
Puluhan ribu pasukan yang berkonsentrasi di Kota Nehan sebelah barat Kerajaan Bentala dan di Kota Arthia sebelah utara kini telah bertolak menuju kotaraja 5 hari yang lalu.
Kira-kira 1-2 hari lagi mereka akan sampai di tempat yang sudah ditentukan. Akan tetapi tentunya tidak jauh lagi dari kotaraja.
Sementara pasukan yang dipimpin oleh Pangeran Revan dan Putri Kayshila sudah tiba di sebuah tempat tidak jauh dari kotaraja. Termasuk Ratu Aurellia dan para pengawal cantiknya juga sudah ada di situ.
Juga ada bersama mereka Pangeran Nelson dan Putri Clarabelle yang memimpin pasukan senior Istana Centauri. Sedangkan Putri Richelle tetap berada di Istana Centauri bersama Selir Heliana.
Sebenarnya, ketika Dhafin sudah terbongkar tentang jati dirinya, dan telah diumumkan ke seluruh penduduk Istana Centauri bahwa dia adalah Pangeran Agung Ghavin Aldebaran, Pangeran Revan memundurkan diri dari Komandan Pasukan dan mengajukan kandanya itu.
Namun Pangeran Ghavin menolaknya dengan tegas. Dia tidak ingin rancangan pasukan yang sudah disusun dengan rapi dirombak lagi.
Jadi, susunan pasukan tetap seperti semula. Cukuplah dia digolongkan dalam jajaran ksatria elit, tidak lebih dari itu.
Sementara itu, di kotaraja semua pasukan Bunda Suri Hellen telah bersiaga untuk berperang. Empat gerbang kotaraja setidaknya dijaga masing-masingnya sekitar 10.000-an pasukan gabungan.
Belum lagi yang ada di sekitar istana, jumlahnya mencapai puluhan ribu. Jadi, kalau digabung pasukan yang ada bersama Bunda Suri Hellen sekitar 100.000 lebih.
Perlu diketahui bahwa barisan yang tergabung dalam pasukan Bunda Suri kebanyakannya diisi oleh murid-murid perguruan. Cuma sedikit dari kalangan prajurit militer.
Sedangkan jawara elitnya pun juga tinggal sedikit setelah tempo hari sekitar 500 dibasmi habis oleh Pasukan Istana Centauri.
Namun, dengan jumlah pasukan yang terbilang cukup banyak Bunda Suri dan para petinggi yang bersamanya cukup berbesar hati dalam melawan Pasukan Istana Centauri. Bahkan Bunda Suri optimis dapat mengalahkan pasukan itu yang menurutnya cuma sedikit.
Ada satu peristiwa yang terjadi di lingkungan keluarga istana. Selir Agung Caltha Fiona telah dibunuh oleh Bunda Suri Hellen. Dengan tuduhan Selir Agung telah berkhianat kepada pemerintah dengan membiarkan putrinya bergabung bersama pemberontak.
Meskipun sang selir mati-matian membela diri kalau tuduhan itu tidak benar, tetap saja pembelaannya tidak diterima. Dan hukuman mati sebagai pengkhianat tetap dijatuhkan terhadapnya.
Sedangkan Raja Ghanim, entah apa yang terjadi pada dirinya selama dalam tahanan rumah, tiba-tiba dia berubah drastis.
Tadinya dia menentang bundanya, sekarang dia kembali tunduk di bawah kaki Bunda Suri Hellen dan menyatakan kesiapannya membantu perjuangan sang bunda dalam mempertahankan Kerajaan Bentala.
Mendengar hal itu betapa senangnya hati Bunda Suri dan kembali menyerahkan tampuk pimpinan sebagai raja kepada anaknya itu.
Petinggi-petinggi istana yang lain pun juga merasa amat senang melihat Raja Ghanim kembali hadir bersama mereka. Biar bagaimanapun raja mereka merupakan salah satu penyemangat terbesar perjuangan mereka dalam menumpas para pemberontak.
★☆★☆
Semua pasukan yang dipimpin oleh Ratu Aurellia telah berkumpul di tempat yang sudah ditentukan. Yaitu di sebuah hutan yang cukup luas yang tidak jauh dari gerbang kotaraja sebelah barat.
