Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Masih Mengingat


__ADS_3

Pengawal Adinata group yang menjadi orang kepercayaan Haris berjalan tegap menuju ruangan Haris, dengan 2 ketukan di pintu, ia kemudian masuk dengan menatap datar ke arah Haris. Haris tersenyum tipis melihat pengawal itu masuk ke dalam ruangannya.


"mana surat yang diberikan Reny?" ucap Haris dengan nada penasarannya.


Pengawal itu kemudian memberikan kertas yang dititipkan dokter Reny untuk Haris, Haris menerima kertas itu dan melihat kebenaran kabar yang diberikan dokter Reny semalam.


"dia benar -benar tuan muda kita, kamu harus kirim orang kepercayaanmu untuk menjaga tuan muda, awasi tuan muda dari jauh, pastikan keselamatannya” perintah Haris pada pengawal itu.


“baik tuan, akan segera saya kerjakan” jawab pengawal dengan bersikap datar, ia menyembunyikan perasaan senangnya di balik sikap datarnya itu.


Haris kemudian duduk di mejanya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan segera bertemu pak Abdul, Pak Budi, dan Pak Ilham untuk menyampaikan kabar itu, sekaligus menyusun rencana baru untuk mereka ke depannya.


Haris yang sedang menyelesaikan beberapa dokumen di ruanganya mengernyitkan dahi ketika menerima panggilan interkom kantor dari resepsionis.


Ia segera megangkat panggilan itu dan mendengar pesan apa yang disampaikan oleh resepsionis kepadanya


“Rita rahman syahputra, anak dari Tya rahman syahputra?” gumamnya yang mencoba mengingat nama -nama itu. ‘tya,,,rita,,,tya,,rita, rahman syahputra” batin Haris berkali-kali mencoba mengingat siapa pemilik nama itu. ‘Arjun’ batin Haris seketika.


“suruh mereka keruangan saya” perintah Haris pada resepsionis yang menelfonnya.


Selang beberapa lama, pintu ruangan Haris kembali diketuk, Harun dan Rita masuk ke dalam ruangan Haris. Pandangan Haris dan Rita bertemu, sudah cukup lama Haris tidak melihat wajah gadis itu, begitupun Rita, tubuhnya terasa gugup untuk bertemu Haris yang sekarang terasa menjadi musuh keluarganya juga, karena Haris membiarkan ayahnya dipenjara dan tidak peduli dengan nasib keluarganya.


“Selamat pagi om” ucap Rita bersikap sopan kepada Haris, sementara Harun memberi hormat dengan kepalanya kepada Haris.


“kamu putri Arjun?” tanya Haris menatap Rita dengan rasa penasarannya.


“iya om, aku senang om masih ingat dengan ayah” jawab Rita yang kemudian mendekat ke arah meja Haris dan Haris pun berdiri untuk mempersilahkan Rita dan Harun duduk di sofa ruangannya.

__ADS_1


Mata Haris menunjukkan rasa bersalahnya pada Rita atas peristiwa yang telah lama berlalu itu.


“om minta maaf Rita, om tidak bisa membantu ayahmu untuk bebas dari masalahmu, dan waktu itu om juga nggak menyangka jika perusahaan mengambil semua harta keluargamu, ketika om tahu masalah itu, om langsung mencarimu, tapi om sama sekali tidak menemukan kamu dan ibumu” jelas Haris pada Rita tentang apa yang terjadi saat itu.


Rita menarik nafas panjang mendengar ucapan Haris, ia kemudian melepaskan lagi udara yang ia hirup untuk menguatkan dirinya, sementara tangan Harun sudah ada di pinggang Rita, memberikan istrinya itu kekuatan karena harus mengingat lagi apa yang pernah terjadi. “aku kuat kok mas” gumam Rita pada Harun.


“apa dia pacarmu atau suamimu?” tanya Haris yang heran melihat tangan Harun sudah ada di pinggang Rita.


Harun kemudian mengangkat tangannya ke arah Haris, “saya Harun om, suaminya Rita” ucap Harun memperkenalkan dirinya pada Haris.


“saya Haris,” jawab Haris dengan ramah pada Harun.


“om dengar kamu sudah bekerja menjadi sekretaris seorang arsitektur di sebuah perusahaan, om sangat senang mendengarnya, karena kehidupanmu dapat bangkit setelah kejadian itu, apalagi sekarang kamu sudah menikah seperti ini” lanjut Haris yang sekarang menatap dalam ke arah wajah Rita.


Rita tersenyum mendengarkan ucapan Haris, Tuhan masih menyayanginya hingga ia dan ibunya dapat bertahan dan hidup dengan kondisi yang lebih baik.


