Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Serius Marah Nggak Sih?


__ADS_3

“Tomy sayang sama kamu Bel, dia tidak jijik sama sekali seperti yang kamu tuduhkan”


“bohong” ucap Abel setengah berteriak.


Arya menelan salivanya melihat emosi Abel, itulah kali pertama ia melihat Abel berteriak.


“kamu adalah perempuan pertama baginya Bel, aku tidak pernah melihat Tomy menyukai perempuan sebelum ini, apa lagi sampai ia berani memelukmu kemarin, ia benar-benar sudah melewati batasnya sendiri untuk menyayangimu, dan aku tahu jika Tomy menginginkanmu sebagai yang pertama dan terakhir untuknya” jelas Arya, air mata Abel kembali menitik mendengar ucapan Arya.


“tapi dia melepas pelukkannya padaku, dan meminta maaf padaku, padahal semua orang pasti akan memeluk pasangannya sebagai bukti rasa sayang mereka, tetapi dia malah minta maaf seolah-olah dia tidak mau memelukku” ucap Abel lagi melepas seluruh rasa sakit dihatinya atas perlakuan Tomy kemarin.


“Kamu dan Tomy berbeda Bel, Tomy dan aku dididik keras dalam lingkungan agama dari orang tua kami, kami diajarkan untuk menghormati perempuan dan menjauhi dosa, salah satu bentuk menghormati perempuan itu adalah tidak menyentuh perempuan sebelum ada ikatan suci pernikahan, karena itu Tomy minta maaf kepadamu, karena baginya, memelukmu sebelum kalian resmi menikah adalah bentuk tidak menghormati kehormatanmu” jelas Arya sembari berharap Abel dan memahami kalimatnya, Abel menelan salivanya, pikirannya bekerja keras menilai kalimat Arya tersebut.


“apa itu alasan Tomy tidak mau menyentuhku selama ini?, walau hanya sekedar berpegang tangan?’ tanya Abel penuh selidik dengan mengusap air matanya yang membasahi pipi putihnya.


“iya Bel, dan Tomy tidak akan menjelaskan alasan ini kepadamu, untuk itu aku menemuimu, menjelaskan apa yang tidak bisa dijelaskan Tomy kepadamu" ucap Arya sejenak terhenti.


"baginya, setiap inci tubuhmu adalah kehormatanmu yang harus ia jaga, ia tidak akan menyentuh kehormatanmu itu sebelum kehormatanmu itu juga menjadi kehormatannya, dan kehormatanmu akan menjadi kehormatannya yang bisa ia miliki setelah kalian menikah, tidak hanya masalah kehormatanmu, ia juga melindungi dirinya sendiri dari dosa, kamu perlu memahami perbedaan pandangan kalian ini, aku tahu kalian baru mengenal, apa lagi selama ini Tomy kerja di Bandung, pasti kalian tidak terlalu sering berkomunikasi untuk lebih mengenal secara dalam” jelas Arya lagi.


“Jika Tomy menganggap setiap inci dari tubuhku adalah kehormatanku, maka tidak ada lagi kehormatanku yang bisa kuberikan untuknya” ucap Abel menumpahkan tangis sesalnya, Arya terdiam mendengar ucapan Abel, bahkan menelan salivanya pun ia tidak bisa.


“aku selalu tulus pada mantan-mantanku dulu, memberikan hatiku untuk mereka, memberikan cintaku dan diriku untuk mereka, tapi mereka tidak pernah menghargaiku dan menghormatiku sebagai perempuan sedikitpun, sama seperti orang yang menikam Tomy, mereka menikam Tomy karena Tomy melindungi aku dari laki-laki ******** itu” jelas Abel lagi yang masih terisak dengan nasib yang ia jalani.

__ADS_1


Arya dengan susah apayah menelan salivanya mendengar penjelasan Abel, ia berusaha menarik nafas panjang dan mencoba memaksa bibirnya yang kelu untuk bicara.


“Bel, a,,apa kamu,,, sudah nggak perawan lagi” tanya Arya hati-hati karena takut menyinggung Abel.


Mendengar ucapan Arya, Abel langsung melotot tajam kepadanya, Tatapan tajamnya seolah-olah siap membunuh laki-laki itu.


“apa maksudmu?, apa kamu pikir aku semurah itu? aku masih punya akal untuk tidak melakukannya sebelum menikah” ucap Abel penuh emosional pada Arya. ‘astaga Bel, ucapanmu tadi yang membuatku berpikir seperti itu’ kesal Arya pada Abel.


“maaf bel, emang apa saja yang pernah kamu lakukan dengan mereka?” tanya Arya dengan hati-hati.


“kami hanya berpegang tangan tidak lebih, kami pikir aku akan membiarkan mereka menyentuh tubuhku, pelukkan pertamaku untuk Tomy, ketika ia sadar waktu itu” ucap Abel dengan polos.


