Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Rumah Untuk Kembali


__ADS_3

“Ya Tuhaan, Aryaaa, ini benar-benar indah, aku tidak menyangka masih ada tempat seperti ini di Kota sebesar ini” ucap Anjani yang menatap pemandangan di depannya seolah tak percaya dengan keberadaan tempat itu, ia merentangkan tangannya meresapi semilir angin yang menerpa tubuhnya dan merasuki hatinya untuk memberikannya kelegaan di dada.


Arya dan Mila melihat punggung Anjani secara bersamaan, “kenapa kamu harus membawa dia kesini?, apa tidak bisa aku saja yang kamu bawa kesini?” tanya Mila dengan nada kesalnya pada Arya.


“aku bahkan membawa kak Vanessa ketika pertama kali membawamu ke sini Mil” jawab Arya atas pertanyaan Mila, ia kemudian melirik istrinya itu dan merangkul bahunya.


“Anjani tidak butuh solusi dari kita, karena masalah perjodohan itu adalah masalah keluarganya yang tidak bisa kita campuri, kita hanya perlu memberinya kekuatan agar ia kuat menghadapi masalahnya” jawab Arya yang mengerti dengan posisi Anjani, walaupun ia tidak sepenuhnya paham dengan apa yang sebenarnya terjadi di Adinata group, tapi ia tahu bahwa Anjani tidak akan dapat mengelak dari perjodohan itu


“apa kalian membiarkanku sendiri disini?, kalian kesini untukku, bukan untuk berduaan” kesal Anjani yang menatap ke arah Mila dan Arya yang hanya berdiri di belakangnya. Mila kemudian melangkah maju dan mengusap bahu Anjani. “Aku mengerti perasaanmu, karena aku pernah ada di posisimu, tapi sekarang aku mensyukuri perjodohanku karena aku mendapatkan suami seperti Arya” ucap Mila dengan pelan agar tidak terdengar oleh Arya.


Sementara Arya lebih memilih duduk dan kemudian tiduran diatas rerumputan, ia lebih memilih membiarkan 2 gadis itu saling bercerita karena ia merasa ia tidak akan pernah mengerti dengan perasaan perempuan.


“kamu beruntung bisa mendapatkan suami seperti Arya, sementara aku dijodohkan dengan laki-laki yang matanya jelas bahwa dia hanya pemangsa perempuan, aku sudah tahu betul mata seperti itu,” jawab Anjani sembari menyandarkan kepalanya di bahu Mila.


“ngomong-ngomong nama kamu Anjani ya” tanya Mila yang teringat bahwa ia belum berkenalan dengan gadis itu. “iya, dan kamu?”,, “aku Mila”.


“apa kamu mau bersahabat denganku?” tanya Anjani yang merubah posisinya menghadap ke arah Mila.


“bersahabat?”,,,”iya, suamimu itu tidak mau bersahabat denganku karena ia bilang kamu akan cemburu, dia bahkan tidak mau memberi nomor ponselnya untukku” ucap Anjani yang membuat Mila tersenyum mendengarnya.


“kenapa kamu meminta nomor ponsel suamiku? kamu mau merebut dia dariku?” tanya Mila penuh selidik.


“yang benar saja, apa kamu pikir tidak ada laki-laki lajang yang tertarik dengan gadis secantik aku, ngapain juga aku mengejar laki-laki beristri seperti suamimu itu,” jawab Anjani yang kesal pada Mila. Sementara Mila tersenyum lega mendengar itu semua.


“apa kamu sudah mendingan sekarang?” tanya Mila pada Anjani.


“suasana disini benar-benar menenangkan Mil, aku dapat sedikit merasa lega sekarang” ucap Anjani sembari menghirup nafas panjang.


“aku tahu, aku benar-benar lega jika ada masalah dan Arya membawaku kesini” ucap Mila dengan pelan pada Anjani.


“aku tak tahu harus berbuat apa sekarang, ayahku menjodohkanku dengan seseorang yang dia pun terpaksa menerimanya untuk menyelamatkan harga diri keluarga kami, aku sudah mengenal bisnis sejak aku kuliah di Amerika, tapi sampai sekarang aku tidak paham seperti apa permainannya, dan aku menjadi korban dari permainan yang tidak aku pahami itu” jelas Anjani pada Mila.


“aku dulu juga sama sepertimu ini Anjani, aku menolak perjodohanku dan bahkan di awal pernikahanku aku menolak keras kehadiran Arya, walaupun aku tahu bahwa dia adalah orang baik, tapi sekarang aku sadar, aku tidak akan melepaskannya, aku akan selalu mengenggam tangannya dan tetap berdiri disisinya.” jelas Mila tentang dirinya.


"jadi kamu dan Arya dulu juga dijodohkan?" tanya Anjani penasaran.


"iya, karena perjodohan itu pernikahan kami harus diterpa banyak masalah"

__ADS_1


"kenapa tidak aku saja yang dijodohkan dengannya?, aku pasti akan menerimanya di pertemuan pertama kami" ucap Anjani dengan sedikit bercanda, ia benar-benar ingin membuang masalah perjodohannya untuk sesaat.


"enak aja kamu, aku nggak akan pernah rela dia menjadi milik orang lain,, lagi pula kenapa kamu yakin bisa menerimanya di pertemuan pertama?"


“Arya orang baik, aku sudah dapat melihat itu sejak pertama kali melihatnya, beda dengan laki-laki yang dijodohkan denganku Mil, aku tahu dari matanya bahwa dia hanya pemangsa perempuan untuk memuaskan hasratnya saja, aku tidak akan sanggup menjalani kehidupan rumah tangga dengannya” ucap Anjani menahan rasa sakit di hatinya.


