
Begitu terkejutnya Tapak Maut ketika melihat gerbang markasnya sebelah selatan terbuka lebar-lebar. Karena daun pintunya sudah hancur berantakan. Tidak terkecuali para Guru Pendamping dan semua sisa muridnya.
Lebih terkejut lagi ketika mereka melihat di depan pintu gerbang sudah berjajar sekian banyak pasukan Istana Centauri.
Maka, melihat pemandangan seperti itu, beberapa Guru Pendamping langsung menyiagakan semua murid-murid Perguruan Tapak Sakti yang ternyata sudah berada semua di belakang mereka.
Sedangkan ribuan pasukan gabungan Istana Centauri juga telah siap perang sejak tadi. Tinggal menunggu komando Yang Mulia Ratu, mereka langsung bergerak menyerang dengan cepat.
Sementara itu, Ratu Aurellia masih berdiri tenang sambil mengamati murid-murid Perguruan Tapak Sakti.
Di samping kanan kirinya agak ke belakang pula masih berdiri tenang pasukan elitnya; Pangeran Revan, Brian, Keenan, Kelvin, Gibson, Aziel, Zafer, serta Dhafin yang diapit oleh 2 pengawal cantiknya; Putri Athalia dan Putri Arcelia.
Sedangkan di belakang beberapa pasukan elit itu, telah berdiri siaga 50 Pengawal Khusus Ratu serta ratusan jawara gabungan. Termasuk di antaranya Putri Raisha, Fariza Luna, Kaluna, Malinka, dan Zelyne serta Jessica.
Terdapat juga Pangeran Nevan dan Dylan Ruben yang baru kali ini mereka ikut berperang setelah kondisi mereka sudah membaik.
Sementara yang berdiri tepat di samping kiri kanannya adalah Putri Kayshila dan 4 pengawal cantiknya.
Perlu diketahui jarak antara Tapak Maut dan semua muridnya dengan Ratu Aurellia serta semua pasukannya sekitar 15-16 tombak. Jarak yang cukup aman untuk saling bersiaga dan mengatur penyerangan.
"Siapa kalian?" tanya Tapak Maut bernada berat seraya menatap tajam Ratu Aurellia yang masih saja memakai cadar.
Perlu diketahui, Tapak Maut cuma mengetahui secara umum pasukan Selir Heliana, tidak mengetahui secara terperinci. Itupun informasi tentang pasukan Selir Heliana dia ketahui berdasarkan laporan murid-muridnya.
Dia cuma tahu ciri-ciri sebagian pasukan Selir Heliana berdasarkan informasi dari murid-muridnya. Termasuk gadis bercadar yang sedang ditatapnya itu.
"Sepertinya sudah saatnya aku perkenalkan siapa diriku di khalayak ramai," kata Ratu Aurellia bernada tenang penuh kewibawaan serta keanggunan. "Termasuk pada dirimu, Tapak Maut."
"Dengarkan baik-baik, sebab aku tidak mengulanginya 2x, Tapak Maut," lanjut Ratu Aurellia. "Aku adalah Ratu Aurellia Claretta, Penguasa Istana Centauri di Kerajaan Negeri Tabir Ghaib. Dan semua yang bersamaku ini adalah pasukanku, Pasukan Istana Centauri. Jelas, Tapak Maut?!"
Semua Guru Pendamping Perguruan Tapak Maut terkejut heran bercampur takjub mendengar perkataan Ratu Aurellia barusan. Sepertinya mereka baru dengar ada kerajaan yang bernama Kerajaan Negeri Tabir Ghaib.
Apalagi penguasanya adalah seorang wanita muda yang mereka belum tahu cantik tidaknya, karena selalu memakai cadar.
Mereka cuma tahu ciri-ciri gadis itu terkadang ada saat pasukan Selir Heliana mengadakan pertempuran dengan pasukan Kerajaan Bentala. Tidak tahunya gadis itu adalah seorang penguasa.
Itulah mengapa mereka takjub, tapi bukan berarti merasa gentar. Lebih tepatnya berusaha untuk tidak gentar.
"Apa hubunganmu dengan Selir Heliana?" tanya Tapak Maut tidak tahan ingin tahu.
Dalam pikirannya Selir Heliana adalah Penguasa Istana Centauri. Tidak tahunya gadis di depan sana mengaku sebagai Penguasa Istana Centauri.
"Aku adalah cucu Nenenda Selir Heliana," sahut Ratu Aurellia masih dengan nada tenang. "Beliau memang dulu Penguasa Istana Centauri. Tapi sekarang sudah diwariskan kepadaku."
Tapak Maut terdiam sejenak sambil berpikir. Kehebatan Pasukan Istana Centauri tidak diragukan lagi. Selama mereka berperang belum terdengar kabar kalau mereka kalah.
