Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Memilih Dengan Hati


__ADS_3

Arya telah sampai di sekitar taman itu, ia segera menghampiri 2 orang pengawal yang berdiri di depan pintu taman, mereka sedang memandang secara teliti setiap gerakan di sekitar mereka , mereka memastikan agar tidak seorang pun yang mendekat dan mendengar pembicaran Mila dan Tomy, seperti apa yang diperintahkan Tomy kepada mereka.


Arya kemudian mendekat kepada mereka lalu bertanya, “dimana istriku?”


2 pengawal itu lalu memberi hormat lada Arya dengan kepala mereka. “disana tuan” jawab salah seorang laki-laki itu sembari menunjuk ke arah Mila yang sedang menangis di sisi Tomy, dan Arya pun melihat keadaan itu


“lalu kenapa kalian disini?, bukankah seharusnya kalian mengawasinya dari jauh” lanjut Arya bertanya dengan masih memperhatikan Mila, tanpa ia sadari sesuatu menelisik hatinya melihat tubuh istrinya yang bergetar karena sesak menahan tangis.


Walaupun cinta itu telah pudar, tetap saja ia tidak pernah ikhlas melihat air mata jatuh dari mata Mila.


“tuan Tomy meminta kami untuk memastikan tidak ada orang lain yang mendengar pembicaraan mereka tuan” ucap pengawal itu sembari melihat mata Arya yang tampak mulai berkaca-kaca.


Hati 2 pengawal itu ikut terasa sakit melihat mata Arya yang berkaca-kaca, mereka sudah terlalu sering melihat air mata Arya jatuh karena perbuatan Mila yang tak pernah henti menyakiti hati Arya.


“terima kasih sudah menjaga istriku, kalian memang orang terbaik yang dapat dipercaya” ucap Arya sembari menahan air matanya agar tidak menetes, entah mengapa ia merasa tidak ikhlas melihat Mila seperti itu, hatinya terasa meringis sakit melihat kesedihan Mila.


Arya kemudian memukul pelan kedua pengawal itu “aku berhutang banyak hal pada kalian” ucapnya dan ia kemudian meninggalkan 2 pengawal itu yang ikut merasa sedih melihat mata Arya.


Mereka juga tidak ikhlas melihat orang sebaik Arya harus terus disakiti, dibalik tubuh tegap mereka, terdapat hati yang lembut yang selalu merasa dihargai sebagai manusia oleh sikap baik Arya dan Tomy, dua orang itu selalu menghargai kinerja mereka dan teman-teman mereka yang lain


Selalu mengawali perintah dengan kata tolong aku dan berterima kasih atas pekerjaan yang mereka lakukan, oleh karena itu juga mereka berani bicara kepada Vanessa kalau mereka ikhlas menjadi anjing penjaga untuk melindungi kehormatan Arya.


Arya melangkah pelan menuju tubuh istrinya yang masih bergetar karena terisak menahan tangis, sementara Tomy melihat kedatangan Arya dengan tersenyum, “apa kamu menceritakan semuanya?” tanya Arya pelan pada Tomy.

__ADS_1


"aku harus memastikan dia ada di pihak kita” jawab Tomy datar.


Mila yang mendengar suara Arya langsung mengangkat kepalanya dan ia dapat melihat mata Arya yang berkaca-kaca memandang lembut dirinya.


Sementara Arya tak kuasa menahan sedih perasaannya, ia tak kuasa melihat mata Mila yang basah, dan juga melihat cadar hitam yang Mila pakai juga tampak basah karena air matanya.


Mila langsung bangkit dan berjalan cepat ke tubuh Arya, ia langsung memeluk tubuh itu untuk menumpakan kesedihan hatinya, Mila memukul pelan tubuh Arya berkali-kali bersamaan dengan isakan tangisnya yang tidak dapat ia tahan.


“kamu jahat Arya, kamu jahat, kamu jahat, kenapa kamu biarkan aku seperti ini, kenapa kamu biarkan aku menyakitimu berkali-kali, kenapa kamu biarkan aku menjadi orang yang dibodohi oleh perasaanku sendiri,


kenapa kamu tidak menceritakan semuanya kepadaku, kenapa kamu merahasiakan hal sangat penting ini kepadaku?, kenapa kamu sejahat ini padaku?” ucap Mila terisak


Ada rasa kecewa disana karena Arya menyembunyikan semua itu, bisa saja ia malah membuat Arya meregang nyawa atas kesalahan yang mungkin tidak ia sadari akibat karena ketidak tahuannya itu.