“ayahku benar-benar tidak memperdulikanku Mil, dari aku kecil ia bahkan tidak mendengarku sekalipun, ia selalu merasa benar dengan dirinya dan segala keputusannya, ia bilang ia tidak akan memaksaku menerima laki-laki itu, tapi kemarin dia bilang aku tidak punya pilihan lain selain menerimanya” ucap Anjani lagi.


Mila segera memeluk Anjani lagi dan mengeratkan pelukkan itu untuk memberi sahabat barunya itu ketenangan. “lepaskan semua isi hatimu Anjani, agar kamu bisa merasa lega dan punya kekuatan untuk melangkah maju ke depan” ucap Mila menguatkan Anjani, ‘benar kata Arya, aku tidak akan bisa memberi solusi apapun untuk Anjani, hanya dia yang bisa mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri dan mengambil segala resikonya’ batin Mila.


Anjani membalas pelukkan Mila, dan melanjutkan curahan hatinya agar menemukan kekuatan baru untuk melangkah.


Sementara Arya hanya menatap punggung dua gadis itu dengan tatapan datar. ‘kenapa aku sekarang juga ingin di peluk Mila ya?’


*


Arya kembali mengantarkan Anjani ke restoran mewah tempat mereka tadi makan siang, karena Anjani harus menjemput mobilnya disana, setelahnya Arya dan Mila langsung menuju rumah Rita untuk mengembalikan mobil yang mereka pakai itu.


“sekarang kita mau kemana Arya?” tanya Mila yang melihat jalan yang mereka lalui seperti asing baginya.


“2 jawabanmu sudah terjawabkan, sekarang pertanyaan ke tiga akan segera terjawab, siapa pemilik mobil ini” ucap Arya dengan santai.


“Mil, tadi kamu meluk Anjani, apa sekarang kamu tidak ingin memeluk suamimu?” tanya Arya mencoba menggoda Mila.


“apa kamu cemburu karena aku memeluk perempuan itu?” tanya Mila dengan nada kesalnya pada Arya,,“menurutmu?”


“Seharusnya aku yang cemburu, kenapa dia menemuimu ketika dia ada masalah?” ucap Mila dengan nada bertambah kesal.


“seharusnya kamu menanyakan itu padanya bukan kepadaku” jawab Arya dengan santai.


'mana mungkin aku bertanya tentang hal itu kepadanya, kondisi dia sudah seperti itu, aku akan semakin menekannya jika dia menganggap dirimu penting dihidupnya Arya,' batin Mila.


“Mil, apa kamu bahagia dengan hubungan kita sekarang?” tanya Arya dengan nada berubah serius pada Mila.


“kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?” tanya Mila yang menatap heran ke arah Arya.


“aku seperti melihat kesedihanmu dulu ketika menerima diriku saat melihat kesedihan Anjani tadi” ucap Arya dengan nada pelannya.

__ADS_1


“aku bahagia berada disisimu sekarang, kita akan terus bersama-sama seperti ini kan, saling mengenggam tangan dengan erat dan tidak akan pernah melepaskan genggaman itu, genggaman tanganmu itu sumber kebahagianku Arya, tidak ada yang lain, aku tidak ingin lagi kehilanganmu” ucap Mila penuh ketulusan pada Arya.


“Jika kamu menginginkannya, maka aku akan melakukannya untukmu, aku akan terus menggenggam tanganmu" ucap Arya yang berhenti sejenak.


"Apa sekarang kita akan segera memiliki malaikat keci Mil?” tanya Arya yang sekarang membuat Mila menatap kesal kepadanya.


“maksudmu apa?, baru saja suasana kita serius, tapi kamu sekarang malah menggodaku lagi” ucap Mila mengalihkan pandangannya dari Arya.


“apa kamu sedang berpikir kita harus bekerja keras lagi nanti malam agar kita segera memiliki anak” tanya Arya yang membuat pipi Mila memerah seketika karenanya.


“Aryaaa” teriak Mila dengan kesal dan Arya tertawa tipis mendengarnya.


“Mil, aku sekarang sepertinya sudah menemukan rumah baru untukku kembali” ucap Arya dengan pelan yang membuat Mila kembali menoleh pada Arya.


“maksudmu apa?”


“Aku sudah kehilangan rumahku untuk kembali 22 tahun lalu, lalu paman dan bibi memberiku rumah baru untukku kembali, dan sekarang aku sudah menemukan rumah baru lagi yang akan ku huni selama hidupku” ucap Arya penuh makna pada Mila.


“rumah baru, dimana?”


“di hatimu Mil, aku sudah tahu hatimu adalah tempat aku kembali sejauh apa pun aku pergi melangkah" ucap Arya penuh kesungguhan.


Mila menatap wajah suaminya dengan pandangan penuh perasaannya, “dan hatiku akan selalu ada untukmu, melindungimu dari rasa sakit dan takutmu, melindungimu dari kejahatan dunia kepadamu, kembalilah ke hatiku Arya, sejauh apa pun kamu berjalan”


.


.


.


TAMAT.


.


.


.

__ADS_1


.


akhirnya kisah Arya dan Mila di season 2 selesai juga,,, terima kasih buat dukungan teman-teman yang masih setia dengan kisah ini, terima kasih buat like, komen dan votenya,, season 3 akan segera hadir dengan konflik-konflik yang udah ada spoilernya di season 2 ini, semoga season 3 jauh lebih menarik lagi buat teman-teman pembaca.


__ADS_2