
Mila, Abel dan Vanessa memperhatikan semua hidangan makanan yang telah tersaji disana, mereka duduk lesehan di ruang tengah yang menjadi ruang keluarga itu.
Mereka makan siang disana karena memang meja makan di rumah itu tidak cukup untuk 5 orang, “apa kalian tidak apa-apa makan lesehan seperti ini?” ujar Tomy yang keluar dari belakang membawa teko air minum.
“nggap apa-apa kok Tom, aku senang kok” ucap Abel dengan senyum sumringahnya.
Arya kemudian juga keluar dari belakang dan segera duduk di samping Mila. Sementara Tomy ikut duduk disamping Arya dan berhadapan dengan Abel yang duduk di depannya, dan juga Vanessa duduk di samping Abel yang berhadapan langsung dengan Mila, ia sejenak dapat melihat mata Mila yang masih menyiratkan perasaan bersalah.
Arya mengisi sebuah piring dengan nasi yang cukup banyak, ia kemudian menaruh nasi itu dihadapan Mila yang duduk disampingnya, “habiskan ya” ucap Arya dengan singkat.
“tapi ini kebanyakan Arya, aku bisa gendut nanti jika makan sebanyak ini” keluh Mila melihat nasi di piring itu.
“nggak apa-apa, biar nanti kamu bisa jadi ibu yang sehat” jawab Arya yang membuat Mila tersenyum mendengarnya.
“iya, tapi kalau aku gendut, aku tidak menarik lagi untukmu, nanti kamu malah cari yang lain lagi” keluh Mila lagi.
“jangan ngada-ngada gitu Mil, aku nggak suka, sekarang kamu harus makan yang banyak biar bisa jadi ibu rumah tangga yang tangguh” ucap Arya pada istrinya itu. Mila kemudian hanya pasrah menerima nasi yang banyak itu, kata-kata ‘aku nggak suka’ dari mulut Arya seakan telah mengunci rasa ingin menolak keinginan Arya itu.
Abel kemudian memberikan piringnya kepada Tomy yang duduk di depannya, Tomy hanya tersenyum melihat tingkah Abel yang seperti iri dengan Mila, Ia kemudian mengisi piring Abel dengan banyak yang hampir sama dengan banyak nasi yang ada di piring Mila.
Abel seketika menelan salivanya melihat isi piring itu. “badanku bisa membesar jika makan makanan sebanyak ini” keluh Abel dengan polos dan suara yang lumayan keras.
Ucapan itu juga yang membuat semua orang disana tertawa lepas seketika. “nggak apa-apa Bel, biar nggak ada yang suka sama kamu selain aku” ucap Tomy memberikan piring yang berisi nasi itu pada Abel.
“emang kamu suka calon istrimu ini berbadan lebar apa,” keluh Abel seketika, ia menerima piring itu dengan wajah cemberutnya 'kenapa aku ngasih piringku ini pada Tomy tadi?’ gerutunya pada dieinya sendiri.
Arya kemudian mengambilkan beberapa sambal yang ia masak ke piring Mila dengan jumlah yang tak kalah banyak, hal yang kembali membuat Mila mengeluh padanya.
“Arya, kamu benar-benar ingin membunuhku ya, mana bisa aku menghabiskan makanan sebanyak ini” keluh Mila dengan pelan.
“bisa kok, coba aja dulu” ucap Arya dengan santai, Mila kemudian memperhatikan Arya yang sama sekali tidak mengambil makanan untuk dirinya sendiri. “kamu nggak makan Arya?” tanya Mila dengan heran. “nanti aku makan, kamu makan duluan” jawab Arya dengan mengusap bahu Mila.
Abel kemudian ikut mengambil sambal yang diambil oleh Arya untuk Mila, ia tidak ingin Tomy yang mengambilkan sambal untuknya, ‘kalau dia yang ngambil, nanti diambil banyak sama kayak sambal Mila lagi’ batin Abel.
Namun seketika Tomy langsung menepis tangan Abel, “kenapa Tom?, aku nggak oleh makan itu?” ucap Abel dengan nada polosnya yang terdengar dengan kesal.
”itu masakan Arya kamu makan masakanku ini aja” ucap Tomy mengambilkan sambal yang lain untuk Abel.
“kalian yang masak Dek?” tanya Vanessa seketika setelah mendengar ucapan Tomy.
