Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Memaksa


__ADS_3

“sekali saja kamu tidak membantahku, apa salah nya sih Mil?” tanya Arya dengan nada yang berubah menjadi kesal.


Mila masih menunduk, rasa bersalah semakin menyelimuti hatinya. Kenyataannya selama ini ia memang selalu membantah Arya, ‘aku benar-benar istri yang berdosa, aku selalu membantah semua kata suamiku’ sedihnya.


“apa salah seorang istri tidur bersama suaminya dan memeluk suami yang ia rindukan” tanya Mila pelan untuk membela dirinya sendiri.


Arya tersentak dengan pertanyaan Mila, ia sadar, tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Mila, Ia adalah suaminya Mila dan Mila memiliki hak atas dirinya, termasuk untuk tidur dan memeluknya.


'aku yang salah, aku yang belum bisa menerima kenyataan tentang pengkhianatannya, karena itu juga, aku malah mengabaikan apa yang harusnya keberikan untuk istriku sendiri, seharusnya aku tetap menyayanginya sekalipun aku tidak mencintainya lagi, aku selalu menolak untuk tidur dengannya, walaupun ia memohon dan merendahkan dirinya untuk itu, aku bahkan meninggalkannya berminggu-minggu, aku bahkan tidak tahu seperti apa ia selama aku pergi, hingga ia memohon seperti tadi agar aku tidak meninggalkannya lagi, ’ batin Arya yang mulai menilai dirinya sendiri,


‘ya Tuhan, aku tidak ingin menjadi hambamu yang durhaka, yang menyakiti dan melukai hati istriku sendiri, tapi hatiku benar-benar tidak bisa menerima ini semua, dia mencintai laki-laki lain’


“maaf Mil, aku yang salah” ucap Arya pelan, Vanessa dan Mila serentak melirik heran ke arah Arya seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, mata Mila berkaca-kaca,


‘aku yang salah karena aku yang tidak menuruti kata-katanya, kenapa dia yang mengaku salah, ya Tuhan, kenapa begitu lembut sekali hatinya, aku benar-benar tak pantas untuk orang sebaik Arya’ batin Mila menahan sesak.


“aku tak seharusnya mengabaikan hakmu yang seharusnya kamu dapatkan dariku” lanjut Arya masih dengan nada pelannya, ‘jika aku tidak menginginkannya disisiku, aku hanya perlu menceraikannya, aku tak seharusnya mengabaikan kewajibanku sebagai suami dan menyakiti hatinya, aku terlalu larut sama sakit hatiku sendiri sehingga aku berbuat dosa dengan menyakiti dan melukai istiriku sendiri’ batin Arya lagi.


Mila menitikan air matanya lagi, ia benar-benar merasa menjadi perempuan yang paling berdosa saat itu, ia bahkan mengabaikan hak suaminya dan melalaikan kewajibannya sebagai istri tanpa rasa bersalah, dan bahkan ia mencintai laki-lkai lain tanpa tanpa merasa itu salah hanya karena alasan ia mencintai laki-laki itu jauh sebelum mengenal suaminya. ia bahkan dengan egois meminta suaminya untuk mengerti perasaan cintanya pada laki-laki itu, padahal seharusnya perasaan itu sudah harus ia bunuh di hari pernikahannya.

__ADS_1


Arya mencoba menenangkan perasaannya, ia mengambil piring dan mengisinya dengan nasi, kemudian ia mengambil sambal sepotong kepiting merah dan menaruh nasi itu di depan Mila, “makanlah Mil, kamu sepertinya sangat lapar” ucap Arya, ia ingin mengalihkan pembicaraan mereka karena ada Vanessa di situ.


“ini nasi kamu, kok aku yang makan?” tanya Mila yang bingung dengan sikap Arya, Arya kemudian tersenyum pada istrinya, “aku hanya ingin lihat kamu makan dari nasi yang ku ambil” Arya kemudian mengambil piring lagi untuknya, Sementara Vanessa masih memperhatikan sepasang suami istri itu, ia masih menilai seperti apa hubungan yang saat ini terjadi diantara mereka.


“kakak mau ku ambilkan juga?” tanya Arya yang dengan polos, ia seperti tahu apa yang saat ini ada di pikiran Vanessa.


Mila kemudian melihat ke arah Vanessa dengan pandangan tidak sukanya, Vanessa melihat ke arah Mila, ia paham dengan maksud pandangan Mila dan kemudian mengambil piringnya sendiri.


