Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 159 PENAKLUKAN KOTA DIANDARA 1


__ADS_3

Sebenarnya masih ada hal penting tentang ramalan itu yang Dhafin belum bicarakan kepada Ratu Aurellia.


Tapi melihat sang ratu seperti belum menerima kenyataan kalau dia ditakdirkan mempunyai 3 istri, maka Dhafin memutuskan untuk tidak membicarakannya lebih lanjut.


Dia membiarkan dulu Ratu Aurellia untuk berpikir secara matang, lalu mengambil keputusan yang menurutnya tepat. Sedangkan Dhafin akan menerima apapun yang akan diputuskan Ratu Aurellia.


Sedangkan Dhafin juga masih sibuk memikirkan tentang ramalan bahwa dia ditakdirkan menjadi penguasa 3 negeri. Menjadi 3 penguasa negeri?


Sejak dulu dia tidak pernah menginginkan menjadi seorang penguasa, meskipun dia sadar kalau dia adalah Pangeran Agung, pewaris tahta Kerajaan Bentala.


Makanya sedapat mungkin dia menyembunyikan tentang jati dirinya. Dan nanti akan merencanakan sesuatu agar Pangeran Revan, adiknya yang naik tahta setelah penggulingan rezim Bunda Suri Hellen Gretha.


Namun ternyata ada juga yang mengetahui dirinya tanpa dia membukanya sendiri.


Dia tidak menyangkan kalau Pendeta Desmon, penasehat kakeknya dulu masih hidup. Tentu dia mengetahui tentang siapa-siapa saja keturunan kakeknya. Apalagi dibantu oleh peramal sakti Nenek Kaira.


Bahkan nenek cantik itu lebih tahu lagi tetang dirinya. Sampai pun jodohnya Nenek Kaira sudah meramalkan. Bahkan dari dialah sumber keterangan kalau dirinya bakal menjadi penguasa 3 negeri.


Dhafin belum percaya sepenuhnya kalau dia bakalan menjadi penguasa. Masalahnya di mana pusat pemerintahannya kalau begitu?


Di Kerajaan Lengkara sudah ada Pangeran Aziel menanti. Di Kerajaan Amerta masih ada Yang Mulia Raja Darian. Kalau dia memundurkan diri, masih ada Pangeran Brian Darel. Di Kerajaan Bentala dia berencana agar adiknya yang naik tahta.


Sedangkan di Istana Centauri, ada Ratu Agung Aurellia yang berkuasa. Bahkan dia sudah menjadi ratu penguasa calon 3 penguasa; Pangeran Revan, Pangeran Aziel, dan kemungkinan besar Pangeran Brian. Karena secara tersirat Ratu Aurellia sudah menguasai 3 orang hebat itu.


Lalu atas dasar apa sehingga dia bisa menjadi penguasa? Lebih lanjut lagi di mana pusat pemerintahannya?


Sementara 3 negeri sudah ada calon yang akan menempatinya. Tidak mungkin dia secara egois mau merebut ketiga negeri itu. Meskipun salah satu negeri itu, yaitu Kerajaan Bentala dia punya hak.


Bagaimana dengan Kerajaan Negeri Tabir Ghaib? Apakah dengan menikah dengan Ratu Aurellia lantas dia akan menjadi penguasanya du situ? Maka secara otomatis dia akan menjadi penguasa 3 negeri.


Itu kalau menikah dengan sang ratu. Kalau tidak? Bukankah hal itu untung-untungan?


Sebuah ramalan bukanlah perhitungan untung-untungan. Ramalan merupakan fakta yang tersingkap dari alur takdir yang di turunkan Penguasa Langit ke dunia. Dia keluar dari firasat orang-orang yang benar-benar sakti.


Bukan hitung-hitungan para pedagang atau ahli perang.


Memikirkan sampai di situ Dhafin menemui jalan buntu untuk memahami kebenaran ramalan tesebut.


Ah, sudahlah! Dia menanggalkan dulu sementara memikirkan tentang ramalan itu.


Sekarang dia fokus dulu memikirkan rencana perebutan wilayah selatan yang sudah disusun sebelumnya. Setelah itu, mulai merancang rencana selanjutnya. Yaitu penggulingan rezim Bunda Suri Hellen Gretha.


