Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Ketakutan Arya


__ADS_3

Kenangan yang Indah di masa lalu terkadang sulit hilang dari ingatan, kenangan tersebut terkadang -kadang membebani kita untuk ingin kembali mengulangnya, merasakan kembali sensasi keindahannya. Terkadang terasa menyakiti perasaan saat kita sendiri ketika menyadari kenangan itu mustahil terulang, karena dia yang pernah disayangi sudah dimiliki orang lain, seperti itulah pemikiran Arya saat itu.


Baginya Mila memiliki seribu kenangan indah bersama Arnes yang tersimpan dalam memori istrinya itu, kenangan yang mungkin masih diinginkan Mila untuk kembali terulang, sementara dia hanya laki-laki bodoh yang tidak tahu apa -apa dengan kata-kata romantis. Cinta, sayang, Beib, dinda, atau apalah, lidahnya terasa kelu mengatakan itu semua.


Itulah alasannya kenapa ia ingin memiliki istri yang masih suci hatinya sebelum menikah dengannya, agar mereka sama-sama menciptakan kenangan mereka sendiri, tanpa perlu ada memori kenangan lain di masa lalu. Membuat kenangan bersama orang yang akan menemaninya di sisa hidupnya. Bahagia bersama tanpa ada beban perasaan dengan masa lalu mereka.


Namun takdir tidaklah selalu sesuai keinginan kita, Tuhan menakdirkan Arya bersama Mila yang telah memiliki sejuta kenangan bersama Arnes.


Hal yang terasa sangat menyakitkan baginya, namun ia berusaha tegar dan kuat menghadapi itu semua. Jika Mila adalah jodohnya, maka ada seribu kebaikan dari Mila yang disiapkan Tuhan untuknya, namun tetap saja, jiwanya sebagai laki-laki merasa tidak percaya diri di depan Mila jika mengingat lagi kata -kata Arnes tentang kemesraan Mila dengan laki-laki itu.


Karena sampai detik itu ia sadar, tidak ada satupun hal romantis yang ia lakukan untuk istrinya. Hatinya terasa sakit saat merasakan bahwa ia hanya menjadikan istrinya untuk memenuhi nafsunya saja. Seharusnya ia melakukan banyak hal untuk membuat istrinya bahagia. Namun ia sendiri juga bingung, hal romantis seperti apa yang harus ia lakukan untuk membahagiakan Mila.


Apa dia harus memberi istrinya bunga setiap hari, apa dia harus lebih sering mengajak istrinya makan malam berdua di luar dengan mereservasi restoran mewah untuk mereka berdua, apa di harus berlutut dan mencium tangan istrinya untuk menjadikan istrinya itu ratu. Arya mengusap kasar rambutnya, pikirannya sulit bekerja untuk hal -hal seperti itu.


Apa Mila sudah bahagia dengannya selama ini, apa perempuan itu bahagia ketika ia mengajaknya ke bukit melihat pemandangan kota, apa perempuan itu bahagia saat mereka di pantai, apa perempuan itu bahagia saat mereka menunggangi kuda bersama, melihat air terjun, dan memandangi air terjun menari di alun -alun kota. Tak ada satupun yang romantis di matanya dari semua yang ia lakukan.


Ia malah merasa seperti laki -laki egois, mengajak Mila ke bukit, menunggangi kuda, ke pantai, melihat terjun, ia melakukan apa yang ia sukai tanpa bertanya apa yang diinginkan istrinya itu, apa istrinya itu berkata bahagia hanya untuk menyenangkan hatinya.


Jiwa Arya tersentak dengan cerita Arnes, Arnes yang hanya pacar sudah melakukan banyak hal untuk membahagiakan Mila, sementara dia hanya begitu saja, apa Mila benar -benar bahagia bersamanya, atau itu hanya senyuman yang dibuat untuk menyenangkan hatinya saja, hati perempuan yang telah menjadi istrinya itu membuatnya tak karuan.


Sudah 2 hari sejak pertemuannya dengan Arnes, rasa cemburunya masih saja membakar hatinya, laki -laki itu berhasil menyerang titik lemahnya, laki -laki itu berhasil menyerang ketakutannya.

__ADS_1


'pernikahan ini baru mau 6 bulan, aku masih punya banyak waktu untuk melakukan banyak hal dengan Mila' batinnya yang mencoba meyakinkan dirinya sendiri,


Lamunan panjangnya terhenti ketika Mila menghampirinya di balkon itu.


“apa sebegitu buruknya aku di matamu Arya, sampai kamu tidak percaya sedikit pun kalau aku sudah memilihmu” ucap Mila dengan pelan, ia melihat ke arah laut, menyembunyikan matanya yang terasa mulai berkaca-kaca.


“dia bercerita betapa mesra dan romantisnya dia dulu kepadamu Mil, aku bahkan tidak bisa semesra dan seromantis itu kepadamu, aku tidak pernah memberimu bunga, aku tidak pernah mengajakmu makan malam berdua dengan suasana romantis, dia bilang kalian dulu saling berbalas kata-kata cinta sedangkan aku,, aku bahkan tidak pernah mengatakan aku cinta kepadamu Mil, betapa buruknya aku sebagai suamimu, bahkan kamu merasakan itu saat bersamanya dulu, tapi bersamaku, tidak ada hal-hal seperti itu, yang ada hanya air matamu Mil” ucap Arya yang teringat kembali dengan cerita Arnes, matanya menerawang jauh melihat lautan yang gelap.