Setelah beristirahat selama 2 hari sembari mengatur strategi dan siasat serta setelah mengintai 4 gerbang kotaraja yang dijaga ketat, langkah pertama penyerangan mulai dilaksanakan.
Langkah atau misi pertama ini adalah melumpuhkan pasukan yang menjaga di 4 pintu gerbang kotaraja sekaligus menguasainya.
Misi ini cuma dilakukan oleh para ksatria elit Istana Centauri, baik yang senior maupun yang junior, laki-laki dan perempuan. Dibantu oleh jawara elit yang berasal dari Kampung Tolucan.
Ketika malam telah tiba mulailah para ksatria dan jawara elit yang berjumlah ribuan itu bergerak ke keempat gerbang sesuai target masing-masing.
Karena rata-rata para ksatria dan jawara elit itu memiliki kesaktian, dengan waktu yang singkat mereka sampai di suatu tempat tidak jauh dari gerbang masing-masing.
Setidaknya mereka terhindar dari jangkauan anak panah. Tapi mereka cukup leluasa mengamati keadaan ratusan pasukan yang sudah bersiaga di atas tembok gerbang kotaraja dengan siap membidikkan panah.
Masing-masing mereka telah meyakini kalau di dalam gerbang yang tertutup rapat tentu ada lebih banyak lagi pasukan yang sudah bersiaga.
Tampak sekitar 20 orang ksatria elit maju mendekati masing-masing keempat gerbang itu.
Termasuk para ksatria itu, di gerbang sebelah barat terdapat Brian, Kelvin, Gibran, dan Wilson. Di gerbang sebelah utara terdapat Aziel, Keenan, Hendry, dan Dwayne.
__ADS_1
Di gerbang sebelah timur terdapat Pangeran Pusat bersama kedua pengawal cantiknya, dan Gibson. Di sebelah selatan terdapat Zafer, Veron dan Rizhan.
Sementara ratusan pasukan dari masing-masing keempat gerbang, begitu melihat para ksatria elit itu bergerak maju, mereka segera mengarahkan anak panah mereka pada para ksatria elit itu.
Begitu target sudah berada dalam jangkauan panah, kepala pasukan pemanah langsung mengibaskan tangan kanannya ke depan. Setelah itu ratusan pemanah segera melepaskan anak panah mereka.
Maka meluncurlah setidaknya 700-800 hujan anak panah ke arah para ksatria elit di masing-masing keempat gerbang.
Sedangkan para ksatria elit itu sepertinya sudah memperhitungkan akan serangan anak panah itu. Maka, setelah mereka berhenti, masing-masing mereka segera membentuk semacam tirai pelindung yang memagari mereka dari serangan hujan anak panah itu.
Begitu ratusan hujan anak panah itu tiba tidak sampai mengenai mereka. Malah menancap di pagar ghaib hasil dari tenaga sakti masing-masing mereka.
Kalau sudah kesaktian orang-orang sakti yang berbicara, sehebat apapun para pemanah itu dalam memanah, tetap tak ada artinya bagi orang-orang sakti itu.
Sementara sang kepala pasukan, baik yang ada di barat, utara, timur maupun selatan, terus saja memerintahkan pasukan pemanah untuk memanah. Namun anak panah mereka tetap menancap di tirai ghaib para ksatria elit.
Tapi begitu masing-masing kepala pasukan hendak memerintahkan memanah yang ke 4 kalinya, tiba-tiba salah seorang dari 20 ksatria elit itu berseru cukup keras.
"Lepaaas...!"
Maka, hampir bersamaan seruan perintah itu terlontar, 20 ksatria elit di masing-masing keempat gerbang langsung mendorong kedua telapak tangan mereka ke arah pasukan pemanah dengan kuat dan cepat.
Setelah itu mereka melenting ke belakang cukup jauh, menjauhi jangkauan bidikan anak panah.
Sedangkan ribuan anak panah hasil 'tangkapan' para ksatria tadi meluncur dengan lebih cepat dan lebih kuat dari datangnya tadi ke arah pemiliknya.
