Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Season 3 : Hati Untuk Arya


__ADS_3

Opening season 3 aku up banyak ya, tapi besok kembali 2 part sehari,, jangan lupa like, komen dan votenya ya😉😉


.


.


.


.


Arya dan Mila telah turun dari mobil di halaman rumah Rita, untuk sejenak Mila memandang heran ke arah rumah yang baru ia lihat itu, “ini rumah siapa Arya?” tanyanya dengan nada penasaran. Kamu akan tahu sendiri, “ayo masuk” ucap Arya sembari melangkahkan kakinya ke teras rumah Rita, ia mengetuk pintu rumah itu 2 kali dan sesaat kemudian seorang laki-laki membuka pintu itu.


“Apa kamu sudah puas bermain-main dengan mobilku?” tanya Harun yang melihat sosok Arya setelah membuka pintu.


“Apa kalian menyukai romantisme di atas motorku?” ucap Arya balik bertanya dan Harun senyum seketika.


“kamu benar-benar memberi ide yang bagus untukku tadi siang” ucap Harun dengan wajah senang sembari menerima kunci mobilnya dari Arya.


“benarkah, dimana keponakanku, aku sudah lama tidak melihatnya,” ucap Arya sembari melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah Rita, “dia ada di ruang keluarga, Rita juga disana” jawab Harun tersenyum melihat tingkah Arya. Harun kemudian memandang ke arah Mila dan memperhatikan gadis itu.


“apa kamu tidak mau masuk?” tanya Harun pelan pada Mila.


“Terima kasih bang” ucap Mila dan kemudian ikut masuk dengan sedikit menundukkan kepalanya untuk menghormati harun, karena Harun tidak mungkin melihat senyum hormatnya yang tersimpan di balik cadarnya.


Ketika Harun selesai menutup pintu ia segera mendekati Mila yang berjalan pelan menuju Arya di ruang keluarga.


“apa kamu istrinya Arya?” tanya Harun pelan kepada Mila yang membuat Mila seketika menghentikan langkahnya.

__ADS_1


“iya bang” jawab Mila pelan.


“kamu dari keluarga Rakarsa?" tanya Harun lagi yang di jawab Mila dengan jawaban serupa. Sejenak Harun melepaskan nafas panjang melihat Arya yang sedang bermain dengan anaknya, sementara Rita melihat ke arah Mila dengan tatapan tidak sukanya.


“boleh aku minta sesuatu kepadamu?” tanya Harun dengan hati-hati. “minta sesuatu? abang mau minta apa dariku?” tanya Mila dengan heran.


“aku tahu aku tidak berhak mengatur hubunganmu dengan Arya, tapi aku mohon, kamu dapat mengerti dengan posisi istriku, aku hanya minta kamu jangan menampakkan dirimu dan kakak iparmu di depan Rita, aku tidak ingin dendam di hatinya terus tumbuh kepada kalian, aku tahu aku egois, tapi sebagai suami aku hanya ingin melindungi hati istriku dari perasaan dendam itu” jelas Harun pada Mila, ia paham betul seperti apa dendam itu membara di hati Rita, istrinya berada di posisi yang cukup sulit sekarang karena status Arya sebagai menantu keluarga Rakarsa.


“maaf bang, bukan aku tidak peduli dengan orang lain, tapi aku tidak bisa, aku pasti akan sering berhubungan dengan kak Rita, karena dia adalah sekretaris suamiku, lagi pula masalah itu telah lama berlalu, tidak seharusnya kak Rita menyimpan perasaan dendam itu terlalu lama seperti ini, apa lagi dia sudah menikah sama abang dan memiliki anak” jawab Mila atas permintaan Harun yang tak masuk akal baginya.


‘kenapa kak Rita masih menyimpan sakit hati itu sampai sekarang, padahal ia sudah menikah dan punya anak, sedangkan rumah tangga bang Irman sudah tak jelas lagi seperti apa bentuknya sekarang’ batin Mila.


“huh, sepertinya kamu tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya” ucap Harun dengan pelan. Mila kemudian melihat ke arah wajah Harun dengan bingung.


“maksud abang?” tanya Mila dengan nada herannya.


“sepertinya Arya sudah kembali seperti dulu, apa hubungan kalian sudah membaik, beberapa waktu belakangan ini aku lihat keceriaannya sedikit berkurang, istriku benar-benar harus bekerja keras karenanya” ucap Harun yang mulai merasakan sikap Arya yang polos dan lepas seperti dulu.


“aku sudah kenal Arya sejak perusahaan berdiri, dan setelah aku dan Rita menikah, aku semakin mengenalnya, dia juga sudah menganggapku sebagai abangnya sendiri, aku tahu sikapnya sedikit berubah sejak aku dengar dia menikah denganmu, tapi tadi aku lihat dia sudah seceria biasanya” jelas Harun yang berhenti sejenak.