Apalagi dia mendengar kabar dari Kampung Tolucan kalau Kerajaan Lengkara berencana akan merebut Kerajaan Bentala. Maka dia dan rekan-rekannya harus cepat-cepat merebut sebelum direbut.

__ADS_1


Seperti biasa, ketika berkunjung ke Istana Centauri, dia sempatkan menemui bunda angkatnya. Memberikan salam penghormatan kepada bundanya. Merasakan pelukan hangat penuh kasih sayang sang bunda.


Mendengarkan untaian ucapannya yang penuh perhatian yang amat menyejukkan di hati Dhafin.


Setelah itu dia meninggalkan Negeri Tabir Ghaib. Tanpa menghiraukan dulu untuk sementara waktu keadaan Ratu Aurellia, meski dia masih tetap perduli.


Sebenarnya dia hendak menemui ayah angkat juga. Tapi ayahnya tengah menemani Raja Darian bersama yang lainnya yang berbincang-bincang dengan Selir Heliana di kediamannya.


★☆★☆


Di ujung wilayah sebelah timur Kerajaan Bentala ada kota besar bernama Kota Diandara. Dulu kota itu merupakan kerajaan kecil, yaitu Kerajaan Diandara.


Namun kerajaan itu berhasil ditaklukkan oleh pasukan Bunda Suri setelah setahun berkuasa di Kerajaan Bentala. Dan begitu kerajaan itu telah ditaklukkan, lalu Bunda Suri mengubahnya menjadi kota.


Waktu penaklukan, raja beserta seluruh keluarganya dibantai dalam peristiwa itu. Tidak ada yang tersisa kecuali putri sang raja yang waktu itu masih bayi.


Konon putri sang raja diselamatkan oleh pelayannya. Namun hingga sekarang kabar sang putri itu tidak ada yang tahu, apakah sudah mati atau masih hidup.


Sedangkan pihak istana juga tidak terlalu menghiraukan. Artinya kalau ditemukan dibunuh, kalau tidak ditemukan dibiarkan saja. Bunda Suri tidak menganggap sang putri sebagai ancaman akan kekuasaannya.


Selain Kota Nehan, di Kota Diandara ini juga terdapat Markas Militer yang cukup besar. Setidaknya melebihi besarnya Markas Militer Kota Nehan.


Jumlah pasukan yang ada di markas itu sekitar 30.000-an lebih personil. Ditambah para komandan militer dan puluhan kepala pasukan.


Di kota inilah harapan satu-satunya Bunda Suri mendapat suplay pasukan yang banyak. Karena tinggal kota yang ada di wilayah timur ini yang belum dikuasai oleh para pemberontak.


Dan baru 3 hari yang lalu 4 kota yang berada di ujung wilayah selatan direbut dan diduduki oleh pasukan Selir Heliana.


Sementara kota-kota yang berada di dekat kotaraja belum direbut. Dengan kata lain belum berani direbut.


Akan tetapi di antara 10 kota yang berada di dekat-dekat kotaraja, cuma 2 kota yang ada markas militernya. Itupun kalau di gabung jumlah pasukannya belum menyamai pasukan yang ada di Markas Militer Kota Diandara.


Adapun jumlah pasukan dari kedua kota tersebut cuma ada18.00-an lebih personel. Selebihnya kotaraja cuma mendapat suplai Prajurit Keamanan Kota dari 10 kota itu yang kemampuannya berada di bawah pasukan militer.


Namun setidaknya dapat membantu pertahanan kotaraja untuk sekarang ini.


Di samping itu pula, semua perguruan beladiri yang berada di Kerajaan Bentala, murid-muridnya berikut para guru serta guru besarnya sudah berkumpul di kotaraja.


Rupanya Bunda Suri bisa membaca pergerakan pasukan pemberontak. Pasukan Heliana pasti akan bergerak mendekati kotaraja. Makanya kotaraja, terkhusus istana Bunda Suri Hellen lebih memperketat keamanannya.


Dan sekarang harapan satu-satunya untuk mendapat suplay pasukan yang banyak cuma ada di Kota Diandara.


Maka Bunda Suri dan orang-orang pentingnya telah menyusun strategi untuk membawa semua pasukan yang berjumlah 30.000-an lebih itu ke istana.

