
Hari Ini Khusus Part Arya dan Mila yađ
.
.
Arya menarik tangan Mila menuju ke sisi taman bermain yang mereka kunjungi di bagian belakang, disana terdapat sebuah area bermain yang menyediakan hiburan berkuda, Mila melihat orang -orang yang ada di area yang cukup luas itu dengan pandangan bingungnya.
"kita ngapain disini Arya, kenapa tidak di depan tadi sajaâ ucap Mila menahan tangan Arya yang menarik tangannya.
âkamu berani nggak?â tanya Arya menunjuk salah satu kuda yang sedang di pegang oleh petugas area berkuda tersebut. Mila seketika menelan salivanya, âastaga, Arya ini ada-ada aja, masa aku disuruh naik kudaâ batinnya.
âAyoâ ucap Arya kembali menarik tangan Mila untuk mendekat ke area berkuda itu, âAryaaâ gumam pelan mencoba menahan tangan Arya, âkenapa Mil?â tanya Arya yang bingung karena Mila menahan tangannya lagi.
âaku takutâ ucap Mila dengan pelan, âkan ada aku, kamu nggak usah takut, ini akan menyenangkan kokâ ucap Arya menyakinkan Mila.
Mila meletakkan kaki kirinya di tempat kaki pelana kuda itu, "ayo naik" ucap Arya pada Mila, "nanti kudanya bergerak" ucap Mila dengan nada ragunya,
"kudanya kan hidup, ya pasti bergerak lah Mil" ucap Arya yang seketika membuat petugas yang memegang kuda itu tertawa, ia ingin sekali membantu Mila untuk naik, tapi ia masih menghormati gadis yang memakai pakaian serba tertutup itu, apa lagi disana ada Arya suami gadis itu.
"Ayo Mil" ucap Arya lagi, Mila memejamkan matanya "bismillah" gumam Mila pelan, ia kemudian naik dengan di bantu Arya untuk mengangkat kaki kanannya, Rok Mila tersingkap dan jelas di bagian dalam ia memakai celana panjang longgar berwarna hitam untuk menutupi betisnya.
'astaga, berharap apa aku tadi' batin si petugas yang memegang kuda itu.
Kuda yang dinaiki Mila itu seketika bergerak yang membuat Mila teriak keras. "Aa Aaarya, kudanya bergerak" ucap Mila dengan tubuh menegang menahan takut, tangannya memegang pelana kuda dengan erat.
__ADS_1
"udah tenang aja, Mil," ucap Arya dengan santai, ia kemudian ikut naik ke atas pelana kuda putih itu dengan cepat, dan seketika ia sudah duduk di belakang Mila.
Mila memejamkan matanya ketika kuda itu kembali bergerak saat Arya naik, "duhh Arya, bergerak lagi dia" gumam Mila menahan takut.
Dan disanalah mereka sekarang, Mila duduk di depan Arya sembari memegang tali kekang kuda, dan tangan Arya ada di atas tangan Mila, sama-sama memegang tali kekang kuda.
âArya kamu yakin aman?â tanya Mila tergugup karena si petugas mulai melepas tali kuda yang ia pegang di kepala kuda itu.
âtenang saja, ini akan menyenangkan kokâ bisik Arya di telinga istrinya.
Setelah tali si petugas benar-benar lepas, kuda putih yang cukup besar mereka naiki itu mulai bergerak dengan liar, Mila yang tak mampu menahan rasa gugupnya dibuat berkali-kali berteriak karena takut.
Pemandangan yang membuat beberapa orang disana tersenyum melihat mereka, seorang gadis bercadar berteriak takut ketika menaiki kuda, citra kalem perempuan bercadar seakan berbeda jika di lihat dari sosok Mila.
Arya dengan santai memegang tangan Mila dan mulai menggerakan tangan istrinya itu untuk mengendalikan kekang kuda itu. Dengan sedikit sentuhan kaki Arya di tubuh kuda itu, kuda itu mulai bergerak.
âini sudah aman Arya?â tanya Mila dengan pelan, âkamu mau yang lebih cepat lagi?â tanya Arya, Arya kemudian sedikit menarik kekang kudanya dan memberi sedikit sentuhan di tubuh kuda itu dan kecepatan kuda mulai bertambah, âaduh Arya, jangan dongâ ucap Mila yang mulai merasa gugup kembali karena kuda yang mereka tunggangi berjalan sedikit lebih cepat.
âIni Asyik loh Milâ ucap Arya yang mulai menggerakan tubuhnya naik turun dan kecepatan kuda bertambah sedikit lebih cepat, Mila memejamkan matanya menahan rasa takut, âya Tuhan, selamatkan akuâ gumamnya menahan takut dan Arya tersenyum mendengarnya.
