Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Jangan Pergi Lagi


__ADS_3

“aku merindukanmu pangeranku” gumam Mila dengan pelan yang dapat terdengar oleh Arya,


Arya tersentak dengan sikap Mila yang tiba-tiba memeluknya, ‘dia kenapa?, pangeran, apanya yang pangeran’ batin Arya heran mendengar ucapan Mila, kebahagian Mila nyatanya tak bertahan lama, Arya segera mendorong tubuh Mila untuk menjauh dari tubuhnya, yang membuat Mila menelan saliva karena merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi karena sikap Arya tersebut.


Wajah bahagianya langsung berubah menjadi wajah khawatir, perasaan senang itu menghilang dan perasaan khawatir menelisik masuk ke dalam hatinya.


Arya kemudian menarik tangan Mila, dan untuk sejenak Mila dapat merasakan Arya menyentuh tangannya dengan lembut, bukan dengan tarikan kasar atau juga menggenggam tangannya dengan keras, ‘dia tidak marahkan?’ batin Mila.


Arya mendudukan Mila di atas ranjang dan ia segera duduk di atas kursi meja rias Mila, ia kemudian menatap Mila dengan tatapan lembut, ia memang marah atas perlakuan Mila kepadanya, namun sampai saat itu ia tidak punya keinginan untuk berlaku kasar pada Mila.


“kita akhiri semuanya sekarang” ucap Arya menatap mata Mila dengan dalam. Nafas Mila terasa tercekat, sesak terasa di dalam dadanya, matanya mulai berkaca-kaca, sesuatu yang tidak ia inginkan terdengar jelas di telinganya,


“a,,aa,,aku tidak mau” jawab Mila, ia mengalihkan pandangannya dari wajah Arya karena tidak ingin Arya melihatnya yang akan menjatuhkan air mata.


“aku sudah capek dengan semua ini, aku tidak peduli lagi dengan semua orang yang menginginkan pernikahan ini, sudah cukup bagiku untuk merasakan semua rasa sakit ini” ucap Arya datar, entah mengapa ia masih tidak bisa berteriak penuh emosi untuk meluapkan rasa sakit di hatinya.


“aku tidak mau, aku tidak ingin pisah denganmu” ucap Mila dengan gemetar, ia berbicara dengan nafas yang sudah mulai sesak, dunianya terasa hancur seketika, harapan itu terasa hilang.

__ADS_1


“dan aku tidak peduli, besok akan ku urus semuanya” ucap Arya menguatkan hatinya, entah mengapa Ia merasa tidak tega mendengar suara sesak Mila, ‘Arya, jangan terbawa suasana sedihnya, kamu harus selesaikan semuanya sekarang’ batin Arya menguatkan dirinya, ia tidak boleh gagal lagi seperti sebelumnya.


“aku ingin menjadi istrimu, aku tidak mau pisah Arya” ucap Mila lagi dengan suara yang masih sesak, ‘ya Tuhan, jangan biarkan ia pergi dariku, aku tak ingin lagi kehilangannya'


"aku kesini hanya ingin menyampaikan itu, agar kamu tidak kaget menerima surat cerai kita nanti dan satu lagi, jangan gagalkan lagi perceraian ini seperti di rumah sakit waktu itu, nanti sore aku jemput kamu untuk kita berbicara dengan kakek" ucap Arya, ia segera bangkit karena tidak sanggup lagi melihat kesedihan Mila, sebenarnya ia ingin membawa Mila langsung menemui pak Sarman saat itu juga, namun ternyata reaksi Mila di luar dugaannya, Ia menduga akan menerima keputusannya dengan ikhlas setelah kejadiana di ruangannya.


Sikap Mila membuat hatinya menjadi lemah. Walaupun rasa itu telah hilang, namun tetap saja sebagai laki-laki ia tidak kuasa melihat ada perempuan menangis di depannya, apa lagi perempuan itu menangis karena sikapnya.


Arya berjalan ke arah pintu kamar, Melihat itu semua, perasaan takut Mila semakin menjadi-jadi, dadanya bertambah sesak, ia tidak ingin lagi Arya pergi dari sisinya, “jangan pergi Arya” ucap Mila, namun Arya mengabaikan itu semua.


Mila segera bangkit dan bergegas menyusul Arya, namun karena itu ia malah terjatuh karena menginjak gamis panjangnya sendiri, Arya yang baru saja menarik pintu langsung menoleh pada Mila yang telah tersungkur ke lantai.


