Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Hobi dan Impian


__ADS_3

Arya kemudian menarik tangan Mila lagi yang membuat gadis itu selalu terkaget -kaget dengan sikap Arya, “kita mau kemana Arya” tanya Mila dengan nada kagetnya, “ikut saja Mil” jawab Arya.


Mereka kemudian duduk di salah satu sisi telaga air terjun itu, Arya merendamkan kakinya ke air yang terasa sejuk alami, dan Mila mengikuti kegiatan Arya dengan membuka kaus kakinya tanpa mengangkat gamisnya, sehingga gamis itu dan juga celana hitam di dalamnya basah hampir setengah lututnya.


“kamu dapat merasakan airnya Mil?” tanya Arya dengan pelan.


“sejuk sekali Arya, ini benar-benar alami ya, jarang sekali aku merasakan air kayak gini, tidak dingin dan tidak hangat, benar-benar sejuk” ucap Mila menikmati air di kakinya.


“aku malah mau membasuh wajahku dengan air ini sekarang” lanjut Mila lagi.


“alam itu alami Mil, murni ciptaan Tuhan, apa yang disediakan alam, sudah pasti sesuai dengan naluri dan kebutuhan kita manusia, berbeda dengan ciptaan manusia, ciptaan manusia tidak akan mampu memenuhi kebutuhan kita manusia, efek yang diberikannya juga tidak akan berlangsung lama Mil. menunggangi kuda jauh lebih bisa menenangkanku dari pada naik hysteria, naik wahana kayak itu memang membuat adrenaline ku meningkat tapi tidak bisa menghibur dan menenangkan hatiku" ucap Arya.


"aku lebih suka melihat air terjun seperti ini, mendaki dan melihat sunrise, atau duduk di tepi pantai melihat sunset, atau juga banyak yang lainnya seperti melihat savanna seperti di Baluran, dari pada pergi ke mall, atau taman bermain, itu sama sekali tidak membuatku tenang” ucap Arya lagi, ia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Mila.


“apa kamu sudah pernah melakukan itu semua Arya?” tanya Mila pada Arya.


“sudah, dan itu menyenangkan"


"hidupmu benar-benar menyenangkan, jauh berbeda dengan hidupku yang mono aja selama ini" ucap Mila dengan sendu.


"seharusnya kamu menikmati hidup sesuai keinginanmu Mil, seperti aku, biaya yang dibutuhkan untuk hobi seperti ku ini juga tak sebanyak biaya belanja di mall” ucap Arya dengan pelan.

__ADS_1


“aku ke mall juga nggak selalu belanja kok, melihat-lihat aja sudah cukup buat cuci mata, dan juga kebanyakan orang milih ke mall kan juga karena mereka tidak punya banyak waktu untuk liburan melihat keindahan alam kayak gini, apa lagi keluarga kantoran seperti keluargaku, waktu liburan mereka sangat sedikit belum lagi biayanya” balas Mila pada ucapan Arya.


“iya aku tahu, tapi tetap saja semua itu pilihan, aku bahkan lebih memilih seperti ini dari pada menjadi orang kantoran” jawab Arya dengan singkat.


“dan kak Rita yang jadinya korbannya, karena kamu sering pergi, dia kan yang jadinya banyak kerjaan” balas Mila lagi.


“karena dia nggak suka hal-hal kayak gini, aku ajak ke kebun teh aja dia nolak, dia dan suaminya lebih suka ke mall dan bioskop, mungkin dengan itu semua bebannya bisa lebih berkurang” jawab Arya.


“hobimu ini pasti mahal sekali Arya, berapa biaya yang kamu butuhkan untuk mengunjungi semua tempat itu?” tanya Mila dengan masih memainkan kakinya di dalam air, suara air terjun membuat suasana mereka terasa lebih tenang.


“segala sesuatu itu pasti butuh pengorbanan Mil, untuk ini semua, aku sama sekali tidak pernah menginjakan kaki di mall untuk membuang -buang uangku, semua yang kumiliki aku beli di kaki lima, termasuk bajuku ini, pakaian kerjaku semuanya disiapkan oleh Rita, aku juga lebih memilih kontrakan kecil itu ketimbang membeli apartemen, karena bagiku rumah sesungguhnya adalah alam ini, cukup 1 carrier, 1 tenda, 1 matras, dan 1 sleeping bag, aku bisa pergi kemanapun aku mau, menikmati semuanya” ucap Arya dengan santai.