“arya,,” gumam Mila dengan pelan.


“aku tidak tahu bagaimana caranya memperlakukanmu sebagai perempuan Mil, memperlakukanmu seperti ratu seperti yang dia lakukan dulu, aku hanya orang bodoh yang tidak pernah mengenal perempuan Mil” lanjut Arya lagi.


“katakan Mil, seberapa menyedihkannya aku memperlakukanmu, seberapa buruknya aku di matamu, jujurlah kepadaku Mil, jangan rahasiakan keburukanku yang kamu lihat” ucap Arya yang mulai merasa sesak di dadanya, ia sama sekali tidak ingin mendengar kalimat seburuk apa dirinya, namun ia harus kuat mendengarnya, agar ia bisa menjadi lebih baik lagi untuk istrinya, agar kenangan indah yang dulu dimiliki istrinya bersama Arnes dapat terkikis perlahan dan berganti dengan kenangan mereka.


Mila terdiam, hatinya tersentak, jiwanya terhenyak, jika dibandingkan Arya dengan Arnes, tentu Arya tidak ada apa-apanya.


Suaminya itu bahkan hampir setiap malam selalu sibuk bekerja, dan begitupun setiap shubuh. Suaminya tidak pernah mengajaknya makan malam romantis, jalan-jalan ke mall, memberinya bunga, atau mungkin untuk sekedar berkata kata cinta, Kata yang dari dulu selalu ia tunggu Arya mengatakannya untuk dirinya.


Tapi satu hal yang ia rasakan, laki-laki di depannya itu jauh lebih berharga dari apapun, hatinya terlalu suci untuk disakiti, hatinya terlalu luas yang selalu memaafkannya. Matanya terlalu lembut dan memberinya kenyamanan. Bahkan tidak ada satu pun sentuhan laki-laki itu yang menyakiti dirinya, bahkan ia masih ingat seberapa kejinya ia dulu menyakiti hati laki-laki itu hingga hancur.


Di ingatannya masih jelas seperti apa Arya dulu hancur tak karuan ketika laki -laki itu tersungkur lemah ke tanah, memukul-mukul tanah karena hancur oleh perbuatannya.

__ADS_1


Air mata Mila kembali menetes tanpa bisa ia tahan, pertanyaan Arya terlalu sulit ia jawab, baginya, Arya dan Arnes adalah dua orang berbeda yang tidak bisa dibandingkan seperti apa mereka memperlakukannya.


“Kamu lebih dari apapun Arya, jangan berbicara seperti itu, tak ada satu pun di dirimu yang menyedihkan, kamu orang paling kuat yang pernah aku kenal, kamu hidup dibawah bayang-bayang rasa takut dan traumamu dan bisa bertahan sampai titik ini, tak ada satu pun keburukan yang aku lihat darimu Arya, kamu orang baik, orang paling baik yang aku kenal di dalam hidupku” ucap Mila dengan tulus pada Arya.


Arya mengusap kasar rambutnya, jawaban dari Mila belum menenangkan hatinya, “katakan Mil, apa yang kamu inginkan dariku, kamu ingin aku memberimu bunga, aku akan melakukannya setiap hari untukmu, kamu ingin makan malam romantis, aku akan lakukan untukmu, kamu ingin aku,,,” Mila kemudian menghentikan kalimat Arya dengan menempelkan telunjuk kanannya di bibir Arya.


Arya menarik nafas dalam, perasaan emosionalnya kembali menguasai dirinya, hingga semua kata-kata itu terlontar tanpa ia sadari.


“tetaplah seperti Arya yang selama ini ku kenal, cukup seperti itu, aku akan selalu menyayangi dan mencintaimu Arya, tak ada satupun yang harus kamu ubah dari dirimu,” ucap Mila dengan memotong kalimat Arya.


Mila menarik nafas dalam, suaminya masih sama seperti dulu, arah dan cara berpikirnya sama sekali tidak pernah bisa ia pahami.


“apa karena itu semua kamu tidak bisa percaya seutuhnya kepadaku Arya? apa karena kata-kata laki-laki itu?” tanya Mila menatap dalam manik mata Arya yang tampak sendu dan lemah, mata itu tengah tertunduk menatap kosong lantai balkon apartemen mereka.


“aku laki-laki Mil, dia tahu kelemahan laki-laki sepertiku, dan dia menyerangku tepat di kelemahanku itu, ia ingin aku sadar, kalau aku tidak pantas sebagai suamimu” jelas Arya dengan lemah, semua percakapannya dengan Arnes telah terbuka pada Mila.


“Ia bahkan menceritakan kalau dia pernah menyentuhmu dan melihat seluruh tubuhmu” ucap Arya lagi.


Mila menelan salivanya seketika, kepalanya menggeleng tak terima dengan itu semua, ‘laki-laki ********, kenapa dia setega ini kepadaku dan suamiku?, apa dia benar-benar ingin menghancurkan rumah tanggaku, dia membuat suamiku menjadi lemah seperti ini’ batin Mila penuh rasa marah dan sakit hati.


“kamu percaya Arya, kamu kan tahu sendiri malam itu aku masih perawan ketika pertama kali kamu menyentuhku, aku tidak pernah memperlihatkan tubuhku pada orang lain selain kamu, suamiku sendiri” ucap Mila penuh kekhawatiran, pantas saja suaminya seperti itu, jika Arya percaya dengan kata-kata Arnes, maka kepercayaan Arya kepadanya akan sulit untuk kembali ditumbuhkan.

__ADS_1


__ADS_2