"jangan sakiti dirimu sendiri Mil" ucap Arya pelan.


Setelah itu Arya melepas sentuhannya pada Mila untuk segera pergi, namun gerakannya terhenti ketika Mila tiba-tiba menarik tubuhnya dan langsung memeluk erat dirinya.


“jangan pergi lagi, aku mohon, jangan siksa aku lagi dengan perasaan ini” ucap Mila yang masih terisak, ia mendekap erat tubuh Arya karena takut Arya akan meninggalkannya lagi.

__ADS_1


Dada Arya semakin di buat sesak, matanya mulai berkaca-kaca karena tak kuasa melihat air mata Mila, Arya kemudian mengangkat kedua tangannya untuk membalas pelukkan Mila, namun belum sempat ia membalas pelukkan Mila, ia segera mengurungkan niat itu, ia biarkan Mila memeluk tubuhnya, ‘apa aku harus kalah lagi dengan perasaan ini’ batinnya. Bukan perasaan cinta yang membuat Arya seperti itu, tetapi rasa kasih dan iba yang tak kuasa ia tahan melihat keadaan Mila seperti itu.


“jangan pergi lagi Arya, ku mohon, jangan tinggalkan aku lagi, aku benar-benar tersiksa menahan rasa ini” ucap Mila lagi yang masih dengan nada gemetar, air matanya terus mengalir karena rasa takut dihatinya terus bergejolak, pelukkannya semakin erat di tubuh Arya.


“Mil, apa lagi yang kamu inginkan dariku Mil, apa tidak cukup semua perlakuan mu itu?” ucap Arya pelan, ia tidak ingin sedikitpun menekan perasaan Mila jika ia berbicara dengan nada dingin atau nada penuh penekanan.


“aku menginginkanmu disisiku, aku ingin tetap menjadi istrimu, jangan tinggalkan aku lagi Arya, bertahun-tahun kamu pergi dan aku selalu menanti kepulanganmu, aku menanti tanpa tahu kemana kamu pergi selama ini” ucap Mila melepaskan semua rasa dihatinya, ia tidak ingin lagi kehilangan Arya, ia tidak ingin lagi kehilangan Indra, dan ia tidak ingin lagi kehilangan pangerannya. ‘ya Tuhan, jangan rebut ia dari sisiku, aku menginginkannya, aku mohon’ batin Mila penuh harap.


Mendengar ucapan Mila Arya dibuat bingung tak menentu, ‘bertahun-tahun aku pergi darinya dan bertahun-tahun juga dia menanti aku pulang, apa maksudnya?, aku saja mengenalnya baru 4 bulan ini’ batin Arya.


Arya kemudian memegang kedua bahu Mila untuk melepaskan pelukkan gadis itu di tubuhnya. Mila yang merasakan tangan Arya di bahunya dan hendak mendorong tubuhnya langsung menambah erat pelukkannya ditubuh Arya, “aku mohon Arya, jangan pergi lagi, jangan tinggalkan aku lagi, aku mohon” suara Mila terdengar mengiba dan penuh harap di telinga Arya, yang semakin membuat Arya tak kuasa menyakiti hati gadis yang saat ini tengah memeluknya.


“Mil, apa maksudmu aku pergi bertahun-tahun dan kamu menungguku selama ini?” tanya Arya kembali dengan nada pelannya, ia berbicara dengan nada tenang, dan berusaha mengendalikan sesak di dadanya, ia tidak ingin tampak lemah oleh gadis yang telah berkali-kali menyakiti perasaannya dan juga telah menjatuhkan harga dirinya.


Mila masih memeluk erat tubuh Arya, ia menyembunyikan kepalanya di dada Arya, bahkan sikapnya itu telah membuat baju kaos yang di pakai Arya menjadi basah oleh air matanya,


“Apa kamu tidak tahu?, aku selalu menunggu kamu untuk menepati janjimu, bertahun-tahun aku menunggu kamu untuk menepati janjimu itu, dan sekarang kamu ingin pergi lagi dariku, aku mohon jangan tinggalkan aku lagi seperti waktu itu dan seperti kemarin, jangan pergi lagi, aku mohon Arya” ucap Mila masih dengan sesak,

__ADS_1


“apa maksudmu?, janji apa aku padamu?, Janji apa yang kamu tunggu dariku bertahun-tahun” ucap Arya yang masih kebingungan.


“apa kamu lupa padaku?, Indra,,, ini aku princess kecilmu”


__ADS_2