
“Mil, berjanjilah kepadaku, kamu tidak akan mengatakan ini semua kepada siapa pun, cukup kamu seorang diri yang tahu masalah Indra,” ucap Arya lagi.
“kenapa Arya? apa alasannya aku harus menyembunyikan tentang dirimu di masa lau?” tanya Mila lagi.
Arya melepas nafas panjang, ia tidak mungkin menceritakan semuanya pada Mila, terlalu sakit baginya menceritakan semuanya, terlalu berat beban yang harus ia rasakan jika kembali menceritakan apa yang mengejar dirinya bertahun-tahun.
“ini demi hidupku Mil, demi masa depanku” jawab Arya, Mila kemudian mengangguk walaupun ia tidak sepenuh paham dengan maksud kalimat Arya, yang ia mengerti ia harus menyimpan rahasia Arya tentang Indra untuk masa depan Arya.
“apa itu berarti kamu tidak akan meninggalkanku?” tanya Mila, ia sekarang merasa menjadi orang yang penting bagi Arya, dengan ucapan Arya barusan, tersirat makna Arya mempercayainya untuk menjaga sesuatu yang sangat penting di hidup Arya, yaitu tentang Indra di masa lalu.
Arya melepas nafas panjang, ‘mana mungkin aku bisa melepasmu sekarang Mil, nyawaku sekarang ada di tanganmu’ batin Arya yang masih menatap wajah Mila.
Tidak ada lagi rasa cinta untuk gadis di depannya itu, yang sekarang ia rasakan hanyalah perasaan iba dan kasihan melihat betapa berharapnya Mila kepadanya, dan juga tentunya rasa takut jika ia melepas Mila dengan keadaan seperti itu, Mila akan membongkar rahasia dirinya kepada Arnes. Keluarga Arnes telah lama menginginkan jasadnya untuk mempermulus jalan Aliando membalikkan seluruh asset perusahaan menjadi namanya.
Arya masih menatap dalam mata Mila, “selagi kamu tutup mulut tentang Indra, aku tidak akan meninggalkanmu” jawab Arya atas pertanyaan Mila.
Mila melepas nafas panjang mendengar itu semua, ‘setidaknya aku masih punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku, aku masih punya kesempatan untuk menumbuhkan lagi kepercayaan Arya kepadaku'.
Arya kemudian bangkit, yang membuat Mila kaget seketika, perasaan takut itu tiba-tiba muncul lagi dihatinya. “kamu mau kemana?” tanya Mila pada Arya sembari mengusap pipinya yang basah,
“tetaplah disini, aku akan ambilkan minum untukmu” jawab Arya sembari melangkah ke arah pintu kamar.
Namun Mila tak mengindahkan ucapan Arya, ia ikut berdiri dan kemudian mengikuti langkah Arya, “aku kan sudah bilang untuk tetap disini” ucap Arya kesal pada Mila yang tak menuruti perkataannya.
__ADS_1
“aku akan ikut denganmu, kalau nggak, nanti kamu malah kabur” ucap Mila sembari tersenyum dengan matanya yang masih sembab dan nafasnya yang masih sesak.
Arya melepas nafas panjang, ia kemudian melangkah keluar dan menuju dapur.
"duduklah Mil” ucap Arya sembari menarik kursi untuk Mila di meja makan, Mila kemudian duduk di kursi itu dan beberapa saat kemudian Arya membawa 2 gelas air dan duduk di depan Mila. Arya meneguk airnya, namun Mila hanya menggenggam gelasnya sembari memperhatikan Arya yang sedang minum.
“apa kamu tidak haus?” tanya Arya yang heran karena Mila hanya menatapnya tanpa meminum air yang ia berikan. Mila menggeleng dan terus memperhatikan wajah Arya yang tampak lelah.
“Minumlah, agar perasaanmu sedikit lega”
“kamu seriuskan tidak akan meninggalkan aku lagi?” tanya Mila yang masih menyimpan rasa takut dihatinya.
“aku sudah jawab tadikan, asal kamu simpan semua tentangku di masa lalu, aku akan tetap disisimu”
Mila kembali melepas nafas panjang, ada perasaan sedih dihatinya mendengar itu semua, ia berharap Arya akan tetap disisinya bukan karena hal itu, karena itu berarti ada keterpaksaan di hati Arya untuk menerimanya.
