
Awalnya amat sulit bagi Kayshila untuk bisa memahami kalau Dhafin baik-baik saja. Perasaannya masih dihantui oleh kengerian yang terjadi pada kekasihnya itu.
Namun Fariza tetap setia membujuknya kalau Dhafin bakal baik-baik saja. Tidak usah membayangkan yang tidak-tidak akan nasib Dhafin. Takdir baik pasti akan selalu menyertai Dhafin.
Akhirnya Kayshila bisa menentramkan hatinya yang sempat masygul. Sudah bisa menata kembali perasaannya yang sempat berantakan setelah dia bersemedi beberapa saat lamanya.
Sementara Yang Mulia Ratu yang masih berada dalam kamar yang sama dengan Kayshila, untuk menentramkan hatinya dia juga bersemedi. Hal itu sesuai yang pernah dianjurkan Dhafin kepadanya ketika bersama dulu.
Sementara itu, Gibson tidak ada lagi di ruangan itu. Dia sudah pergi menghadap kepada Pangeran Revan untuk melaporkan hasil penyelidikannya selama ini. Juga akan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya dan Dhafin.
Yang masih berada di ruangan itu selain Kayshila dan Ratu Agung Aurellia, 2 pengawalnya; Jovita dan Keysha serta Fariza yang tidak ingin membiarkan Kayshila seorang diri sebelum sahabatnya itu benar-benar tenang.
Di sinilah momen pertama kali Kayshila bertemu secara langsung dengan Yang Mulia Ratu. Sementara dia sendiri belum tahu kalau Yang Mulia Ratu adalah Putri Aurellia, saingan beratnya untuk memperoleh cinta Dhafin seutuhnya.
Dia percaya kalau Dhafin benar-benar mencintainya. Tapi dia tidak bisa menutup mata begitu saja. Karena ada Putri Aurellia yang dia yakin pasti juga mencintai Dhafin.
Dia sudah memikirkan kalau ke depannya dia bakal melalui rintangan yang berat dalam mencintai Dhafin. Karena ada Putri Aurellia di antara mereka pastinya.
Dia juga sudah memikirkan kalau Putri Aurellia pasti tidak akan tinggal diam. Wanita yang selalu bercadar itu pasti juga akan melakukan kompetisi dengannya dalam mendapatkan cinta Dhafin.
Dan begitu kedua gadis cantik laksana bidadari itu sudah berhasil menetralkan diri masing-masing, barulah mereka saling menyadari kalau ternyata mereka sama-sama mengkhawatirkan akan nasib Dhafin.
Jelas keheranan yang sangat langsung menyeruak ke dalam diri mereka dan saling tatap beberapa saat lamanya.
Perlu diketahui bahwa Ratu Aurellia sama sekali belum tahu kalau selama 8 tahun ini Kayshila selalu bersama Dhafin tanpa terpisah.
Fariza yang sudah tahu akan hal itu belum memberi tahu kepadanya, karena dia baru bertemu gadis baju ungu itu di Kampung Naraya ini. Sementara Fariza belum melaporkan hasil kerjanya yang ditugaskan menyelidiki suatu wilayah di Kerajaan Bentala.
Siapa yang sangka kalau Fariza memanfaatkan sebagian waktu kerjanya untuk mengejar cinta masa lalunya yang sebentar lagi dia yakin akan mendapatkannya. Hingga akhirnya dia bertemu Kayshila di Kerajaan Amerta dalam keadaan bersama Dhafin.
Sementara rasa heran dan penasaran membuat Kayshila berani menerbitkan suatu pertanyaan di dalam benaknya. Dan hampir saja pertanyaan itu terlontar dari bibir legitnya, Ratu Aurellia sudah melontarkan pertanyaan itu duluan.
"Ada hubungan apa antara kamu dengan Kak Dhafin, Nona Kayshila? Aku melihat kamu amat mengkhawatirkannya. Apa kamu mengenalnya?"
"Aku kekasihnya, bagaimana aku tidak mengkhawatirkan Kanda Dhafin," sahut Kayshila dengan enteng tanpa ada tekanan. "Selama 8 tahun aku bersamanya, jelas aku amat mengenalnya."
★☆★☆
Bagai ada ledakan yang amat dahsyat menghancurkan perasaan Ratu Aurellia mendengar pengakuan Kayshila itu. Gadis manis itu berucap begitu enteng, namun berhasil membuat hatinya hancur dan sesakit-sakitnya.
