Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Percaya


__ADS_3

Mila membuka matanya lebih awal dari Arya pagi itu, ia masih merasakan tangan Arya memeluknya, dan tangannya juga memeluk Arya, sejenak Mila mengangkat kepalanya dan memperhatikan wajah suaminya itu. Ia sejenak tersenyum dan kemudian mengalihkan pandangannya pada jam dinding di depan ranjang mereka. Jam menunjukkan pukul 03.21, Mila tersenyum melihat itu, ’akhirnya aku bisa bangun lebih awal dari Arya’ batinnya, ia kemudian bangkit dan segera berjalan menuju kamar mandi.


Selang beberapa saat kemudian Arya membuka matanya, ia menyadari Mila sudah tidak ada di sisinya, padahal setiap bangun, ia akan selalu tersenyum melihat gadis itu ada di dalam pelukkannya. Arya segera bangkit dengan memasang wajah bingung, ia sejenak melihat jam yang menunjukkan pukul 03.35, dan kemudian melirik ke arah pintu kamar mandi yang terdengar suara gemericik air dari sana. ‘apa aku sedang bermimpi?, apa Mila sudah bangun?’ batinnya.


Arya kemudian duduk di sisi ranjang dan mengusap mata dan wajahnya. Ia sejenak melihat ke sisi lain ranjangnya. Ia melihat ponsel Mila ada di sudut ranjang, di atas lemari kecil tempat lampu tidur berada.


Arya menarik nafas panjang dan mengambil ponsel Mila itu, ia mulai melihat chat istrinya dan juga media sosial Mila, memastikan tidak ada yang mencurigakan dari itu semua. ‘apa Mila benar-benar tidak ada berhubungan dengan laki-laki itu lagi?’ batin Arya.


Pintu kamar mandi sudah terbuka, Mila yang keluar dari kamar mandi langsung melihat Arya yang sudah duduk disisi ranjang melepas nafas kecewa. “kamu kok sudah bangun sih” ucapnya melepas nafas panjang.


“emang kenapa?, aku kan sudah biasa bangun jam segini” ucap Arya dengan santai.


“aku ingin membangunkanmu seperti kamu membangunkanku” jawab Mila dengan wajah cemberutnya. Arya sejenak tersenyum mendengar itu.


“kamu ingin membangunkanku dengan mencium keningku, kalau begitu aku akan pura-pura tidur sebentar, dan kamu bisa mencium keningku untuk membangunkanku” jawab Arya dengan nada senangnya.


“nggak, aku nggak mau, kamu udah bangun, buat apa juga aku ngelakuin hal itu lagi, dan itu, kenapa kamu memegang ponselku?” ucap Mila yang sekarang duduk di samping Arya.


“menurutmu aku sedang apa?”


“Apa kamu masih belum percaya padaku?” tanya Mila dengan nada tak senangnya.

__ADS_1


“kamu bisa posesif seperti kemarin padaku, apa aku salah jika aku posesif seperti ini padamu?” jawab Arya dengan menaruh ponsel Mila di dekat ponselnya.


“itu tidak menjawab pertanyaanku Arya” ucap Mila yang mulai kesal pada Arya.


“apa kamu masih berhubungan dengan laki-laki itu?” tanya arya yang langsung pada inti pertanyaannya.


“kamu ingin aku jawab jujur?” tanya Mila menatap dalam wajah Arya. Dan Arya menjawabnya dengan anggukan.


“tapi kamu jangan marah ya” ucap Mila dengan hati-hati. “apa itu berarti kamu masih ada berhubungan dengan dia?” tanya Arya penuh selidik.


“beberapa waktu lalu ada nomor baru menelfonku, aku mengangkatnya, dan setelah aku tahu itu dia, aku segera mematikannya dan sudah memblokirnya, ada juga beberapa akun medsos baru dari dia, dan juga nomor baru men-chatku, yang juga dari dia, tapi semuanya sudah ku blokir, dan aku hapus” ucap Mila menjelaskan.


Arya sejenak melepas nafas panjang dan merebahkan tubuhnya ke atas ranjang, “jawabanmu benar-benar membuatku khawatir Mil, dia benar-benar terobsesi padamu, sampai mengejarmu seperti itu, laki-laki seperti itu akan sulit dihentikan sebelum rasa penasarannya pada tubuhmu bisa dipenuhinya” ucap Arya dengan nadanya yang jelas terdengar khawatir, “Arya” gumam Mila pelan.


“Arya, kamu masih belum percaya ya sama aku, aku sama sekali tidak berniat untuk berhubungan lagi dengannya, bukankah aku sudah bilang kalau aku memilihmu” ucap Mila dengan nada kecewanya.