“Mil, kenapa kamu masih bisa ingat sama aku?, bukankah hari itu sudah lama berlalu, bahkan kita Cuma bertemu sekali lo Mil” tanya Arya yang penasaran pada Mila, ia masih merasa heran pada ucapan Mila yang mengatakan menunggunya bertahun-tahun.
“kamu teman dan sahabat pertama yang ku miliki di hidupku, aku tidak mungkin melupakanmu sampai kapanpun, hari itu pangeranku berjanji akan kembali kepadaku, princessnya, dan aku selalu menunggu mu untuk menepati janji itu, aku beberapa kali merengek pada ibu agar membawa aku ke rumahmu, tapi ibu menolaknya dan malah memarahiku, sampai hari itu ketika aku kelas 2 SMP, aku membaca semua artikel di internet, ayahmu membunuh ibumu dan juga dirimu, dan jasadmu tidak pernah ditemukan” ucap Mila kembali terisak mengingat betapa hancurnya perasaannya saat itu, matanya kembali menitikan air mata.
“aku berharap kepulanganmu kepadaku selama bertahun-tahun, tapi yang kudapati adalah berita itu, hatiku sakit, aku benar-benar putus asa pada harapanku sendiri, sejak saat itu aku sadar aku tidak bisa berharap lagi pangeranku akan kembali padaku, tapi setidaknya aku ingin dapat melihat makamnya, aku ingin berterima kasih kepadanya karena ia pernah hadir dihidupku walau sesaat, dan pagi itu, aku menemukan fotomu di teras dan aku,,,”
“sudah Mil, aku tidak mau mendengarnya lagi” potong Arya yang terbawa perasaan pada cerita Mila, ia tidak menyangka sama sekali, janji yang ia buat dengan sikap polosnya hari itu tidak hanya membayangi-bayanginya selama bertahun-tahun, tetapi juga membuat Mila menderita karena menunggunya untuk menepati janji itu, bahkan baru 22 tahun setalah janji itu dibuat, janji itu baru bisa ia penuhi.
__ADS_1
“kenapa Arya?, apa kamu tidak senang dengan kehadiranku dihidupmu?” tanya Mila yang mulai merasa khawatir karena Arya tidak mau lagi mendengar ceritanya.
“maaf, karena janjiku itu, kamu malah harus menderita bertahun-tahun” ucap Arya dengan nada bersalahnya.
“kenapa harus meminta maaf?, kamu sudah menepatinya sekarang, kamu sudah kembali padaku, dan mulai sekarang kamu harus berjanji padaku untuk tidak akan pernah meninggalkanku lagi” ucap Mila yang membuat Arya menelan salivanya, wajah menunjukkan ekspresi tidak percayanya pada apa yang diucapkan Mila.
“Kenapa?, apa kamu mau pergi dariku? kamu bilang tadi akan tetap disisiku jika aku menyimpan tentang masa lalumu” ucap Mila yang mulai khawatir karena perubahan wajah Arya.
“Mil, aku tidak mengerti dengan dirimu, kamu menginginkanku ada disisimu, padahal kamu mencintai orang lain” Kali ini Mila yang harus menelan salivanya karena mendengar ucapan Arya, nafasnya tercekat di tenggorokan, ia tak tahu harus menjawab apa, toh kenyataannya ia tidak dapat mendustai perasaannya pada Arnes.
Sementara Arya merasa dirinya benar-benar dipermainkan oleh Mila, berkali-kali hatinya disakiti, dan sekarang Mila masih ingin mengekangnya, dan keadaan malah tidak adil untuknya, Mila memegang rahasia yang akan mempertaruhkan nyawanya, dan lebih parah lagi, Mila memiliki hubungan cinta dengan orang-orang yang akan membunuhnya jika mengetahui rahasia itu. Alur takdir benar-benar sempurna untuk menghancurkannya.
Suasana diantara mereka mulai hening, dua insan itu sedang bekerja keras dengan hati dan pikiran mereka,
‘Ya Tuhan, apa sekarang waktunya aku untuk memilih, siapa yang harus ku pilih, apa aku harus memilih orang yang aku cintai, atau orang yang aku takutkan kepergiannya jika meninggalkanku’
.
.
.
.
__ADS_1
.
Kalau kalian milih yang mana?, yang kalian cintai, atau yang kalian takutkan kepergiannya dari hidup kalian.