
Ari baru saja menyelesaikan sejumlah pekerjaannya, ruangannya yang sama besarnya dengan ruangan Arya tertata tak kalah rapi dengan ruangan Arya, disana juga terdapat dinding kaca yang menghadap ke lautan pantai utara Jakarta, pemandangan yang akan terlihat indah saat senja dan menjelang malam, karena kerlap kerlip lampu gedung-gedung tinggi ibukota akan terlihat jelas dari dinding kaca itu.
Ari memasukkan sejumlah dokumen ke dalam tas kerjanya, ia kemudian mengeluarkan kunci motor Arya dan tersenyum melihatnya,
“kita sudah bersahabat lama Arya, kita sudah melalui banyak hal, kita sudah mendaki banyak gunung, kita juga menjelajahi banyak tempat bersama-sama, kita sudah saling mengenal satu sama lain, saling menjaga dan melindungi, gue sama sekali tidak pernah ikhlas saat dia menginjak -nginjak harga diri lo di depan gue, gue tahu sebesar apa hati lo memaafkan dia, tapi tidak dengan gue, harga diri lo jauh lebih besar dari apa pun, bahkan dari harga diri gadis itu” gumam Ari tersenyum sinis.
Sesaat kemudian tiba-tiba saja pintu ruangan Ari terbuka tanpa ada yang mengetuk, ia pun melepas nafas berat seketika, Arbi masuk ke ruangan itu dengan berjalan gontai melihat sahabatnya yang memegang kunci motor Arya.
“lo udah tahu Arya pergi sama Tomy?” ucap Arbi dengan santai dan kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan Ari, ia menyandarkan tubuhnya disana sembari sejenak memejamkan matanya.
“udah,” jawab Ari dengan singkat.
“gimana cipta rakarsa?, udah pasti tamat?” tanya Arbi dengan nada santainya.
“jika semua lancar sesuai rencana gue, perusahaan itu pasti habis, lagi pula kalau gue gagal, lo udah punya planning lainkan” jawab Ari kemudian duduk di samping Arbi.
“jangan begitu Ri, gue aja malu untuk menjalankan planning gue, planning gue terlalu kotor, apa lagi untuk level pengusaha seperti kita”
“dendam ya dendam Bi, kotor atau tidak, yang penting balaskan dulu” ucap Ari dengan santai.
“planning gue mungkin nggak bisa menghancurkan perusahaan itu, tapi bisa menghancurkan hidup laki-laki itu, karir dan keluarganya sudah pasti hancur karena itu” jelas Arbi pada Ari.
“lo belum ada berbicara dengan Arya sejak mengetahui pernikahannya kan?”
“belum, gue masih menunggu ending hubungan Arya dengan istrinya itu, apa lagi dia sampai pergi 3 minggu, gue pikir semuanya akan selesai, tapi kemarin istrinya datang kesini sama seorang perempuan untuk mencari Arya, apa mereka sudah baikan?” ucap Arbi pada Ari.
“gue sebenarnya merasa aneh soal ini, seharusnya saat Arya kembali, dia pasti akan menceraikan istrinya itu, gue tahu Arya bisa memaafkannya, tapi untuk menerima kembali perempuan itu sebagai istrinya, itu yang gue heran, sebaik -baiknya Arya, dia pasti tidak akan menerima kembali perempuan seperti itu,” ucap Ari dengan nada penasarannya.
__ADS_1
“gue nggak mau ikut campur masalah Arya dan istrinya, bagi gue laki-laki itu hancur sudah cukup buat gue, tapi dari yang lo katakan, sepertinya ada yang disembunyikan oleh Arya dari kita”
“Dari masa kuliah gue mengenal Arya, dia benar -benar banyak misteri, apa lagi dia cuma anak angkat di keluarga Tomy, sepertinya ada sesuatu di masa lalunya yang tidak mau dia ungkap kepada kita” ucap Ari dengan nada lelahnya.
“jangan pikirin masalah itu, kan dia sendiri yang mengaku trauma dengan masa kecilnya dulu, Tomy aja nggak mau bahas-bahas masalah itu karena takut Arya bisa down” ucap Arbi dengan santai.
“gue jadi ingin balik ke masa -masa kuliah kita dulu, rasanya jauh lebih akrab dari persahabatan kita yang sekarang, apa lagi sejak Arya menikah dan Tomy juga sudah 3 tahun di Bandung” ucap Ari yang sejenak memejamkan matanya.
“ya iyalah, Arya sudah punya mainan baru dirumahnya, udah dapat surga dunia dia dari istrinya, nah kita, masih gini-gini aja” ucap Arbi tertawa tipis.
“Arya minta gue menyelamatin rumah istrinya, dia bahkan takut kehilangan istrinya itu karena masalah bisnis ini bi,”,,, “kalau itu bisa membuat Arya senang, kenapa nggak” ucap Arbi pada Ari.
“gue tahu perempuan seperti apa istrinya itu, perempuan seperti dia tidak punya pendirian sama sekali, mudah terombang ambing oleh keadaan, tapi buat gue itu tidak terlalu masalah, yang menjadi masalah adalah apa yang ia lakukan pada Arya, itu yang tidak bisa gue terima”
“gue sudah lihat istrinya kemarin, dari sorot matanya, dia orang baik kok,”
“lo benci amat sama dia kayaknya” ucap Arbi melirik ke arah Ari yang masih memejamkan matanya.