Selama 8 tahun dia terpisah dengan pemuda yang amat dicintainya itu. Dia berusaha untuk tetap tidak memungkiri kalaulah suatu saat nanti ada gadis lain mencintai Dhafin selain dirinya. Bahkan mungkin beberapa orang gadis.
Namun kenapa hatinya tetap belum bisa menerima kenyataan itu setelah mendengar pengakuan Kayshila?
Apalagi Kayshila adalah gadis yang pernah dicemburuinya saat gadis itu berdekatan dengan Dhafin waktu Turnamen Beladiri Anak Bangsawan 9 tahun yang lalu.
Sungguh dia tidak menyangka momen berdekatannya Kayshila dengan Dhafin waktu itu bisa menghasilkan suatu jalinan yang menjadikan mereka pasangan kekasih.
Sebenarnya baik Jovita maupun Keysha terkejut juga mendengar pengakuan Kayshila barusan. Mereka dapat merasakan betapa sakitnya hati Yang Mulia Ratu saat mendengar kalau Dhafin sudah punya kekasih.
Dan gadis yang dijadikan kekasih itu ternyata gadis yang pernah mereka lihat saat di turnamen 9 tahun yang lalu.
Sementara mereka tahu kalau Yang Mulia Ratu amat mencintai Dhafin.
Namun mereka bisa apa? Karena ini adalah masalah cinta. Cinta itu urusannya ke hati yang tidak bisa dipaksa.
Ratu Aurellia menatap gadis berbaju merah itu lekat-lekat seakan ingin mencari kesungguhan dari sorotan sepasang mata indah gadis itu.
Sedangkan Kayshila amat heran juga melihat sorot mata gadis bercadar itu yang begitu tajam menatapnya.
"Maaf, Yang Mulia. Sepertinya Yang Mulia juga amat mengkhawatirkan Kanda Dhafin," akhirnya tercetus pula ucapan itu dari mulut Kayshila. "Apa Yang Mulia mengenal Kanda Dhafin?"
__ADS_1
Dari pertanyaan Kayshila barusan Jovita dan Keysha tahu bahwa Kayshila belum menyadari kalau Yang Mulia Ratu adalah Putri Aurellia. Jadi mereka maklum gadis itu belum tahu kalau Ratu Aurellia adalah teman masa kecil Dhafin.
Sedangkan Fariza sempat terkejut mendengar pertanyaan Kayshila itu. Namun dia cepat tersadar bahwa Kayshila belum menyadari kalau Yang Mulia Ratu adalah Putri Agung Aurellia.
Tapi baru saja Fariza mau menerangkan ketidak tahuan Kayshila, Yang Mulia Ratu sudah berbicara.
"Yaaah... aku pernah mengenalnya waktu kecil dulu...."
Kayshila mendengar ucapan Yang Mulia Ratu itu bernada lain. Seperti ada kemarahan, kekecewaan sekaligus kesedihan dari ucapan itu. Dan Yang Mulia Ratu juga tak menatapnya saat mengucapkan kalimat itu.
Namun beberapa kejapan dia langsung menyadari akan sesuatu, terus bertanya ingin meyakinkan.
"Apakah Yang Mulia adalah Putri Agung Aurellia?"
"Ya," Fariza yang langsung menjawab.
"Ah!"
Betapa terkejutnya Kayshila mengetahui kenyataan kalau Yang Mulia Ratu adalah Putri Agung Aurellia, hingga dia terpekik kecil sambil membekap mulutnya dengan telapak tangannya.
Kenapa dia begitu lancang mengaku secara terus terang di hadapan Yang Mulia Ratu kalau dia adalah kekasihnya Dhafin?
Seandainya dia tahu kalau di depannya ini adalah Putri Aurellia tentu dia tidak akan selancang itu mengaku. Biar bagaimanapun dia dan Yang Mulia Ratu adalah sama-sama wanita yang punya perasaan.
Pantas saja Yang Mulia Ratu merasa terpukul mendengar pengakuannya kalau Dhafin adalah kekasihnya. Rupanya yang di depannya ini adalah gadis yang juga mencintai seorang Dhafin.
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Dia sudah terlanjur mengatakan terus terang. Dan hasilnya memang amat menyakitkan.
Sementara itu, baik Fariza, Jovita maupun Keysha juga tengah berkecamuk dengan perasaan mereka masing-masing.
Mereka juga saat-saat sekarang ini tengah menyukai pemuda mereka masing-masing. Bahkan Fariza sudah jatuh cinta kepada Gibson meski belum mengatakannya.