Sehingga dengan enaknya hujan anak panah langsung menghantam semua pasukan pemanah di atas tembok gerbang kotaraja tanpa ada yang tersisa. Dan itu terjadi di masing-masing keempat gerbang itu.
Bahkan sisa anak panah yang belum menemui sasaran terus meluncur masuk ke dalam gerbang dan mengenai sebagian pasukan yang ada disitu karena tidak waspada.
★☆★☆
Terjadi dua pendapat di antara mereka dan telah bersepakat dalam satu hal.
Pasukan yang menjaga gerbang sebelah utara dan selatan, selesai melihat berapa kekuatan lawan yang ternyata sedikit, komandan pasukan segera memerintahkan membuka pintu gerbang, lalu mereka semua langsung keluar menyerang.
Sedangkan yang menjaga di gerbang sebelah barat dan timur, lebih memilih diam di dalam gerbang. Tidak melakukan apa-apa selain bersiaga di dekat pintu gerbang.
Tapi mereka bersepakat mengirim utusan untuk melapor ke pusat kalau pihak pemberontak sudah mulai menyerang.
Sementara itu, baik di dekat gerbang sebelah utara maupun selatan, 8 ksatria elit sudah berdiri gagah seakan menanti datangnya ribuan pasukan penjaga gerbang yang sudah dekat dengan mereka.
Sementara tidak terlalu jauh di belakang mereka juga sudah bersiaga sekitar 1500-an ksatria elit lainnya.
Begitu ribuan pasukan penjaga gerbang sudah cukup dekat, 8 ksatria elit tanpa dikomando langsung melepaskan kesaktian mereka masing-masing berupa bola cahaya warna merah sebesar kepala.
Kesaktian itu merupakan salah satu pukulan penghancur yang dimiliki Pasukan Istana Centauri. Maka, bagaimana akibat yang akan terjadi kalau pukulan penghancur itu kerahkan?
Seperti lontaran peluru-peluru meriam, 8 bola cahaya yang mengeluarkan hawa yang amat panas itu meluncur dengan cepat ke arah ribuan pasukan penjaga gerbang.
Tentu saja mereka terkejut bukan main melihat kenyataan yang mengerikan berlangsung di depan mata mereka. Dan belum juga mereka dapat berbuat sesuatu, 8 bola cahaya itu langsung menghantam mereka di 8 tempat.
Blaaarrr...! Blaaarrr...!
Duaaarrr...!
Seketika terdengar 8 ledakan secara beruntun tanpa dapat dicegah. Langit kelam seakan mau runtuh, bumi bergetar amat hebat bagai terjadi lindu lokal.
__ADS_1
Ribuan pasukan penjaga seketika terlontar ke udara bagai kapas terhempas angin. Suara jeritan-jeritan kematian dan suara ledakan berbaur jadi satu memecah kedamaian malam.
Debu mengepul membumbung tinggi ke udara menghantarkan gelombang ledakan yang cukup dahsyat. Peristiwa ini terjadi di luar gerbang utara dan selatan.
Tidak lama kemudian, begitu keadaan kembali normal, maka tampaklah pemandangan yang mengerikan. Kurang lebih 3/4 pasukan penjaga telah binasa. Mereka bergelimpangan saling tindih tak tentu arah.
Pasukan penjaga di gerbang selatan yang masih hidup sempat linglung sebentar merasakan imbas dari peristiwa itu. Bahkan ada yang terhempas jatuh, meski tidak sampai mati. Tapi tak lama mereka tersadar, lalu berlari mundur hendak masuk ke dalam gerbang.
Namun para ksatria gabungan lebih cepat lagi bergerak menghadang. Lalu menyerang mereka dengan sengit.
Sedangkan sebagian pasukan penjaga bagian belakang di gerbang utara sempat menyadari akan datangnya serangan mengerikan itu. Maka mereka lebih dulu berlari mundur dan hendak masuk ke dalam gerbang.
Namun ternyata para ksatria sudah menanti mereka tidak jauh dari pintu gerbang. Begitu sisa pasukan penjaga yang lari ketakutan itu sudah dekat, dengan gerakan amat cepat mereka melesat menyerang sisa pasukan penjaga itu.
