Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Harun dan Rita


__ADS_3

Weekend itu, setelah melakukan bersih rumah bersama, Rita dan Harun memiliki rencana lain selain kegiatan nonton bareng mereka di hari minggu. Rita sedang mengisi rantang yang akan ia bawa untuk ayahnya, sementara Harun tengah duduk menikmati kopinya. “sudah lebih dari sebulan kamu tidak melihat ayah di penjara, kenapa sekarang tiba -tiba ingin melihat ayah?” tanya Harun menatap lekat wajah istrinya.


“aku kangen sama ayah mas, sekarang aku kan nggak sesibuk kayak kemarin, Arya sudah bekerja seperti biasa, walaupun dia pulang ke kampungnya, tapi pekerjaannya tetap ia selesaikan disana, aku senang dia sudah bekerja normal sekarang, jadi kita bisa bertemu ayah tiap minggu seperti dulu, aku juga mau bilang sama ayah jika Arya ingin bertemu dengan ayah” jawab Rita dengan teliti memasukkan sambal ke dalam rantangnya.


“Arya ingin bertemu ayah?” tanya Harun menatap Rita penuh selidik.


“iya, Arya sebenarnya ingin bertemu ibu juga, tapi kamu tahukan mas, kalau ibu tidak ingin bertemu Arya, aku rasa ayah juga tidak ingin bertemu Arya, ayah pernah bilang kalau dia takut Arya akan kehilangan kepercayaan kepadaku jika tahu kasus ayah dulu” ucap Rita dengan nada sendunya.


“kalau begitu kenapa kamu izinkan Arya bertemu ayah?, kita bisa saja kehilangan pekerjaan di kantor lo Ta, kalau Arbi, Ari, dan Arya tahu kasus ayahmu dulu” tanya Harun dengan nada khawatirnya.


“Arya sama seperti kamu mas, mau menerimaku walaupun ayahku di penjara, dan ibuku sekarang jantungnya juga tidak sehat setelah operasi dulu, tapi kamu tetap mau menerimaku kan, bahkan sekalipun dulu kita menikah di masjid di LP tempat ayah ditahan, kamu sama sekali tidak mempermasalahkannya, Arya sama berartinya bagiku, sama sepertimu mas” ucap Rita dengan menatap dalam mata suaminya.


Harun tersenyum melihat Rita, “aku tahu sayang, dia juga sama berartinya bagiku, kalau bukan karena dia, hidupku mungkin masih serabutan di jalanan, aku belum tentu bisa memiliki ini semua tanpa dia” jawab Harun dengan lembut.


“ya udah, berarti kamu tak perlu khawatirkan mas?, Arya sudah pasti tidak mempermasalahkan status ayahku” ucap Rita dengan kembali mengisi rantangnya.


“yang mempermasalahkan status ayahmu kan laki-laki itu,” ucap Harun dengan santai.


“siapa?, kamu mau bahas dia lagi?” ucap Rita memandang kesal ke arah Harun.

__ADS_1


“aku masih ingat saat dia menghina orang tuamu, jika kamu tidak menahanku, aku tak segan membunuhnya saat itu” ucap Harun masih dengan santai.


“dia hanya laki-laki pengecut mas, dia mau menerimaku tapi tidak keluargaku, aku tahu dia marah karena aku memutuskannya untuk perjodohan itu, tapi kenyataannya dia juga paham dengan posisiku saat itu dan ngajakku balikan setelah perjodohan itu batal, dia senang karena aku memiliki kerja bagus sebagai sekretaris Arya, ditambah lagi Arya memberiku gaji besar, dia minta aku ngasih dia uang dan aku memberi sebagian gajiku dengan sukarela untuknya, tapi apa,, dia malah memintaku untuk meninggalkan keluargaku untuk bisa bersamanya" ucap Rita yang berhenti sesaat.


"laki-laki seperti itu tidak pantas sedikitpun dibandingkan dengan kamu mas, kamu saja tidak pernah sedikitpun mau memakai uangku untuk keperluanmu, kamu juga perhitungan sekali waktu aku memakai uangku untuk keperluan Keysha dan keluarga kita, padahal aku tidak masalah sama sekali dengan itu, jadi kamu jangan meragukan aku lagi mas, kamu lebih dari apa pun bagiku" lanjut Rita penuh emosional.


“aku tidak meragukan kamu ta, aku hanya meragukan diriku sendiri” ucap Harun menatap mata Rita yang juga menatap matanya.


“aku tidak tampan sama sekali, sedangkan dia,,, dari wajahnya saja sudah jelas dia rebutan banyak perempuan, dan juga posisiku lebih rendah dari posisimu, aku hanya meragukan diriku sendiri karena selama ini aku merasa tak pantas bersanding denganmu, kamu mungkin lebih pantas untuk orang lain yang jauh lebih baik dariku yang banyak kekurangan ini” ucap Harun dengan pelan.


