
Rita sedang sibuk mempersiapkan beberapa dokumen yang harus segera di kerjakan oleh Arya, di sela-sela kesibukannya tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang hendak bersalamannya, ia sejenak menghentikan kerjanya dan melihat ke arah tangan tersebut.
“mau apa kalian?” ucap Rita dengan nada marahnya.
“kami mau mengunjungi Arya kak” jawab Mila dengan lembut dengan tetap mempertahankan tangannya pada posisi tersebut. ‘aku tidak mau dendam kak Rita pada keluargaku malah merusak hubunganku dengan Arya nanti, apa lagi kak Rita udah lama menjadi sekretaris Arya, Arya pasti tidak ingin kehilangannya begitu saja karena aku, mungkin aku yang harus bersikap baik dulu agar kak Rita bisa menerimaku sebagai istri Arya’ batin Mila yang masih terpengaruhi oleh kata-kata Harun.
“kalian tahukan pintunya, masuk saja, aku tidak berhak menghalangi keluarga Arya masuk ke ruangannya” ucap Rita dengan kembali bekerja tanpa menyambut tangan Mila. Mila sejenak melihat tangannya dan kemudian menariknya, ia menghirup nafas panjang untuk menguatkan hatinya dengan rasa sabar. “baik kak, terima kasih” ucap Mila dengan nada ramah.
‘aku sudah bersikap baik, tapi responnya malah kayak gini’ batin Mila sembari berjalan ke pintu ruangan Arya, sementara Vanessa melihat itu semua dengan tatapan herannya. ‘aku tahu aku salah waktu itu, tapi kenapa ia masih tetap begini walaupun sudah lama berlalu’ batin Vanessa.
Pintu ruangan Arya kembali terbuka tanpa ada yang mengetuknya, yang membuat laki-laki itu kembali melengus kesal. ‘astaga, siapa lagi sih, kerjaan lagi banyak juga’ batinnya.
Mila masuk terlebih dahulu dengan menatap hangat pada Arya, sembari tersenyum di balik cadar. Sementara Arya yang sebelumnya kesal, sekarang dapat tersenyum senang melihat kehadiran Mila disana. Ia kemudian melepas nafas panjang menatap mata Mila yang berjalan ke arahnya.
“apa aku sukses memberimu sedikit kejutan?” tanya Mila dengan nada santainya.
“Apa kamu tidak ada jam di sekolahmu sekarang?” tanya Arya balik bertanya.
“iiih kamu ini, seharusnya kamu menjawab pertanyaanku dulu sebelum bertanya,”ucap Mila yang kali ini nadanya berubah kesal.
“apa aku harus mengatakan kepadamu, aku terkejut, yang ada sekarang kamu akan membuat kerjaku semakin lama selesainya” ucap Arya yang masih menatap mata dalam istrinya.
“benarkah?, aku rasa kehadiranku sekarang akan menjadi penyemangatmu untuk bekerja” balas Mila atas perkataan Arya.
__ADS_1
“apa-apaan kalian ini, apa kalian sedang bermain drama disini? drama kalian ini mengganggu tidurku” tanya Ari dengan nada marah karena terbangun oleh suara pintu yang terbuka tadi.
Suara yang membuat Mila dan Vanessa menelan saliva mereka seketika, karena mereka masih ingat betul seperti apa pertemuan mereka dengan Ari sebelumnya, pertemuan yang memberi pengalaman buruk pada mereka saat bertemu Ari. Sementara Arya malah tertawa tipis mendengar ucapan sahabatnya itu.
“lo udah gue bilang untuk tidur di kamar gue, malah tidur di sofa, ya itu resiko kalo tidur lo terganggu” ucap Arya dengan santai.
Ari kemudian bangkit, ia berjalan keluar dari ruangan Arya dengan wajah kesal tanpa menanggapi kalimat Arya. Mila masih menatap kepergian Ari dengan mata piasnya, sementara Arya masih tertawa oleh tingkah sahabatnya itu.
Ketika Ari melewati Vanessa yang sudah masuk ruangan itu beberapa langkah, ia sejenak berhenti dan melihat wajah Vanessa, yang membuat jantung perempuan itu berdetak hebat karena takut peristiwa Ari menarik tangannya dengan kasar akan kembali terulang.
“maaf ya kak, atas perbuatanku sebelum ini” ucap Ari dengan nada datar dan ia kemudian keluar dari ruangan Arya. Sementara Vanessa masih berdiri membatu mencoba mencerna apa yang terjadi.