“iya, hampir setiap minggu aku selalu pergi ke luar kota melihat alam, dan dalam sebulan aku bisa mendaki 2-3 kali, aku tidak peduli sebanyak apapun uang dan waktu ku habis, yang penting mataku bisa terpuaskan oleh alam" ucap Arya.


"aku dulu pernah mengajak Ari dan Tomy untuk backpacker ke luar negeri, tapi Ari terlalu takut meninggalkan perusahaan, dan Tomy juga tidak punya keberanian untuk itu, aku hanya ingin melihat setiap sudut dunia ini di hidupku yang singkat ini Mil, aku ingin melihat setiap keindahan ciptaan Tuhan dengan mataku sendiri” ucap Arya lagi.


“apa pernikahan kita ini sudah merenggut kebebasanmu itu Arya? setelah kita menikah kamu baru sekali pergi mendaki dan juga baru pergi 3 minggu ke Sulawesi” ucap Mila dengan nada khawatirnya.


“seperti yang aku bilang, semuanya butuh pengorbanan, untuk ada disisimu dan mendapatkan hatimu, aku harus mengorbankan itu semua, aku juga harus sadar, bahwa aku punya keterbatasan untuk mewujudkan keinginanku melihat setiap sudut dunia ini, aku harus bekerja untukmu dan keluarga kecil kita, aku juga harus mengembalikan nama baik ayahku, mungkin sekarang adalah titik dimana aku harus melepas keinginan itu untuk hidupku yang lebih baik ke depan” ucap Arya yang membuat Mila berkaca -kaca dan terisak.


“kamu kenapa Mil?” tanya Arya menarik dagu Mila dan menatap dalam mata Mila yang berkaca-kaca.

__ADS_1


“Maaf Arya, aku hanya teringat dosaku yang lalu, kamu mengorbankan semua hobi dan keinginanmu untukku, tapi aku malah mengkhianatimu, aku benar-benar tak berhak mendapatkan maaf darimu” ucap Mila melepas tangan Arya dari dagunya.


Arya kemudian menarik bahu Mila dan menempelkan tubuh Mila di tubuhnya, sementara kaki mereka masih menikmati sejuknya air itu, suara air terjun membuat hati Mila yang terasa bersalah dapat dengan cepat menjadi lega.


“kita kesini untuk menghabiskan waktu berdua, bukan untuk sedih -sedihan Mil, bukankah kamu ingin tahu tentang aku, aku ingin menceritakan hobi yang seperti nafas ini bagiku, mungkin ini adalah salah satu sisi dari diriku Mil" ucap Arya berhenti sejenak.


"mungkin nanti kita benar-benar bisa ke Paris dan Hagia sopia, mungkin nanti kita juga bisa melihat pengunungan Alpen, gunung Fuji, Islandia, timur tengah, Mesir, dan tempat indah lainnya, dan aku ingin menikmati itu semua bersamamu Mil, dan nanti juga bersama malaikat kecil kita jika Allah meridhoi” lanjut Arya lagi dengan mengelus lembut perut Mila.


Mila kemudian menggenggam tangan Arya di perutnya itu. “Aku belum hamil Arya, jangan mengelus perutku kayak ini, geli tau” ucap Mila dengan pelan. Hatinya terasa begitu lega dan senang mendengar ucapan Arya.


‘ya Tuhan, kabulkan keinginan suamiku ini, izin kami memiliki anak dan melihat keindahan dunia-Mu ini bersama keluarga kecil kami' doa Mila di dalam hatinya.


“cukup dengan alam, semua bebanku akan terasa hilang Mil, jika kamu membutuhkan hal yang lain selain ini, katakan saja, aku akan senang hati menuruti keinginanmu” lanjut Arya sembari mengelus lembut pipi Mila dari balik cadarnya.


“aku butuh kamu Arya, hanya itu, kehadiranmu disisiku sudah cukup membuatku tenang” ucap Mila dengan penuh makna yang membuat Arya tersenyum.


“apa kamu sudah bisa gombal padaku sekarang?” ucap Arya dengan santai.


“aku sama sepertimu Arya, aku tidak bisa gombal, semuanya jujur dari hatiku” ucap Mila menyandarkan kepalanya di lengan Arya.


Arya mengecup singkat pelipis Mila, mereka kemudian menatap ke arah yang sama, melihat indahnya air terjun.

__ADS_1


__ADS_2