
Hari ini aku up banyak buat teman2 jangan lupa like, komen dan votenya untuk karya ku ini, untuk menambah semangat ku mengetik, hehehe terima kasih buat teman2 yang masih setia membaca karyaku ini.
.
.
.
.
“Tom, Mila punya hubungan dengan laki-laki lain selain Arya,” ucap Abel hati-hati, ia tidak ingin apa yang diucapkannya itu akan membuat keadaan Tomy memburuk.
Tomy menatap datar ke srah Abel, ia mencari kebohongan di mata Abel, namun ia dapat melihat hanya ada kejujuran disana. “kamu yakin Bel,?”
“apa untungnya untukku berbohong? apa kamu tidak percaya denganku? Arya menghilang 3 minggu karena itu loh Tom,” ucap Abel yang merasa tidak senang dengan tanggapan Tomy.
“3 Minggu Bel?” ucap tomy yang dijawab Abel dengan anggukan sembari kembali menyuapi Tomy.
“jangan berpikiran negatif dulu pada Arya bel, mungkin ada hal lain yang tidak bisa kita mengerti dari Arya, dan kita juga nggak tahu seperti apa hubungan Arya dan Mila yang sebenarnya, yang kita lihat adalah cover pernikahan yang mereka ciptakan untuk menutupi kehidupan mereka yang sebenarnya” ucap Tomy yang mencoba menjelaskan pemikirannya pada Abel, namun Abel malah menyipitkan matanya pada Tomy.
"kamu bicara apa sih?”
Tomy melepas nafas panjang mendengar ucapan Abel, pemikiran calon istrinya itu terlalu polos untuk memahami kalimatnya tadi.
“maksudku, kita tidak benar-benar tahu apa yang terjadi pada mereka, tapi sebagai orang yang mengenal Arya, aku tahu betul ia tidak akan gegabah mengambil keputusan, termasuk keputusan untuk tetap memaafkan Mila sekalipun Mila memiliki hubungan dengan laki-laki lain”
Abel melepas nafas panjang mendengar itu semua, “kenapa kalian selalu rumit seperti ini sih?, kamu nggak serumit Arya juga kan?, kalau jelas salah, ya salah, jangan cari alasan pembenaran lagi, dia jelas-jelas selingkuh dan mengaku mencintai laki-laki itu, tapi dia juga bilang dia takut kehilangan Arya, apa kamu pikir dia itu tidak plin plan?, dia mempermainkan perasaan Arya loh Tom”
Tomy menatap panjang pada Abel, tidak ada yang salah dengan pemikiran Abel, tapi dia juga mengenal Arya, jika Arya masih mempertahankan Mila setelah mengetahui Mila bermain dengan laki-laki lain di belakangnya, itu berarti ada hal lain yang dipertimbangkan oleh Arya.
Disaat Tomy masih memikirkan persoalan tersebut, Arya masuk ke dalam ruangannya. Abel dan Tomy segera melirik ke arah pintu kamar yang terbuka. Ketika Wajah Arya terlihat disana, Tomy kemudian tersenyum, sementara Abel menaruh wajah masam, ‘mau apa dia malam-malam kemari?’ batin Abel.
Arya kemudian mendekat ke arah mereka, “Bel, udah malam, sebaiknya kamu pulang” ucap Arya pada Abel yang membuat Abel bergedik kesal kepadanya.
__ADS_1
“maksud kamu apa?, aku mau disini menemani Tomy” jawab Abel dengan nada tak sukanya.
“besok malam kamu bisa disini lagi, sekarang pulanglah, orang tuamu pasti mengkhawatirkanmu” ucap Arya lagi, Tomy kemudian melirik ke arah Abel, ia sudah paham apa maksud Arya menyuruh Abel pulang malam itu.
“Arya benar Bel, pulanglah malam ini, kamu tampak sangat lelah, tidurlah dengan nyenyak di ranjangmu” ucap Tomy pada Abel, namun Abel balik menatap kesal ke arah Tomy.
“kamu tidak suka jika aku ada disini?” ucapnya dengan polos.
“bukan aku tak suka, tapi jika kamu seperti ini terus, orang tuamu bisa marah kepadaku, dan pernikahan kita bisa mereka batalkan nanti” ucap Tomy dengan nada pelan pada Abel, ia tahu cara itu sudah cukup ampuh membuat Abel menuruti kata-katanya.