__ADS_1
“iya kak, aku dan Arya yang masak untuk kalian, semoga kalian suka ya” jawab Tomy sembari mengambil nasi untuk dirinya sendiri. Mila sejenak menelan salivanya mendengar ucapan Tomy, ‘masa masakan Arya seenak ini, masakanku malah keasinan kemarin’ keluh di batinnya.
“wah masakan kalian enak juga ya,” puji Vanessa.
“aku nggak nyangka kamu dan Arya bisa masak seenak ini, nggak kayak Mila, dia masak dirumahku aja dulu sampai gosong” sindir Abel dengan polos.
Mila mengeram marah melihat Abel, ‘ihh anak ini, nanti bakalan ku ulek sama cabe mulutnya itu’ kesal Mila di hatinya. sementara Arya hanya tersenyum mendengarnya.
“sepertinya sekarang kita sudah bisa membahas restoran kita” lanjut Abel dengan santai menikmati makanannya.
“Bisnis restoran ya?, kalian benar-benar serius untuk itu” tanya Vanessa dengan antusias, ia teringat bahwa dulu Tomy pernah mengajaknya untuk bisnis tersebut.
“Seriuslah kak, kakak juga mau bergabungkan?, lagi pula sekarang aku sudah nggak kerja lagi, jadi bisa fokus untuk bisnis ini” ucap Tomy melahap makanannya.
“wah, boleh itu juga Tom,” jawab Vanessa.
“kok kamu ngajak kak Vanessa juga sih,” ucap Abel dengan kesal.
“kak Vanessa pintar masak juga Bel, pasti nanti restoran kita bisa cepat jadi besar jika juru masaknya sehebat kamu dan kak Vanessa” ujar Tomy lagi, Abel memasang wajah cemberutnya mendengar ucapan Tomy.
Mila sejenak memperhatikan semua yang makan disana, ia kemudian melihat ke arah Arya. “paman dan bibi dimana Arya?” tanyanya.
Arya masih memperhatikan Mila yang sedang makan, ia sesekali membantu Mila memegang cadarnya, karena ia melihat Mila sedikit kesulitan menyendok nasinya ke mulut karena cadar itu.
“kalau aku sakit kan ada kamu yang merawatku” goda Arya pada istrinya itu, yang membuat Mila kesal mendengarnya. Namun Tomy yang mendengar itu malah tertawa tipis yang membuat Arya bergedik kesal seketika.
“udah bisa gombalin cewek ya sekarang, Belajar dari mana kamu kayak gitu?” ujar Tomy penuh ejekan pada Arya.
“ini alami Tom, besok kamu juga bakalan ngerasain sendiri, hati-hati aja kamu Bel, kamu bakalan habis setiap malam oleh Tomy” balas Arya pada Tomy.
“maksudmu apa bakalan habis setiap malam?” tanya Abel yang heran karena kepolosannya dengan ucapan Arya.
“menurutmu apa yang akan dilakukan Tomy ketika kalian hanya di kamar berdua setiap malam” ucap Arya yang seketika yang membuat Mila kembali mencubit perutnya, Namun Arya hanya tersenyum dengan tingkah istrinya itu.
Ucapan Arya itu juga yang membuat Abel kesulitan menelan makanan dimulutnya, matal Abel melotot seketika pada Arya dengan tangan yang menggantung memegang sesendok nasi yang hendak ia suap. “sepertinya kita harus menunda pernikahan kita deh Tom, aku belum siap” ucap Abel dengan wajah memerah karena malu dan juga takut setelah mendengar ucapan Arya.
"di tunda? yakin di tunda?, katanya mau dipeluk, mau dicium” Goda Tomy pada Abel yang seketika membuat wajah Abel benar-benar telihat jelas memerah. Sementara yang lain melihat ekspresi Abel dengan tersenyum.
Mila kemudian menaruh piringnya yang baru ia habiskan setengah dari isinya, “Arya, ini nasinya kebanyakan, aku tidak bisa menghabiskannya” keluh Mila pada Arya.
__ADS_1
Arya kemudian tersenyum melihat Mila,”apa masakanku tidak enak?” tanyanya.
“enak kok, tapi nasi ini kebanyakan, aku kekenyangan sekarang” lanjut Mila.
“Ya udah, berarti sekarang giliranku yang makan” ucap Arya mengambil piring Mila, ia kemudian memakan nasi itu dengan sendok yang sama yang digunakan Mila. Mila yang melihat itu dibuat tak percaya, ia menelan salivanya seketika, “kamu kenapa makan nasi sisaku itu? kan kamu bisa ambil nasi yang baru” ucapnya.
