
Arya memutuskan pulang sebelum waktunya, ia ingin tidur sejenak di rumah untuk melepas nafas lelahnya, pekerjaannya sangat menumpuk di kantor, pekerjaan lama belum selesai dan pekerjaan baru sudah datang. Saat rapat dengan anggota timnya, ia membagi tugas secara merata untuk mengejar target klien mereka, setelah itu ia langsung bergegas pulang untuk istirahat sebentar karena malam ia akan ke rumah sakit menjaga Tomy.
Sementara Mila sedang duduk di meja riasnya, ia teringat akan ucapan Syifa yang mengatakan bahagia dan terasa berbunga-bunga ketika dipuji oleh suaminya. Untuk itu Mila ingin mencoba sedikit berdandan cantik di depan Arya, ia ingin suaminya itu juga memuji kecantikannya, karena selama mereka menikah, Mila sama sekali belum pernah mendengar pujian itu keluar dari mulut Arya.
Ia menatap pantulan dirinya di cermin, wajah putihnya tampak cantik dengan olesan make up natural, ditambah sapuan tipis lisptik di bibirnya, membuat wajahnya memancarkan pesona kecantikan yang barang siapa pun laki-laki yang melihatnya, pasti ingin memilikinya.
Sementara Arya sudah ada di depan pintu teras samping, ia untuk kesekian kalinya mendengus kesal karena pintu itu selalu terkunci ketika ia pulang. Setelah ia membuka pintu, Arya langsung berjalan ke kamarnya, dengan 2 ketukan ia kemudian langsung membuka pintu, disanalah ia mendapati istrinya sedang berhias di depan kaca, Arya menyipitkan matanya melihat itu semua.
Sementara Mila tersenyum manis menyambut kedatangan suaminya, ia kemudian mendekat dan mencium tangan suaminya, hal yang sudah biasa ia lakukan sejak ia dan Arya sudah tidur seranjang, setiap pergi dan pulang kerja, Mila tak pernah absen mencium tangan suaminya itu.
Setelah selesai mencium tangan Arya, Mila kemudian mengangkat kepalanya dan menatap dalam mata Arya, ia ingin segera mendengar pujian itu. ‘ayo Arya, bilang aku cantik, bilang aku sangat cantik' batin Mila berkali-kali menunggu Arya bersuara.
Sementara Arya masih menatap sinis pada Mila, “kamu mau kemana?, kenapa pakai make up segala?” tanya Arya penuh selidik.
Mendengar ucapan Arya itu tiba-tiba saja Mila merasa kesal, pujian yang ingin ia dengar tak terdengar sama sekali, padahal ia telah membayangkan hal romantis akan terjadi setelah pujian itu, "iiihh kamu" kesal Mila sembari memukul bahu Arya dan ia kembali duduk di meja hiasnya, “kamu pikir orang bercadar perlu dandan kayak gini kalau mau keluar” jawabnya dengan kesal.
‘apa susahnya sih bilang kalau aku cantik?’ kesal Mila di dalam hatinya, harapannya merasakan perasaan berbunga-bunga seperti Syifa kandas sudah.
“lalu buat apa kamu pake make up kayak gitu?”,,, tanya Arya masih penuh selidik, ia takut istrinya itu berdandan cantik untuk menemui Arnes. “ibadah” jawab Mila singkat dengan ketus.
“ibadah?” tanya Arya dengan nada heran.
"kamu lupa ya hadist nabi, istri sholeha itu adalah yang menyenangkan hati suaminya ketika dilihat oleh suaminya” jawab Mila masih dengan kesal.
__ADS_1
“kamu berhias untuk ku Mil” tanya Arya masih dengan penuh selidik, “emang suamiku siapa lagi?” ucap Mila yang bertambah kesal karena ucapan Arya, ‘jadi laki-laki kok nggak peka bangat sih, jelas-jelas istrinya ingin di puji cantik makanya aku dandan kayak gini’ batin Mila.
“masa sih?, kamu dandan secantik ini buat aku? buat apa?” tanya Arya masih penuh selidik, ia merasa hal tersebut bukanlah Mila yang ia kenal.
“Aryaaa, kamu ngerti nggak sih” tanya Mila sembari menatap suaminya yang masih berdiri.
Arya melihat Mila dengan pandangan penuh tanya, ‘dia kenapa?, dia dandan buat aku untuk apa coba?’ batin Arya masih bingung.
Arya kemudian mendekat, ia mendekap bahu Mila yang masih duduk di kursi meja riasnya.
“kamu nggak perlu berhias kayak gini udah cantik loh Mil, wajah natural kamu jauh lebih cantik dari ini,” ucap Arya dengan polos.
Deg,,,Degg,, jantung Mila berdetak hebat mendengar ucapan Arya, tiba-tiba saja perasaan itu muncul di hati Mila, pujian Arya seakan membuatnya terbang ke angkasa, bunga-bunga seakan mekar dihatinya “kamu yakin aku cantik” ucap Mila sembari berdiri di depan Arya.
“iya, kamu cantik, kamu bahkan lebih cantik dari sunrise di puncak gunung,” ucap Arya masih dengan polos. “masa sih” tanya Mila sembari memegang dada Arya, “serius, aku bahkan pernah berpikir kalau kamu itu bidadari dari surga yang turun ke bumi untuk aku” ucap Arya lagi yang semakin membuat Mila tersenyum bahagia, bunga-bunga semakin mekar di hatinya, ia kemudian menarik dasi Arya dengan pelan, “kamu belajar dari mana buat gombalin aku?” tanya Mila lagi.
“Arya, tutup matamu, aku mau kasih kamu hadiah atas pujianmu itu” ucap Mila masih dengan nada senyum senangnya.