Arya kemudian berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan menuju sofa, “sekarang kamu yang belum menjawab pertanyaanku, kenapa kamu bisa ada disini? bukankah sekarang masih jam sekolah?” ucap Arya sembari duduk di sofa, Mila menatap Arya dengan mencoba menenangkan perasaannya. “kenapa dia ada disini?” tanyanya dengan singkat.
“karena ini kantornya, apa kamu tidak mau menjawa pertanyaanku?”
“sepertinya begitu, kamu belum menjawab pertanyaanku sama sekali, dan kamu juga tidak mencium tanganku” ucap Arya yang kali ini mulai kesal karena Mila benar-benar mengabaikan pertanyaannya.
Mila kemudian tersenyum dari balik cadarnya pada Arya, ia kemudian mencium tangan suaminya itu “aku sudah memilih untuk berhenti di sekolah, mulai sekarang aku akan serius untuk belajar menjadi lebih baik lagi untukmu”
“kamu berhenti?,”,,,,”iya, itu pilihanku sendiri, aku sudah memutuskan untuk memakai cadar ini, jadi aku tidak akan melepaskannya”.
“semudah itu kamu berhenti” ucap Arya lagi yang masih heran pada Mila. “aku hanya guru honorer, emang apa sulitnya untuk berhentu dari sana” ucap Mila dengan ketus.
__ADS_1
“aku senang mendengarnya, kamu lebih memilih akhirat daripada kehidupan duniamu” ucap Arya sembari mengelus lembut kepala Mila, “karena aku ingin di surga bersamamu” jawab Mila sembari tersenyum.
Vanessa yang sudah duduk di depan mereka, melihat kedua orang itu dengan tatapan senangnya, “apa temanmu tadi memang aneh Arya?, kenapa dia tiba-tiba minta maaf sama kakak?” tanya Vanessa yang masih bingung dengan sikap Ari.
“sepertinya dia merasa bersalah atas kejadian waktu itu kak, dia memang labil dan sedikit tempramen dari dulu, tapi sebenarnya ia orangnya baik kak” jawab Arya atas pertanyaan Vanessa.
"kejadian waktu itu?" tanya Mila dengan heran pada Arya. "udah, nggak usah dibahas Mil," jawab Vanessa yang tidak ingin apa yang terjadi antara dia dan Ari diketahui banyak orang.
“Arya, sekretarismu itu emang pendendam ya orangnya?” tanya Mila yang ingin mengetahui tentang diri Rita.
“maksudmu pendendam apa Mil?”
“kamu nggak tahu ya, dulu bang Irman dijodohkan dengannya, tapi bang Irman lebih memilih kak Vanessa, sepertinya ia dendam karena perjodohan itu gagal” jelas Mila pada Arya.
Vanessa memperhatikan wajah Arya untuk mengetahui seperti apa Rita sebenarnya, karena ia pribadi juga heran kenapa Rita masih seperti itu padanya, padahal peristiwa tersebut telah lama berlalu.
Arya sejenak menghirup nafas panjang dan mengeluarkannya. “kalian mau minum apa?, nanti aku hubungi orang pantry membawanya untuk kalian” ucap Arya mengalihkan pembicaraan yang membuat Vanessa dan Mila melepas nafas kesal bersamaan. “kamu lagi rahasiain sesuatu dari kami tentang kak Rita, kenapa kamu tiba-tiba bahas minuman kayak gini” ucap Mila dengan kesal.
“nanti aku cerita, sekarang kalian mau minum apa, apa mau kering aja disini” ucap Arya sembari mengelus lembut bahu Mila untuk meredakan rasa kesal istrinya itu.
“kakak teh aja dek” jawab Vanessa singkat.
"kamu?” tanya Arya pada Mila. “ada jus jeruk nggak, aku lagi mau yang dingin-dingin nih" jawab Mila sembari meresapi sentuhan Arya dibahunya, entah mengapa sentuhan seperti itu selalu ingin ia rasakan dari suaminya itu.
__ADS_1
“tunggu sebentar ya” ucap Arya sembari melangkah ke mejanya untuk menghubungi pantry melalui interkom kantornya, ia sejenak melepas nafas panjang kembali.
‘apa aku harus cerita semuanya pada Mila dan kak Vanessa, tapi nanti mereka pasti akan merasa sangat bersalah pada Rita, apa lagi kak Vanessa, hidupnya sudah menderita, jika ia tahu ayah om Arjun di penjara karena batalnya perjodohan itu, pasti itu akan membuatnya semakin merasa bersalah dan semakin menderita lagi’ batin Arya menimbang tentang apa yang akan ia lakukan.