Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Permainan Ari


__ADS_3

“sekarang jelaskan posisimu di sisi tuan Indra Rita, agar kita bisa bekerja sama mengembalikan hak perusahaan ini pada tuan muda kita” ucap Haris.


“aku,,aku sekretaris tuan Indra om” ucap Rita dengan singkat.


“kamu bekerja untuk tuan Indra selama ini?” tanya Harun yang kembali dibuat tak percaya dengan ucapan Rita.


Rita mengusap singkat matanya yang berkaca -kaca, ia kemudian menatap dalam mata Haris sebelum menjawab pertanyaan laki-laki paruh baya itu. “iya om, tuan Indra selama ini merahasiakan tentang dirinya karena ia trauma dan takut, dia sadar jika laki -laki itu menginginkan nyawanya, untuk itu selama ini dia menyembunyikan dirinya” jelas Rita pada Haris.


Haris menarik nafas kasar mendengar penjelasan Rita, mencoba ketakutan Arya yang harus mengalami itu semua di usia yang masih sangat kecil.


“Apa kamu tahu juga dengan orang yang menemui dokter Reny sekarang?” tanya Haris lagi yang terus menyelidiki Rita.


“Iya om, sekarang jelaskan hasil tes itu kepada kami, dan aku bisa atur pertemuan om dengan tuan Indra.” ucap Rita yang tidak ingin lagi memperpanjang obrolan itu. Haris kemudian menarik nafas dalam dan berusaha memikirkan sesuatu, ia tengah menimbang setiap apa yang akan ia sampaikan kepada Rita.


“hasilnya membuktikan jika laki-laki yang bernama Arya ramadana adalah keturunan tuan Gibran, itu berarti dia benar tuan Indra, aku akan menemui beberapa orang dulu untuk menyusun langkah selanjutnya yang akan kami ambil setelah tahu tuan Indra masih hidup,” ucap Haris yang sejenak terhenti, ia kemudain mengatupkan kedua tangan di depan bibirnya dengan memasang wajah yang sangat serius.


“beritahu pada tuan Indra, aku sendiri yang akan menemuinya dan membawa hasil tes itu, dan juga, bilang sama tuan Indra dan teman -temannya yang tahu semua ini, jaga rahasia ini baik-baik, kondisi perusahaan sedang panas sekarang, jangan bertindak di luar sepengetahuanku, karena itu bisa membahayakan kalian, kalian bisa saja berakhir seperti Rahman” lanjut Haris dengan penuh penekanan pada Harun dan Rita.


*


“kamu siapa?, kenapa kamu masuk ke ruangan saya seperti ini?” tanya dokter Reny yang merasa khawatir dengan sikap mencurigakannya Ari. Ia menatap tajam wajah Ari yang memasang wajah santainya saat itu.


Ari kemudian dengan santai duduk di depan dokter Reny sembari membuang nafas panjang. “apa hasil tes Arya dan Gibran sudah keluar?” tanya Ari tanpa basa basi.


pertanyaannya itu seketika membuat dokter Reny menatap tajam dengan mata melotot ke arahnya. Ia tidak mengira ada orang yang tahu pada tes yang ia lakukan.

__ADS_1


“kamu ini bicara apa?, keluar dari ruangan saya sekarang” ucap dokter Reny dengan nada marahnya. Dada tersentak kaget mendengar ucapan Ari, rahasia itu tidak hanya tentang tuan mudanya, tetapi juga bagi keselamatannya, karirnya dan juga keluarganya. Ia paham betul resiko yang bisa terjadi pada dirinya jika merahasikan itu semua dari Aliando.


“bukankah tes sampel itu sangat rahasia, sehingga kamu memeriksanya dengan hati -hati agar tidak ada orang yang tahu, aku rasa kamu tidak bisa main -main denganku dok. apalagi sampai mengusirku seperti ini” ucap Ari dengan santai, ia melipat tangan di depan dadanya dan kemudian bersandar di kursi yang ia duduki, matanya menatap santai pada dokter Reny.


Permainan dengan menyerang psikologis seperti itu cukup sering ia lakukan, menekan lawan bicara untuk mengikuti arah yang ia inginkan, apa lagi ita tahu dimana titik lemah lawan bicaranya pada apa yang ia bicarakan. Akan sangat mudah bagi Ari menekan dokter Reny agar menuruti keinginannya.


"tes apa yang kamu bicarakan, aku tidak tahu sama sekali, sekarang keluar dari sini" jawab dokter Reny dengan emosi.


"berikan hasil tes itu dok, aku tahu kamu merahasiakannya dari semua orang, berikan hasil tes itu padaku, atau karirmu disini akan habis" lanjut Ari dengan tajam. Dokter Reny menelan salivanya seketika, ancaman Ari cukup membuatnya merinding takut dengan nasibnya ke depan.


"aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan, sekarang keluarlah" kilah dokter Reny sembari merapikan barangnya di meja.


