Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 66 PELANTIKAN RATU AGUNG ISTANA CENTAURI


__ADS_3

Tanpa terasa 6 tahun telah berlalu....


Siapa sangka dalam jangka 6 tahun Putri Aurellia telah berhasil menamatkan Kitab Bidadari Kayangan dan telah berhasil pula menguasai Pedang Kayangan.


Di samping itu pula 3 energi sakti miliknya hampir sempurna dikuasainya berkat bantuan Ratu Heliana dan kedua bunda Istana Centauri. Saat ini dia sudah mencapai tingkat 9 dari 12 tingkat. Tinggal 3 tingkat lagi.


Sementara anak-anak lainnya mencapai kemajuan yang memuaskan dalam pembelajaran mereka.


Memang dasarnya mayoritas mereka sudah mempunyai ilmu beladiri. Jadi tidak terlalu susah untuk mencapai hasil yang gemilang dalam pembelajaran.


Tanpa terasa pula usia Putri Agung telah genap mencapai 17 tahun. Maka pada saat itu pula dia diangkat sebagai Ratu Agung Istana Centauri, menggantikan Ratu Heliana yang sebenarnya hanya penjabat sementara.


Maka hari itu merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi penghuni Negeri Tabir Ghaib, atau lebih tepatnya penghuni Istana Centauri. Hari di mana pelantikan Ratu Agung Istana Centauri yang sebenarnya.


Penampilan Putri Agung di hari itu sungguh mempesona. Wajahnya yang tanpa cadar amat cantik laksana bidadari kayangan. Berkulit putih mulus berbalut pakaian rangkap berhiaskan bordiran berukir indah berwarna keemasan.


Pakaian luarnya berupa jubah lengan panjang dan lebar dari sutra berwarna merah dan sebagian hitam pada ujung lengan baju dan ujung kain. Bersabuk agak lebar dari logam berwarna keemasan.


Rambutnya yang coklat kehitaman disanggul rapi dan indah menampakkan leher jenjangnya yang putih mulus.


Tampak dia melangkah anggun penuh wibawa menuju undakan tangga sebuah panggung yang ada di depan bangunan utama istana, yang mana panggung setinggi 4 hasta itu sengaja dibuat untuk acara pelantikan.


Putri Aurellia tidak berjalan sendiri. Di samping kanan kirinya ikut melangkah Nona Jovita (Namira) dan Nona Ariesha yang berpenampilan keren. Di pundak mereka tersampir pedang mereka. Dan Nona Jovita memegang Pedang Kayangan milik Putri Aurellia.


Di belakang Putri Agung juga ikut mengiringi 50 gadis cantik berpakaian keren. Mereka semua merupakan pasukan senior yang memimpin 50 regu pasukan elit Istana Centauri.


Sementara di atas panggung sudah menunggu Ratu Heliana, 2 putrinya dan 12 Tetua Istana. Tampak mereka semua tersenyum ceria menanti naiknya Putri Agung di atas panggung pelantikan.


Tak lama kemudian, Putri Agung sudah naik di atas panggung bersama 2 pengawal pribadinya. Sedangkan 50 gadis cantik yang ikut mengiring tadi berhenti di bawah panggung.


"Kamu sudah siap, Anakku?" tanya Ratu Heliana yang tak lepas dari senyumnya. Kedua tangannya memegang kedua pundak Putri Aurellia.


"Aku sudah siap, Nenenda," kata Putri Aurellia berusaha tenang sambil tersenyum. Padahal jantungnya deg-degan.


Menjadi seorang ratu yang memimpin ribuan pasukan bukan hal yang menyenangkan baginya. Andaikata ada pilihan lain, dia lebih memilih untuk tidak jadi ratu.


Namun karena tugas ini adalah amanah dan cuma dia yang pantas, akhirnya dia terima juga meski hati berat.


★☆★☆


"Aku mengerti perasaanmu," kata Selir Heliana dengan lemah lembut. "Tidak mudah bagimu untuk menerima tugas mulia ini. Tapi kamu tenang saja aku dan kedua bundamu akan tetap membantumu."


Putri Agung lalu menoleh pada Putri Clarabelle dan Putri Richelle yang tersenyum sambil menganggukkan kepala pertanda membenarkan ucapan Selir Heliana.


"Sekarang bersiaplah untuk menerima penyematan mahkota Ratu Agung!" kata Selir Heliana setelah itu.