Mata Haris seketika membulat tak percaya dengan ucapan Rita. “tu,,tuan muda Indra?, apa maksudmu?” tanya Haris yang seakan tersentak mendengar kalimat Rita.


“Tuan muda yang menyelamatkan aku dan ibu om, dan kemarin kami bertemu ayah, dan ayah bilang agar aku menemui om dan om Rahman untuk membantu tuan Indra mengambil lagi haknya yang diambil orang itu” jelas Rita yang masih berusaha untuk tegar, ia masih merasa sesak jika harus kembali mengingat peristiwa yang pernah ia lalui dulu.


Ponsel Haris kemudian berbunyi di kantong saku jasnya, Ia mengusap wajahnya dengan kasar seketika.


Ada nama dokter Reny di layar ponsel tersebut, Haris kemudian segera mengangkatnya. "halo Ren, ada apa?” jawab Haris.


“Ris, ada orang yang mengetahui kalau aku memeriksa sampel itu” ucap dokter Reny dengan nada suara yang terdengar gemetar di ujung panggilan itu.


Pikiran Haris kemudian melayang pada laporan pengawal kepercayaannya yang mengatakan jika ada orang dari perusahaan Arya yang mengetahui jika sampel darah Arya diambil.

__ADS_1


“apa dia 3A Sahabat?” tanya Haris pada dokter Reny. Rita dan Harun kemudian tersenyum tipis, mereka tahu Ari sudah berada di RS Adinata.


“Iya om, dia teman tuan Indra” jawab Rita seketika yang membuat Haris kembali tersentak tak percaya, apa yang ia jalankan dengan diam -diam ternyata diketahui banyak orang seperti itu.


“Haris, dia meminta hasil tes dna itu, dia bilang tuan muda menginginkan hasil tes itu” ucap dokter Reny di seberang telfon itu.


“bilang sama dia, aku sendiri yang akan bertemu tuan muda” ucap Haris sembari menutup ponsel itu.


Haris kemudian menatap tajam pada Rita, ia tak mengira anak sekretaris Arjun memiliki keberanian sebesar itu untuk berbicara dengan nada yang terdengar tegas di telinganya.


“kamu tahu semuanya Rita?” tanya haris penuh selidik pada Rita.


“jadi om yang memeriksa sampel itu, apa aku bisa percaya kalau om bukan musuh tuan Indra yang ingin menghabisinya untuk mengambil alih semua harta tuan Gibran?” tanya Rita juga penuh selidik.


Haris menarik nafas kasar, ia perhatikan wajah Harun dan Rita secara bergantian. “ayahmu dan Rahman adalah korban dari orang itu, dan selanjutnya adalah aku, kami berkorban seperti ini demi keluarga Adinata, apa itu sudah menjelaskan posisiku kepadamu?” ucap Haris memandang penuh wajah Rita.


“apa yang terjadi sama om Rahman om?, tadi satpam bilang om Rahman dirawat di sedang di rumah sakit”


“dia koma, beberapa minggu lalu dia ke laur negeri untuk menemui para pemilik saham, dan ketika ia kembali kesini, dia kecelakaan, aku yakin kecelakaan itu disengaja untuk menghabisi Rahman, sampai sekarang polisi masih menyelidiki kasus itu,” jelas Haris pada Rita, nafas Rita seketika terasa tercekat mendengarnya, dadanya terasa sesak, ia tidak menyangka perebutan harta dan kekuasaan di Adinata akan sampai mengorbankan nyawa seperti itu.


“dia mau membunuh om Rahman om?” tanya Rita dengan suara yang terdengar serak menahan rasa sesak di dadanya. Harun kemudian menguatkan tangannya di pinggang Rita hingga tubuh mereka menempel, “kuatkan dirimu sayang” gumam Harun dengan berbisik pelan di telinga Rita.


“sepertinya begitu Rita, tapi dia gagal karena sekarang Rahman masih hidup, walau kondisinya sangat memprihatinkan, aku juga ikut sedih karena semua ini, apalagi ada korban meninggal akibat kecelakaan itu” jelas Haris lagi yang membuat mata Rita berkaca-kaca, hatinya sangat lemah untuk menghadapi masalah seperti itu.


“sekarang jelaskan posisimu di sisi tuan Indra Rita, agar kita bisa bekerja sama mengembalikan hak perusahaan ini pada tuan muda kita” ucap Haris yang tidka ingin suasana mereka makin larut dengan keadaan Rahman.


“aku,,aku sekretaris tuan Indra om” ucap Rita dengan singkat.

__ADS_1


__ADS_2