Abel melihat Tomy dengan wajah lemahnya, ia membenarkan kalimat Tomy, karena memang orang tuanya sudah cukup sering memperingatkannya untuk tidak berlebihan menjaga Tomy di rumah sakit, apa lagi sampai tidur berhari-hari di rumah sakit.
“pulang lah Bel, aku akan menjaga Tomy malam ini” ucap Arya lagi yang membuat Abel menyerah untuk bertahan.
Abel menatap Tomy dengan cemberut yang membuat pipinya membulat, Tomy tersenyum gemas melihatnya, jika mereka sudah menikah, mungkin Tomy akan mencubit pipi itu sepuas hatinya.
Abel kemudian pamit pulang, dan meninggalkan ruangan itu dengan perasaan sedihnya, ia ingin sekali tetap ada disana bersama Tomy, memastikan Tomy dapat tertidur nyenyak dan istirahat dengan baik, dan menunjukkan kepada tomy bahwa ia sangat mencintai Tomy dan akan setia dengan Tomy apapun keadaan Tomy.
“aku bisa gila melihat wajahnya Arya” ucap Tomy ketika Abel sudah menutup pintu kamar itu. Ia membayangkan betapa gemasnya ia melihat pipi Abel ketika cemberut tadi, kelakuan Abel yang terkadang seperti anak-anak karena tingkah polosnya selalu bisa membuat Tomy tak berhenti memikirkan wajah gadis itu.
“aku tahu itu, oleh karena itu aku tidak akan menjadi gila, agar kamu juga tidak menjadi gila” jawab Tomy yang memutar lagi kalimat Arya itu.
“jadi kamu mau bicara tentang Mila sekarang, aku ingin dengar alasanmu menghilang 3 minggu itu, ini rekormu paling lama untukmu menenangkan diri loh Rya” lanjut Tomy yang membuat Arya menelan salivanya.
Arya menemui Tomy karena hanya Tomy satu-satunya orang untuknya berbagi cerita saat ini, orang yang akan bisa diajak berpikir untuk mencari solusi terbaik dari semua masalahnya.
“kamu benar-benar saudara ku Tom, kamu udah tahu maksudku kesini dengan melihat kedatanganku, tapi ini jauh lebih penting dari pada alasan ku yang pergi 3 minggu” ucap Arya yang tidak menyangka Tomy mengetahui maksud kedatangannya, padahal ia datang tanpa sedikit pun memberi Tomy kabar.
“oke, jelaskan tanpa ada yang kelewatan sedikit pun apa yang lebih penting dari menghilang 3 minggu itu,” pinta Tomy pada Arya, dan Arya hanya tersenyum mendengarnya.
“dia tahu semuanya Tom, dia tahu siapa aku,” ucap Arya memulai ceritanya.
“dia tahu tentang Indra?, kok Bisa” tanya Tomy yang keheranan, ia dan Arya selama ini menutup rapat rahasia tersebut, begitupun orang tua Tomy, mereka menganggap bahwa Arya adalah keluarga mereka, bukan orang lain, tidak pernah ada percakapan tentang seperti apa kehidupan Arya dimasa lalu, mereka menutup rapat mulut mereka seolah kejadian buruk itu tidak pernah menimpa Arya.
__ADS_1
“ini benar-benar sulit dipahami Tom, aku melakukan kesalahan, foto kedua orang tuaku terjatuh dan Mila menemukannya, dan ia mengenali diriku”
“dia mengenali dirimu?, Indra maksudmu”
“kamu ingat, aku pernah mengatakan kalau aku punya janji dengan seseorang yang tidak bisa aku tepati, Mila orangnya Tom, aku sudah menepati janji itu sekarang”
Tomy melepas nafas panjang mendengar itu semua, “dan dia masih ingat siapa dirimu, sehingga dia tahu tentang dirimu yang sebenarnya?” ucap Tomy yang di jawab Arya dengan anggukan.
“apa itu alasan kamu tidak meninggalkannya, sekalipun ia sudah berkhianat?”