"Baik, Nenenda."


Lalu Selir Heliana dan Putri Aurellia melangkah menuju mahkota berukir indah yang terbuat dari logam berlapis emas.


Beberapa permata berwarna merah dan hijau menempel di lempengan mahkota. Bagian depannya menempel ukiran burung phoenix yang terbuat dari kristal berwarna merah.


Mahkota yang indah itu terletak di atas meja berukir beralas kain merah sekitar 3 langkah di depan panggung.


Begitu sampai Selir Heliana berhenti di samping mahkota. Sedangkan Putri Aurellia berhenti di samping Selir Heliana. Sementara 2 Bunda Istana yang mengikut di belakang juga ikut berhenti.


Selir Heliana menoleh pada Putri Aurellia seraya mengangguk pelan. Putri Aurellia yang mengerti lantas berdiri melutut menghadap Selir Heliana.


Sedangkan Selir Heliana, setelah menoleh pada Putri Aurellia, lalu menoleh ke depan menghadap pada ribuan pasukan Istana Centauri yang berdiri rapi menanti saat-saat pelantikan Ratu Agung. Lalu berkata dengan suara yang lantang.


"Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi kita semua, hari yang bersejarah bagi Istana Centauri. Di mana pada hari ini merupakan hari pelantikan Putri Agung Aurellia sebagai Ratu Agung Istana Centauri...."

__ADS_1


"...Aku amat berharap pada kalian semua untuk mematuhi semua titahnya. Apa yang dia perintahkan kalian harus mematuhi sepenuh jiwa raga kalian. Apa yang dia larang, jangan sekali-kali kalian melanggarnya...."


"Kalian harus menghormatinya dan melindunginya dari marabahaya meskipun harus mengorbankan nyawa kalian. Apakah kalian menerima sumpah setia ini?"


"Kami menerima dengan sepenuh jiwa raga kami, Yang Mulia Ratu," sahut semua pasukan Istana Centauri dengan serempak dan penuh semangat sehingga menggema ke seantero Istana Centauri.


Setelah itu Selir Heliana mengambil mahkota sakral itu. Lalu mengangkatnya agak tinggi di depan atas kepalanya. Lantas berkata dengan suara cukup lantang.


"Saksikanlah kalian semua! Saksikanlah, wahai Penguasa Langit! Hari ini aku, Selir Heliana Arawinda menobatkan Putri Aurellia Claretta sebagai Ratu Istana Centauri dengan gelar Ratu Agung."


Setelah itu Selir Heliana menyematkan mahkota bertatahkan permata itu ke kepala Putri Aurellia.


Begitu mahkota indah itu terpasang sempurna di kepala Putri Aurellia dan Selir Heliana telah menarik tangannya, maka mengalir semacam energi ghaib dari mahkota sakral itu ke sekujur tubuh Putri Agung berupa seperti aliran listrik berwarna kuning.


Namun kejadian itu tidak lama dan tidak membahayakan bagi Putri Aurellia yang kini bergelar Yang Mulia Ratu Agung. Itu artinya antara mahkota dan Yang Mulia Ratu Agung telah berjodoh dan telah menyatu.


"Berdirilah, Ananda Ratu Agung!"


Yang Mulia Ratu Agung berdiri dengan anggun, lalu menghadap ke seluruh pasukan Istana Centauri.


Melihat Yang Mulia Ratu Agung menghadap mereka, dengan serempak seluruh pasukan yang berbaris rapi di pelataran istana itu langsung berlutut, merangkapkan kedua telapak tangan di depan dada dan kepala tertunduk, lalu mengucapkan penghormatan.


"Terimalah salam hormat kami, Yang Mulia Ratu Agung. Keselamatan dan kesejahteraan terlimpah kepada Yang Mulia Ratu Agung!"


Senyum haru terlukis di bibir merah sang Ratu Agung begitu menyaksikan rasa antusias dan penuh ketundukan pasukan istana dalam memberikan penghormatan.


Mulai saat ini dia resmi menjadi Ratu Agung di Istana Centauri. Dan mulai saat itu juga dia sebagai penguasa 2 pasukan besar; Pasukan Istana Centauri dan Pasukan Jubah Merah.


★☆★☆


Sementara itu di sebuah gua di dasar jurang yang amat dalam di mana Dhafin dan Kayshila tinggal....


