
“jadi tuan, kemana saja tuan muda selama ini, kami semua mencari tuan, kami takut Aliando akan menemukan tuan lebih dulu daripada kami, laki-laki itu pasti akan langsung membunuh tuan jika tahu keberadaan tuan” ucap sekretaris Arjun yang membuat Rita menelan salivanya seketika.
“membunuh?” ucap Rita spontan karena kaget dengan ucapan ayahnya. Ia sama sekali tidak tahu sedikit pun masalah yang terjadi di Adinata group dan juga keluarga Adinata, yang ia tahu Gibran, Indra dan Naina sudah lama meninggal dunia.
Arya menarik nafas panjang dan melepasnya untuk memberinya kekuatan menjawab pertanyaan sekretaris Arjun. “malam itu saya berhasil menyelamatkan diri paman, saya berhasil lari dari rumah, saya lari dan berlindung di sebuah mobil, dan mobil itu membawa saya pergi jauh dari Jakarta, saya hidup bersama pemilik mobil itu dan mereka menjadi keluarga angkat saya, maaf paman, karena saya dan ayah saya paman menjadi seperti ini, karena kami paman dan Rita harus hidup seperti ini” ucap Arya yang akhirnya ikut meneteskan air matanya.
Arya sama sekali tidak pernah mengira, Rita yang ia lihat hancur dan seperti orang gila di rumah sakit beberapa tahun lalu itu adalah karena dirinya sendiri, walapun ia tidak tahu dimana kesalahan yang ia perbuat saat itu. Namun dari ucapan Rita, sudah cukup membuatnya merasa bersalah.
“ibuku meninggal dalam pelukkanku paman, usiaku masih 6 tahun saat itu, dan,,, a,,a,,, aku,,, aku,,, “ ucap Arya yang seketika terbata, ia tak sanggup lagi mengingat peristiwa yang telah lama berlalu itu.
“aku tak sanggup mengingatnya lagi paman, terlalu sakit apa yang ku alami hari itu, aku bertahun -tahun dibayangi rasa takut dan rasa diburu oleh mereka, aku bahkan selalu merasa ada orang yang mengikuti saat berjalan seorang diri di malam hari sampai sekarang, maaf paman, aku membuat keluarga paman menderita” jelas Arya dengan nada gemetarnya, penjelasaan yang kembali membuat Rita menelan saliva mendengarnya.
“tidak tuan, ini bukan salah tuan, saya paham seperti apa yang tuan rasakan, saya tahu bahwa sangat berat bagi tuan ketika menghadapi semua itu ketika usia tuan masih 6 tahun saat itu, kamilah yang salah, seharusnya kamilah yang menemukan tuan, bukan tuan yang menemui kami seperti ini” ucap sekretaris Arjun tak ingin Arya menyalahkan dirinya sendiri.
“tapi ini salah saya paman, Rita berhak benci pada saya dan ayah saya, karena kamilah hidup paman seperti ini” ucap Arya yang mengulang lagi kalimat Rita tadi, walaupun sebenarnya dia tidak tahu, apa kesalahan ia dan ayahnya yang membuat Arjun sampai di penjara, ia hanya berpikir untuk membenarkan kata Rita agar Rita tidak benci kepadanya jika ia menentang tuduhan Rita.
Sementara Rita hanya bisa diam membatu, ia sekarang bingung harus seperti apa memposisikan dirinya, mendengar penjelasan Arya, ia tidak seharusnya secara sepihak menyalahkan Arya. Jika dia ada di posisi Arya mungkin dia tidak akan memiliki keberanian untuk kembali, apa lagi dia tahu bahwa ada orang yang mengincar nyawanya, ditambah lagi rasa trauma dan rasa diburu oleh orang, perasaan yang akan terus menyiksa sepanjang hidupnya.
__ADS_1
“maaf tuan, apa tuan sudah tahu posisi tuan saat ini?” tanya sekretaris Arjun pada Arya dengan mada tenangnya.
“saya tahu paman, orang itu menginginkan kematian saya, dari dulu saya terus sembunyi, karena saya tidak tahu sama sekali bagaimana cara saya untuk kembali, saya mengatakan ini kepada paman juga butuh keberanian besar, karena saya tidak tahu apakah paman termasuk bagian dari mereka atau tidak” jelas Arya lagi.
“kamu dengar Rita, sekarang kamu harus melindungi tuan muda, CEO Adinata itu masih mencari tuan muda untuk membunuhnya, kamu harus melindungi tuan muda” ucap Sekretaris Arjun penuh penekanan pada Rita.
“tapi ayah, dia yang membuat ayah,,” ucap Rita kemudian terpotong ucapan sekretaris Arjun.
