
“kamu mau segera menikah dengan Karina Ri?, tapi kenapa Karina tidak ngomong apa-apa sama aku dan Arya?” tanya Tomy yang kali ini memutar kepalanya pada dokter Karina, sementara dokter Karina menelan salivanya karena bingung.
“kamu bicara apa Ri?. menikah?, apanya yang menikah,? kamu selama ini hanya main-main denganku” ucap dokter Karina setengah marah pada Ari.
“Jika aku melamarmu, apa kamu akan mau menerimaku Karina?, aku tidak mau main-main lagi, aku ingin hubungan yang serius denganmu”
Dokter Karina melihat tajam ke arah Ari, “jangan banyak bicara lagi Ri, jika kamu serius denganku, buktikan saja, aku tak butuh rayuan gombalmu” ucap dokter Karina dengan tegas pada Ari, dan Ari tersenyum mendengarnya.
‘jadi benar kata Arya, cara menaklukkan Karina adalah menikahinya, pantas saja sudah berbusa mulutku merayunya, ia tak bergeming sama sekali padaku’ batin Ari menghirup nafas panjang.
“Kamu yakin mau menikah dengan laki-laki kayak gini Karina?” ucap Tomy mengejek Ari.
“Aku lebih baik dalam urusan mencari perempuan daripada kamu dan Arya Tom, selera kalian tidak setinggi seleraku” balas Ari mengejek Tomy, sementara dokter Karina melengus nafas kesal mendengar percakapan 2 laki-laki itu. Ia sudah berbicara tegas pada Ari tentang niat Ari untuk menikahinya, namun laki-laki itu hanya santai menanggapinya.
Dokter Karina segera menyelesaikan pekerjaannya, setelah selesai dokter Karina sejenak melirik tajam ke arah Tomy, “kamu jangan coba lari lagi seperti tadi pagi untuk menemui Abel, atau kamu akan lama tidur disini” ucap doter Karina penuh intimidasi kepada Tomy,
“aku tidak akan melakukannya Karina, karena Arya pasti akan menemui Abel untukku” ucap Tomy tersenyum membalas sikap dokter Karina.
Dokter Karina menautkan alisnya mendengar ucapan Tomy, untuk sejenak memikirkan maksud ucapan laki-laki itu, ia kemudian bangkit dan bersiap pergi, “aku harus kembali sekarang, aku mau istirahat di rumahku, menghadapi orang-orang seperti kalian hanya akan menguras energiku” ucap dokter Karina datar sembari berjalan ke arah pintu kamar, Ari sejenak tersenyum melihat kepergian dokter Karina.
“apa aku cocok dengan dia Tom?” tanya Ari pelan tanpa mengalihkan pandangan dari dokter Karina yang tengah menarik gagang pintu.
“tobat dulu Ri, baru mikirin hubungan yang serius dengan Karina”
“maksudmu apa dengan Tobat?” tanya Ari heran pada Tomy, “kamu pikir aku akan membiarkan sahabatku itu menikah denganmu begitu saja,”
__ADS_1
“aku sudah berubah Tom, kamu aja yang kelamaan di Bandung, hingga kamu nggak tahu sahabatmu sendiri udah nggak main perempuan lagi” kesal Ari pada Tomy.
‘kalau kamu tahu aku menyingkir ke Bandung untuk melindungi Arya, kamu pasti tidak akan menyalahkanku Ri’ batin Tomy melepas nafas panjang sembari melihat wajah Ari.
“jangan pikiran dulu masalah kamu dengan Abel, apalagi sampai lari dari rumah sakit” ucap Ari yang mengingatkan lagi pesan dokter karina pada Tomy sebelum dokter cantik itu pergi.
“nggak, aku nggak akan mikirin masalah Abel, Arya sudah memikirkannya untukku” ketus Tomy,
*
‘sepertinya besok aku harus nemuin Abel, Tomy pasti sudah menyimpan perasaan untuk Abel hingga ia mau memeluk Abel tadi, aku tidak bisa biarkan masalah ini berlarut lama, apa lagi Abel tampak benar-benar kecewa pada Tomy, ini bisa memburuk jika dibiarkan’ batin Arya yang menatap kosong dokumen kerjanya yang ada di atas meja rias Mila.
‘apa benar kata Karina tadi?, Abel dan Tomy belum saling memahami perbedaan mereka, Tomy bilang ia baru mengenal Abel 4 bulan ini, pasti mereka belum benar-benar saling memahami, apa lagi Tomy juga kaku pada perempuan’ batinnya lagi.
Mila yang sedang membaca buku pelajaran untuk diajarkan pada muridnya besok pergi kini tengah menatap heran melihat wajah suaminya dari atas ranjang tempatnya duduk, Ia melihat wajah Arya yang tampak berpikir panjang dari pantulan bayangan di cermin meja hiasnya, ia kemudian bangkit dan menaruh buku yang ia baca di dekat lampu tidur, Mila kemudian mendekat dan memegang lembut bahu Arya, sentuhan yang membuat Arya tersadar dari lamunannya.
