Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Rencana Pulang Kampung


__ADS_3

Tomy tersenyum ketika melihat Arya, Mila, dan Vanessa masuk ke ruangannya, sementara Abel menatap kedatangan mereka dengan wajah kesal, ia masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan Tomy, namun kehadiran 3 orang itu malah merusak moodnya seketika.


Arya berjalan ke arah ranjang Tomy dengan menatap kesal kepada Abel, “kenapa kamu melihat kami seperti itu?” ucap Arya dengan nada kesalnya.


“emang aku melihat kamu seperti apa” ucap Abel sembari membuang muka dari wajah Arya. Arya menarik nafas panjang melihat sikap Abel itu.


“tumben kalian datang ramai kesini” ucap Tomy ketus sembari memperhatikan Vanessa dan Mila.


“kami ingin melihat kondisi kamu Tom” jawab Vanessa yang membuat Abel menatap sinis kepadanya.


Vanessa kemudian mendekat ke arah Abel yang sedang duduk, dan menaruh rantangnya di atas lemari kecil yang ada di samping Abel, “aku bawa makanan untukmu Tom, Arya bilang kamu tidak terlalu suka dengan masakan rumah sakit” ucap Vanessa dengan nada lembut.


“aduhh kak, aku malah ngerepotin kakak jadinya” ucap Tomy dengan nada tak enaknya, ia sama sekali tidak mengatakan hal itu sama Arya, tapi toh Arya sudah tahu tanpa ia harus bicara dulu.


“nggak kok Tom, santai aja, aku kan kakakmu juga, lagi pula aku juga suka masak, jadi aku akan senang memasak untukmu,” jawab Vanessa yang seakan membuat telinga Abel memanas mendengarnya, ia tak suka jika ada perempuan lain yang memberikan perhatian khusus pada calon suaminya itu.


Abel kemudian menatap panjang ke arah Arya setelah mendengar ucapan Vanessa, “kok kamu minta sama kakaknya Mila agar masak untuk Tomy, kenapa nggak bilang sama aku, aku bisa masak yang enak buat Tomy” ucap Abel dengan kesal, “emang kamu bisa masak Bel, kamu bilang mau belajar masak sama orang tua kami”. balas Arya pada Abel.


“bisalah, emang seperti istrimu itu yang tidak bisa masak, dia dulu masak di rumahku sampai hangus lo Arya, aku saja sampai muntah memakan masakannya dulu” ucap Abel dengan polos mengingat kembali masa-masa mereka belajar masak ketika SMA dulu di dapur rumah Abel.


Sementara Mila menelan salivanya mendengar itu semua, ‘Abelllllll’ kesalnya di dalam hati. Terkadang sikap polos Abel itulah yang membuat Mila risih ketika lama-lama ada disisi Abel.


Arya kemudian menatap Mila yang sudah menunduk di sebelahnya. “kamu bilang dulu kamu bisa masak kan?” ucap Arya yang masih mengingat ucapan Mila dulu di meja makan.

__ADS_1


“ya bisa, tapi itu, kayak kata Abel tadi” jawab Mila yang lebih memilih bersikap polos menirukan gaya Abel. Kemudian Arya menatap ke arah Vanessa dan Vanessa mengangkat kedua bahunya seolah tidak tahu apa-apa. ‘berarti kak Vanessa juga bohong sama aku waktu dia bilang Mila bisa masak, aahhh, kak Vanessa sama saja, ia selalu membela Mila’


“Bel, kamu masak buat aku setelah kita nikah saja ya, aku nggak enak sama orang tuamu” ucap Tomy kepada Abel. “nggak, besok aku akan masak buat kamu, aku nggak mau ada perempuan lain yang masak khusus buat kamu seperti ini” ucap Abel tak mau mengalah.


Arya, Mila, dan Vanessa melihat Abel dengan tatapan jengah, entah mengapa sikap dan kata-kata gadis itu membuat mereka merasa kesal.


Tomy hanya tersenyum mendengar ucapan Abel, entah mengapa juga, sikap polos Abel yang tidak disukai banyak orang itulah yang membuatnya semakin menyayangi gadis itu.