Arya kemudian bangkit dan kembali duduk, ia merangkul bahu Mila dan memeluknya. “aku benar-benar sudah membuangnya dari hidupku Arya, aku sudah bilang kemarin kalau yang ada di hatiku cuma kamu, nggak ada yang lain” ucap Mila dengan menaruh kepalanya di dada Arya.


“Aku pernah bilang bahwa ayah dan ibuku berakhir karena pengkhianatan kan Mil, aku masih belajar untuk percaya kepadamu seutuhnya sekarang, aku harap kamu bisa mengerti keadaanku ini” ucap Arya dengan pelan dan mengecup dalam kening ubun-ubun istrinya itu, dan mengeratkan pelukkannya pada Mila.


“kalau begitu aku akan mengganti nomorku, dan aku juga tidak hafal nomornya, apa itu akan membuatmu percaya kepadaku?, aku akan menghapus semua media sosialku, atau kalau perlu aku ganti ponsel sekalipun aku mau kok” ucap Mila lagi dengan mengangkat kepalanya dan kembali menatap Arya.

__ADS_1


Arya tersenyum ke arah Mila, ia mengecup singkat bibir Mila dan kemudian bangkit menuju kamar mandi, “lakukan yang terbaik menurutmu Mil” ucap Arya singkat.


“Aryaaaa,, mulutmu bau” ucap Mila dengan kesal dengan tingkah Arya.


Arya masuk ke kamar mandi tanpa peduli dengan kekesalan istrinya, dan di dalam kamar mandi ia melihat bath up yang sudah terisi air hangat, ‘apa Mila menyiapkan air panas juga untukku?, ini benar-benar bisa membuatku menjadi laki-laki manja’ batinnya sembari melepas pakaian.


Mila masih menatap panjang ke arah pintu kamar mandi, pikirannya bekerja keras mencari cara agar Arya dapat percaya lagi kepadanya. Ia sama sekali tidak ingin kehilangan laki-laki yang selalu saja memberinya kejutan yang tak terduga. Arya yang tiba-tiba saja mengatakan dia cantik dan mengecup bibirnya tanpa terduga siang dimana ia berias untuk tampil cantik di depan Arya, Arya yang tiba-tiba saja menyentuhnya malam itu, padahal ia sudah kebingungan kenapa laki-laki itu tak pernah menyentuhnya, Arya yang tiba-tiba saja ingin memeluknya saat mereka tidur bersama pertama kali, Arya yang tiba-tiba saja mengucapkan kata sayang untuknya siang kemarin, dan Arya yang tiba-tiba saja tidur di pahanya kemarin malam, termasuk juga Arya mengecup bibirnya barusan.


Walaupun awalnya ia merasa kesal, namun setelah rasa kesal itu muncul senyum bahagia yang bahkan rasanya sulit untuk dijelaskan oleh Mila sendiri dengan kata-kata apa pun, seperti Mila yang sekarang hanya bisa senyum-senyum sendiri mengingat semua perlakuan tidak terduga Arya itu kepadanya.


‘kamu memang tidak bisa bersikap romantis Arya, tapi dari sikapmu, aku tahu kamu orang yang istimewa, kamu selalu bisa membuat jantungku berdetak kencang seperti ini, kamu selalu bisa membuat hatiku berdebar-debar seperti ini, dan kamu selalu membuatku merasakan kebahagiaan yang baru setiap saat seperti ini,’ batin Mila menyentuh bibirnya yang baru saja di kecup oleh Arya.


Arya keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, ia sejenak menatap heran ke arah Mila yang masih duduk sama dengan posisi saat ia masuk ke kamar mandi tadi. “kamu ngapain masih disitu Mil?” tanya Arya menatap heran pada Mila.


“menunggu kamu” jawab Mila dengan ketus.


"menungguku?”


“kemarin malam aku baca artikel, salah satu ibadah terbaik suami istri itu sholat malam berjamaah, apa kamu tidak mau melakukannya denganku?”


“kamu mau aku menjadi imam sholatmu, kalau begitu ayo, kamu harus wudhu dulu” ucap Arya dengan santai sembari menyisir rambutnya.

__ADS_1


Mila tersenyum dan kemudian bangkit menuju kamar mandi, sementara Arya memperhatikan tingkah istrinya itu dengan tersenyum senang.


'kenapa kamu harus mengenalnya lebih dulu dari pada aku Mil, apa aku yang salah karena terlalu lama menepati janjiku dulu padamu?, sepertinya aku memang harus menghancurkan mereka agar kamu bisa bebas dari laki-laki itu, aku tahu laki-laki yang terobsesi sama perempuan seperti dia, tidak akan pernah mengikhlaskanmu bersamaku sebelum hasratnya itu ia penuhi, tapi aku tidak akan menghancurkannya karena rasa dendam dan sakit hati ini, seperti pesan paman dulu kepadaku, aku akan kembali merebut hakku dan dia akan menerima balasan atas perbuatannya’


__ADS_2