
Arya, Vanessa dan Mila keluar dari ruangan Arya, pemandangan yang membuat semua tim Arya disana langsung berbisik dengan berbagai dugaan mereka. Arya sejenak berdiri di sebelah Rita dan melihat semua anggota timnya itu, ia sadar bahwa semua orang disana pasti sudah banyak berspekulasi melihat Mila dan Vanessa ada di ruanganya.
"Rita, apa menurutmu aku harus menjelaskan ini?” tanya Arya sembari berbisik pada Rita walaupun ia tahu bahwa Rita menahan kesalnya saat itu. “kamu pergilah Arya, biar aku yang tangani mereka, aku tahu kamu tidak terlalu suka untuk hal-hal seperti ini” jawab Rita dengan nada dingin.
Arya melepas nafas panjang, ia kemudian berjalan pergi sembari mengenggam tangan Mila dan Vanessa mengikuti langkah mereka. Sementara Mila dan Vanessa, sebelum pergi mereka sejenak melihat ke arah Rita dengan tatapan penuh rasa bersalah atas hidup gadis itu.
Rita kemudian berdiri dan melirik pada semua orang yang juga tengah memperhatikan dirinya. Ia menghirup nafas panjang dan kemudian menjelaskan siapa Mila dan Vanessa pada semua tim Arya dengan menahan perasaan tidak sukanya.
Arya, Mila dan Vanessa turun dari lantai 4 menuju lantai 1, mereka hendak makan siang di luar kantor tersebut untuk menghabiskan waktu istirahat Arya, ketika mereka melewati Loby, semua orang disana langsung melihat panjang ke arah Arya. Hal yang membuat Arya melepas nafas panjang karena ia sama sekali tidak senang jika menjadi pusat perhatian seperti itu.
Mila memperlihatkan genggaman erat tangan Arya padanya dihadapan semua orang, untuk menunjukkan pada semua orang disana bahwa dia adalah istrinya Arya, sementara Vanessa yang berjalan di samping Mila hanya bisa berwajah pias menjadi sorotan seperti itu.
Perlahan bisik-bisik mulai terdengar tentang siapa gadis yang menggenggam tangan Arya itu, bisik-bisik seperti suara lebah sesayup sayup terdengar disana. Mila menahan tangan Arya ketika mereka berada di depan 2 resepsionis yang melihat pemandangan itu dengan wajah pias dan tangan sedikit gemetar. “kenapa Mil?” tanya Arya yang heran dengan Mila, sementara Vanessa melepas nafas kasar karena sudah tahu niat adik iparnya itu.
“katakan pada mereka siapa aku sebenarnya” ucap Mila dengan suara tegas pada Arya, suara yang terdengar jelas mengintimidasi 2 resepsionis itu.
__ADS_1
Arya kemudian mendekat pada 2 resepsionis itu, “apa kalian sudah kenal dengan istriku?, kalau belum lebih baik kalian berkenalan dulu” ucap Arya dengan nada ramahnya, nada yang malah membuat Mila kesal mendengarnya, padahal ia ingin suaminya itu berbicara tegas pada orang yang telah mentertawainya.
“selamat siang bu, saya Yola, dan ini teman saya Tika, kami resepsionis disini” ucap salah seorang resepsionis dengan nada sopannya, dan mereka kemudian memberi hormat pada Mila dan Vanessa. ‘ya Tuhan, jadi benar perempuan ini istrinya tuan Arya’ batin 2 resepsionis itu menahan takut.
“mereka tadi tidak mempercayaiku saat aku bilang kalau aku istrimu, apa kamu tidak bisa bersikap tegas atas sikap tidak sopan mereka tadi” ucap Mila dengan tatapan penuh intimidasi pada 2 resepsionis itu. “itukan karena mereka memang tidak tahu Mil, buat apa lagi dipermasalahkan” ucap Arya yang membuat Mila semakin kesal, ia merasa kalah dengan 2 resepsionis itu dengan ucapan Arya tersebut.
“seharusnya kamu memecat mereka atas kelancangan mereka tadi, mereka bahkan tidak menghormatiku sebagai istri pimpinan mereka disini” ucap Mila yang semakin mengintimidasi 2 resepsionis itu, bahkan 2 resepsinois itu sudah memucat tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
Arya tersenyum melihat tingkah Mila, ia bahkan tidak bisa percaya jika perempuan yang bersikap dingin pada dirinya dulu dapat bersikap seperti itu sekarang. ‘apa aku dan Mila telah melewati masa sulit itu, sehingga kami bisa seperti ini sekarang, menjadi diri kami sendiri, beberapa hari ini Mila benar-benar berbeda dengan yang dulu ku kenal saat menikah’ batin Arya. Arya kemudian merangkul bahu Mila dan memperlihatkan kemesraannya di depan 2 resepsionis itu.