“kalau lo mendengar apa yang dia ucapkan hari itu, lo pasti akan jauh lebih benci sama dia dari pada gue” jawab Ari.
“untung aja gue nggak dengar, kalau gue dengar, gue udah maki-maki Arya karena kebodohannya itu, dan saat gue lihat perempuan itu, gue akan seret dia seperti sampah keluar dari perusahaan ini” ucap Arbi tak kalah sinis dengan ucapan Ari.
"lagian kalau lo nggak suka pada istri Arya itu, kenapa lo nggak biarkan aja cowoknya itu menidurinya, kalau perlu lo bantu cowok itu untuk tidur dengannya, cowoknya itu cuma ingin itu kan, jika itu sudah terjadi, pasti Arya akan menceraikannya, lo nggak perlu kirim orang menjaga dia dan mengkhawatirkan masalah rumah dia itu seperti ini" ucap Arbi masih dengan santai, ia memang telah tahu hubungan Mila dan Arnes sejak Ari tahu semuanya, namun ia memilih diam tak mau ikut campur masalah rumah tangga Arya seperti yang dilakukan Ari.
"jika itu terjadi saat perempuan itu menjadi istri Arya, Arya pasti akan hancur dan merasa bersalah karena tidak bisa menjaga istrinya, ia pasti akan merasa kehormatannya ikut hancur Bi, lo kayak nggak tahu aja seperti apa pikiran Arya, lagi pula istrinya bukan perempuan kayak pacar lo itu, yang bisa tidur dengan banyak orang, padahal lo sendiri tidak pernah tidur dengannya, istri Arya akan hancur jika melakukan hal seperti itu, dan Arya akan jauh lebih hancur karena itu, gue nggak mau lihat sahabat gue hancur, dan seharusnya lo udah tahu itukan" jelas Ari.
"iya gue tahu, tapi gue rasa Arya pasti bisa bangkit, yang penting kan dia pisah dulu dengan perempuan itu, dan itu, lo ngikutin Rika juga?" tanya Arbi yang curiga karena Ari tahu kelakuan Rika pacarnya.
__ADS_1
"iyalah, lo pikir gue nggak jagain kehormatan lo juga, jangankan Rika, Abel aja gue awasin, gue nggak bakalan biarin kalian semua dapat cewek yang salah" ucap Ari dengan santai.
"lo benar-benar bekerja dengan baik, dan pantas aja lo tahu gue udah ada planning lain untuk menghancurkan laki- laki itu" puji Arbi pada Ari.
"sebaik-baiknya gue ngawasin kalian, tetap aja gue kecolongan sama pernikahan Arya, hidupnya terlihat datar aja, gue juga rutin mendaki dengannya, jadi gue nggak mikirin yang aneh-aneh tentang Arya, eeh tahu-tahu dia udah nikah," ucap Ari melepas nafas kasar.
“gue lusa mau ke beberapa daerah untuk beberapa hari, sejumlah projek kita yang sudah selesai akan segera diresmikan, sekalian melihat-lihat lahan untuk projek baru dan memantau beberapa projek yang berjalan, dan gue punya tugas khusus buat lo” ucap Ari dengan kembali membuka matanya.
“tugas khusus?”,,,, “iya, misteri yang lain dari Arya” jawab Ari dengan singkat.
“gue suka seperti ini, bersahabat dengan Arya benar -benar membuat gairah hidup gue meningkat” ucap Arbi tersenyum.
“Ada orang dari Adinata group yang mengawasi dia, bahkan sampai mengambil darahnya Arya untuk tujuan tertentu, sepertinya kita dapat permainan baru lagi sekarang” ucap Ari yang ikut tersenyum mengatakannya.
“Adinata group, serius lo?, itu perusahaan besar Ri, bisa hancur kita melawan mereka” ucap Arbi tak percaya.
“hancur?, yang benar saja, kita bertiga, tambah lagi dengan Tomy, kita sudah bisa membangun perusahaan sebesar ini tidak sampai 5 tahun lo Bi, ini permainan strategi, yang kecil bisa menghancurkan yang besar” jelas Ari dengan penuh gairah pada Arbi.
“gue udah kirim orang gue untuk menyelidikan masalah ini, tapi lo tahu sendirikan, perusahaan sebesar itu, pengamanannya juga kuat, lo harus bekerja dengan cara lain untuk ini” lanjut Ari pada Arbi.
“cara gue ya nanya langsung sama Arya, emang ada yang lain apa?”
“tapi Arya juga nggak tahu masalah ini, dia nggak sadar sama sekali darahnya di ambil”
“tapi mungkin dia tahu alasan darahnya diambil” kerus Arbi
Ari tersenyum mendengar ucapan Arbi, “kok gue nggak kepikiran sampai kesitu ya” jawab Ari dengan polos.
__ADS_1
“lo aja yang terlalu fokus sama pertahanan lawan, sampai lupa dengan kekuatan sendiri” ucap jawab Arbi.