Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Semoga Kuat Menjalani Semuanya


__ADS_3

Perjalanan menuju kampung Tomy dan Arya dimulai, Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit diatas rata-rata di tengah jalanan yang cukup ramai, di sebelahnya ada Tomy yang duduk sembari memperhatikan jalan yang mereka lalui, sementara di kursi tengah duduk 3 orang perempuan yang mulai menikmati suasana jalanan yang perlahan meninggalkan ibukota.


“Seru kayak gini ya Arya, aku sudah memikirkan nanti kita akan mendaki bareng berempat atau berenam” ucap Tomy yang melihat suasana perkotaan perlahan berganti dengan hijaunya pepohonan.


“Berempat berenam? maksudmu apa Tom?” ucap Arya yang penasaran dengan maksud saudaranya itu.


“iya berempat, kamu dan istrimu, lalu aku dan Abel, dan berenam jika Ari dan Karina mau ikut” jelas Tomy.


“Ari dan Karina?, yakin kamu?” tanya Arya seakan tak percaya.


“dia bilang mau melamar Karina setelah aku dan Abel menikah, kayaknya tahun ini adalah tahun kita bertiga melepas masa lajang kita, sayangnya aja Arbi sedikit beda langkah dengan kita” lanjut Tomy lagi.


Arya sejenak melepas nafas lega mendengar Ari akan segera melamar dokter Karina, setidaknya itu bisa membuat dokter Karina bisa membuka lembaran baru dari kisah mereka yang tak pernah ada jalan itu.


“kamu benar-benar ingin mengajakku mendaki Tom?” tanya Abel dari belakang kursi Arya sembari menatap wajah Tomy.


“iyalah, kamu pikir aku main-main, aku harap kamu nggak bakalan ketakutan jika terjadi hal yang horror ketika mendaki” ucap Tomy dengan santai.


Mila dan Abel yang mendengar hal itu serentak menelan salivanya. “kamu jangan macam-macam Tom, aku nggak suka” ucap Abel dengan nadanya yang berubah pias.


"tenang aja Bel, aku dan Arya sudah berpengalaman soal ini, asalkan kalian mendengarkan ucapan kami, inshaAllah aman kok” ucap Tomy dengan santai.


“kamu yakin Tom bawa Mila untuk mendaki?, aku khawatir Mila akan kesulitan nanti, apa lagi jika medannya berat” ucap Arya dengan tetap memperhatikan jalan yang ia lalui.


“emang apa salahnya perempuan bercadar mendaki?, kamu lupa waktu kita di bromo, disana banyak perempuan berjilbab panjang jugakan” bela Tomy pada usulannya tadi.

__ADS_1


“iya aku tahu, tapi aku takut aja nanti Mila kesulitan” ucap Arya membela argumennya.


“kamu aja yang berlebihan, Mila juga perempuan tangguh kali” ucap Tomy pada Arya.


Arya sejenak menarik nafas kasar mendengar ucapan Tomy, “aku capek mendengarmu menyebut nama istriku Tom, aku sudah berkali-kali mengatakan kepadamu untuk memanggilnya kakak” ucap Arya yang membuat Tomy menatap tajam pada Arya.


Sedangkan 3 perempuan di bangku tengah sudah sama-sama menyipitkan mata mereka untuk siap-siap memarahi 2 laki-laki itu jika pertengkaran konyol itu kembali terjadi.


*


Mila duduk di atas pasir sembari menatap panjang ke arah ombak di depannya seorang diri, rombongan itu menghabiskan waktu sore mereka di salah satu pantai di utara pulau jawa, setelah mereka singgah untuk sholat ashar, mereka kemudian singgah di pantai dengan berpasir putih itu. Suasana pantai itu tidak terlalu ramai karena memang hari itu masih hari kerja.


Dari kejauhan Arya melihat dalam punggung istrinya yang menatap panjang ke arah lautan. Vanessa yang baru saja membeli 3 botol minuman kemudian mendekat kepada Arya, ia kemudian memberikan 1 botol minuman untuk Arya.


“mau minum?” ucap Vanessa menawarkan minuman yang ia beli kepada Arya.


“apa kamu memikirkan masalah perusahaan keluarga Mila sekarang?, kakak merasa apa yang kamu katakan tadi karena masalah itu” ucap Vanessa yang masih berdiri di sisi Arya.


“aku tak pernah mengira temanku akan berbuat sejauh ini kak, dendam benar-benar bisa membuat orang baik menjadi orang jahat, semua harta keluarga Mila menjadi jaminan hutang perusahaan keluarga Mila di bank, hutang yang dalam waktu dekat ini akan jatuh tempo dan abang Mila tidak mampu membayarnya” ucap Arya dengan nada pelan yang membuat Vanessa menatapnya dengan wajah tak percaya. Tomy yang juga sudah berdiri di belakang mereka ikut dibuat kaget mendengar ucapan Arya.