Tampak wajah Kayshila semakin cantik di usia 18 tahun. Kulitnya yang kuning langsat tampak bersih dan mulus. Hal itu berkat resep kecantikan yang diberikan Dhafin.


Sedangkan Dhafin tak usah disebut lagi. Dari kecil dasarnya sudah tampan. Pada usia 19 tahun begini jelas wajahnya semakin tampan. Dan kini tubuhnya kekar berotot. Menguarkan kejantanan.


Pada setahun yang lalu Dhafin sudah menamatkan dengan sempurna KITAB 7 PETALA LANGIT pemberian gurunya, Siluman Kalyan.


Energi ghaib dan tenaga batinnya serta 3 energi saktinya; energi inti panas, energi inti dingin, dan energi inti penyembuh telah berhasil dikuasai hingga mencapai tingkat 12.


Dan 3 bulan yang lalu, sesuai janji Siluman Kalyan, Dhafin baru memperoleh pedang dari gurunya itu, yaitu PEDANG AKHIRAT.


Pada 12 tahun silam sewaktu Dhafin masih tinggal di gua di mana dia bertemu dengan gurunya, Siluman Kalyan berjanji padanya kalau Dhafin sudah menamatkan Kitab 7 Petala Langit, dia akan memberikan Pedang Akhirat pada Dhafin.


Akan tetapi cara mendapatkan pedang sakral itu Dhafin harus bersemedi selama 7 hari 7 malam tanpa berhenti. Tanpa makan minum dan lainnya.


Sampai-sampai Kayshila khawatir akan kesehatan Dhafin. Namun Dhafin tetap menjalankan perintah itu tanpa ragu.


Begitu sudah mencapai malam ke 7, tepatnya di tengah malam sang guru datang menemuinya dan mengatakan semedinya telah berhasil.


Setelah Dhafin mendengar beberapa arahan dan petuah dari sang guru, tiba-tiba Siluman Kalyan menjelma menjadi sebuah pedang sakti berwarna putih perak yang memancarkan cahaya biru terang. Tentu saja hal itu membuat Dhafin terkejut bukan main.


Namun seketika terdengar suara gurunya yang keluar dari pedang itu menegurnya. Menyuruhnya kembali bersemedi dan memusatkan tenaga batinnya. Karena pedang itu akan masuk ke dalam tubuhnya yang nantinya akan menyatu dengan Dhafin.


Belum lama Dhafin kembali bersemedi dan memusatkan tenaga batinnya, Pedang Akhirat langsung melesat dengan cepat dan menembus masuk ke dalam dada Dhafin dan menyatu ke dalam tubuhnya.


Seketika sekujur tubuh Dhafin bergetar hebat saat pedang sakral itu masuk. Sekujur tubuhnya bagai tersengat lidah-lidah listrik warna putih-biru.


Namun kejadian itu tidak berlangsung lama. Setelah sinar memanjang bagai lidah-lidah listrik lenyap seolah merasuk ke dalam tubuhnya, sekujur tubuh Dhafin yang tadi bergetar seketika berhenti.


Hal itu sebagai tanda bahwa Pedang Akhirat sudah menyatu dengan tuan barunya. Kapan saja Dhafin menginginkan pedang itu muncul, tinggal membetikkan saja dalam hatinya.

__ADS_1


Itulah sepenggal kisah bagaimana Dhafin memperoleh pedang sakral dengan cara aneh dari gurunya.


Sedangkan Kayshila juga sudah menamatkan KITAB MAWAR SUTRA MERAH pada tahun ini. Dan pula telah berhasil menguasai pedang pusaka yang bernama PEDANG MAWAR MERAH setelah berhasil menguasai Jurus Pedang Mawar.


Ada satu fakta juga bahwa di samping Kayshila mempelajari kitab mendiang Dewi Mawar Sutra, dia juga belajar ilmu pengobatan dan ilmu racun kepala Dhafin.


Meski tidak bisa menguasai dengan sempurna, tapi setidaknya dia cukup banyak mempelajarinya dari Dhafin. Dan apa yang dipelajarinya itu dia bisa memahaminya dengan baik.


Ada satu fakta yang tidak kalah menariknya yang terjadi pada sepasang muda-mudi itu. Ternyata mereka berdua terjatuh dalam cinta lokasi.


