
Arya menarik Mila untuk mendekat kepadanya, ia membuka cadar Mila dengan satu gerakan dan langsung mencium bibir istrinya, Mila yang kaget dengan perlakuan Arya yang aneh itu langsung mendorong tubuh Arya hingga ciuman itu langsung terhenti.
“kamu menolakku Mil?” tanya Arya dengan datar, rasa dihatinya membuat sikapnya semakin sulit ia kontrol.
“kamu kenapa?, kenapa seperti ini kepadaku? kamu kenapa aneh kayal gini Arya” ucap Mila yang mulai terisak.
Arya menelan salivanya, ia kembali membuat air mata istrinya jatuh menahan sedih, ‘ya Tuhan, kenapa rasa marah dan cemburu ini sulit sekali aku lawan, ampuni aku Tuhan, aku kembali membuat istriku menangis' batinnya berkalut tak karuan.
Arya bisa menahan gejolak itu dengan diam tanpa bersuara seperti yang ia lakukan pada Arnes. Dengan diam, ia bisa membiarkan hatinya bertarung antar perasaan tak menentu itu, hingga semua bebam perasaan itu bisa reda.
Namun Mila terus mengajaknya berbicara yang membuatnya kebingungan seperti apa harus berekspresi dengan perasaan marah dan cemburu yang bergelora itu.
Arya menarik nafas panjang, masalahnya dengan laki-laki itu tidak boleh mengganggu hubungannya dengan Mila. Arya kemudian mendekat pada Mila dan berusaha meraih tubuh gadis itu.
"Arya kamu kenapa?, jangan buat aku takut begini” ucap Mila dengan lirih sembari menjauh dari jangkauan Arya karena masih merasa aneh dengan sikap Arya itu. Sikap aneh yang membuatnya takut dengan suaminya itu.
“kamu yang membuatku takut kehilangan mu Mil,” ucap Arya dengan pelan menatap lembut wajah istrinya, Arya kemudian membuka lebar tangannya agar Mila memeluknya, namun Mila masih membatu, ia menatap bingung ke arah wajah Arya.
“Arya, kamu kenapa sih?, kamu marah karena belanjaan itu, kalau begitu aku tidak akan memintamu lagi untuk membeli barang -barang itu lagi” ucap Mila dengan pelan.
“aku nggak marah Mil, aku akan senang hati memenuhi semua keinginanmu, aku merindukanmu Mil” jawab Arya menatap lembut wajah Mila, ia berusaha sekuat mungkin menahan rasa marah dan cemburu dihatinya. Ia tidak boleh melampiaskan semua itu pada Mila, karena laki -laki itulah pelampiasan rasa marah dan cemburunya yang sebenarnya.
Mila menatap dalam manik mata Arya, ia kemudian menarik nafas panjang dan kemudian mendekat memeluk suaminya.
"kamu jangan menakutiku seperti ini Arya” ucap Mila dengan menyembunyikan kepalanya di dada Arya.
Arya memejamkan matanya meresapi pelukkan itu, ‘tubuh ini milikku, hanya milikku’ batinnya dengan erat memeluk Mila.
__ADS_1
*
Mila menatap kosong ke arah dinding kamar apartemen Arbi yang mereka pinjam, ia berbaring memunggungi Arya yang memeluknya dari belakang, ia masih merasakan tangan Arya melingkar memeluk tubuh polosnya yang tersimpan di selimut yang sama dengan yang Arya pakai.
Hangat tubuh suaminya masih terasa di tubuhnya, hangat yang selalu memberinya rasa nyaman dan tenang, tubuhnya basah karena berkeringat, Ac kamar yang menyala tak sanggup menahan panasnya ibadah suami istri mereka sore itu.
Sementara Arya menguatkan pelukkannya pada tubuh Mila sembari mencium dalam rambut Mila yang begitu wangi di indra penciumannya. wangi yang selalu menjadi candunya setiap tidur di sebelah istrinya.
“kamu beda Arya” gumam Mila dengan pelan, ia merasakan Arya menyentuhnya dengan gairah yang berbeda, belum lagi mereka melakukan itu saat Arya yang baru pulang kerja, biasanya Arya akan menyentuhnya saat malam sebelum tidur atau pagi sebelum mandi dan sholat malam.
“Mil, aku menyayangimu, aku tidak ingin kehilanganmu Mil” ucap Arya dengan lirih di telinga Mila.