Setelah Arya, Mila dan Vanessa keluar dari Loby, beberapa orang langsung mendekat ke meja resepsionis untuk mendengar apa yang informasi terbaru tentang pimpinan perusahaan mereka itu.
Sementara itu Ari yang juga baru turun dari lift menatap punggung Arya, Mila dan Vanessa dengan mata sinisnya, ‘Arya, aku masih belum bisa terima kamu memilih perempuan itu, kakaknya sudah membuat kita rugi besar, dan perempuan itu juga telah menjatuhkan harga dirimu, bagaimana bisa kamu masih berdiri disisinya seperti ini. Apa aku salah langkah menyuruh orang-orangku untuk menjaga gadis itu, tapi aku hanya tak ingin kehormatan sahabatku di ambil oleh orang lain’ batinnya dengan berjalan pelan menuju kantin perusahaannya tanpa memperdulikan semua orang yang memberi hormat kepadanya.
Mila duduk dengan memasang wajah kesal disamping Arya yang mengemudi mobil Vanessa. Sementara Arya melihat itu semua dengan wajah senangnya, tingkah Mila itu seolah menunjukkan bahwa Mila benar-benar telah memiliki perasaan untuknya. “kamu sadar nggak Mil, kamu sudah jauh berubah sekarang” ucap Arya sembari memberi klakson kepada satpam yang berjaga dan kemudian menutup kaca jendela mobil disisinya.
__ADS_1
Mila sejenak memikirkan maksud kalimat Arya dan memperhatikan wajah suaminya itu, “dulu kamu dingin sekali padaku, tapi sekarang kamu tampak posesif sekali, bahkan sama resepsionis saja kamu mau bertengkar karena diriku” ucap Arya lagi yang membuat Mila menelan salivanya seketika.
‘apa benar aku sudah jauh berubah?, bahkan dulu ketika sama bang Arnes aku tidak pernah seperti ini, apa karena bang Arnes orangnya romantis dan peka pada perasaanku, sedangkan Arya orangnya tidak peka sama sekali dengan keinginanku, dan dia juga tidak bisa bersikap romantis sedikit saja, apa karena itu juga aku bersikap seperti ini? mencari-cari perhatiannya agar dia peka pada apa yang aku inginkan, tapi kenapa aku merasa lebih lepas sekarang, aku merasa benar-benar menjadi diriku yang sebenarnya tanpa takut Arya akan marah pada sikap konyolku ini, beda dengan dulu, aku seolah menjadi orang lain agar bang Arnes tidak marah padaku,’ batin Mila menatap dalam wajah Arya.
“apa wajahku setampan itu?, hingga kamu tidak bisa berhenti menatapku seperti sekarang” ucap Arya dengan santai pada istrinya. ‘ya Tuhan, kenapa laki-laki ini selalu bisa membuat perasaanku turun naik seperti ini?,’
“kamu tampan Arya, kamu bahkan lebih tampan dari pangeran dalam mimpiku” ucap Mila dengan suara sungguh-sungguhnya. Ucapan yang membuat Arya tersenyum mendengarnya, namun ia merasa ada hal yang aneh dari jawaban Mila.
“benarkah?, kenapa jawabanmu berbeda dari biasanya?” ucap Arya lagi pada Mila.
“Apa kamu selalu seperti ini pada semua perempuan Arya?, kamu benar-benar akan membuat semua perempuan penasaran seperti apa dirimu sebenarnya jika kamu bersikap seperti ini pada mereka” ucap Mila yang sekarang memasang wajah serius pada Arya.
Sementara Vanessa menatap Arya dari tempat duduknya, ia seperti setuju dengan kalimat yang dilontarkan Mila, apa lagi sampai detik itu masih banyak pertanyaan yang ia simpan untuk di tanyakan kepada Arya.
“memang seberapa penasaran kamu sama diriku, bukankah kamu sudah tahu seperti apa aku sebenarnya” ucap Arya lagi pada Mila.
__ADS_1
“bahkan sampai detik ini aku tidak tahu seperti apa cara berpikirmu Arya, apa kamu benar-benar tidak pernah mengenal perempuan sebelum ini, kenapa kamu tidak pernah peka sedikit saja atas apa yang aku inginkan dari dirimu?” ucap Mila lagi.