“aku mencintaimu mas, tidak ada gunanya wajah tampan jika hatinya kotor seperti dia,, jangan bersikap seperti ini lagi mas, kasihan Keysha jika ayahnya terus seperti ini, jika bukan karena hutangku kepada Arya, aku siap menjadi ibu rumah tangga untuk keluarga kita, aku tidak masalah dengan posisimu di kantor dan juga berapa pun gajimu aku juga tidak masalah, aku tetap istrimu mas” ucap Rita pada Harun.


“dan aku tidak peduli mas, kamu adalah suamiku, dan aku adalah istrimu, jangan bicarakan lagi masalah ini mas, aku benci laki -laki pengecut itu, dia menghina ayah ibuku, dan kenyataannya sekarang dia jauh lebih rendah dari kita, sekarang hanya kita mas, hanya kita” ucap Rita menatap dalam wajah Harun. Ia dapat ada perasaan tak nyaman di wajah Harun.


Rita kemudian mendekat pada Harun dan memeluk suaminya itu. “kenapa kamu selalu membahas masalah ini mas, kamu menerimaku dan keluargaku, itu sudah sangat berarti buatku mas, kamu lebih dari segala- galanya untukku mas” ucap Rita di dengan menempelkan kepalanya di dada Harun.


Dari ruang tengah, ibu Tya, ibunya Rita datang mengendong Keysha cucunya, ia tersenyum melihat Rita yang memeluk Harun, pemandangan yang menyiratkan keharmonisan keluarga itu.


“kalian ini, sudah 2 tahun menikah, tapi tetap mesrah, ibu senang melihatnya” ucap bu Tya yang mengagetkan Harun dan Rita.

__ADS_1


“ibuu, ini bu, mas Harun masih saja merasa rendah karena posisiku lebih tinggi darinya di kantor” ucap Rita dengan wajah cemberutnya.


Ibu Tya menarik nafas panjang mendengar ucapan Rita, ia kemudian melihat wajah menantunya yang menunduk melihat gelas kopi yang ada di depannya.


“ibu paham kok Harun, laki-laki pasti merasa seperti itu jika istrinya punya posisi dan penghasilan lebih besar darinya, tapi kamu harus paham, Rita bukan perempuan seperti itu, ibu mendidiknya untuk selalu menghormatimu sebagai suaminya, jadi kamu jangan meragukan Rita lagi” ucap bu Tya sembari duduk di kursi di seberang Harun dan Rita.


Rita kemudian menatap ke arah wajah Harun dan memukul pelan bahu Harun, “tuh kan aku bilang juga apa, ibu aja paham kok” ucap Rita dengan nada santai, berharap agar suaminya itu tidak seperti itu lagi.


“aku paham kok bu, tapi entah mengapa aku selalu merasa seperti ini dari dulu, apa lagi fisikku juga dibawah mantannya Rita” ucap Harun dengan jujur apa adanya.


“ibu paham kok nak, wajar laki -laki merasa seperti itu, tapi kamu jangan berpikir Rita perempuan seperti itu yang melihat orang dari fisiknya saja, dan kamu Rita, kamu juga harus menjaga sikapmu, jangan karena posisimu dan penghasilanmu lebih tinggi dari Harun, malah membuatmu tidak hormat pada suamimu sendiri” ucap bu Tya dengan tegas.


“iya bu, aku tahu kok” ucap Rita dengan tersenyum.


‘baru jadi sekretaris Arya saja, mas Harun sudah kayak gini, apa lagi kalau aku ikuti saran Arya untuk bekerja di perusahaan yang lebih besar agar karirku bisa naik, bisa down lagi mental mas Harun’ batin Rita.


Harun mengangkat kepalanya dan mengelus lembut ubun-ubun Rita, “maaf ya sayang jika aku masih seperti ini, tapi satu hal yang pasti, aku tidak pernah meragukanmu, ini hanya masalah di diriku sendiri, dan juga, satu hal yang membuatku berani menikahimu dan menerima seperti apapun keluargamu adalah karena rasa cintaku yang tidak bisa diukur dengan apa pun” ucap Harun dengan tulus.


"aku tahu kok mas, aku juga mencintaimu dengan seluruh hatiku, aku tidak ingin meragukanku dan aku ingin kamu tidak seperti ini lagi" jawab Rita sembari memeluk lengan Harun.

__ADS_1


“udah, ayo siap-siap, bentar lagi udah mau siang, nanti kita telat lagi melihat ayah” ucap bu Tya sembari mengelus rambut cucunya yang memainkan boneka di pelukkannya.


__ADS_2