“aku juga menyayangimu Arya, dan aku juga tidak ingin kehilanganmu, katakan padaku, apa yang terjadi sehingga kamu begitu berbeda dari biasanya” ucap Mila dengan pelan ia mengenggem erat jari Arya di tangan Arya yang memeluknya.
“Mil, dengarkan aku baik-baik Mil, aku tidak ingin mengekangmu, tapi ini harus kulakukan untuk menjaga hatiku Mil, jangan pernah keluar dari pintu apartemen ini tanpa ada izin dariku Mil” ucap Arya dengan nada datar di telinga Mila.
“maksudmu? aku tidak boleh kemana-mana tanpa izinmu” ucap Mila dengan lirih.
“maaf Mil, aku harap kamu tidak keberatan dengan ini”
Mila kemudian memutar badannya menghadap ke arah Arya, ia menatap dalam manik mata suaminya itu. “aku akan melakukan itu untukmu Arya, kata bibi seorang istri tidak boleh keluar rumah tanpa ada izin suaminya, jadi aku tidak akan keberatan untuk itu, bukankah itu juga akan bernilai ibadah untukku” jawab Mila dengan pelan sembari menyentuh lembut wajah suaminya.
‘ya Tuhan, laki -laki laknat itu memfitnah istriku yang baik seperti ini, mana mungkin perempuan seperti ini berbuat dosa dibelakangku, dan bodohnya aku, aku malah termakan oleh kata -katanya’ batin Arya melihat manik mata Mila dengan dalam.
“kamu belum mengatakan apa yang terjadi Arya, apa ada masalah di kantor” ucap Mila yang masih penasaran dengan tingkah berbeda suaminya itu.
“besok kita akan membeli mobil sesuai keinginanmu Mil, aku akan menyimpan motorku di kontrakan sebelum kita kembali ke rumah, dan sekalian juga besok kita melihat -lihat apartemen, ada beberapa apartemen yang ditawarkan kepadaku dari orang yang Arbi bilang kemarin” ucap Arya berusaha mengalihkan pemikiran Mila terhadap masalah itu. Ia tidak ingin laki-laki itu membebani pemikiran istrinya.
__ADS_1
“itu tidak menjawab pertanyaanku Arya, apa kamu tidak mau jujur padaku atas masalah yang kamu hadapi?” ucap Mila yang mengalihkan tangannya dari wajah Arya ke dada bidang suaminya itu, ia memainkan dada itu seperti sedang menulis sesuatu disana.
Arya melepas nafas kasar, ia masih bingung pada masalah itu, tapi ia juga harus memperingati Mila agar lebih berhati -hati lagi. “laki-laki itu menemuiku tadi Mil,” gumam Arya yang membuat Mila menghentikan tangannya di dada Arya, ia kembali menatap dalam manik mata Arya yang tampak sendu memandangnya.
“di,,dia bicara apa?” ucap Mila dengan gugup, ia pun menjadi takut jika kata -katanya malah membuat Arya salah paham nantinya.
Arya mencium kening Mila dengan dalam “dia datang untuk memfitnahmu agar aku benci kepadamu Mil, untuk itu kamu harus berhati -hati, karena bisa saja akal bodohku nanti akan mempercayai fitnah itu” jelas Arya dengan pelan, ia kemudian menarik kepala Mila ke dadanya. Ia memeluk istrinya itu dengan lembut, meresapi setiap kehangatan dari tubuh istrinya yang masih polos itu.
"Arya, aku harus gimana agar kamu percaya kepadaku?, apa aku harus ada 24 jam di sisimu,?"
"ini bukan salahmu Mil, ini salahku Mil, aku yang masih merasakan sakitnya pengkhianatan itu Mil, aku sudah memaafkanmu dan melupakan kejadian, laki -laki itu sengaja membangkitkan luka itu Mil, ia sengaja mempermainkan emosiku agar aku benci kepadamu" ucap Arya, Mila lebih memilih diam tak menjawab ia menguatkan pelukkannya kepada Arya.
‘Aku harus melindungi kelemahanku ini, mereka dan terutama laki -laki itu akan mengincar Mila jika semuanya sudah terbuka’ batin Arya
“Arya, aku rasa kita harus segera mandi, nanti keburu maghrib” lirih Mila ketika merasakan hasrat suaminya kembali muncul.
“sekali lagi ya Mil”
.
.
.
.
Makasih ya teman-teman masih setia di kisah ini,,, thanks buat komen, like dan votenya😉😉😉
__ADS_1