“astaga Bel, lalu kenapa kamu bilang tidak ada lagi kehormatan yang bisa kamu berikan untuk Tomy” kesal Arya.


‘kenapa rumit kali sih menghadapi perempuan kayak Abel, aku benar-benar bisa gila kalau seperti ini’ keluh Arya sembari mengusap kepalanya.


“Bel, kamu seperti ini kan Cuma di rumah, tapi lebih bagus lagi jika kamu berpakaian tertutup, setidaknya berjilbablah,” ucap Arya mencoba menenangkan sedih Abel.


“Sejak aku mengenal Tomy aku tidak pernah lagi berpakaian seperti ini keluar, karena ia selalu marah jika melihatku berpakaian seperti ini keluar rumah, tapi dulu aku selalu seperti jika keluar rumah Arya, setiap aku jalan ke mall, aku selalu seperti ini, semua laki-laki pasti melihat ke arahku seolah menelanjangiku, apa lagi mantan-mantanku dulu, mereka sering berbicara jorok kepadaku, seolah-olah aku hanya wanita murahan di mata mereka” jelas Abel lagi dengan menahan kesedihannya. entah mengapa ia begitu menyesal sekarang, apa lagi setelah mendengar penjelasan Arya tentang alasan kenapa Tomy tidak mau menyentuhnya dan melarangnya berpakaian terbuka keluar rumah, ia merasa sudah tidak pantas lagi bagi laki-laki seperti Tomy.


“udahlah Bel, yang penting sekarang kamu niat berubah, dan jangan berpikir lagi membatalkan pernikahan ini, mungkin tidak akan lagi laki-laki seperti Tomy yang akan memilihmu seperti sekarang” ucap Arya datar pada Abel,

__ADS_1


“Apa Tomy bisa memaafkan kesalahanku dulu Arya?, aku benar-benar merasa tak pantas untuk Tomy, dia menghormatiku seperti itu, sementara aku dulu sama sekali tidak memikirkan orang-orang yang melihat tubuhku” tanya Abel lagi.


"dia pasti memaafkanmu Bel, kamu tidak perlu bicara apa pun sama dia tentang itu, dia pasti sudah tahu semuanya, dan kamu tidak perlu meminta maaf padanya, dia pasti sudah memaafkanmu duluan” jawab Arya ketus.


“Apa Tomy bisa menerima kesalahanku seperti kamu menerima kesalahan Mila?” tanya Abel lagi yang membuat Arya merasa lelah menghadapi sikap polos perempuan di depannya itu, ‘kenapa Tomy bisa tahan sih sama perempuan seperti Abel’ batinnya bingung.


“pasti bisa Bel, percayalah pada Tomy, dan segeralah ke rumah sakit, Tomy pasti sedang menunggumu” ucap Arya pelan pada Abel.


"Bel, dulu Mila seperti apa ketika kalian bersahabat dekat?” tanya Arya yang mulai mengalihkan pembicaraan mereka.


“Sama sepertiku, kami sering jalan-jalan ke mall dengan pakaian seperti ini, dulu kami juga pernah ke club saat SMA sama teman-teman kami, kami dulu juga sering keluyuran, lalu pulang malam-malam, kami juga sering punya pacar baru tiap bulan, kami dulu idola sekolah lo Arya” jelas Abel tanpa pikir panjang. Sementara Arya hanya bisa menelan salivanya mendengar ucapan polos Abel.


‘astaga, kenapa aku malah menyesal bertanya itu tadi’


“Bel, aku punya rencana untuk kita, aku, Tomy, kamu dan Mila, tapi ini akan kubicarakan dulu dengan Tomy,”


“rencana? rencana apa?”,,


“mengunjungi orang tua kami, aku punya janji sama Tomy akan membawa Mila menemui orang tua kami di kampung sebelum kalian menikah, aku rasa akan lebih baik untukmu ikut, agar kamu dapat mengenali keluarga kami, dan tidak menyesal memilih Tomy nanti, keluarga kami hanya keluarga sederhana Bel, ayah kami hanya petani, dan ibu kami ibu rumah tangga, berbeda dengan keluargamu dan keluarga Mila, aku rasa akan lebih baik kamu mengenali calon mertuamu dulu” jelas Arya.


“benarkah?, aku ingin sekali kesana, kata Mila masakan ibumu enak, aku ingin belajar masak sama ibumu, biar aku bisa masak yang enak juga buat Tomy nanti” ucap Abel dengan semangat.

__ADS_1


Arya mengernyitkan dahinya melihat Abel ‘kapan Mila bertemu dengan bibi?’ batin Arya bingung, ‘dan ini, astaga, tadi aku datang ia tampak sedih sekali, dan sekarang dia semangat gini, kok cepat sekali moodnya berubah, dia serius nggak sih marah sama Tomy?'.


__ADS_2