
Pagi yang cerah menerpa bumi, hangatnya mentari menerpa semua orang yang ada di jalanan pagi itu, Tomy melirik jam di ponselnya yang menunjukkan pukul 08.54. Sementara Abel duduk di sofa sembari melihat beberapa barang yang hendak ia beli di toko online.
Tomy menghirup nafas panjang, pikirannya masih tidak tenang dengan ucapan Arya semalam, ia sadar posisi Mila sangat membahayakan Arya, ‘aku harus pastikan Mila memilih Arya dan melindungi Arya,’ batinnya.
Tomy kemudian membuka ponselnya dan mencari kontak Mila.
Mila yang sedang menerangkan pelajaran di depan kelas sejenak berhenti mendengar notifikasi ponselnya, ia kemudian melirik ke arah ponselnya dan kemudian melihat siswanya yang masih memperhatikannya.
Mila kemudian mengabaikan ponselnya dan kembali meneruskan pelajaran tersebut. Namun beberapa saat kemudian, Notifikasi di ponsel Mila kembali berbunyi dan membuatnya berhenti dari kalimat yang ia sampaikan kepada muridnya. Mila melepas nafas kesal, ‘siapa sih?’
Mila kemudian mendekat ke arah meja guru dan segera mengambil ponselnya. Matanya menyipit heran melihat nama orang yang mengirim chat kepadanya.
‘assalamualaikum Mil, kamu dimana?’ Tomy.
‘aku ada perlu, kita harus bertemu sekarang’ Tomy.
‘walaikumussalam Tom, aku lagi di sekolah Tom, nanti aku akan ke rumah sakit menemuimu’ Mila,
‘Kirim alamat sekolahmu’ Tomy.
Mila membaca pesan itu dengan perasaan bingung, ‘Tomy kenapa?, apa dia mau kesini?, diakan masih sakit’ batinnya.
‘nanti aku akan ke rumah sakit, aku selesaikan dulu jam ngajarku’ Mila.
‘kirim sekarang!’ Mila semakin bingung dengan Tomy, ia kemudian memperhatikan siswanya yang masih menatap ke arahnya, siswa-siswa itu menunggu guru bercadar itu untuk segera melanjutkan pelajaran.
‘kirim!!!!!’ Tomy.
‘astaga, ini Tomy kenapa sih?’ batin Mila yang mulai merasa tak karuan karena sikap Tomy yang tiba-tiba aneh seperti itu. Mila kemudian mengalah dan mengirimkan alamat sekolahnya, ia kemudian menyimpan ponselnya dan kembali melanjutkan pelajaran.
Setelah mendapatkan alamat sekolah Mila, Tomy kemudian melirik ke arah Abel, ‘aku tidak mungkin membicarakan ini di depan Abel, aku harus mencari cara untuk pergi menemui Mila sekarang’ batinnya.
“Bel, kamu lagi sibuk apa?” tanya Tomy pada Abel dengan nada lembutnya.
__ADS_1
“aku lagi melihat-lihat aksesoris buat pernikahan, aku ingin menyiapkan yang terbaik untuk pernikahan kita nanti” jawab Abel dengan polos.
“benarkah, Bel, kamu bisa bantu aku nggak?, aku mau makan sesuatu” ucap Tomy sedikit manja,
“kamu mau makan apa?" tanya Abel yang sudah terpengaruhi oleh nada manja Tomy.
“apa aja Bel, aku bosan dengan makanan rumah sakit” jawab Tomy, Abel sejenak berpikir panjang sembari melihat ke arah Tomy, Ia kemudian tersenyum ketika memikirkan satu makanan kesukaan Tomy.
“ok, kamu tunggu disini ya, aku akan beli sesuatu untukmu”
Abel kemudian melangkah keluar dari ruangan itu dengan semangat. Dengan pikiran polosnya, ia begitu yakin Tomy akan menyukai apa yang ia beli. Setelah beberapa saat pintu kamarnya tertutup, Tomy segera bangkit, ia membuka semua peralatan yang menempel di tubuhnya, ia kemudian turun dari ranjang dan segera pergi keluar dari kamarnya.
“maaf Bel” gumamnya pelan.
*
Mila yang sedang duduk di meja guru tengah memperhatikan siswanya yang sedang mengerjakan tugas yang ia berikan, ia mengawasi siswanya dengan ketat agar tidak ada kecurangan disana, matanya memperhatikan dengan teliti setiap gerakan aneh yang muncul dari kursi murid-murid SD itu.
Sementara siswa-siswa Mila mengerjakan tugas ulangan mereka dengan perasaan takut melihat guru bercadar yang selama ini mengajar mereka, walaupun Mila telah mengajar dengan menggunakan cadar lebih dari 4 bulan di sekolah itu, tetap saja tidak menghilangkan rasa takut di hati para siswanya.
Disisi lain, ia juga sering dapat peringatan dari kepala sekolah akan cadarnya, banyak wali murid yang mengeluh kepada kepala sekolah karena anak mereka takut dengan Mila, apa lagi belakangan ini, isu guru bercadar di sekolah itu juga telah sampai ke Dinas Pendidikan, semakin membuat Mila tidak nyaman dengan cadarnya.