“Arya bilang kita akan ke kampungmu Tom, kapan kita kesana?” tanya Abel yang sembari berdiri dari kursinya, ia kemudian membuka rantang yang telah di taruh oleh Vanessa. “ke kampungku?, maksudmu apa Arya?” tanya Tomy pada Arya karena bingung mendengar maksud ucapan Abel.


“kakaaak” teriak Abel spontan ketika mendapati masakan yang dibawa Vanessa adalah ayam kecap kesukaan Tomy. “kenapa Bel?” tanya Vanessa dengan heran, Mila, Tomy, dan Arya juga ikut heran melihat Abel, “kakak tahu makanan kesukaan Tomy dari siapa?” tanya Abel dengan marah dan penuh selidik.


Vanessa melepas nafas panjang mendengar pertanyaan Abel, “Arya, emang siapa lagi” jawab Vanessa dengan ketus, “Syukurlah,” gumam Abel dengan nafas lega, Mila menggeleng-gelengkan kepala melihat Abel, sepolos-polosnya Abel, baru kali itu ia melihat Abel seposesif itu pada laki-laki. Sementara Arya dan Tomy hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Abel.


“Aku sudah janji akan membawa Mila bertemu orang tua kita, jadi aku rasa nggak ada salahnya kamu dan Abel juga ikut, jadi nanti paman dan bibi bisa sekalian mengenal Abel” ucap Arya pada Tomy.


“Paman dan bibi?, buat apa?, aku nggak ingin ribet bertemu keluarga besar kalian, cukup orang tua kalian saja” ucap Abel dengan nada tak senangnya.


Tomy, Arya dan Mila melepas nafas panjang mendengar ucapan Abel, entah mengapa mulut gadis itu tak ada berhentinya berbicara dari tadi. “dengarkan aja Bel,” ucap Tomy dengan lembut pada Abel yang membuat Abel mengangguk pelan karena kesal.


“Nanti setelah pekerjaanku agak longgar, dan kamu keluar dari rumah sakit, kita bisa pergi, aku akan atur jadwal dulu dengan Mila agar tidak bentrok dengan jam kerjanya di sekolah, dan besok Rita akan mengurus surat pengunduran kerjamu, kamu sudah terlalu lama di Bandung,” jelas Arya.


“apa menurutmu sudah saatnya aku kembali ke sini?” tanya Tomy pada Arya lagi

__ADS_1


Sementara 3 perempuan di sisi mereka hanya memperhatikan percakapan 2 bersaudara itu.


“kamu juga sudah mau menikahkan, jadi buat apa lagi kamu di Bandung” jawab Arya atas pertanyaan Tomy.


Tomy melepas nafas panjang, sudah hampir 3 tahun ia menyingkir ke Bandung untuk melindungi Arya dari dirinya. ‘mungkin memang sudah saatnya aku kembali ke sisi Arya’ batinnya.


“Mil, kamu mau kan ikut kami ke kampung kami, kalau Abel dia sudah pasti ikut, aku akan marah padanya jika ia menolak” ucap Tomy dengan memperhatikan mata Mila.


Mila menelan salivanya mendengar ucapan Tomy, ia menghirup nafas panjang sebelum menjawabnya,, belum sempat suaranya keluar, suara Arya sudah membuatnya bergedik kesal duluan. “aku sudah bilang panggil istriku kakak, dia kakak iparmu, kenapa masih ngeyel sih” ucap Arya menatap tajam ke arah Tomy.


“kamu yang seharusnya memanggil Abel kakak setelah kami menikah nanti, kamu itu adikku” jawab Tomy tak kalah kesal.


Mata Abel membulat tak percaya dengan apa yang ia dengar, ia melongo melihat itu semua.


“aku ini lebih tua darimu, kamu yang seharusnya memanggil Mila kakak”


“apaan sih, jelas aku yang lebih tua darimu, namaku di kk ada diatas namamu” balas Tomy lagi.


“tapi kenyataannya aku yang leih tua darimu, kamu harus bersikap sopan pada kakak iparmu, apa sulitnya sih memanggil Mila kakak”


“Mana mungkin aku manggil Mila…”


“Aryaaaa” “Tomiiiii” teriak Mila dan Abel serentak yang membuat 3 orang yang ada disana tutup telinga seketika.

__ADS_1


‘astaga,,, jika mereka serumah, bisa hancur itu rumah’ batin Vanessa.


__ADS_2