“Abel pasti sudah cerita semuanya sama kamu, ini sangat rumit Tom, dia menjalin hubungan dengan anak orang itu, orang yang telah merebut segalanya dariku” ucap Arya dengan lemah pada Tomy.
Mata Tomy membulat mendengar itu semua, satu lagi ucapan Arya yang membuatnya terkejut malam itu “kamu yakin Arya?” dan Arya mengangguk menjawab itu semua.
“ini benar-benar rumit Arya, kamu tidak bisa membiarkan Mila bebas begitu saja” ucap Tomy dengan nada prihatinnya kepada Arya, ia paham, kondisi itu akan sangat menyulitkan bagi Arya.
“ini jauh lebih rumit Tom, Mila belum bisa memilih antara aku dan orang itu, posisiku benar-benar di ujung tanduk Tom, Mila seperti memegang sebuah pisau yang siap menusuk ku kapan saja, aku harus tetap disisinya untuk memastikan bahwa dia tidak menggunakan pisau itu untuk membunuhku” ucap Arya yang menahan sesak di dadanya, ia benar-benar tersiksa dengan keadaan yang seperti tidak adil untuknya.
“dia harus memilihmu Arya, kita tidak punya pilihan lain, jika dia memilih orang itu, itu sama saja kamu memberikan pisau itu ke musuhmu, tidak ada jaminan Mila akan merahasiakan itu semua jika dia memilih orang itu”
“dan ada info dari Ari kalau anak orang itu di jodohkan dengan anak dari Hardi corp, jika itu terjadi, aku tidak akan punya kesempatan sama sekali untuk merebut semuanya” ucap Arya melanjutkan pembicaraannya dengan Tomy, ia sadar ia tak punya banyak waktu berbicara dengan Tomy, Abel selalu ada di sisi Tomy yang membuatnya kesulitan mencari waktu mengobrol berdua dengan dalam pada Tomy, selain itu pekerjaannya juga masih menumpuk di kantor dan ia juga harus bisa memberi sedikit waktu lebih banyak untuk Mila. Membuat ia tidak memiliki waktu lebih untuk membicarakan masalah itu dengan Tomy.
“Hardi corp?, kamu yakin info itu akurat?” tanya Tomy memastikan ucapan Arya.
“ya, itu info dari orang-orang kepercayaan Ari, mereka selalu bekerja sempurna selama ini” jawab Arya yang membuat Tomy melepas nafas kasar mendengarnya.
“Arya, kenapa situasi menjadi sesulit ini, ini berarti kamu harus maju sekarang, atau kamu benar-benar harus melepaskan semuanya” ujar Tomy pada Arya.
Arya sejenak memikirkan Anjani, ia bahkan tidak pernah menyangka teman masa kecilnya itu sekarang berada pada posisi yang berseberangan dengan dirinya.
“sekarang atau tidak sama sekali, jika kamu tidak memanfaatkan kesempatan ini, kamu akan kehilangan segalanya, kamu tidak akan pernah bisa memperbaiki nama paman yang sudah terlanjur dikenal buruk oleh dunia” ucap Tomy yang membuat Arya meringis meratapi keadaan.
“tunggu, Apa Mila tidak tahu masalah perjodohan itu?, kalau dia tahu, pasti dia akan memilihmu kan?” Ucap Tomy yang baru menyadari hal tersebut.
__ADS_1
“aku tidak tahu pasti soal itu, sekalipun ia tahu, dia belum tentu juga memilih aku, dia ada di sisiku sekarang, tapi hati dan perasaannya dipegang oleh laki-laki itu dan Mila mengaku sendiri bahwa dia mudah terperdaya oleh laki-laki itu, aku juga tidak bisa berbuat banyak Tom, perasaan Mila sudah lama ia simpan untuk laki-laki itu, ia bahkan sudah menjalin hubungan yang lama dengannya sebelum menikah denganku, sedangkan aku baru mengenalnya 4 bulan ini, ini benar-benar membuatku takut Tom, bukanlah hal yang sulit membuat Mila berpaling dariku dan pergi ke laki-laki itu dan membantu laki-laki itu mencapai tujuannya ayahnya dan segera melenyapkanku dari bumi ini”
'aku harus pastikan Mila tidak berpaling dari Arya, ini benar-benar berbahaya bagi Arya' batin Tomy