Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 226 TERNYATA AZIEL DELVIN DAN ABIELA LESYA BERSAUDARA


__ADS_3

Dhafin dan orang-orang berkompeten di sisinya sudah memperkirakan dalam dalam beberapa hari ke depan Putri Rayna dan orang-orangnya tidak bakalan menyantroni Kota Hayden yang mereka duduki ini.


Oleh karena itu, sesuai yang sudah direncanakan Dhafin bertolak ke Istana Centauri. Namun sehari sebelum ke sana, terlebih dahulu Dhafin membuka atau melepas segel pengunci ingatan yang dipasang olehnya satu bulan setengah yang lalu.


Tentu 9 ksatria elit Istana Centauri yang sejak awal bersama-sama menjalankan misi di Kerajaan Amerta ini ikut dengannya.


Ikut pula 3 orang ksatria dari 10 tetua para ksatria tangguh, Ketua Anthoniel, Ketua Carolus bersama istrinya, Nyonya Garvita, dan iparnya, Tuan Andonios. Juga 2 orang ksatria dari pasukan yang berasal dari Lengkara.


Tidak ketinggalan 2 pelayan cantik Dhafin; Ayyara dan Kavita, juga tentu ikut serta.


Sedangkan Sheila dan Raniya yang memaksa ingin ikut tidak diizinkan. Karena mereka tidak punya kepentingan utama selain hanya ingin ikut pujaan hati mereka.


Sedianya rombongan Dhafin itu, selain menghadap Yang Mulia Ratu Aurellia, juga mereka akan menghadap Yang Mulia Raja Darian. Lebih khusus Ketua Anthoniel, Ketua Carolus dan istrinya, Tuan Andonios serta 2 orang tetua.


Mereka akan menghanturkan sembah takzim kepada sang junjungan mereka itu yang sudah lama tidak bertemu. Di samping ingin melihat keadaan Raja Darian secara langsung.


Dan begitu rombongan itu telah sampai di Istana Centauri, hal yang tak terduga oleh Dhafin dan 9 rekannya telah tampak di depan mereka, di dekat gerbang perbatasan.


Kedatangan mereka ternyata langsung disambut oleh orang-orang yang merindukan mereka karena telah beberapa waktu lamanya tidak bertemu. Seolah tidak bertemu sudah bertahun-tahun lamanya.


Maka pelukan karena rasa rindu yang tak terbendung tidak bisa mereka hindari lagi. Baik yang memeluk itu adalah kekasih masing-masing, kerabat, atau teman-teman akrab mereka.


Bahkan Hendry awalnya kaget ketika Putri Raisha mendatanginya dan langsung memeluknya. Mereka belum resmi menjadi sepasang kekasih, tapi Raisha menyatakan kerinduannya kepadanya.


Namun meski begitu Hendry tetap membiarkan gadis itu memeluknya sambil berpikir kalau pelukan itu adalah pelukan persahabatan. Karena mereka memang sebelumnya sudah bersahabat.


Adapun Kavita, ketika bertemu dengan Orian, kakak sepupunya, betapa senang hatinya. Begitu pun juga yang diradakan oleh Orian. Mereka tidak menyangka akan bertemu kembali setelah sekian tahun mereka berpisah.


Masing-masing mereka sudah tidak memiliki lagi kerabat. Semuanya sudah dibunuh oleh orang-orang Putri Rayna. Tinggal mereka berdua yang masih hidup. Maka mereka berjanji akan saling menyayangi dan saling menjaga.


Satu hal yang membuat Orian amat gembira. Kavita ternyata adalah salah satu pelayan Pangeran Ghavin, junjungan tertingginya selain Ratu Aurellia.


Itu artinya adik sepupunya itu dalam penjagaan Yang Mulia Pangeran Ghavin.


Sementara Dhafin, setelah bertemu dengan 3 kekasihnya serta kerabatnya, termasuk bertemu serta meminta maaf kepada Selir Heliana, dia menemui Raja Revan dan istrinya, Permaisuri Jessica, di tempat itu juga.


Setelah saling menyapa dan saling berpelukan, Dhafin mengucapkan selamat atas pernikahan Raja Revan dengan Permaisuri Jessica sekaligus mendoakan kebaikan atas pernikahan mereka.


"Hati kecilku masih belum terima kalau aku yang menjadi raja di Kerajaan Bentala," ungkap Raja Revan kemudian.


"Jangan kamu berkata begitu, Yang Mulia," kata Dhafin menasehati. "Itu semuanya sudah takdir. Kamu harus menerimanya dan menjalankannya meski hatimu seolah tidak menerima...."


"Ingatlah! Nasib rakyat Bentala bergantung padamu. Jadi aku harap kamu memimpin mereka dengan adil dan bijaksana."