“apa maksudmu Arya?” ucap Tomy yang seketika mengagetkan Arya dan Vanessa. Arya menarik nafas kasar mendengar suara Tomy.


“kamu ingat Tom, Ari pernah cerita waktu kita mendaki, kalau dia menaruh sakit hati pada sebuah perusahaan yang sering membuat projek perusahaan kami merugi, dan ternyata itu perusahaan keluarga Mila Tom, dan Ari selama ini telah bermain kotor untuk menghancurkan perusahaan itu, sekarang perusahaan itu diambang kehancuran dengan segala hutang-hutangnya” jelas Arya pada Tomy.


“lalu kenapa kamu tidak menghentikannya Arya?, ini bisa menjadi masalah besar untukmu dan Mila” ucap Tomy dengan nada khawatirnya.

__ADS_1


“itu kesepakatanku dengan Ari dan Arbi, mereka tidak terima aku menikah dengan Mila, mereka menekanku saat itu untuk memilih perusahaan atau Mila, dan akhirnya aku setuju tidak akan ikut campur dengan kegiatan Ari pada perusahaan keluarga Mila, sebagai gantinya, mereka juga tidak akan ikut campur masalah rumah tanggaku” jelas Arya lagi.


“kamu gila Arya, kesepakatan macam apa kamu buat itu,?” ucap Tomy tak percaya dengan apa yang ia dengar.


“saat kita terbawa perasaan, kita akan hilang akal Tom, saat itu aku terlalu terbawa perasaan pada Mila, aku tak ingin Ari dan Arbi ikut mempengaruhiku dalam mengambil keputusan atas masalahku dengan Mila, akhirnya tanpa pikir panjang, aku menyetujuinya saja saat itu,” ucap Arya dengan suara yang menyiratkan rasa bersalahnya.


“apa itu alasannya Ari tampak membenci Mila, dan Arbi juga tidak terlalu dekat denganmu seperti dulu lagi?” tanya Tomy yang sudah mengetahui seperti apa hubungan para sahabatnya itu.


“sejak mereka tahu aku menikah dengan Mila, seperti itulah yang terjadi, aku sadar Ari tidak suka dengan pernikahan ku ini, dan Arbi juga menjauh dariku, dia tidak pernah lagi ke ruanganku seperti dulu” jelas Arya lagi.


“dek, kakak tidak tahu jika pernikahanmu ini akan berdampak besar seperti ini,” ucap Vanessa yang menyiratkan perasaan khawatirnya.


“aku tidak pernah menyalahkan jalan yang aku lalui kak, karena bagiku inilah suratan Tuhan untukku, hanya saja mereka yang terlalu larut dalam perasaan dendam dan sakit hati mereka, aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja saat kita kembali ke Jakarta nanti tanpa Mila harus mengetahui ini semua” ucap Arya tersenyum getir pada Vanessa.


"apa air itu untuk Mila kak?” tanya Arya yang melihat Vanessa memegang 2 botol air lagi.


Vanessa yang sadar dengan maksud Arya kemudian memberikan sebotol air pada Arya. Arya mengambilnya dan melangkah menuju Mila yang masih menatap jauh ke tengah lautan biru.


“Apa yang terjadi jika perusahaan itu hancur dan Mila tahu bahwa teman Aryalah pelakunya kak?” tanya Tomy yang melihat punggung Arya yang berjalan ke arah Mila.


“ntah lah Tom, Mila tipikal orang yang mudah terbawa perasaan, dan dia bukan perempuan yang bisa berpikir dingin dan tenang, semoga saja karena perasaannya sama Arya bisa membuatnya menerima semua ini” ucap Vanessa dengan nada khawatirnya, ucapan itu juga yang membuat Tomy semakin gelisah dengan Arya.


“lalu kakak gimana? bukankah suami kakak yang menjalankan perusahaan itu?” ucap Tomy melirik pada Vanessa. “kakak sudah tidak peduli lagi pada itu semua, bagi kakak, Mila, Arya, Ibu, dan kakek adalah harta berharga dalam hidup kakak, bukan perusahaan itu” jawab Vanessa dengan menatap panjang pada Arya yang sudah dekat dengan posisi Mila duduk.


‘kenapa begitu sulit hidup yang dijalani Arya, masalah Adinata group sudah sangat membuatnya ketakutan, dan sekarang juga ada masalah ini, semoga kamu kuat melalui ini semua Arya, aku akan selalu ada disisi melalui semuanya’ batin Tomy.

__ADS_1


“kakaak” teriak Abel yang sudah berdiri di belakang Tomy dan Vanessa dengan membawa minuman dan beberapa makanan ringan yang baru saja ia beli.


“kenapa kakak berduaan dengan calon suamiku seperti ini?” ucap Abel dengan nada marahnya pada Vanessa, ucapan yang membuat Tomy dan Vanessa melepas nafas panjang seketika.


__ADS_2