
“kenapa kamu membawaku kesini Arya?” tanya Mila pelan dengan tetap menikmati sejuknya hembusan angin.
“aku pernah bilangkan, ini tempatku untuk menenang diri, aku membawamu kesini agar kamu bisa lebih tenang dan berpikir jernih, aku harap pikiranmu bisa bersih dari kata-kata yang disampaikan laki-laki itu kepadamu tadi”
Mila kemudian membuka matanya, ia menurunkan tangannya dan melirik ke arah Arya, “aku hanya perempuan lemah Arya, kak Vanessa bilang kalau kamu melarangku untuk berhubungan lagi dengan dia karena kamu takut aku akan terperdaya oleh kata-katanya,
dan kamu benar, aku begitu lemah menghadapinya, aku tidak tahu mengapa aku selalu bisa terperdaya oleh kata-katanya” ucap Mila dengan nada bersalahnya
Mila kembali mengingat betapa penurutnya dirinya pada Arnes, mulai dari ide Arnes menyuruhnya memakai cadar agar Arya menolak pernikahan mereka, kesepakatan pernikahannya dengan Arya juga karena disuruh Arnes, bujuk rayu Arnes agar mereka bisa bertemu dan bermesraan berdua di belakang Arya hingga kata-kata Arnes tadi siang di depan sekolahnya.
Mila benar-benar telah dibutakan oleh perasaannya sendiri sehingga baginya Arnes adalah kebenaran itu sendiri.
“lalu aku harus gimana untuk melawannya Mil?, agar kamu tidak terpengaruh lagi oleh dia”
“dengan tetap disisiku, jangan pernah lari lagi dariku, cepat atau lambat, aku pasti bisa melupakan dia, apa lagi dia akan menikah dengan orang lain untuk mewarisi perusahaan ayahnya, dan cepat atau lambat, aku yakin aku akan benar-benar mencintaimu,"
"kamu sudah memblokir semua kontaknya di ponselku dan juga media sosialku, orang yang menjagaku juga selalu mengawasiku, kita hanya perlu menunggu waktu membuktikan hasil dari semua usaha kita ini” jawab Mila dengan sungguh pada Arya.
Arya melepas nafas panjang mendengar ucapan Mila, ia kemudian duduk di atas rerumputan dan melihat jauh ke arah pemandangan kota yang tampak diselimuti kabut asap kendaraan.
Mila kemudian segera duduk di sisi Arya, ia meletakkan kepalanya di bahu Arya dan menyandarkan tubuhnya di tubuh Arya, ia merasa seperti sepasang kekasih yang tengah berpacaran dengan Arya saat itu.
“aku tidak pernah jatuh cinta sama perempuan mana pun sebelum ini Mil, ketika kita menikah, aku belajar mencintaimu dan memberikan hati dan perasaanku sepenuhnya untukmu,
aku sudah terlanjur percaya kalau kamu adalah perempuan baik, melihat cadarmu aku selalu merasa kamu adalah perempuan yang menjaga kesucian dirimu dan kesucian hatimu,
__ADS_1
tapi aku salah, aku menikahimu ketika hatimu sudah tidak suci lagi, kamu telah membiarkan hatimu disentuh orang lain, dan itu benar-benar membuatku hancur, Mil” ucap Arya dengan datar.
Mila mengangkat kepalanya dan ia menatap ke arah wajah Arya. “Maaf Arya, aku tidak bisa menjadi sosok perempuan yang kamu inginkan,” ucap Mila dengan nada sedihnya.
‘bang Arnes hadir disaat aku mencari sosok laki-laki pelindungku, bang Irman dan ayah tidak bisa menjadi sosok abang dan ayah bagiku, dan kakek juga sering masuk rumah sakit,
disaat itu ia hadir mengisi hatiku yang kosong, dia mecintaiku, melindungiku, dan memberi kenyamanan padaku, dan sekarang begitu sulit rasanya melepas apa yang ia berikan kepadaku dulu
bahkan sulit mempercayai semua tuduhan buruk orang kepadanya, karena aku mengenalnya sebagai laki-laki baik yang selalu ada mengisi kekosongan hatiku dan memberi rasa nyaman bagi hidupku’ Batin Mila dengan mata berkaca-kaca.
Ingin sekali Mila menjelaskan itu semua kepada Arya agar Arya tidak hanya menganggap ia yang salah, tapi juga memahami kenapa begitu sulit baginya melepas Arnes.
“Mil, aku tidak bisa menghakimi masa lalumu, masa lalumu terlalu panjang kamu lewati dengannya, sementara aku hanya orang baru yang hadir di hidupmu, aku tidak tahu seberapa sakit hatimu ketika harus menikah denganku,
aku juga tidak tahu seberapa menderitanya kamu menjalani hari-harimu ketika hidup denganku karena hatimu selalu menginginkannya, yang aku tahu hanya diriku Mil, diriku yang masih tidak terima kalau hati istriku sudah disentuh oleh orang lain” ucap Arya dengan tegar menghadapi keadaan, Ia sedikit terbawa suasana yang tercipta dari keadaan hati Mila.