“kita nggak boleh buang-buang makanan Mil, itu nggak baik” ucap Arya dengan santai.
“itukan karena kamu yang mengambil nasi terlalu banyak untukku” gerutu Mila..
“anggap saja ini filosofis hubungan kita, disaat kamu nggak sanggup menghadapi sesuatu, kamu harus ingat ada aku yang akan membantumu menghadapinya, aku akan selalu ada untuk menyelesaikan semua masalahmu” ucap Arya dengan santai sembari melahap makanannya.
Mila tersenyum mendengarnya ia kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Arya dan memejamkan matanya menikmati suasana itu.
Suasana mereka sesaat hening, Abel kemudian melirik ke arah Arya dan mulai melihat wajah itu penuh selidik, ia sudah menyiapkan sebuah pertanyaan yang membebani pikirannya sejak mereka sampai di rumah itu, Namun apa yang hendak ia tanyakan sudah ditanyakan terlebih dahulu oleh Vanessa. “kenapa kamu memanggil orang tuamu paman dan bibi Arya?” tanya Vanessa yang membuat Mila seketika membuka matanya dan menelan salivanya.
Arya dan Tomy hanya bersikap tenang mendengar pertanyaan itu, karena pertanyaan itu sudah pasti akan ditanyakan oleh Abel dan Vanessa. “kami bukan saudara kandung kak, Arya punya ayah dan ibunya sendiri, untuk itu ia memanggil paman dan bibi pada orang tua kami” ucap Tomy dengan nada tenang sembari terus menghabiskan makanannya.
Abel dan Vanessa seketika melihat Arya dengan tatapan tidak percayanya, “kamu cuma anak angkat Arya?” tanya Abel dengan polos yang membuat Tomy meliriknya dengan tajam. “Dia bukan anak angkat, dia saudaraku, jangan pernah kamu mengatakan Arya seperti itu” ucap Tomy dengan penuh penekanan pada Abel. Nada Tomy itu seketika membuat Abel bergedik takut, karena itu kali pertamanya Tomy bersikap sedingin itu padanya. “maaf” ucap Abel dengan pelan dan kepala perlahan menunduk.
“santai aja Bel, Tomy memang seperti itu untuk menjaga perasaan orang-orang terdekatnya, dia pasti akan melakukan hal yang lebih dari ini jika ada orang yang menyakitimu” ucap Arya yang tahu dengan ketakutan Abel, Tomy sejenak melihat ke arah wajah Abel yang menunduk sembari melanjutkan makannya.
“Maaf Bel, jangan dimasukkan ke hati ya, aku hanya tak suka jika ada yang mengatakan Arya seperti itu” ucap Tomy dengan lembut, Abel kemudian segera mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Tomy, “enggak kok, aku tahu kamu nggak bakalan menyakitiku” ucapnya yang seketika membuat Tomy menarik nafas panjang melihat tingkah Abel.
“lalu dimana orang tua kandungmu Arya” tanya Vanessa pada Arya. “nggak usah dibahas kak, Arya nggak mau membahas masalah itu” ucap Mila pada Vanessa. Vanessa kemudian menelan salivanya, ia melanjutkan kembali makannya, ‘apa itu cerita masa lalu yang dimaksud Tomy di mobil waktu itu, apa itu ada hubungannya dengan bunga itu’ batin Vanessa yang dibuat penasaran oleh Arya.
“lalu seperti apa orang tua kandungmu Arya?, apa dia sebaik kamu dan Tomy juga?” kali ini Abel yang bertanya.
Mila menyipitkan matanya dengan tajam pada Abel, “aku bilang nggak usah dibahas” ucap Mila dengan penuh penekanan, namun Abel hanya menyengir dengan senyumannya melihat Mila.
“Tom, makananku tidak habis” ucap Abel yang menaruh piringnya di depan Tomy.
Tomy menelan salivanya melihat itu, ia paham maksud Abel yang ingin ia melakukan seperti apa yang Arya lakukan.
“Bel, nasiku aja masih banyak Bel, lagi pula kita belum menikah, bagaimana mungkin aku makan makanan sisamu” ucap Tomy berupaya memberi pengertian pada Abel.
“apa disaat aku nggak sanggup menghadapi sesuatu, kamu nggak akan membantuku menghadapinya, kamu nggak mau membantuku untuk menyelesaikan semua masalahku ya” ucap Abel yang kembali memutar kalimat Arya.
Sementara Arya, Vanessa dan Mila hanya tersenyum tipis melihat wajah Tomy yang kebingungan.
__ADS_1