Maksudnya, sekian tahun lamanya mereka berada di lokasi itu terus, di dasar jurang yang amat dalam, tanpa terasa benih-benih cinta tumbuh pada diri mereka.


★☆★☆


Awalnya tidak ada yang menyadari kalau mereka ternyata saling jatuh cinta.


Sejak pertemuan mereka pada Turnamen Beladiri Anak Bangsawan, Kayshila sudah mulai simpati dengan seorang Dhafin yang begitu mengagumkan.


Dan ketika dia dan Dhafin tinggal sekian lama di jurang yang amat dalam ini, Kayshila semakin mengenal pribadi Dhafin yang menurutnya sempurna.


Yang semula dia cuma simpati, berubah menjadi suka kepada Dhafin. Dan akhirnya di jatuh cinta kepada pemuda tampan itu meski tahu kalau Dhafin seorang bangsawan, sedangkan dia hanyalah gadis biasa.


Ternyata Dhafin juga tanpa sadar jatuh cinta kepada gadis cantik berkulit kuning langsat itu.


Mulanya Dhafin menganggap Kayshila hanya sebagai teman. Namun dikarenakan mereka selalu bersama-sama hampir tiap saat, pertemanan itu terasa lain.


Semakin lama mereka berteman, tapi kenapa pertemanan itu terasa begitu mesra? Apakah ini namanya cinta?


Dhafin baru menyadari kalau kasih sayang yang dia curahkan kepada gadis cantik itu adalah cinta ketika dia sudah berusia 17 tahun.


Saat itulah mereka saling mengungkapkan apa yang mereka rasakan selama ini kalau ternyata mereka saling jatuh cinta.


Di samping itu pula Kayshila belum ada lelaki spesial yang mengisi hatinya. Begitu menemukan pribadi lelaki sebaik Dhafin, rasanya rugi kalau menolak cinta Dhafin. Dia meyakini kalau hal ini adalah anugrah dari langit yang tidak boleh dia sia-siakan.


Sedangkan Dhafin yang memang mendambakan wanita dari kalangan gadis biasa, begitu mendapatkan seorang Kayshila yang tenyata berhati baik yang sesuai dengan keinginannya, akhirnya dia langsung menerima cinta Kayshila.


Sekaligus pula untuk menghindari cinta Putri Aurellia yang dia tidak inginkan. Bukan karena Putri Aurellia tidak berhati baik, namun karena dia soerang putri bangsawan. Sedangkan Dhafin tidak punya keinginan untuk mencintai gadis bangsawan manapun.


Cukuplah dia pernah menyukai Ariesha, adik angkatnya. Tapi Ariesha menolaknya secara halus waktu itu. Dan Ariesha sudah merasa cukup dia sebagai kakaknya.


Setelah itu dia tidak akan pernah lagi mencintai gadis bangsawan manapun, sampai pun Putri Aurellia sendiri. Cukuplah dia menganggap gadis hasil karyanya itu sebagai teman.


Hingga akhirnya Kayshila dan Dhafin resmi menjadi sepasang kekasih. Dan saling berjanji akan selalu bersama baik suka maupun duka hingga akhir hayat.


Amboi...!


★☆★☆


Di suatu malam yang indah tampak Dhafin dan Kayshila sedang duduk-duduk mesra di kursi di depan gua tempat tinggal mereka sambil menikmati pemandangan langit yang bertaburan berlaksa-laksa bintang....


"Kanda, katanya kamu mau menceritakan riwayat hidupmu padaku," kata Kayshila dengan gaya manjanya sambil berbaring cantik di pangkuan Dhafin. "Aku 'kan sudah menceritakan riwayat hidupku padamu semuanya."


"Baiklah," kata Dhafin sambil membelai lembut rambut Kayshila yang lebat dan halus. "Tapi kamu harus berjanji setelah mendengar kisahku kamu tidak boleh minder padaku dan tetap mencintaiku apapun keadaanku setelah kamu tahu yang sebenarnya...."


"Bagaimana? Apa kamu sanggup?"


"Baiklah, aku berjanji akan tetap mencintaimu apapun, bagaimanapun keadaanmu," sahut Kayshila tulus sambil tersenyum manis.


"Sekarang dengarkanlah! Aku akan menuturkan siap aku sebenarnya...."


★☆★☆★

__ADS_1


__ADS_2