelah, pikirannya kembali melayang pada pertemuannya dengan Anjani.


‘Apa Anjani tadi mengenaliku?, sepertinya jauh lebih baik untukku bertemu dengan om Hardi dari pada Anjani, Anjani bisa saja langsung mengenaliku tadi’ batin Arya yang masih takut dengan posisi dirinya sekarang.


Arya menatap langit-langit ruangannya, ia memikirkan setiap apa yang telah ia jalani selama ini, Ia ingin melangkah untuk merebut apa yang telah menjadi haknya, namun ia tidak tahu harus memulai darimana, baginya saat ini, semua orang di Adinata group adalah musuh yang harus ia hindari.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu ruangan Arya terbuka tanpa ada yang mengetuknya, yang membuat Arya melirik kesal ke arah seorang laki-laki yang masuk ke ruangannya.


__ADS_2