"jangan main -main dok, aku sudah mengawasimu sejak kamu mendapat sampel darah Arya, aku tahu siapa yang memberimu sampel darah itu, apa kamu pikir kamu bisa selamat dariku," ucap Ari yang semakin membuat dokter Reny gemetar takut.


“anggap saja aku orang suruhan Arya dari perusahaan 3A Sahabat, tempat Arya bekerja, sekarang berikan hasil tes itu kepadaku” ucap Ari masih dengan santai, sementara dokter Reny semakin dihantui rasa takut, ‘kenapa orang luar tahu seperti ini?, ini benar-benar berbahaya’ batinnya.


“kalau kamu tahu hasil tes itu rahasia, kenapa kamu memintanya, lagi pula aku tidak akan memberikan hasil tes itu pada orang yang tidak jelas sepertimu, sudah tugasku menjaga rahasia setiap pasien yang ku periksa” ucap dokter Reny masih mencoba berkilah.


Ari menarik nafas kasar mendengar jawaban dokter Reny, namun ia sudah terbiasa dengan hal seperti itu, ia paham butuh kesabaran untuk mencapai tujuannya. “sekarang pasien yang kamu periksa itu meminta hasil pemeriksaannya, berikan kepadaku, atau aku bisa menuntutmu karena memeriksa sampel Arya tanpa seizinnya, dan juga aku yakin kamu memeriksa sampel itu tanpa izin rumah sakit ini kan” gertak Ari pada dokter Reny yang semakin memojokkan posisi dokter Reny.


Dokter Reny seketika tersentak, mana mungkin ia melaporkan hasil tes itu kepada pimpinan rumah sakit sesuai prosedur yang ada disana, ia menggunakan semua alat di laboratorium rumah sakit tanpa izin dan secara sembunyi -sembunyi, ia mempertaruhkan karirnya disana, jika hasil lab menunjukkan tidak cocok, berarti posisinya akan aman tanpa perlu mengkhawatirkan apapun, dan jika hasilnya cocok, ia bisa menggantungkan keselamatan karirnya pada tuan mudanya.


“aku tidak bisa percaya kalau kamu adalah orang yang disuruh tuan muda,” jawab dokter Reny masih berusaha menghindar dari desakan Ari, Ari kemudian tersenyum sinis karena mengetahui bahwa ia sudah berhasil mempengaruhi dokter Reny.


“aku tidak butuh kepercayaanmu dok, sekarang berikan hasil itu kepadaku untuk menyelamatkan dirimu, dan tuan mudamu” ucap Ari yang sekarang melepas lipatan tangannya dan menaruh tangannya di meja dokter Reny. Ia menatap sinis pada dokter itu.

__ADS_1


Dokter Reny sejenak memejamkan matanya, ia mencoba mencari jalan keluar dari tekanan itu, “tunggu sebentar” ucap dokter Reny yang kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menelfon Haris. Tak berapa lama, panggilan dokter Reny langsung dijawab oleh Haris. “halo Ren, ada apa?”


“Ris, ada orang yang mengetahui kalau aku memeriksa sampel itu” ucap dokter Reny dengan nada suara yang terdengar gemetar. pikiran Haris kemudian melayang pada laporan pengawal kepercayaannya yang mengatakan jika orang dari perusahaan Arya yang mengetahui jika sampel darah Arya diambil.


“apa dia dari 3A Sahabat?” tanya Haris pada dokter Reny.


“Iya Ris” jawab dokter Reny dengan singkat.


“Haris, dia meminta hasil tes dna itu, dia bilang tuan muda menginginkan hasil tes itu” lanjut dokter Reny.


“bilang sama dia, aku sendiri yang akan bertemu tuan muda” ucap Haris sembari menutup ponsel itu.


Dokter Reny menarik nafas kesal karena Haris menutup panggilan itu begitu saja, padahal ia masih ingin bertanya pada laki-laki itu


“jadi Gimana?” tanya Ari dengan menatap tajam pada dokter Reny,


“Dia bilang dia sendiri yang akan bertemu dengan tuan muda” jawab dokter Reny dengan nada tegasnya, ia tidak ingin tampak lemah di hadapan laki-laki yang jauh lebih muda darinya itu.


“aku nggak peduli, berikan aku hasil tes itu, karena itu menyangkut keselamatan temanku” ucap Ari dengan tajam.


“kalau kamu tahu hasil tes itu untuk keselamatan temanmu, maka jangan minta aku untuk memberikan hasilnya kepadamu” balas dokter Reny yang membuat Ari kesal seketika.


‘PLAAAKKKKK'


Ari memukul keras meja kerja dokter Reny yang membuat dokter itu merinding takut seketika, tubuh laki -laki di depannya cukup besar dan berotot untuk ia lawan, bahkan ia mungkin bisa mati hanya dengan satu pukulan dari laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2