“jika kamu ingin ayah segera keluar dari sini, maka kamu harus lindungi tuan muda sampai menjadi CEO menggantikan tuan Gibran, jika itu tidak terjadi, mungkin ayah akan seumur hidup disini, masa tahanan ayah memang 12 tahun, tapi mereka mungkin sudah merencanakan hal lain agar ayah membusuk sampai mati disini, karena ayah memegang semua rahasia orang itu” ucap sekretaris Arjun dengan tajam pada Rita.
“Carilah Haris dan Rahman di perusahaan, cari juga pak Abdul dan pak Budi, mereka adalah orang-orang yang masih setia dengan tuan Gibran, ingat Rita, keselamatan tuan muda adalah prioritas utama kita, ini hidup kita Rita, hidup ayah dan hidupmu, kita berdua sudah ditakdirkan hidup untuk keluarga Adinata” lanjut sekretaris Arjun pada Rita.
“paman, jangan paksa Rita untuk tetap ada di sisiku, dia sudah sangat menderita karena diriku dan keluargaku” jawab Arya membela posisi Rita.
“tidak tuan, semua yang kami miliki karena jasa tuan Gibran, tuan Gibranlah yang membawa kami ke kehidupan yang lebih baik dari kehidupan kami yang dulu, dan Rita juga cerita apa yang dulu tuan lakukan untuk istri saya dan juga Rita, tuan telah menyelamatkan hidup kami seperti tuan Gibran menyelamatkan kami dulu, Hidup kami seutuhnya untuk keluarga Adinata tuan” jelas sekretaris Arjun pada Arya.
Arya meneteskan air mata mendengar ucapan sekretaris Arjun, ucapan sekretaris Arjun sama sekali tidak ingin ia dengar, hutang budi takkan mungkin bisa dibayar dengan apapun, begitu juga apa yang dilakukan ayahnya dan juga dirinya kepada keluarga sekretaris Arjun.
__ADS_1
Sementara Rita hanya diam mendengar itu semua, ia hanya mendengar cerita susahnya kehidupan orang tuanya dulu, di PHK dan kesulitan cari kerja kesana kemari, hingga ibunya mengalami masalah jantung dan Gibran Adinata datang memberi bantuan tanpa pamrih bagi kedua orang tuanya, bahkan sekretaris Arjun diberikan pekerjaan di Adinata group. Sebuah kebaikan yang mengubah hidup keluarganya.
Rita hanya mendengar cerita dari ibunya, karena ia terlahir dengan posisi sekretaris Arjun yang sudah menjadi sekretaris Gibran, ia hidup mewah dari kecil karena kebaikan Gibran adinata, hingga peristiwa itu menghancurkan hidup keluarganya yang mewah itu. Rita meneteskan air mata atas itu semua. Ia kembali merasakan Rasa sakit saat ibunya diantara hidup dan mati ketika di rumah sakit, sementara ayahnya di penjara, ia seperti orang gila yang tidak tahu harus berbuat apa untuk menolong ibunya.
Ia sadar, tak seharusnya ia menghakimi Arya yang juga menjalani kehidupan yang jauh lebih sulit dan menyakitkan darinya, namun disisi lain, pengakuan Arya sangat mengejutkan dan menyakitkan hatinya. Karena rasa dendam pada keluarga adinata dan rakarsa seakan mendarah daging di tubuhnya dan begitu juga ditubuh ibunya.
“jangan bicara seperi itu paman, apa yang aku dan ayahku lakukan itu ikhlas, paman dan Rita tidak perlu membayar apapun atas itu semua, biarkan Rita memilih jalannya sendiri, lagi pula, jika Rita terlibat masalah ini, ini akan sangat berbahaya baginya paman. paman hanya perlu menunjukkan apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin orang lain harus menanggung dampak dari ini semua” ucap Arya dengan datar pada sekretaris Arjun.
“tidak tuan, Rita harus tetap ada disisi anda tuan, Rita sudah bekerja cukup lama dengan tuan sebagai sekretaris tuan, dia pasti sudah paham seperti apa tuan, tuan akan sangat membutuhkan Rita nanti” ucap sekretaris Arjun menatap Arya dan Rita bergantian.
‘aku tahu aku butuh Rita, tapi aku tidak bisa memaksanya ada disisiku, apa lagi ia sangat terlihat marah kepadaku setelah tahun ini semua' batin Arya.
“Rita, katakan kamu akan selalu ada untuk tuan muda kita, kamu yang sudah paham seperti apa tuan muda bekerja selama ini, tuan muda akan sangat membutuhkan dirimu nanti,” ucap sekretaris Arjun dengan penuh penekanan pada Rita.
“paman, jangan paksa Rita, sudah cukup penderitaannya selama ini karena keluargaku” ucap Arya yang tidak senang dengan pemaksaan sekretaris Arjun pada Rita.
“Ayah aku,,,” ucap Rita terhenti sejenak, ia masih menimbang posisinya saat itu.
__ADS_1