Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Karena Kamu,,


__ADS_3

“gue udah ketemu ayah Rita kemarin, dia sekretaris ayah gue dulu, dan sekarang gue butuh bantuan kalian untuk bertemu dengan orang -orang yang dia sebut itu, ayah Rita bilang orang -orang itu akan membantu gue nanti” jelas Arya lagi.


‘ayah kak Rita?’ batin Mila kemudian teringat pada ayah Rita yang masih di penjara.


“ayah Rita sekretaris ayah lo Arya?” tanya Ari yang semakin dibuat bingung oleh keadaan Arya yang tampak abu-abu baginya.


“Iya, Ayah Rita dipenjara karena difitnah, ceritanya panjang lagi, tapi yang jelas ayah Rita sudah memberi tahu gue siapa yang harus gue temui di Adinata group” jeals Arya.


"apa itu rahasia tentang Rita yang juga lo sembunyikan dari kita?" tanya Arbi dengan datar pada Arya.


"Rita itu sekretaris gue, jadi jangan mempermasalahkan yang bukan bagian kalian" jawab Arya.


“oke, berarti ayah Rita ada di pihak kita walaupun dia di penjara” ucap Ari mulai menyusun pion yang akan ia gunakan untuk permainan itu.


“apa gue harus mencari orang lain untuk ke Vietnam dan London, kerja ke luar negeri ini akan memakan waktu lama,” ucap Arbi mempertimbangkan lagi rencananya.


“jangan Bi, itu projek penting buat kita, masih ada Ari dan Tomy disini yang bisa bantu gue” ucap Arya dengan pelan.


Ari menarik nafas panjang, ia sejenak memejamkan matanya untuk memikirkan sesuatu, dan kemudian membukanya kembali, “sekarang jelaskan apa tujuan lo?” tanya Ari dengan datar pada Arya.


Arya mengusap kasar wajahnya dengan tangan yang tidak mengenggeman tangan Mila. Ia kemudian menark nafas panjang, “gue Cuma ingin mengembalikan nama baik ayah gue, tapi sepertinya gue harus merebut apa yang menjadi hak gue disana untuk mencapai tujuan itu” ucap Arya menatap dalam mata Ari.


“ini masih sulit dipercaya, sahabat gue adalah pewaris perusahaan sekelas Adinata group” gumam Arbi yang masih berusaha mempercayai pengakuan Arya.


“gue tahu kalian nggak akan semudah itu percaya sama gue, makanya gue bilang yang gue butuh itu bantuan kalian, gue nggak tahu cara buktiinnya kepada kalian, karena semuanya sudah lama berlalu” jelas Arya.


“sekarang gini deh Arya, kita susun dulu rencana kita ke depan, jika benar darah lo sedang di uji dengan dna Gibran adinata, kita tunggu aja hasilnya, lo benar anak itu atau nggak” ucap Ari menengahi rasa ketidak percayaan Arbi.


Ari yang kemudian menarik nafas dalam mengeluarkan ponselnya untuk menelfon seseorang. “keruangan Arya sekarang” perintah Ari dengan singkat dan kemudaian menutup telfonya.


“lo nelfon siapa Ri?” tanya Arya dengan spontan, ia tidak ingin masalah itu tersebar ke banyak orang.

__ADS_1


“liat aja siapa yang datang nanti” jawab Ari dan setelahnya pintu ruangan Arya terdengar diketuk 3 kali.


Rita kemudian masuk dan melihat ke arah 4 orang yang ada disana, “ada orang yang ingin bertemu pak” ucap Rita menatap mata Arya.


“suruh masuk Ta, kamu juga masuk sekalian,” perintah Ari yang tidak memberi kesempatan Arya untuk berbicara.


Arya kemudian menatap bingung pada Ari, “lo punya rencana apa Ri?” tanya Arya.


“lo bilang ayah Rita di pihak kita kan, jadi Rita akan sangat membantu disini” jelas Ari.


“jangan libatkan Rita Ri, ini sangat berbahaya” jawab Arya dengan cepat dan penuh penekanan.


“liat aja nanti,” ucap Ari yang melihat Rita dan 2 pengawal Mila masuk ke dalam ruangan.


Rita kemudian duduk di samping Ari dan menatap tajam pada Mila, sementara 2 pengawal yang di suruh masuk oleh Ari berdiri di sisi mereka dan memberi hormat.


“kalian?” gumam Mila yang spontan karena kaget melihat wajah pengawal itu.


“sekarang laporkan hasil penyelidikan kalian kepada kami semua” perintah Ari pada 2 pengawal itu.


“siap bos, dewan komisaris Adinata group sudah mengundang para pemegang saham untuk rapat umum pemegang saham, ada beberapa dugaan penyalahgunaan wewenang CEO Adinata yang akan di angkat di rapat itu, beberapa hari lalu seorang direksi perusahaan itu mengalami kecelakaan ketika baru kembali dari luar negeri, dari analisis kami, sepertinya kecelakaan itu sudah direncanakan, kami paham betul permainan seperti kecelakaan itu” jelas salah seorang dari pengawal itu.


