Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Dimana Arya?


__ADS_3

“aku tidak bisa banyak bicara dok soal masalah Arya, ini masalah rumah tangganya” jawab Abel yang membuat mata dokter Karina membelalak kaget,


“rumah tangganya? apa maksudmu Arya sudah menikah”


Abel melirik aneh ke arah dokter Karina, “bukankah dokter sudah lama mengenal Arya?, Apa dokter tidak tahu kalau Arya sudah menikah?”


deg,,,deg,,, dokter Karina menelan salivanya, tubuhnya terasa gemetar, dunia terasa runtuh seketika mendengar kabar itu.


“dok, anda tidak apa-apa?” Abel mulai merasa aneh dengan tingkah dokter Karina yang tampak gemetar mendengar kabar Arya sudah menikah, ‘kenapa dia seperti ini?, bukankah ia pacarnya Ari?’ batin Abel yang takut salah menduga atas reaksi dokter Karina,


“sepertinya saya harus kembali ke ruangan” ucap dokter Karina dengan gugup, ia kemudian segera meninggalkan ruangan Tomy dan membuat Abel terpaku dengan wajah herannya,


Dokter Karina berjalan sempoyongan menuju ruangannya, lututnya terasa lemas tak percaya dengan apa yang ia dengar, ‘Arya sudah menikah?, tidak,,, tidak mungkin, ya Tuhan, mengapa ini terasa menyakitkan sekali’ batin dokter Karina dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


*


Sementara itu, di perusahaan 3A Sahabat Arbi sedang marah-marah di ruang rapat pimpinan perusahaan, ia menatap tajam ke setiap orang yang ada di ruangan itu,


“apa-apaan ini, kenapa bisa menurun drastis seperti ini hasil kerja kalian?” semua orang yang ada di ruangan itu menunduk, termasuk Ari dan Rita, sejak Arya tidak masuk kantor, banyak rancangan yang tidak bisa diselesaikan tepat waktu, selain itu juga ada beberapa klien yang membatalkan kerja sama karena merasa tidak puas dengan rancangan yang ditawarkan.


“kenapa diam?, apa nggak ada yang mau tanggung jawab atas ini semua?” teriak Arbi lagi dengan penuh amarah,

__ADS_1


“Rita, mana Arya, ini sudah lewat 2 minggu ia tidak masuk kantor” Arbi berbicara dengan penuh marah dan menatap tajam ke arah Rita yang masih menunduk disana.


“maaf pak, saya sudah berusaha menghubungi pak Arya, tapi telfonnya tidak aktif sama sekali, saya juga sudah berbicara dengan keluarganya, tapi mereka juga tidak tahu” jawab Rita, walaupun ia tidak benar-benar bertanya pada Mila, tapi dia sudah tahu jawabannya ketika melihat Mila mencari Arya ke kantor waktu itu.


“Ari, ada masalah apa dengan Arya?, kenapa dia menghilang kayak gini?, bikin kacau semuanya” Arbi kali ini bernada dingin ketika berbicara dengan Ari, ia tahu tidak bisa menghadapi Ari dengan nada marah, toh itu hanya akan menimbulkan masalah baru nantinya, ia paham betul jika nada marah akan memancing Ari untuk ikut marah kepadanya.


Mendengar pertanyaan Arbi, semua orang di ruang itu menatap ke arah Ari, mereka semua sebenarnya juga penasaran dengan masalah Arya yang membuat Arya menghilang lama seperti itu, biasanya seberat apa pun masalah Arya, laki-laki itu akan hilang paling lama 3 hari untuk mendaki gunung menenangkan pikirannya. Termasuk Rita yang juga tidak tahu apa masalah Arya juga menatap Ari berharap laki-laki itu akan menceritakan semuanya.


Ari sejenak terdiam, ia sadar menjadi pusat perhatian semua orang disana, ‘percuma juga aku bicara tentang masalah Arya sama mereka, sama Rita atau Arbi juga, toh mereka juga nggak akan bisa menemukan Arya, aku saja sudah 2 minggu mencarinya tidak ketemu, orang-orangku juga tidak bisa menemukannya, apa lagi mereka’


“Masalahnya terlalu privasi bi” jawab Ari yang masih menunduk, Arbi melepas nafas kesal atas jawaban Ari, selama ini ia memang tidak mau ikut campur masalah pribadi sahabat-sahabatnya, tapi sekarang masalah pribadi itu telah mengacaukan keadaan finansial perusahaan yang mereka rintis.


“wakil dari Hardi corp, nona Anjani ingin bertemu Arya untuk mendiskusi beberapa design rancangan itu, setelah itu baru ia mau tanda tangan kontrak” jawab Ari lagi dengan masih menunduk.