Maka perang di gerbang utara maupun selatan tak bisa dihindari lagi. Karena pasukan penjaga itu berperang dalam keadaan ketakutan, maka mudah saja mereka terbantai oleh para ksatria dan jawara elit.
★☆★☆
Sementara yang terjadi di gerbang barat dan timur berbeda dengan yang di utara maupun di selatan.
Cukup lama menunggu tak ada reaksi dari lawan akibat terbunuhnya semua pasukan pemanah, 500 ksatria yang beraksi di gerbang barat maupun timur langsung melesat mendekati pintu gerbang.
Begitu telah sampai mereka langsung melenting naik ke atas tembok gerbang dengan mudah. Ketika sudah berada di atas mereka segera menengok ke bawah.
Ternyata di bawah sana, tak jauh dari pintu gerbang, mereka menyaksikan ribuan pasukan penjaga yang sudah bersiaga.
Maka, seperti sudah diatur sebelumnya, 8 ksatria elit langsung melontarkan pukulan penghancur seperti yang dilakukan para ksatria di gerbang utara dan selatan.
Selanjutnya sudah bisa diketahui apa yang bakal terjadi.
Delapan bola cahaya berwana merah berhawa panas meluncur dengan deras ke bawah bagai meteor jatuh. Dan langsung menghantam ribuan pasukan yang kaget di bawah sana di 8 tempat.
Tak lama kembali terdengar ledakan dahsyat 8x berturut-turut, baik di dalam gerbang barat maupun timur. Ribuan pasukan penjaga seketika terlontar ke udara bagai terhempas angin kencang.
Sementara sebagian pasukan paling belakang di gerbang timur sempat berlari mundur hendak menghindari serangan mengerikan itu. Namun 2 bola cahaya telah menghadang mereka.
Begitu 2 bola cahaya itu meledak, maka sebagian besar mereka terhempas berhamburan tak tentu arah.
Sedangkan di gerbang sebelah barat hampir tidak ada pasukan penjaga yang tersisa hidup. Karena 8 bola cahaya maut itu menghantam mereka di 8 penjuru. Sehingga susah bagi mereka untuk menghindar.
Begitu suasana telah reda kembali, 500 ksatria elit segera melenting turun dan membasmi sisa pasukan yang masih hidup.
Dan para ksatria dan jawara elit yang beraksi di gerbang barat dan timur adalah yang paling cepat menyelesaikan misi. Tak lama kemudian menyusul para ksatria dan jawara elit yang ada di gerbang utara maupun selatan.
Setelah misi selesai dan masing-masing 4 orang ahli sihir dari Istana Centauri telah menyegel gerbang timur dan selatan, sebagian besar ksatria dan jawara elit itu kembali ke basecamp. Cuma segelintir tetap berjaga di pos penjagaan di atas tembok gerbang.
Yang tidak disegel gerbang barat dan utara. Sepertinya Pasukan Gabungan Istana Centauri hendak masuk dari arah kedua gerbang itu. Atau mereka punya siasat lain kenapa salah satu dari kedua gerbang itu tidak disegel.
Sementara itu belum ada pasukan Ratu Aurellia yang mendekat ke gerbang perbatasan. Sepertinya mereka hendak melihat dulu reaksi Bunda Suri Hellen saat mengetahui semua pasukan penjaga gerbangnya telah dilumpuhkan dengan mudah.
Padahal perlu diketahui bahwa pasukan penjaga itu terdiri dari gabungan berbagai murid perguruan. Dan kehebatan mereka tidak boleh dianggap remeh. Hanya saja tingkat ilmu mereka hanya memiliki tenaga dalam, tidak dilambari dengan kesaktian.
Jadi, melawan para ksatria dan jawara elit bukanlah tandingan mereka. Sehingga kalau mereka kalah dengan mudah wajar saja.
Entah, apakah hal ini sudah diperhitungkan oleh Bunda Suri Hellen dan orang-orang yang bersamanya?
Yang jelas pasukan elit milik sang bunda suri ada di sekelilingnya.
__ADS_1
★☆★☆★