Sementara Keysha masih ragu apakah dia menyukai Keenan? Tapi tak bisa dipungkiri dia merasa nyaman saat bersama dengan pemuda elegan itu. Dan Keenan juga menyatakan hal yang sama.
Selagi kelima gadis cantik itu tengah berkecamuk dengan perasaan mereka masing-masing, 2 pengawalnya yang lain; Ariesha dan Grania datang memberitahukan kalau Yang Mulia Ratu ditunggu kehadirannya dalam pertemuan dengan Pangeran Nelson dan yang lainnya.
Setelah kelima gadis cantik itu menata kembali keadaan diri mereka yang sempat berantakan, akhirnya mereka keluar dari kamar.
Yang Mulia Ratu dan pengawal-pengawal cantiknya jelas langsung menuju ke tempat pertemuan. Diikuti oleh belasan Pengawal Khusus-nya yang setia menunggu di luar kamar.
Sebenarnya Kayshila tidak ingin menghadiri pertemuan itu. Tapi Yang Mulia Ratu mengajaknya untuk ikut. Karena siapa tahu dia dibutuhkan dalam pertemuan itu.
Setelah dibujuk pula oleh Fariza dan Ariesha, akhirnya dia mau juga menghadiri. Apalagi di situ ada Pangeran Nelson. Dan seketika dia teringat kalau dia ada keperluan dengan pangeran itu terkait tentang keluarganya yang sebenarnya.
★☆★☆
Pertemuan pada malam hari itu dihadiri oleh Pangeran Nelson, Pangeran Revan serta 4 orang rekannya; Brian, Aziel, Keenan, dan Gibson.
Dalam pertemuan itu ternyata ada Permaisuri Chalinda dan Nyonya Carissa. Mereka ikut dilibatkan dalam pertemuan itu, di samping ingin mengetahui kabar Dhafin dan Raja Darian, juga membicarakan tentang penentuan tempat tinggal mereka.
Saat Kayshila masuk dalam ruangan pertemuan, Pangeran Nelson dan Nyonya Carissa sempat memandang lama padanya. Serempak dalam benak mereka sama-sama membayangkan atau mengingat akan seseorang.
Wajah cantik Kayshila mengingatkan mereka akan seorang wanita, lebih tepatnya istri ke 3 Pangeran Ghazam Aldari yang bernama Selir Khandra Fidelya. Wajah Kayshila nyaris persis dengan wajah sang selir.
Tapi, baik Pangeran Nelson maupun Nyonya Carissa seakan bersepakat menangguhkan dulu untuk bertanya mengenai perihal jatidiri Kayshila.
Sedangkan mengenai Yang Mulia Ratu, baik Permaisuri Chalinda maupun Nyonya Carissa sama sekali tidak menyadari kalau gadis anggun itu adalah Putri Aurellia.
Karena penampilan Yang Mulia Ratu saat sudah dewasa seperti sekarang ini amat berbeda dari penampilannya saat dia masih kecil dulu. Meski sama-sama memakai cadar.
Apalagi Yang Mulia Ratu tidak memberitahukan kepada mereka. Dan bawahannya yang mengetahui akan masa lalunya tidak lantas bermulut ember.
__ADS_1
Urusan masa lalu junjungan mereka adalah urusannya sendiri. Mereka sebagai bawahan tidak berhak mencampurinya selain yang diperintahkan.
Sebenarnya pertemuan sudah berlangsung sebelum rombongan Yang Mulia Ratu datang. Gibson sudah menceritakan kenapa dia bisa sampai di Kampung Naraya dalam keadaan luka parah.
Dan saat Yang Mulia Ratu sudah bergabung dalam pertemuan, Gibson menceritakan kembali kepada Yang Mulia Ratu secara garis besarnya. Termasuk menceritakan keadaan Kerajaan Amerta yang direbut oleh Putri Rayna.
Sudah dibahas pula mengenai di mana bagusnya rombongan Permaisuri Chalinda di tempatkan.
Peserta rapat mengusulkan kalau mereka bagusnya ditempatkan di Istana Centauri. Sedangkan rombongan Pangeran Nevan di tempatkan di Markas Centaurus.
Setelah mendengar pertimbangan tentang usulan-usulan itu, akhirnya Yang Mulia Ratu memutuskan rombongan Permaisuri Chalinda sementara ditempatkan di Istana Centauri. Mengingat mayoritas mereka adalah perempuan.