“Saya sudah mengawasi dokter yang memeriksa sampel darah tuan Arya bos, sepertinya dokter itu memeriksa sampel itu dengan hati -hati agar tidak diketahui orang lain, 2 malam yang lalu saya lihat dia berbicara dengan serius dengan seseorang tentang sampel itu, dari yang saya dengar mungkin besok atau lusa hasil sampel itu akan keluar, dan juga sepertinya orang yang memeriksa sampel darah tuan Arya itu berada di pihak yang sama dengan direksi yang kecelakaan itu bos” jelas pengawal yang satu lagi.


“di pihak yang sama?, apa itu berarti ada perpecahan di dalam perusahaan itu?” tanya Arbi penuh selidik.


“sepertinya begitu tuan, kami tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih dalam, pengawal Adinata group sangat sulit untuk di tembus” jelas mereka lagi.


Arya menarik nafas dalam, ia kemudian melihat panjang ke arah Ari, ‘lo bertindak lebih cepat dari yang gue kira Ri,’ batinnya.


“ok, kalian keluar lah” ucap Ari memberi perintah, dan 2 pengawal itu memberi hormat dengan kepala sebelum keluar.

__ADS_1


Ketika pintu tertutup, situasi mereka seketika terasa jauh lebih serius lagi. “seperti yang lo dengar, bisa lo analisis apa yang terjadi disana berdasarkan laporan mereka tadi” ucap Ari pada Arya.


Arya menarik nafas dalam, ia kemudian melihat ke arah Rita yang memasang wajah datar di disana. “gue nggak tahu pasti apa yang terjadi disana, tapi yang harus kita pastikan sekarang orang yang memeriksa sampel darah gue itu berada di pihak ayah gue atau tidak, jika mereka berada di pihak musuh gue, mereka akan mencari gue dan membunuh gue Ri,” jelas Arya dengan dada yang kembali terasa sesak menahan rasa takutnya.


“kalau begitu, biar gue yang susun langkah kita disini,” ucap Ari yang kemudian menjelaskan pada semua yang ada disana tentang permainan yang ia susun dengan singkat. “ini langkah awal kita, yang terpenting adalah hasil tes itu, pengakuan lo butuh bukti Arya” tutup Ari pada rencananya itu.


“dan juga lo harus suruh orang-orang lo untuk menjaga Arya dulu Ri, kita beruntung tahu ini semua dari awal, sehingga bisa mengamankan dulu posisi Arya dari orang yang akan membunuhnya itu” lanjut Arbi pada kalimat Ari.


“gue nggak mau melibatkan Rita disini, ini sangat berbahaya” ucap Arya yang masih memikirkan perasaan Rita saat itu, ia sadar akan sangat sulit bagi Rita menghadapi itu semua.


“kalau begitu gue akan kirim orang gue buat jaga Rita untuk menjamin keselamatannya” jelas Ari pada Arya.


“gue nggak mau, biar Tomy yang mencari orang itu, atau gue bisa sendiri kesana” ucap Arya dengan penuh penekanan menentang keinginan Ari.


Ari mengusap kasar wajahnya mendengar suara Arya yang penuh penekanan, “lo adalah Rajanya disini, nggak mungkin lo yang masuk ke area permainan musuh” ucap Ari menatap tajam pada Arya.


Arya kemudian menatap lemah pada Rita, sementara genggamannya di tangan Mila masih erat seperti sebelumnya. Mila masih menunduk disana, ia tidak ingin melihat mata Rita, Ari dan Arbi yang ia rasa belum bersahabat dengan dirinya.


“Ta, kamu bisa menolaknya jika kamu mau” ucap Arya dengan pelan.


“biar aku yang urus masalah itu Arya, kita ikuti permainan yang Ari susun” ucap Rita dengan singkat.


“ya udah, kalau begitu kita jalankan mulai besok pagi, gue harus balik ke ruangan gue, masih banyak kerjaan disana, Arbi juga mau siap-siap berangkat” ucap Ari sembari berdiri.


Rita, Arbi, dan Ari meninggalkan ruangan Arya, meninggalkan Arya yang masih berusaha menenangkan rasa takutnya.


Setelah pintu ruangannya tertutup, Arya melepas nafas panjang, “semua jauh lebih ringan karena mereka” gumam Arya dengan pelan, Mila kemudian melihat ke arah wajah Arya yang tampak masih gelisah, ia kemudian mencium lembut bibir Arya walau dibatasi cadarnya. “apa kehadiranku tidak bisa membuat lebih tenang Arya?” tanya Mila dengan pelan.


Arya menatap dalam manik mata Mila yang melihat sendu ke arahnya. Arya kemudian memeluk Mila dengan dalam, ia lepaskan semua rasa di hatinya di dalam pelukkan itu.


“karena kamu aku punya keberanian seperti Mil, terima kasih sudah ada di sisiku, terima kasih sudah memilihku, aku sayang sama kamu Mil” ucap Arya dengan memeluk erat tubuh Mila, kepalanya ia sandarkan di bahu Mila.

__ADS_1


__ADS_2