__ADS_1


Strateginya yaitu mengirim ratusan jawara hebat dan murid-murid hebat dari berbagai perguruan ke Kota Diandara yang nantinya mereka akan mengiringi pasukan itu untuk berangkat ke kotaraja.


★☆★☆


Sekitar 500 jawara hebat dan 500 murid handal dari berbagai perguruan sudah bersiap-siap mengantar pasukan militer ke kotaraja.


Namun apa lacur, areal markas militer telah tersegel. Lebih tepatnya areal itu telah dilingkupi mantra ghaib sehingga pasukan yang ada di dalamnya tidak bisa keluar. Segel itu semacam penjara ghaib dalam lingkup besar. Karena areal markas militer memang terbilang cukup luas.


Kalau tidak bisa keluar berarti tidak bisa berangkat ke kotaraja.


Kalau begitu apakah yang terjadi sebenarnya?


Pekerjaan seperti ini tidak lain adalah pekerjaan orang yang menguasai ilmu sihir atau kekuatan ghaib. Siapa lagi yang melakukannya kalau bukan Dhafin, Keenan dan Keysha.


Dan masih ada seorang gadis bercadar yang membantu juga. Dia tidak lain adalah Putri Athalia. Rupanya gadis itu juga menguasai kekuatan ghaib. Tidak lain dia belajar ilmu tersebut melainkan dari Nenek Kaira.


Mereka melakukan aksi menakjubkan tersebut pada malam hari, yang mana keesokan harinya, yaitu hari ini pasukan militer akan bertolak ke kotaraja.


Kalau sudah ilmu sihir dan ilmu ghaib yang beraksi apa yang bisa dilakukan?


Pejabat Kota Diandara tidak bisa berbuat banyak selain hanya bisa terkejut heran. Hal-hal seperti begini dia tidak tahu. Apalagi dia tidak memiliki ilmu beladiri sedikitpun.


Sedangkan Prajurit Keamanan Kota, mereka bisa apa. Mereka hanya bisa diam, menunggu perintah apa yang akan dilakukan. Tampa bisa menyumbangkan pikiran harus berbuat apa.


Sementara semua jawara istana dan para murid perguruan kini berkumpul di halaman gedung Jawatan Pejabat Kota bersama Prajurit Keamanan Kota. Mereka seperti tengah kebingungan apa yang harus dilakukan.


Akan tetapi, selagi mereka dalam keadaan kebingungan begitu, seketika muncul Pangeran Revan serta pasukan elitnya yang jumlahnya cukup banyak.


Di antara mereka tentu saja pasti ada Dhafin, Brian, Gibson, Aziel, Keenan, Kelvin, Zafer, Hendry serta beberapa jawara handal Markas Centaurus.


Ada juga 4 Pengawal Pribadi Ratu, Putri Kayshila, Fariza, Abiela, Danita, dan jawara handal Istana Centauri. Juga ada Putri Athalia sebagai jawara elit yang baru bergabung.


Juga ratusan jawara elit dari berbagai kelompok. Termasuk di dalamnya dari pasukan pemberian Raja Ghanim, termasuk pasukan dari Kampung Tolusan.


Karena kemunculan Pangeran Revan beserta pasukan elitnya dengan cara tidak wajar, yaitu muncul begitu saja seperti setan, tentu saja semua orang yang ada di halaman gedung terperangah sejenak.


Namun, baik para jawara istana maupun para murid perguruan cepat menguasai diri. Dan dengan segera mengambil sikap menyerang. Karena mereka tahu dengan siapa sekarang berhadapan.


Sedangkan Prajurit Keamanan sebenarnya masih terperangah takjub akan kemunculan Pangeran Revan dan pasukan secara ajaib itu.


Tapi begitu melihat orang-orang istana sudah mengambil sikap siaga perang, akhirnya mereka terbangun dari keterperangahan. Dan ikut bersiaga dengan menghunus pedang masing-masing.


Sementara Pejabat Kota, begitu mengetahui kedatangan Pangeran Revan dan pasukannya, dia langsung keluar dari gedung Jawatan Pejabat Kota. Dan dengan langkah penuh percaya diri, dia datang menghampiri Pangeran Revan.

__ADS_1


Pejabat Kota Diandara memang tidak punya beladiri, apalagi kesaktian. Dia hanya punya nyali dan keberanian.


★☆★☆★


__ADS_2