Sedangkan 2 orang bocah di bawah 10 tahun yang bersama mereka tetap diikut sertakan. Mengingat mereka masih usia anak-anak.
Sementara Pangeran Nevan, Pangeran Ethan, Pangeran Farzan, dan Tuan Muda Dylan Ruben ditempatkan di Markas Centaurus.
Mengingat pula bahwa setelah diperiksa oleh Keenan, ternyata ilmu beladiri serta kesaktian mereka tidak berfungsi. Dengan kata lain ilmu mereka telah disegel. Belum sampai dimusnahkan.
"Apakah segel itu bisa dibuka selain orang yang memasangnya?" tanya Yang Mulia Ratu ingin tahu.
"Bisa, Yang Mulia," sahut Keenan penuh takzim. "Meski ilmu mantra ghaib itu bukan ilmu sembarangan, tapi orang lain bisa membukanya. Asalkan ilmunya lebih hebat dari orang yang memasang itu."
Ketika Yang Mulia Ratu menanyakan siapa yang bisa membukanya maka Keenan mengungkapkan kalau hanya Dhafin yang bisa membuka secara sempurna. Dan yang lain pula mengiyakan.
Sementara Pangeran Nelson menambahkan bahwa Dhafin memang memiliki segudang ilmu yang sukar untuk diterka dan diukur.
Menyegel Aura Sukma diri sendiri dan orang lain saja dia bisa. Apalagi cuma membuka ilmu beladiri dan kesaktian yang di segel orang lain.
Pangeran Nelson juga menambahkan bahwa besar kemungkinan kalau Dhafin dapat menyelamatkan dirinya meski dalam keadaan terluka dan terkepung oleh pasukan istana.
Mendengar penuturan itu Yang Mulia Ratu dan Kayshila bertambah yakin kalau Dhafin baik-baik saja, tidak sampai mengalami musibah yang tidak-tidak.
Akhirnya Yang Mulia Ratu memutuskan agar Pangeran Revan mengutus orang-orangnya untuk memastikan keselamatan Dhafin di Kerajaan Amerta.
"Ampun, Yang Mulia, bagaimana dengan penyelamatan Yang Mulia Raja Darian?" tanya Brian ingin kejelasan.
"Setelah kalian bertemu dengan Tuan Muda Dhafin, baru kalian berunding dengannya akan hal itu," sahut Yang Mulia Ratu memutuskan.
Setelah itu Yang Mulia Ratu memutuskan kalau malam ini juga rombongan Permaisuri Chalinda akan berangkat ke Istana Centauri bersama dengannya. Sedangkan rombongan Pangeran Nevan terserah Pangeran Nelson mau mengantar kapan.
Setelah rapat usai, Pangeran Nelson menanyakan apakah Kayshila mengenal Selir Khandra Fidelya?
Maka Kayshila membawa Pangeran Nelson ke suatu tempat yang aman membicarakan hal pribadi. Setelah itu dia menunjukkan 3 peninggalan ibunya.
Betapa kagetnya Pangeran Nelson demi melihat Kalung Tanda dan Lencana Selir Khandra Fidelya ada pada Kayshila.
Sebenarnya dia hampir yakin kalau Kayshila adalah putri Pangeran Ghazam dari Selir Khandra Fidelya saat melihat wajahnya amat mirip dengan ibunya.
Maka keyakinannya menjadi mantap setelah melihat 3 peninggalan Selir Khandra Fidelya untuk putrinya, Kayshila.
Setelah menyerahkan kembali milik Kayshila itu, Pangeran Nelson menyuruhnya untuk ikut bersama rombongan Permaisuri Chalinda berangkat ke Istana Centauri.
Setelah dia mengantar rombongan Pangeran Nevan, dia akan ke Istana Centauri, mempertemukan Kayshila dengan Selir Heleina Arawinda serta 2 Bunda Istana Centauri.
Untuk sementara Pangeran Nelson belum memberitahukan kepada Kayshila kalau Pangeran Revan adalah kakaknya seayah. Hal itu dimaksudkan agar tidak menimbulkan kehebohan dulu.
Tadinya sebenarnya Kayshila ingin ikut ke Kerajaan Amerta. Tapi keburu Pangeran Nelson sudah menyuruhnya berangkat ke Istana Centauri bersama rombongan.
Belum ada yang curiga kenapa Kayshila diikut sertakan dalam rombongan. Malah Yang Mulia Ratu cukup senang kalau Kayshila ikut.
★☆★☆
__ADS_1