âkamu mau mencoba itu Mil?â tanya Arya pada Mila sembari menunjuk salah satu hala rintang kuda setinggi lutut orang dewasa. Mila membuka matanya dan melihat ke arah telunjuk Arya, âkamu mau kuda ini melompat disana?â tanya Mila dengan ketakutan. âiya, pasti lebih seruâ ucap Arya dengan semangat. âduh Arya, jangan macam-macam nanti kita jatuhâ ucap Mila berusaha menolak keinginan Arya.
ânggak bakalan kok, kamu pegang yang erat yaâ ucap Arya sembari menambah kecepatan kudanya. âastaga Aryaaaâ teriak Mila dengan keras menahan rasa takutnya. Lompatan pertama berlangsung cepat dan begitupun lompatan kedua, Mila berteriak takut ketika kuda itu melompat sementara Arya tertawa bahagia dengan itu semua.
Setelah hampir 15 menit menunggangi kuda itu bersama Arya, Mila baru bisa merasakan ayunan di punggung kuda itu memberi rasa sensasi yang lain di dalam dirinya. Adrenaline yang meninggi seakan turun dan ia mulai menikmati ayunan kuda itu. Tubuh Mila mulai bergerak mengikuti gerakan kuda seperti tubuh Arya.
__ADS_1
Lompatan demi lompatan yang mereka lalui mulai memberikan rasa bahagia di hatinya, âArya, ini menyenangkan sekaliâ ucap Mila yang mulai merasakan hatinya seirama dengan hati kuda yang ia tunggangi itu.
âkamu menyukainya?â tanya Arya dengan singkat. âterima kasih Arya, ini menyenangkan sekaliâ jawab Mila menikmati semilir angin dan ayunan kudanya. âapakah kita sudah mirip seperti seorang pangeran dan princess sekarang?â tanya Arya.
âArya, ini jauh lebih menyenangkan dari apa yang ku bayangkanâ gumam Mila, ia bahkan sudah berani menarik tali kekang kuda itu untuk menambah kecepatan kudanya.
*
Hari pun beranjak sore, kegiatan jalan -jalan mereka beralih ke suasana sepi di sebuah air terjun yang cukup tinggi. Mila membentangkan tangannya selebar mungkin untuk merasakan embun yang menyentuh tubuhnya, embun yang berasal dari gemericik air hasil dari air terjun yang pecah berhamburan ketika sampai di permukaan telaga di bawahnya. Suasana air terjun yang cukup sepi membuat suasana mereka terasa lebih romantis saat itu.
Arya mendekat ke arah Mila dan memeluk istrinya dari belakang, Mila yang kaget langsung saja mendorong tubuh Arya agar terlepas dari tubuhnya. âastaga Arya, nanti dilihat orangâ ucap Mila dengan pelan. Arya hanya tersenyum mendengar ucapan Mila. Ia kemudian kembali memeluk Mila dan mengecup singkat pelipis Mila.
âkamu menyukainya?â tanya Arya dengan singkat.
âselera kamu memang beda dari orang kebanyakkan yaâ ucap Mila dengan santai melihat air yang terjun yang jernih berwarna biru itu.
âmaksudmu berbeda apa?â tanya Arya dengan bingung.
âorang-orang biasanya ngajak main itu ke taman bermain, naik roller coaster, hysteria, atau yang lain, jarang kali ada yang ngajak naik kuda, ada juga yang ngajak jalan itu ke mall, dufan, belanja, ini ngajaknya ke air terjunâ ucap Mila masih menatap air jernih yang terjun dari ketinggian hampir 25 meter itu.
âkalau kamu mau, nanti kita bisa main-main ke sana, kalau aku sukanya ya kayak gini, suasana alam kayak gini jauh lebih menenangkan bagiku Mil, suara alami dari air terjun ini, ditambah sahutan burung, ini benar-benar memberiku kenyamanan,â ucap Arya melihat ke arah yang sama dengan Mila.
âjika kamu bosan, nanti kita cari tempat lain, kalau aku nggak akan pernah bosan dengan suasana kayak gini, kalau kamu mau belanja, nanti kita bisa belanja di kota, sama menikmati suasana di alun-alun,â tawar Arya pada Mila.
âaku suka kok Arya, aku sudah dari kecil main seperti yang ku katakan tadi, aku sudah dari kecil juga ke mall sama kakek, dan juga sama Abel dan kak Vanessa, ini malah memberiku suasana yang berbeda dan lebih baruâ jelas Mila yang membuat Arya mengusap lembut bahu istrinya itu.
__ADS_1
Arya kemudian menarik tangan Mila lagi yang membuat gadis itu selalu terkaget -kaget dengan sikap Arya, âkita mau kemana Arya?â tanya Mila dengan nada kagetnya, âikut saja Milâ jawab Arya.