“mungkin aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian, aku hanya harap kamu dapat menjaga kecerian Arya ini, aku hanya tidak ingin orang sebaiknya harus memendam dendam seperti Rita kepada keluargamu” jelas Harun lagi sembari melangkah ke arah Arya, dan Mila menghirup nafas panjang mendengar itu semua.


‘apa yang salah dengan keluargaku?, kenapa seolah-olah keluarga seperti telah melakukan kesalahan besar pada mereka? bukankah kak Rita sendiri yang berlebihan dengan dendam perjodohan yang batal itu’ batinnya yang benar-benar bingung dengan ucapan Harun.


Mila kemudian mengikuti langkah Harun menuju ruang keluarga. Disana ia dapat melihat dengan jelas Arya sedang bermain bersama dengan anak Rita.


Sementara Rita duduk di sebelah Arya sembari memperhatikan Arya bermain dengan anaknya. Arya sejenak melihat ke arah Mila dengan tersenyum. “apa aku sudah terlihat seperti seorang ayah?” tanyanya dengan nada santai kepada Mila, namun Rita meresponnya dengan wajah tidak sukanya.

__ADS_1


“Tidak, tidak sama sekali” jawab Mila dengan senyum candanya.


“apa wajahku masih terlalu muda untuk terlihat seperti seorang ayah?” tanya Arya lagi yang membuat Mila kembali tersenyum mendengarnya. “Arya” ucap Rita dengan nada dinginnya yang membuat Arya melepas nafas panjang seketika.


“Jangan terlalu lama menyimpan dendam Rita, itu tak baik bagimu dan keluargamu” ucap Arya yang memahami maksud Rita.


"maaf Arya, tapi masih sulit bagiku memaafkan mereka” ucap Rita dengan nada berubah pelan, sementara Harun melihat itu semua dengan wajah simpatinya.


“ya sudah, sepertinya aku harus pamit, aku tidak bisa berlama-lama dengan keponakanku sekarang, sepertinya kamu benar-benar tak nyaman dengan kehadiran istriku” ucap Arya sembari mencium lembut ubun-ubun anak Rita yang masih bermain dengan tangannya.


“sering-seringlah kesini seperti dulu Arya, kehadiranmu bisa menghibur anak kami, jangan terlalu menikmati pernikahanmu sampai-sampai kamu tidak pernah lagi mengunjungi kami disini” canda Harun pada Arya.


“jangan begitu bang, aku benar-benar lagi banyak kerjaan sekarang, jangankan ke rumahmu ini, ke rumah Ari saja aku sudah tidak pernah lagi, padahal dulu aku sering ke rumahnya tengah malam” ucap Arya sembari bangkit dari permadani ruang tengah rumah Rita.


“ibumu mana Rita?” tanya Arya sembari merapikan kemeja dan jas kerjanya. Rita hanya diam tidak menjawab, yang membuat Arya kembali melepas nafas panjang, entah mengapa perempuan itu seperti enggan bertemu dengannya.


“ya sudah aku pamit ya” ucap Arya sembari melangkah ke arah Mila yang masih berdiri diantara ruang keluarga dan ruang tamu rumah Rita itu.


Namun belum sempat ia mendekati Mila, ia kembali memutar badannya. “Kunci motorku mana?” tanyanya yang membuat Harun tertawa kecil melihat tingkah Arya.


“kamu sudah punya banyak uang, kenapa tidak beli mobil saja, masih saja memakai motor buntut itu” ledek Rita pada Arya.


Harun memberikan kunci motor Arya kepadanya. "kata istriku kamu tidak tahu barang bagus, masa pimpinan perusahaan sekaligus arsitektur hebat sepertimu hanya membawa motor buntut ke kantor” ucap Harun yang ikut meledek Arya.


“kalian ini, motor buntut itu sama berharganya dengan nyawaku, itu hasil kerja kerasku bekerja dan menabung lama waktu kuliah dulu” ucap Arya sembari pamit dan melangkah pergi dengan menarik tangan Mila.


Sementara itu tanpa mereka sadari, ibunya Rita, ibu Tya meneteskan air mata setelah kepergian Arya, ia merasa bersalah mendengarkan pertanyaan Arya yang menanyakan dirinya, ia sadar hidupnya dan hidup Rita berhutang besar pada Arya, namun ia tidak sanggup melihat wajah Arya, wajah Arya jelas mirip seseorang di masa lalunya.

__ADS_1


Seseorang yang setia di layani oleh suaminya, hingga suaminya lebih rela di penjara dan hancur demi orang itu, orang yang selalu ditanyakan oleh suaminya dimana keberadaan anak orang itu yang telah lama mati baginya. Melihat wajah arya seperti melihat neraka bagi ibu Tya, karena kesetiaanya suaminya pada orang itu yang telah menghancurkan keluarga mereka.


‘aku tahu kamu malaikat penolong bagi kami, tapi maaf, wajahmu mengingatkan kami kepada neraka kami’


__ADS_2