“aku sedang memikirkan untuk menemui Abel besok Mil, ia sedikit salah paham dengan Tomy tadi” ucap Arya datar pada Mila, wajah Mila langsung pias mendengar itu semua, matanya sedikit membulat, tiba-tiba ada rasa khawatir merasuki perasaannya.
“kenapa Mil?, apa ada masalah dengan itu?” tanya Arya yang heran melihat wajah Mila yang berubah.
“nggak ada masalah kok Arya, tapi,,, bagaimana kalau aku saja yang menemui Abel besok?, itung-itung sebagai rasa terima kasihku pada Tomy yang sudah menjelaskan semunya kepadaku” tawar Mila pada Arya dengan masih menatap dalam mata suaminya itu.
Arya kemudian bangkit dan menghadapkan tubuhnya pada Mila, ia menatap dalam mata istrinya itu tanpa melalui pantulan cermin lagi. “emang kamu sudah paham luar dalam siapa Tomy?, aku perlu menjelaskan pada Abel seperti Apa Tomy sebenarnya, seperti Tomy menjelaskan kepadamu seperti apa aku sebenarnya” jelas Arya pada Mila, Mila tersenyum getir mendengarnya, rasa khawatir semakin merasuk ke dalam hatinya, ia kemudian memeluk Arya yang sedang berdiri di depannya itu, ia memejamkan matanya di dada Arya, meresapi hangat tubuh suaminya itu.
‘ya Tuhan, aku takut jika Abel menceritakan seperti apa diriku dulu pada Arya, aku sudah lelah dengan semua masalah ini, aku hanya ingin memperbaiki semua kesalahanku pada Arya, aku ingin belajar mencintainya dan membina rumah tangga kami ini dengan baik’ batin Mila dengan menahan rasa sesak karena khawatirnya.
__ADS_1
“kamu kenapa tiba-tiba memelukku Mil?, apa ada masalah lagi tadi?” tanya Arya dengan nada khawatir.
“nggak Arya, nggak ada, aku hanya sedang ingin memelukmu” ucap Mila mengelak dari rasa khawatirnya.
“kenapa istriku ini mesum sekali kepadaku?, dari dulu kamu selalu memeluk ku duluan” ucap Arya yang ingin menggoda istrinya itu.
Wajah Mila langsung memerah karena malu mendengar ucapan Arya, ia langsung mendorong tubuh Arya dan naik ke ranjang, ia kemudian berbaring dan menarik selimut sembari membelakangi Arya tanpa berbicara apapun, Hal itu membuat Arya bingung seketika, ‘apa dia marah?’ batin Arya.
Arya menarik nafas panjang dan kemudian naik ke ranjang, ia berbaring ke arah Mila dengan menatap dalam punggung gadis itu.
“Mil, kamu marah karena kata-kataku tadi?” tanya Arya pelan.
Mila hanya diam mendengar ucapan Arya, ia bingung harus menjawab apa, ia tidak mungkin berkata betapa malunya ia mengingat kata Arya tadi, ia sadar bahwa ialah yang selalu memeluk Arya duluan selama ini, ‘astaga, kenapa selalu aku yang nyosor duluan sih’ batinnya menahan kesal atas sikapnya sendiri.
Arya kembali melepas nafas panjang karena Mila masih tak menyahutnya, ‘tuh kan, perempuan memang sulit untuk dimengerti’ batinnya sembari memejamkan mata.
“Arya” gumam Mila pelan sembari memejamkan matanya menahan malu atas apa yang ingin ia katakan selanjutnya.
“ada apa Mil?” jawab Arya dengan kembali membuka matanya,
“istrimu ingin tidur dipeluk olehmu malam ini” jawab Mila menahan malu, tapi ia benar-benar ingin tidur dipeluk Arya malam itu, ia ingin merasakan kehangatan tubuh suaminya seperti sebelumnya saat pertama kali mereka tidur bersama, kehangatan sentuhan yang selalu ia rindukan dari seorang laki-laki, kehangatan yang tidak pernah ia dapatkan dari ayahnya, dari abangnya dan hanya sedikit kehangatan yang ia rasakan dari kakeknya.
Arya menarik nafas panjang, ia mendekat ke tubuh Mila dan memeluk istrinya dengan tangan gemetar, entah mengapa ia merasa canggung melakukan itu, padahal Ia sudah berkali-kali merasakan tubuh Mila memeluk tubuhnya.
Arya mencium dalam kepala Mila dari belakang dibalik jilbab tipis yang dikenakan Mila, sebenarnya ia ingin sekali menggoda Mila lagi, namun niat itu ia urungkan, ia takut Mila akan bertambah marah kepadanya.
__ADS_1
"tidurlah Mil, suamimu juga ingin tidur memelukmu mala mini”