“aku tidak memujimu, aku hanya berbicara jujur” ucap Arya yang semakin membuat Mila terbang bebas di angkasa, jantungnya berdetak hebat menahan rasa bahagianya dan ia tidak bisa menahan senyum bahagianya. “terima kasih untuk kejujuranmu suamiku” ucap Mila dengan lembut.
Mila kemudian menutup mata Arya dengan tangan kirinya, sembari berkata, “sekarang tutup matamu, aku mau memberimu hadiah” ucap Mila, dan Arya membiarkan istrinya melakukan apa yang ingin dilakukannya, ia masih diam berdiri dengan perasaan bingung.
'dia ini kenapa?, kenapa tiba-tiba aneh kayak gini?’ batin Arya dengan memandang gelap ke depan karena tangan Mila menutupi seluruh matanya.
__ADS_1
Mila tersenyum manis bahagia melihat ke arah Arya, ia sudah membayangkan adegan romantis dimana Arya memuji dia cantik lalu mencium bibirnya, namun sayangnya Arya tidak peka akan keinginannya itu, hingga ia harus berinisiatif sendiri melakukannya.
Mila kemudian berjinjit untuk mensejajarkan posisinya dengan Arya yang lebih tinggi darinya, perlahan kepalanya ia dekatkan ke kepala Arya, bibirnya ia dekatkan ke bibir Arya, deru nafas Arya terasa di wajahnya, jantungnya berdetak semakin cepat seiring semakin dekatnya bibir Arya dengan bibirnya dan setengah centi lagi bibir mereka bertemu, tiba-tiba saja Arya bersuara, “kamu lagi apa Mil?” tanya Arya karena merasakan deru nafas Mila semakin dekat di lehernya.
Mila memejamkan matanya dan segera menjauhkan kepalanya dari kepala Arya, “udah ah, kamu nggak peka sama sekali” ucap Mila kesal pada Arya, ia kemudian menarik tangannya yang menutup mata Arya dan kemudian menjauh dari Arya dengan duduk di ranjang.
Sementara Arya masih sama, melihat istrinya itu dengan wajah bingung, “kamu kenapa sih? kok aneh bangat hari ini” ucap Arya sembari duduk di samping Mila. “nggak, nggak apa-apa” ucap Mila masih dengan kesal sembari membuang muka dari Arya.
"kamu bilang mau kasih aku hadiah, mana hadiahnya?” tanya Arya masih dengan bingung. “nggak ada, sudah aku buang” jawab Mila masih dengan nada kesal. “Kalau begitu aku saja yang kasih hadiah buat kamu,” ucap Arya pelan yang membuat Mila kemudian menoleh ke arah Arya, “hadiah apa” dan cup,, sebuah ciuman singkat dari Arya menempel di bibir Mila yang membuat tubuh gadis itu kaku seketika, matanya melotot, perasaannya seperti diaduk-aduk tidak karuan oleh tingkah Arya.
Arya kemudian meraih tengkuk Mila dan membawa kepala Mila ke dadanya, sementara Mila masih kaku dan matanya masih melotot seakan tak percaya apa yang barusan terjadi, untuk sesaat kemudian ia tersenyum bahagia, air matanya menetes karena tindakan Arya itu membuatnya haru bahagia, bekas bibir Arya terasa memberikan kasih sayang untuknya yang terasa sampai ke hatinya, bunga-bunga itu semakin mekar seiring semakin lebarnya senyum bahagia Mila di dada Arya.
“apa kamu menyukai hadiah dariku?” tanya Arya sembari membelai lembut bahu Mila.
“aaaku,,aaa” ucap Mila dengan suara tercekat, ia benar-benar bahagia saat itu, entah mengapa sentuhan bibir Arya di bibirnya membuatnya benar-benar melayang.
“kenapa?, apa kamu tidak suka?, kalau begitu aku tidak akan mencium bibirmu lagi” ucap Arya dengan polos karena mendengar Mila tidak jadi menjawab pertanyaannya.
“aku suka kok” jawab Mila spontan sembari memeluk tubuh Arya dengan kedua tangannya, mana mungkin ia menjawab tidak, bisa saja Arya benar-benar tidak akan mencium bibirnya lagi seumur hidup mereka.
“tuhh kan, kamu mesum” ucap Arya dengan nada menggoda yang membuat wajah Mila langsung memerah seketika, jiwanya yang sudah sampai di angkasa tiba-tiba kembali ke raganya, bunga-bunga yang sudah mekar mendadak layu seketika,
“Aryaaaa” teriak Mila sembari mencubit keras pinggang Arya, “aduhhh” ucap Arya spontan merasakan cubitan Mila, Mila kemudian berbaring ke ranjang dan menutup kepalanya dengan bantal sembari menahan malu.
__ADS_1
Sementara Arya tersenyum tipis melihat kelakuan istrinya itu. Ia kemudian melepas jas dan dasi kerjanya dan melemparnya ke tepi lemari. Ia kemudian segera berbaring di samping Mila dan memeluk istrinya itu.”terima kasih Mil, kamu membuatku bahagia hari ini” ucap Arya pelan sembari memejamkan matanya, ia ingin segera menjemput tidur untuk membuang rasa lelahnya.
Sementara Mila tersenyum bahagia mendengar itu semua, air matanya kembali menetes, mengingat betapa jahatnya ia dulu kepada orang sebaik Arya. ‘aku juga bahagia bersamamu sekarang Arya, terima kasih selalu membuka pintu maafmu untukku dan memberiku izin untuk berada disisimu dan mengisi hidupmu' batinnya dengan mata yang masih berkaca-kaca menahan haru bahagianya. Ia ingin sekali membalas pelukkan Arya, namun rasa malunya jauh lebih besar daripada rasa inginnya, ia kemudian ikut tertidur bersama Arya dengan posisi seperti itu.