Sementara Ketua Anthoniel, Ketua Carolus dan yang lainnya selai 2 orang Lengkara, setelah melakukan penghormatan kepada Yang Mulia Ratu, mereka langsung menemui Raja Darian di salah satu kediamannya.


Begitu mereka sudah berhadapan dengan Raja Darian, mereka langsung berlutut, memberikan penghormatan yang begitu takzim.


★☆★☆


Kemudian Ratu Aurellia langsung mengadakan pertemuan di balairung Istana Centauri. Dihadiri oleh orang-orang penting Istana Centauri, termasuk Raja Darian dan 4 orang kepercayaannya.


Pertemuan itu antara lain membahas tentang kepergian Dhafin dan 9 rekannya selama beberapa waktu ini. Apa saja yang mereka lakukan selama kepergian mereka.


Maka Dhafin menjelaskan secara gamblang tentang hal itu. Dan Brian juga ikut membantu menjelaskan.

__ADS_1


Mereka menerangkan tentang kegiatan mereka selama menjalankan misi di Kerajaan Amerta. Tak lupa mengabarkan tentang pencapaian-pencapaian gemilang yang dihasilkan di Kerajaan Amerta hingga sekarang.


Termasuk mengabarkan kalau mereka telah berhasil menduduki Kota Hayden, dan menjadikan kota tersebut sebagai basis pertahanan sementara.


Yang mana hal tersebut tidak terlepas dari dukungan dan bantuan Ketua Anthoniel dan Ketua Carolus bersama puluhan ribu pasukan masing-masing.


Juga berkat dukungan para ksatria tangguh dan pasukan kelompok oposisi dari Kerajaan Lengkara serta pasukan dari Kampung Tolucan.


Kemudian menerangkan tentang rencana mereka selanjutnya dalam merebut Kerajaan Amerta dari penguasaan Putri Rayna dan Raja Adrian yang durjana.


Sebagai reaksi akan apa yang telah dijalankan serta dihasilkan oleh Dhafin, sebagai sang pemeran utama dalam proyek besar itu, para petinggi yang ada di ruangan itu merasa kagum dibuatnya.


Mereka makin memuji akan kecerdasan Dhafin dan kepiawaiannya dalam menyusun dan menjalankan skema pertempuran.


Dan mereka juga memuji kecerdasan Dhafin dalam memilih para ksatria Istana Centauri yang akan membantunya dalam menjalankan misi.


Sembilan ksatria elit yang dipilih itu memang juga memiliki kecerdasan yang tinggi, selain memiliki kehebatan yang sudah mencapai tingkat tinggi.


Setelah itu pembicaraan selanjutnya yaitu menindak lanjuti tentang rancangan Dhafin dan orang-orang yang berkompeten di sisinya dalam merebut kembali Kerajaan Amerta.


Maka dipilihlah pasukan tangguh dari Istana Centauri yang akan ikut berperang bersama pasukan Dhafin yang sudah bersiap-siap di Kota Hayden.


Termasuk yang ikut dalam pelaksanaan proyek besar ini adalah Ratu Aurellia bersama 4 pengawal cantiknya. Juga kedua pengawal cantik sekaligus calon istri Dhafin; Putri Athalia dan Putri Arcelia.


Bahkan ketiga kekasih Pangeran Ghavin itu merasa harus atau wajib ikut dalam pertempuran itu.


Mereka tidak mau lagi mendengar alasan Dhafin yang akan pergi tanpa menyertakan mereka. Sekarang mereka harus ikut ke mana Dhafin pergi.


Apalagi setelah mengetahui bahwa ternyata 2 gadis cantik yang datang bersama rombongan adalah 2 pelayan Dhafin.


★☆★☆


Ada satu momen atau peristiwa yang perlu diketahui di sini. Yaitu sebuah kejadian yang dialami oleh Abiela.


Setelah Abiela siuman dari pingsannya saat segel penghilang ingatan terbuka, di samping dia kembali mengingat kekasihnya, Kelvin, bersamaan dengan itu dia merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya.


Dia sepertinya telah mengingat sesuatu. Atau lebih tepatnya telah mengingat kembali seseorang yang terpenting dalam hidupnya.


Perasaan itu tentu saja diberitahukan kepada Kelvin saat mereka tengah lagi berdua-duaan.


Awalnya Kelvin menjadi curiga dan cemburu tiba-tiba Abiela menyinggung tentang orang atau lelaki yang terpenting dalam hidup kekasihnya itu.


Apakah Abiela pernah punya kekasih sebelumnya?


"Kamu jangan curiga macam-macam dulu, Kanda," jelas Abiela cepat-cepat. "Orang yang terpenting dalam hidupku itu bukan kekasih...."