“Mil, aku sudah bilang sama kamu kemarin, aku ini laki-laki lemah, aku ini laki-laki penakut, tapi aku juga punya harga diri yang harus aku jaga di depan istriku,


aku tidak mau istriku melihat betapa lemah dan penakutnya aku, aku tidak mau istriku tahu betapa murahnya nyawa suaminya yang hanya disandingkan dengan sebuah perusahaan,


aku tidak ingin kamu tahu betapa lemahnya aku yang tidak berani mengatakan kepada dunia siapa diriku sebenarnya, aku tidak ingin kamu tahu betapa penakutnya dan lemahnya aku hingga yang hanya bisa menyimpan betapa sakitnya hidupku di masa lalu,


aku tidak ingin istri ku tahu bahwa suaminya tidak punya keberanian sama sekali untuk mengembalikan nama baik ayahnya, aku tidak ingin kamu tahu betapa penakutnya aku


sampai saat ini aku hanya bisa berkata ikhlas atas apa yang harus ku miliki tapi dimiliki oleh orang lain. aku punya harga diri yang harus ku jaga di depanmu, di depan keluargamu, aku tidak ingin kamu tahu betapa lemah dan penakutnya aku Mil” ucap Arya yang berusaha menahan sedih hatinya.

__ADS_1


“tapi kamu jahat Arya, kamu menyembunyikan ini semua dariku, kamu membiarkanku terombang ambing oleh perasanku sendiri, kamu membiarkanku menyakiti hatimu berkali-kali karena hatiku yang belum bisa memilihmu,


jika kamu jujur dari awal akan semua ini, aku sudah pasti memilihmu, aku tidak akan pernah bimbang seperti ini” ucap Mila yang masih terisak di pelukkan Arya, air matanya bahkan telah memasahi jas kerja Arya.


“Mil, aku ingin kamu memilihku karena hatimu, karena perasaan cintamu, bukan karena kamu melihat kelemahanku, bukan karena kamu melihat ketakutanku,


bukan karena kamu melihat aku sebagai seseorang yang harus kamu lindungi atas rahasia yang kamu ketahui, aku punya harga diri Mil,


aku tidak ikhlas jika kamu memilihku hanya karena rasa iba dan kasihanmu atas nasib yang harus ku jalani, aku ingin hatimu dan cintamu yang memilihku, bukan memilihku dengan alasan selain itu Mil" jawab Arya ynag berusaha tegar dengan keadaaanya.


Kata-kata Arya terasa menusuk hati Mila yang membuatnya semakin bersedih mengingat betapa jahatnya dirinya, Mila semakin membenamkan kepala di dada Arya dan ia semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Arya.


“jangan tinggalkan aku lagi Arya" mohon Mila "jadilah pangeranku sampai kita bersatu di syurga, aku akan selalu ada disisimu, menjadi princess kecilmu, yang mendukungmu dan selalu memberimu semangat di sisa hidupmu, aku memilihmu dengan hatiku, dengan cintaku kepadamu, karena hanya kamu satu-satunya pangeran di dalam hidupku” ucap Mila yang semakin mengeratkan pelukkannya.


Arya melepas nafas panjang mendengar itu semua, ia biarkan Mila melepas semua kesedihannya di dalam pelukkannya.


Arya lebih memilih bersikap tenang dengan mengendalikan hatinya agar tidak terbawa suasana, ia sadar ia harus berpikir jernih saat ini, ia tidak boleh terbawa perasaan pada Mila. Ada hal besar yang tengah menantinya.


Begitu pun dengan Tomy, ia mengalihkan pandangannya sejak Mila memeluk Arya, ia tidak ingin melihat pelukkan yang bisa menodai mata sucinya, selain itu ia juga sama seperti Arya lebih memilih bersikap tenang dan tidak terbawa suasana perasaan Mila, ia juga sadar bahwa ia harus berpikir jernih saat ini.


Ada perang besar yang tengah menanti ia dan Arya di Adinata group, Perjodohan Arnes dan Anjani merupakan sebuah genderang perang yang telah di tabuh oleh Aliando.


Sebuah perang besar perebutan kekuasaan antara Aliando dengan orang-orang yang masih setia pada Gibran Adinata, yang akan melibat Arnes dan juga Arya yang harus maju untuk mengembalikan nama baik ayahnya dan juga mengambil segala sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2