Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Tidak Mungkin


__ADS_3

Irman langsung pulang ke rumahnya setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Ari. Ketika sampai di rumahnya, ia melihat mobil Vanessa yang terpakir di halaman rumah itu, saat ia memasuki rumah melalui pintu teras samping, pintu itu terkunci dan suasana di dalam rumah tampak sepi. Irman segera mengeluarkan kuncinya dan memeriksa ke dalam, ia memeriksa kamar Mila yang terkunci.


Irman berkali-kali menggedor-gedor pintu kamar itu, namun tidak ada sahutan dari dalam, ‘apa Mila sudah ke sekolah?’ batinnya.


Ia menuju ke kamarnya di lantai 2 untuk mencari Vanessa, dan sama halnya, pintu kamarnya terkunci, ia kemudian membuka ponselnya dan mencari aplikasi chatting. ia mencari pesan dari Vanessa yang telah menumpuk karena tidak pernah ia buka sama sekali, di pesan terakhir yang dikirm Vanessa, ia membaca permintaan izin dari istrinya itu untuk ikut bersama Arya dan Mila ke kampung Arya.


“kampung Arya?, laki-laki laknat itu membawa adik dan istriku ke kampungnya, dia benar-benar ingin kubunuh” gumamnya menahan amarah.


'bisa-bisanya aku tertipu oleh laki-laki itu, sampai-sampai aku mempercayainya untuk menjaga adikku sendiri’ batinnya menahan marah.


Mila sedang merapikan beberapa barangnya ke dalam kopernya, setelah mandi dan membersihkan dirinya, ia memilah beberapa pakaian yang akan ia cuci hari itu, mereka tidak membawa banyak pakaian, sehingga pakaian yang baru dipakai harus langsung dicuci agar bisa dipakai kembali.


Ditengah kesibukannya, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, ia segera mengambil ponsel yang ada diatas bantal tidurnya. ‘bang Irman, tumben dia nelfon’ batin Mila yang heran membaca nama kontak yang menelfonnya,


“assalamualaikum bang” ucap Mila yang seketika membuat Vanessa yang tengah berbaring sembari bermain ponsel langsung melihat ke arah Mila.


“mana Arya, aku berkali-kali menelfonnya, sama sekali tidak diangkatnya” ucap Irman dengan nada dinginnya.


Mila sejenak berpikir tentang ponsel Arya, ‘emang dia lagi nggak megang ponsel apa?’ pikirnya.


“aku nggak tahu bang, emang ada apa?, nanti kusampaikan pesan abang sama dia” jawab Mila dengan santai, Mila dengan jelas dapat mendengar Irman melepas nafas panjang di ponselnya itu.


“kamu dimana sekarang?” tanya Irman menahan rasa marahnya.


“di kampung Arya bang, aku menemui keluarganya disini” jawab Mila masih dengan santai yang membuat Irman benar-benar termakan rasa marah.


“dimana selama ini Arya bekerja?” tanya Irman dengan rasa marah yang ia tahan.


‘kenapa bang Irman tiba-tiba bertanya tentang perusahaan Arya, apa ada masalah dengan itu?,’


“dimana Mil? kenapa kamu diam?” tanya Irman yang tidak mendengar jawaban Mila.

__ADS_1


‘apa memang ada masalah? kalau tidak, kenapa Arya harus berbohong waktu itu kepada ibu soal pekerjaannya?, apa itu untuk melindungi dirinya juga dari orang-orang Adinata group, tapi apa hubungannya Adinata group dengan perusahaan Arya dan keluargaku’ batin Mila lagi bertanya-tanya.


“Arya kan cuma kerja serabutan bang, abang kan tahu sendiri” ucap Mila menjawab pertanyaan Irman.


“kamu disuruh berbohong kepadaku sama dia, apa sekarang kamu juga ingin menghancurkan perusahaan keluarga kita?,” ucap Irman dengan nada penuh emosionalnya.


“menghancurkan perusahaan keluarga kita?, abang ini bicara apa?” tanya Mila yang kebingungan dengan pembicaraan abangnya itu. Sementara Vanessa seketika menelan salivanya mendengar itu semua.


“kamu tidak tahu apa-apa tentang apa yang dilakukan oleh perusahaan Arya, atau jangan-jangan selama ini kamu hanya dimanfaatkan oleh laki-laki itu”


“abang ini bicara apa sih?, kemarin nyuruh Arya untuk menjagaku, sekarang abang malah bicara kayak gini” ucap Mila dengan kesal.


“dia sudah menghancurkan perusahaan kita, dia cuma manfaatin kamu buat menghancurkan perusahaan kita, perusahaannya itu ingin menghancurkan keluarga kita Mil, apa kamu tidak sadar selama ini kalau kamu Cuma dimanfaatin sama dia?” ucap Irman di balik telfon Mila.