"Orang itu lebih tepatnya... saudara.... Ya aku sekarang mengingat kalau aku pernah punya saudara."


"Laki-laki atau perempuan?" tanya Kelvin ingin tahu. "Kakak atau adik?"


"Aku pernah punya saudara laki-laki, dan dia adalah kakakku," sahut Abiela bernada pilu.


Dia mulai merasakan kesedihan karena kembali mengingat masa lalunya yang kelam di mana dia sampai terpisah dengan kakak laki-lakinya.


Kemudian dia mengisahkan tentang masa lalunya yang dia ingat di mana dulu dia seperti tinggal di dalam istana. Lalu entah apa yang terjadi dia tidak mengerti dia keluar dari istana itu bersama kakak laki-lakinya itu.

__ADS_1


Waktu itu dia masih berumur di bawah 5 tahun seingatnya.


Setelah sekian lama dia bersama kakaknya itu, akhirnya terjadi sebuah malapetaka menimpa mereka yang menyebabkan mereka terpisah.


Mereka berdua telah tertangkap oleh para pedagang manusia yang berbeda. Yang membawa mereka ke suatu tempat yang berbeda. Dan sejak saat itu dia tidak pernah lagi bertemu dengan kakaknya.


Dan sebelum dia dijual untuk dijadikan budak, dia diberi minuman yang membuatnya melupakan akan jati dirinya. Termasuk melupakan kakaknya.


Jelas dia tidak tahu ke mana harus mencari kakaknya sekarang. Karena sudah begitu lama terpisah.


"Kamu masih ingat wajah kakakmu itu, Abiela?" tanya Kelvin seakan membatu memori lama Abiela untuk kembali.


"Waktu itu aku masih kecil, Kanda. Tentu kakakku juga masih kecil. Kami hanya terpaut 2 tahun seingatku."


"Coba kamu mengingat-ingat lagi! Atau apa ada di antara para lelaki yang ada di sini yang mirip dengan kakakmu?"


"Ya..., aku seperti melihat kakakku pada diri Kak Aziel," kata Abiela masih kurang yakin.


"Siapa nama kakakmu?"


"Ngng... namanya Delvin, ya Kanda Delvin, aku masih ingat."


"Kalau begitu bukan Aziel," kata Kelvin yang tadi hampir gembira. Dan sekarang lesu lagi setelah tahu nama kakak Abiela berbeda dengan Aziel.


"Coba kita bertemu dengan Kak Aziel!" ajak Abiela.


Kelvin langsung menyetujui. Bahkan bukan cuma Aziel yang ditemui. Dia juga memberitahukan tentang masalah kekasihnya kepada Dhafin dan Brian yang kebetulan berada di taman bersama kekasih masing-masing.


Kebetulan di taman itu ada juga rekan-rekannya yang sebagian besar bersama pasangannya tengah berbincang-bincang. Kecuali Gibson yang tengah ngobrol bersama 2 adiknya; Grania dan Kaluna. Juga ada Malinka.


Setelah mendengar sebuah berita bahwa Abiela punya saudara laki-laki, semua orang-orang itu berkumpul di tempat Dhafin dan Brian duduk.


Singkat cerita, setelah saling berbicara ini itu, akhirnya Aziel mengungkapkan sebuah fakta kepada Abiela bahwa nama sebenarnya adalah Pangeran Aziel Delvin.


Lalu dia mengeluarkan dan menunjukkan sebuah belati besar kepada Abiela, yang mana belati itu merupakan tanda bahwa dia adalah pewaris asli Kerajaan Lengkara.


Tentu saja Abiela masih mengingat tentang belati besar itu. Belati yang selalu dibawa-bawa kakaknya ke mana-mana. Dan....


"Ka... Kanda, Kanda Delvin....!?"


Seru Abiela sedikit tercekat suaranya karena meluapkan rasa gembira sekaligus haru. Dia sudah yakin kalau pemuda dingin itu adalah kakak kandungnya.


"Ya, aku memang kandamu, Kanda Delvin-mu," kata Aziel yang tak kuasa juga menahan haru.


"Kanda!"


Seketika saja Abiela langsung menghambur ke arah Aziel, terus memeluknya dengan erat. Tak terbendung lagi air matanya langsung keluar, tangisnya langsung meledak.


Betapa bahagianya Abiela tidak bisa diungkapkan dan dilukiskan. Sungguh dia tidak pernah menyangka kalau bakal bertemu kembali dengan kakak tercintanya.


Oh sungguh bahagianya!


Dan ternyata suasana bahagia bercampur haru pula menghinggapi semua muda-mudi yang ada di taman itu. Dua bersaudara itu saling bertemu kembali setelah sekian lama berpisah mereka sungguh senang gembira.


★☆★☆★

__ADS_1


__ADS_2