Arbi memejamkan mata menahan emosinya mendengar jawaban Ari, ia sadar betul nyawa dari perusahaan itu adalah Arya, rancangan Arya selalu sukses menarik perhatian para pemodal besar, dengan rancangan Arya juga, 3A Sahabat dikenal sebagai perusahaan kontraktor dengan karya yang selalu menghadirkan nilai-nilai unik terbaru.


“Bian corp gimana Ri?, peluang kita menang cukup besarkan?” tanya Arbi lagi,


“hasilnya keluar bulan depan, dari perhitunganku kita seharusnya bisa menang di sayembara itu”


Ari melepas nafas panjang, ia merasa gagal sebagai sahabat, ‘andai saja malam itu aku tidak membiarkan dia pergi sendiri, mungkin dia tidak akan hilang seperti ini’ kesal Ari pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara Rita hanya bisa mengusap matanya dengan penuh frustasi, ia yang merupakan sekretaris pribadi Arya sama sekali tidak tahu kemana Arya pergi, ia bahkan merasa malu ketika harus menjawab pertanyaan Arbi dengan jawaban seperti tadi, selain itu ia juga sering di desak oleh asisten pribadi Anjani agar segera menyusun jadwal pertemuan Arya dengan Anjani, karena Hardi corp sudah siap untuk mengucurkan dana pembangunan projek tersebut.


‘astaga Arya, kamu kemana sih?, ini benar-benar membuat ku pusing’ batin Rita.


*


Siang itu Mila memilih cepat meninggalkan sekolahnya, ia segera menuju ke rumah sakit tempat Tomy dirawat seorang diri, rasanya ia sudah tidak sabar lagi melihat Tomy, dan jika Tomy sudah sadar, ia ingin segera bertanya dimana Arya berada, dan juga sebuah pertanyaan penting yang sudah 2 minggu ini ia simpan seorang diri, pertanyaan tentang Indra dan juga Arya.


Sebuah harapan besar tengah terpatri di hatinya, harapan bahwa pangeran yang sempat putus asa untuk ditunggunya itu adalah Arya. Sejak bertemu dengan Indra hari itu, Mila selalu menanti kepulangan Indra, ia sama sekali tidak tahu dengan peristiwa yang terjadi pada keluarga Gibran adinata saat itu, hingga akhirnya ketika ia SMP dan mulai mengenal internet, ia mulai mencari nama Indra adinata pencarian internet, dan disaat itulah ia membaca banyak artikel tentang betapa sadisnya seorang Gibran adinata membunuh istri dan anaknya, dan bahkan anaknya yang bernama Indra adinata, pangeran masa kecil Mila tidak pernah ditemukan jasadnya.


Berita-berita itulah yang membuat Mila putus asa pada harapannya, harapan akan bertemu dengan pangerannya lagi. Mulai hari itu juga ia memutuskan untuk melupakan Indra adinata di hidupnya, karena ia merasa bahwa harapan itu tidak akan terwujud lagi.


Namun sebuah angin surga datang menerpanya, ketika ia menemukan 2 foto yang tersimpan di buku biru Arya, 2 foto dan buku biru yang saat ini ia simpan layaknya barang berharga. Harapannya Arya adalah pangeran surganya, karena ia ingat betul Arya pernah mencium kedua foto itu, dan ketika ia bertanya itu foto siapa, Arya menjawab itu adalah foto orang tuanya.


‘mungkin Arya dan Tomy tidak benar-benar bersaudara kandung, toh mereka memang selalu meributkan siapa yang lebih tua dari mereka, jika mereka bersaudara kandung tentu mereka tidak perlu meributkan masalah seperti itu’ batin Mila ketika meyakinkan dirinya bahwa Arya adalah Indra, pangeran masa kecilnya.


Mila sudah berdiri di depan ruangan Tomy, ia kemudian melepas nafas panjang sebelum masuk ke ruangan Tomy, ia harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi Abel yang mungkin masih marah kepadanya.


Pintu itu terbuka, dan Mila dengan segenap keberaniannya masuk ke dalam ruangan Tomy, namun bukan Abel yang ia lihat disana, ia melihat seorang dokter yang juga berjilbab panjang tengah duduk di kursi di samping ranjang Tomy.


Dokter Karina kemudian melihat ke arah Mila yang masuk ke dalam ruangan itu, untuk sejenak ia bingung dengan kehadiran perempuan bercadar yang masuk ke ruangan Tomy, hingga akhirnya ia dapat mengenali Mila adalah perempuan yang duduk tersungkur di depan ruangan Tomy ketika ia selesai memeriksa Tomy beberapa waktu lalu.

__ADS_1


__ADS_2