Mereka kemudian makan dalam keadaan hening, Arya selesai makan lebih dulu karena ia hanya mengambil sedikit nasi, sementara Mila dan Vanessa masih lahap memakan makanan mereka yang masih banyak di piring.


Arya sejenak menatap Mila yang masih makan, “kamu sudah tahu keadaan Tomy?” tanya Arya yang membuat Mila membatu dan berhenti dari makannya. Ia teringat ketika Abel dan Ari yang menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi dengan Tomy.


“sudah, tapi aku tidak tahu apa-apa atas apa yang terjadi” jawabnya menunduk, ia tidak tahu sepeti apa pandangan Arya kepadanya sekarang, apakah pandangan marah, benci atau datar, ia sudah keburu takut jika Arya juga ikut menyalahkannya.


Arya kemudian bangkit, ia sadar, selagi Mila masih berstatus istrinya, ia harus melindungi gadis itu, karena itu akan ia pertanggung jawabkan,


“mulai hari ini jangan hubungi dia lagi, jangan temui dia lagi, kamu bisa melakukan apa pun dengan dia jika status kamu bukan istri ku lagi” ucap Arya yang kali ini berbicara dengan nada tegasnya.


Mila masih menunduk diam, nafasnya tercekat, ia merasa tidak ikhlas dengan apa yang diinginkan oleh Arya, ‘andai saja kamu mengerti dengan perasaanku saat ini Arya, apa kamu akan tega seperti ini padaku, memaksaku untuk melepas perasaan cinta seperti ini, ini sangat menyakitkan’.

__ADS_1


Arya melepas nafas panjang melihat Mila yang masih diam, ia kembali dapat merasakan bahwa Mila masih mencintai laki-laki itu.


“mana ponselmu?” tanya Arya dengan mengangkat tangannya ke atah Mila, Mila kemudian mengangkat kepalanya, memberanikan diri untuk menatap wajah Arya, ia dapat melihat Arya menatapnya dengan tatapan datar. “untuk apa?”


“aku akan memblokir dan menghapus nomornya, dan jika kamu berani lagi melakukan apa yang aku larang ini, aku pastikan semuanya akan berakhir” ucap Arya dengan tegas, Mila merasa sesak di dadanya, sekarang Arya benar-benar akan menjadi suaminya yang utuh, tidak akan ada lagi laki-laki lain dihidupnya, Arnes tidak akan lagi bisa menghubungin dan mendekatinya lagi.


Mila dengan lemah mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Arya, dan Arya langsung memblokir dan menghapus kontak Arnes, dan ia juga membersihkan semua chat Arnes pada Mila tanpa membaca isi chat tersebut, karena ia tahu, isi chat itu hanya akan membangkitkan luka di hatinya.


“Apa perlu aku hapus semua media sosialmu agar kamu tidak berhubungan lagi dengannya?” tanya Arya pada Mila,


“apa kamu tidak percaya padaku jika aku tidak akan berhubungan lagi dengannya?” ucap Mila balik bertanya,


“apa kamu pikir aku masih bisa percaya sama kamu?,” ucap Arya yang balik bertanya, mata Mila berkaca-kaca mendengar itu semua, sakit sekali yang ia rasakan ketika mendengar Arya sama sekali tidak mempercayainya.


“jika aku percaya, aku tidak akan melakukan semua ini” lanjut Arya yang semakin membuat Mila sesak.


“Mungkin seumur hidupku aku tidak akan pernah bisa percaya pada orang yang mengkhianatiku karena Aku lihat sendiri seperti apa orang terdekatku hancur oleh orang yang mengkhianatinya” lanjut Arya lagi yang membuat Mila menitikkan air mata.


Arya kemudian menaruh ponsel Mila di atas samping piring Mila.

__ADS_1


“Aku tidak akan menghapus media sosialmu, aku tidak ingin merenggut kebebasanmu, aku rasa sekarang kamu sudah tahu apa pilihan terbaik yang harus kamu pilih” ucap Arya lagi yang membuat Mila semakin merasa sakit.


Vanessa melihat Arya dengan wajah penasarannya, ia mencoba memahami apa tujuan dari tindakan Arya. 'apa dia sudah menunjukkan sikap cemburunya pada Mila?, apa dia benar-benar sudah mencintai Mila lagi?, tapi kenapa secepat ini? apa ia juga merasa merindukan Mila selama ia pergi?' batin Vanessa yang masih menerka-nerka perasaan Arya.


__ADS_2