“abang ini ngaco deh, jangan bicara seperti itu, aku nggak suka” jawab Mila dengan kesal.


“kamu tahu kenapa dia membawa kamu pergi?, karena dia ingin kita kehilangan semuanya, rumah ini akan disita oleh bank, mobil kita akan disita juga, perusahaan kita akan tutup, kita tak punya apa-apa lagi, dan ini semua karena ulah Arya dan teman -temannya, kamu tidak sadar selama ini hanya dimanfaatkan sama dia untuk menghancurkan perusahaan kita, ini permainan bisnis Mil, apa kamu tidak mengerti?” ucap Irman dengan emosional yang membuat Mila menelan salivanya seketika.


“kamu masih saja naïf seperti dulu Mil, laki-laki itu semuanya sama, mengejar harta dan kekuasaan, perempuan sepertimu hanya jadi mainan buat Arya, jika perusahaan kita sudah hancur, kamu pasti akan dibuang sama dia, sekarang kamu pulang, aku tunggu di rumah, cuma kamu yang bisa menyelamatkan keluarga kita sekarang Mil” ucap Irman penuh penekanan.


“nggak, abang bohong, aku tahu seperti apa suamiku” jawab Mila dengan penuh emosinal.


“jangan naïf lagi Mil, aku abangmu, hanya aku yang akan melindungimu disini, dia hanya akan menghancurkan hidupmu, apa kamu tidak sadar, semua teman-temannya membencimu, itu karena mereka hanya ingin memanfaatkanmu, sekarang kamu pulang, selamatkan keluarga kita dari laki-laki laknat itu,” ucap Irman lagi.


‘mana mungkin Arya seperti itu' batin Mila yang membuat matanya mulai berkaca-kaca.


“nggak bang, aku..” ucapan Mila terhenti seketika.


“apa kamu mau menjadi seperti ibu?, dia hanya akan memperlakukanmu seperti ayah memperlakukan ibu, bahkan lebih dari itu, aku ini abangmu, aku tidak ingin kamu menjadi seperti itu, sekarang ayo pulang selamatkan keluarga kita” ucap Irman penuh penekanan pada adiknya itu.


“tapi Arya ,,,,” ucapan Mila seketika terpotong.

__ADS_1


“pulaaangg” teriak Irman dengan keras yang membuat ponsel Mila itu jatuh seketika karena ia tersentak kaget oleh teriakan itu, teriakan yang juga dapat di dengar oleh Vanessa dan Abel di telinga mereka. Vanessa segera memeluk Mila yang tampak sedih dan ketakutan.


“ada apa Mil?” tanya Vanessa dengan nada penuh kekhawatiran. Mila memeluk erat kakak iparnya itu menahan rasa takutnya, ia benar-benar dibuat ketakutan oleh suara Irman yang penuh amarah kepadanya.


“kak” gumam Mila menahan rasa sesak di dadanya.


“ada apa sayang? bicara sama kakak” jawab Vanessa dengan pelan.


“Arya nggak mau menghancurkan keluarga kita kan kak?, Arya nggak amu manfaatkan aku untuk kepentinganya kan kak, bang Irman bohongkan kak” ucap Mila dengan suara gemetarnya.


Vanessa menelan salivanya seketika, ‘ya Tuhan, apa yang terjadi, apa bang Irman sudah tahu semuanya’ batin Vanessa.


“kak, aku sayang sama Arya, dia tidak mengkhianati kitakan kak?” ucap Mila lagi.


Abel melihat itu dengan pikiran penuh selidik. 'ada masalah apa lagi Mila dengan Arya’ batinnya, ia mendekat ke arah Mila dan mengusap bahu sahabatnya itu.


“kamu nggak boleh menuduh Arya mengkhianatimu Mil, kamu sudah lihat sendiri seperti apa keluarga ini, mana mungkin Arya seperti itu” ucap Abel yang berusaha menenangkan Mila, walau dia sendiri tidak tahu masalah apa yang terjadi disana.


“benar kata Abel dek, jangan memikirkan hal yang macam-macam tentang Arya, bukankah kamu bilang kamu tidak ingin kehilangannya, jadi jangan berpikir negatif dulu, nanti bisa jadi masalah lagi Mil” lanjut Vanessa.


Mila menarik nafas dalam dan menenangkan dirinya, ‘Arya tidak seperti itu, dia tidak mungkin ingin menghancurkan keluargaku, dia sudah berjanji akan menggenggam tanganku dengan erat, mana mungkin dia ingin menghancurkan keluargaku, dia tidak memanfaatkanku untuk kepentingan perusahaannya, dia tidak akan membuangku, dia selalu menepati janji-janjinya, Tuhan tolong jaga rumah tanggaku’ batin Mila menahan rasa takutnya.


.


.


.


.


jangan lupa like, komen dam votemya ya,😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2