Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Darah Arya


__ADS_3

Di malam yang sama, di rumah sakit Adinata, di sebuah ruangan kerja seorang dokter perempuan yang bernama dokter Reny. Seorang laki-laki berjaket hitam dan bertopi biru tua memegang sebuah alat khusus yang berbentuk tabung dan berjarum mirip seperti jarum suntik, namun tidak terlalu panjang. Alat yang telah berisi sampel darah Arya itu ia berikan pada dokter Reny yang membuat dokter itu memandangnya dengan pandangan bingung.


“anda belum menjawab pertanyaan saya, anda siapa?, dan kenapa anda masuk ke ruangan saya ini tanpa izin?” ucap dokter Reny dengan nada tegasnya.


“ini permintaan dari tuan Haris, sampel ini harus anda tes sendiri, dan jangan sampai ada yang mengetahuinya” ucap laki-laki itu tak menghiraukan perkataan dokter Reni.


"Haris?" ucap Dokter Reny dengan nada bingung dan sesaat setelahnya ia seperti memahami sesuatu.


Dokter Reni menatap tajam laki-laki itu, ia sejenak menghela nafas panjang dan kemudian mengeluarkan ponselnya, berkali-kali ia mencoba menelfon Haris, namun panggilannya sama sekali tidak diangkat orang itu. Hal yang membuat dokter Reni hanya bisa menarik nafas kasar. Ia kemudian mengambil sampel darah Arya dari tangan laki-laki itu.


“bagaimana kamu mendapatkan sampel ini?,” ucap dokter Reni menurunkan nada bicaranya.


Laki-laki itu sejenak mengingat apa yang ia lakukan. Ia mengikuti motor Arya yang membonceng Mila keluar dari perusahaan 3A Sahabat, Ia mengikuti Arya kemana pun Arya pergi membawa motornya hingga akhirnya ia mendapatkan kesempatan di lobi rumah sakit yang sedang ramai pengunjung, tempat yang tepat untuk mengambil sampel darah Arya tanpa mengundang kecurigaan apa pun.


Ia sengaja menubruk tubuh Arya hingga terjatuh dan mencuri kesempatan menempelkan alat kecil itu di perut kiri Arya, laki-laki itu bekerja sempurna, bahkan Arya tak merasakan apa pun ketika sedikit darahnya diambil melalui alat itu. Termasuk orang-orang yang ada di loby rumah sakit itu, mereka hanya sebentar melihat Arya dan laki-laki itu terjatuh ke lantai, karena memang keduanya sama sekali tidak mempermasalahkan peristiwa itu, sehingga yang lain juga tidak terlalu memperdulikan peristiwa yang terjadi dengan cepat itu.


“saya bekerja dengan cara saya sendiri” jawab laki-laki itu pada dokter Reny. Dokter Reny menatap sinis pada laki-laki itu. Ia menghirup nafas panjang untuk sesaat.


“keluarlah, jika sudah selesai Haris akan menyuruhmu lagi menemuiku” ucap dokter Reny dengan ketus, laki-laki itu kemudian memberi hormat dengan kepala dan keluar dari ruangan.

__ADS_1


Beberapa saat setelah laki-laki itu keluar, ponsel dokter Reny kemudian berbunyi, ia pun segera mengangkatnya. “Haris, ini sampel apa?” tanya dokter Reny tanpa basa basi.


“bukankah Rahman sudah membicarakannya denganmu?” ucap Haris balik bertanya.


“jadi ini sampel khusus itu, apa kamu yakin dengan sampel ini?” ucap dokter Reni lagi.


“Yang penting pastikan kamu memeriksanya sendiri tanpa ada orang lain yang tahu, aku sangat yakin dengan sampel itu Reny” ucap Haris penuh penekanan.


“kapan aku bisa mendapatkan hasilnya?” lanjut Haris bertanya.


“mungkin sekitar 2 minggu” jawab dokter Reny dengan singkat, “lama sekali Reny?”,,


Dokter Reny dapat dengan jelas mendengar Haris menarik nafas panjang, “lakukan saja seperti rencana awal, aku akan menunggu 2 minggu ini, aku sangat yakin dengan sampel itu, jadi lebih baik aku menunggu lama daripada mereka juga tahu tentang tuan muda” ucap Haris sembari menutup telfonnya.