“Arya aku tahu kamu orang yang kuat, hingga pernikahan kita masih bisa bertahan sampai titik ini, aku bahkan iri dengan dirimu yang masih mau memaafkanku dan menerimaku atas semua kesalahanku,
jika laki-laki lain, pasti mereka akan memakiku dengan kata-kata kotor, mencaciku sepuas hati mereka, atau mungkin memukulku tanpa ampun, tapi kamu selalu memberiku maaf,
dan sekali lagi kamu memberiku kesempatan untuk tetap ada di sisimu, aku sudah berjanji akan menjadi istri terbaik untuk suami sebaik dirimu, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk itu, dan maaf, jika aku tidak bisa menjadi sesempurna yang kamu inginkan” ucap Mila dengan nada gemetarnya pada Arya dan Arya tersenyum getir mendengarnya.
“kamu salah jika menganggapku orang kuat Mil, aku hanya laki-laki penakut, aku hanya laki-laki lemah Mil, aku bahkan tidak berani bersikap tegas kepadamu, beberapa kali aku mencoba,
aku selalu gagal, ketika hari itu aku melihatmu bersamanya dan kamu mengaku mencintainya, aku hanya bisa diam dan menahan sakit hatiku sendiri, aku malah lari meninggalkan kenyataan itu, dan pergi bersama Ari mendaki untuk menenangkan pikiranku,
__ADS_1
ketika malam itu setelah kita bertemu kakek, disini, di tempat ini Mil, kamu bisa melihat betapa lemahnya aku, aku bahkan hanya bisa berlutut menerima semua sikapmu yang menyakitkan hatiku,
di hari dimana kamu merendahkan harga diriku di depan sahabatmu dan sahabatku, aku hanya bisa diam, menangis meratapi nasibku sendiri, aku bahkan tidak punya keberanian untuk berbicara denganmu,
yang aku lakukan hanya lari dari kenyataan itu, aku pergi ke Sulawesi 3 minggu untuk membuang semua rasa sakit dihatiku, untuk membuang rasa cinta dihatiku,
aku bahkan tidak berani mengembalikan Indra ke kehidupan ini, aku memilih menguburnya di masa lalu, bersembunyi dibalik nama Arya untuk menyelamatkan diriku sendiri,
aku hanya bisa bersembunyi di balik meja kerjaku dan menghindari semua orang yang mengincar Indra, aku lemah Mil, aku bahkan tidak punya kekuatan dan keberanian untuk menghadapi siapa pun,” jelas Arya dengan panjang lebar pada Mila.
Mata Mila menitikkan air mata mendengar itu semua, hatinya terasa teriris mendengar bagaimana Arya tersiksa karena perlakuannya.
Mila menatap dalam wajah Arya, ia dapat melihat mata Arya yang berkaca-kaca mengucapkan itu semua.
“maaf aku sudah terlalu banyak menyakitimu, tapi percayalah Arya, aku sungguh-sungguh ingin memperbaiki semuanya” ucap Mila dengan sungguh-sungguh.
“kamu lucu Mil, kami tidak bisa tegas memilihku, tapi kamu minta aku percaya kepadamu, memang betul kata banyak orang, perempuan itu sulit untuk dimengerti”
“Arya aku hanya,,,,”
“sudahlah Mil, aku capek membahas ini lagi” potong Arya pada kalimat Mila, ia langsung meraih tengkuk Mila dan menarik kepala Mila ke bahunya, dan bersandar ke tubuhnya seperti yang dilakukan Mila tadi.
“semakin kita membicarakannya, akan membuat masalah ini menjadi rumit, sekarang kita jalani saja semuanya, kita sama-sama melangkah mengikuti hati kita masing-masing,
biarkan Tuhan yang menentukan akhirnya seperti apa, dan aku minta kepadamu, jika pada akhirnya aku harus pergi dari hidupmu, jangan tahan aku lagi seperti kemarin, kita sama-sama berhak bahagia dengan kehidupan kita masing-masing” ujar Arya dengan nada datar.
__ADS_1
Mila memejamkan matanya mendengar itu semua, ia dapat merasakan hangatnya tubuh Arya yang menempel di tubuhnya.
'sejak awal kita bertemu kamu adalah pangeranku, dan sampai saat ini pun kamu masih pangeranku, dan sampai nanti pun kamu akan tetap menjadi pangeranku, sampai kita bertemu di keabadian, kamu akan tetap menjadi pangeranku’ batin Mila.