Ponsel Mila tiba-tiba berbunyi, ia menyipitkan matanya melihat nama orang yang menelfonnya, Mila segera mengangkatnya, "ada apa kak?" tanya Mila pada orang yang menelfonnya.
"kata satpam sekolah, ada laki-laki yang menunggumu di depan gerbang" jawab Syifa di seberang telfon itu,
"laki-laki? siapa?"
"kakak nggak tahu Mil, udah ya, kakak masih ada kelas sekarang" ucap Syifa menutup telfon itu.
Mila sejenak berpikir panjang karena itu, "Tomy" gumamnya pelan karena ia teringat bahwa ia tadi mengirim alamat sekolah kepada Tomy, Mila kemudian bangkit dan meninggalkan ruang kelasnya tanpa bicara apapun pada muridnya yang masih mengerjakan tugas mereka. Ia masih bingung dengan sikap Tomy yang tiba-tiba tidak seperti biasanya.
Dan disanalah Tomy berada sekarang ia berdiri di depan gerbang sekolah sembari memperhatikan lingkungan sekolah itu.
__ADS_1
“astaga Tomy, kamu kenapa disini” ucap Mila yang tak percaya dengan keberadaan Tomy yang berdiri dengan pakaian rawatnya dan wajahnya yang tampak memucat.
"ada hal penting yang harus ku bicarakan berdua denganmu”, ucap Tomy dengan tersenyum lembut pada Mila, walaupun ia tahu Mila mengkhianati Arya, toh ia sama dengan Arya, tidak mampu bersikap kasar kepada perempuan, seburuk apa pun tingkah laku perempuan itu.
Wajah Tomy yang tersenyum seketika berubah menjadi bingung setelah melihat 2 orang laki-laki tegap kini berdiri di dekatnya dan Mila.
"kalian siapa?” tanya Tomy dengan nada herannya.
Mata Mila tiba-tiba membulat kaget, ia langsung membalikkan badannya dan benar dugaannya, 2 orang pengawalnya itu sudah berdiri disana, Mila langsung merentangkan tangannya untuk melindungi Tomy dari 2 orang itu.
“ini saudara Arya, kalian jangan salah paham” ucap Mila dengan nada khawatirnya, ia takut 2 laki-laki itu akan memukul Tomy seperti mereka memukul Arnes. Namun Mila dibuat bingung karena kedua laki-laki itu memberi hormat kepada Tomy dan juga dirinya.
“maaf tuan, anda tidak seharusnya disini, anda masih sakit” ucap salah seorang diantara mereka kepada Tomy tanpa memperdulikan ucapan Mila. Tomy melirik pin yang dipakai 2 orang itu, pin yang berlambang 3A itu membuatnya tahu siapa 2 orang itu,
“ada hal penting yang harus kubicarakan dengannya, kalian tolong pastikan tidak ada seorang pun yang mendengarkan pembicaraan kami ini" ucap Tomy dengan ramah pada 2 orang itu, Sikap yang selalu membuat orang-orang yang mengenal Tomy dan Arya akan selalu menghormati mereka.
“baik Tuan, tapi tolong kasih tahu kami jika tubuh anda tidak sanggup lagi berdiri, kami akan segera mengantar anda ke rumah sakit” jawab salah seorang dari mereka kepada Tomy.
Mila kemudian melirik ke arah Tomy dengan bingung, “kamu tahu siapa mereka Tom?”
“lihat pin yang mereka pakai Mil, itu pin khusus yang dibuat Ari untuk orang-orang kepercayaannya” ucap Tomy tersenyum pada Mila.
*
Mila dan Tomy duduk di sebuah taman yang tidak jauh dari sekolah Mila, sementara 2 orang pengawal Mila berdiri tidak jauh dari mereka di dekat pintu masuk taman itu.
Mereka berdiri dengan posisi tegap, mata mereka dengan tajam memperhatikan lingkungan di sekitar taman itu, memastikan tidak ada orang yang mendengarkan pembicaraan Tomy dan Mila.
“kenapa kamu tiba-tiba ingin menemuiku?, aku kan bisa ke rumah sakit jika memang ada yang perlu kita bicarakan” ucap Mila membuka obrolan panjang mereka.
“Ini pembicaraan penting tentang Arya, di rumah sakit ada Abel yang tidak akan memberi kita waktu untuk berbicara berdua seperti ini” jawab Tomy.
Tiba-tiba ponsel Mila berdering dan ia langsung mengeluarkan ponselnya dari saku rok hitamnya. Ia dapat melihat tertulis nama Arya disana, “Arya menelfonku” gumam Mila pelan yang membuat Tomy tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
“kamu sudah lihat sendirikan, seperti apa ikatan batin diantara kami, dia bahkan sudah tahu jika aku bersamamu sekarang”
Mila menatap Tomy dengan wajah bingungnya, belum sempat Mila mengangkat telfon Arya, Tomy sudah terlebih dulu merebut ponsel itu.