Dokter Reny melepas nafas kesal karena Haris telah menutup telfon lebih dulu tanpa mendengar apa yang ingin ia ucapkan. “ah,, aku mau bicara udah dimatikan,” ia kemudian menaruh ponselnya di meja dan mengambil sampel darah Arya yang diberikan orang suruhan Haris kepadanya. Dokter Reny melihat sampel itu dengan mata tajamnya “apa benar tuan muda masih hidup?” gumamnya pelan.


*


Laki-laki yang merupakan salah satu orang suruhan Haris yang bekerja untuk Haris tanpa terikat dengan tim pengawal perusahaan, Laki-laki itu keluar dari ruangan dokter Reny dan berjalan santai keluar dari rumah sakit, Ia sadar bahwa ia diikuti oleh salah seorang pengawal Mila yang terus mengikutinya setelah ia mengambil darah Arya.

__ADS_1


Setelah jauh dari lingkungan RS Adinata, 2 orang itu berdiri saling berhadap-hadapan dengan sama-sama melempar tatapan tajam. Pengawal Mila melepas nafas panjang untuk kemudian ia berbicara dengan nada tegas.


“jelaskan sesuai kesepakatan kita tadi” ucap pengawal Mila pada orang suruhan Haris.


“katakan dulu siapa yang menyuruhmu, aku harus memastikan semua informasi rahasia dari Adinata group tidak bocor pada siapa pun” ucap laki-laki suruhan Haris.


“jangan banyak bicara, apa kamu pikir kamu bisa membawa darah tuan Arya dengan begitu mudah dariku dan temanku tadi, ini kesepakatannya, kami membiarkanmu membawa darah tuan Arya, dan sebagai gantinya kamu memberi kami informasi tentang tujuanmu” ucap pengawal Mila mengingatkan lagi tentang apa yang mereka bicarakan di rumah sakit tempat Tomy dirawat tadi.


“bukankah kita ini sama, informasi sekecil apa pun, akan mempetaruhkan nyawa kita” ucap laki-laki suruhan Haris dengan memandang pengawal Mila dengan sinis. Pengawal Mila sejenak menarik nafas panjang. “Seharusnya kami menghabisi kamu tadi, tak peduli sekalipun kamu adalah orang dari perusahaan Adinata group” ucap pengawal Mila mengeram marah.


Orang suruhan Haris menatap panjang pada pengawal Mila itu, Ia masih mempertimbangkan apa yang hendak ia sampaikan. “aku bukan orang munafik yang suka melanggar kesepakatan, katakan saja siapa yang menyuruhmu, aku akan sampaikan apa tujuanku”


“aku pengawal nona Mila, istri tuan Arya, kami dari perusahaan tuan Arya, keselamatan nona Mila dan tuan Arya adalah tugas kami” ucap pengawal Mila pada orang suruhan Haris.


Laki-laki itu sejenak menghirup nafas panjang ia masih menimbang itu semua, tentang apa yang akan ia sampaikan agar misi rahasianya itu tidak bocor pada siapa pun.


“Darah tuan Arya akan di tes untuk mencocokkannya dengan DNA seseorang,, kesepakatan kita sudah terpenuhi” ucap orang suruhan Haris sembari pergi meninggalkan pengawal Mila.


Pengawal Mila menatap dalam punggung orang suruhan Haris yang telah menjauh meninggalkannya, ia kemudian berbalik badan dan segera pergi untuk kembali ke rumah Mila menemui rekannya yang masih setia mengawasi nonanya.

__ADS_1


'darah tuan Arya dicocokan dengan darah seseorang, siapa?, apa tujuannya?, apa informasi harus ku sampaikan pada tuan Ari?, ahh sial, kalau saja tuan Ari menyuruh kami menjaga tuan Arya dan nona Mila sekaligus, orang tadi pasti tidak akan kubiarkan bebas melenggang mengambil darah tuan Arya’ batinnya.


__ADS_2