Sedangkan sebagian besar murid-muridnya tersegel oleh mantra penyegel yang dia duga merekalah yang melakukannya. Sementara 10.000 muridnya sudah dilepas 2 hari yang lalu.
Kalau dia memaksa melawan Pasukan Istana Centauri besar kemungkinan mereka akan kalah. Makanya dia berusaha mencari cara agar Pasukan Istana Centauri tidak ada alasan untuk menyerang mereka.
★☆★☆
"Apa orang-orangmu yang menyegel murid-muridku, Ratu Aurellia?" tanyanya basa-basi.
"Menurutmu siapa lagi kalau begitu?" sahut Ratu Aurellia dalam mode bertanya.
"Rasa-rasanya kami tidak ada silang sengketa dengan Istana Centauri," kata Tapak Maut memulai bersiasat agar bisa terhindar dari penyerangan. "Kenapa kamu dan pasukanmu datang menyerang ke perguruanku? Bahkan menyegel murid-muridku?"
"Kamu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, Tapak Maut?" kata Ratu Aurellia tetap tenang tapi bernada dingin dan datar tapi tidak melepas keanggunannya.
Tapak Maut tidak lantas menanggapi ucapan sang ratu yang seolah tahu jalan pikirannya.
"Atau kamu cuma cari-cari alasan agar tidak diserang, Tapak Maut?" kata Brian dengan nada dan gaya santainya.
Tapak Maut tidak bisa menahan keterkejutannya mendengar tebakan Brian yang tepat itu. Namun cepat-cepat menindisnya dengan berkata yang jelas berkilah.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti apa yang kamu dan bawahanmu itu ucapkan, Ratu Aurellia. Yang jelas kami tidak pernah berurusan dengan pihak kerajaanmu. Jangan cari-cari alasan untuk membikin perkara."
"Kamu berencana menyusupkan murid-muridmu ke dalam barisan pasukanku dengan maksud jahat," kata Ratu Aurellia makin bernada dingin. "Apa menurutmu perbuatan itu bukan mencari urusan denganku?"
Bukan saja Tapak Maut yang terkejut mendengar ucapan Ratu Aurellia, 20 Guru Pendamping pun tak bisa menahan keterkejutan mereka. Ternyata memang mereka punya alasan kuat menyerang Perguruan Tapak Sakti.
Tapi, dari mana mereka tahu rencana mereka itu? Apa ada orang dalam yang menjadi mata-mata mereka yang membocorkan rencana itu?
"Kamu heran dari mana kami tahu rencana busukmu itu, Tapak Maut. Iya 'kan?" kata Ratu Aurellia tetap bersikap tenang.
Baik Tapak Maut maupun 20 Guru Pendamping tidak menanggapi tebakan Ratu Aurellia yang tepat itu. Mereka hanya bisa terdiam untuk beberapa saat lamanya.
Mereka tidak menyangka kalau Pasukan Istana Centauri bukan saja hebat dalam berperang, tapi juga hebat dalam bersiasat dan berpikir.
"Menurutku, kamu terlalu terburu-buru melaksanakan rencana busukmu, Tapak Maut," kata Pangeran Revan ikut memojokkan Tapak Maut.
"Kamu lihat sekarang keadaan perguruanmu," lanjutnya. "Sebagian besar murid-muridmu terpenjara. Ditambah lagi kamu sudah terlanjur melepas ribuan muridmu untuk menyusup kedalam pasukan kami...."
"Bukankah keadaan seperti itu amat menyedihkan, Tapak Maut?"
"Tapi kamu tenang saja, Tapak Maut," kata Brian dengan gaya santainya, tapi jelas ucapannya mengejek. "Kami sudah mempersiapkan sambutan yang meriah untuk menyambut murid-muridmu yang hendak menyusup itu. Kamu tidak usah memikirkannya."
"Hahaha...!" seketika Tapak Maut tertawa cukup keras untuk meluapkan kemarahan sekaligus kekesalannya.
Rencana busuknya sudah diketahui, bahkan 10.000 lebih muridnya yang dikirim untuk menyusup sudah diketahui. Dia mau apa lagi selain harus melawan.
"Kalian berpikir seolah-olah sudah mengalahkan kami," ucapnya dengan nada menggeram. "Kalian salah besar!"
"Dengar, Ratu Aurellia!" kata Tapak Maut bernada tajam dan keras membentak. "Aku dan murid-muridku tidak pernah takut menghadapi siapa pun! Termasuk kalian!"
"Baiklah, kalau kamu tidak takut menghadapi kami," kata Ratu Aurellia seolah menerima tantangan Tapak Maut. "Kalau begitu kamu tunggu apa lagi?"
Tapak Maut hanya mendengus geram menanggapi ucapan Ratu Aurellia. Kemudian dia memerintahkan para Guru Pendamping-nya agar mempersiapkan semua murid untuk berperang.
Maka, begitu semua murid Perguruan Tapak Sakti yang berjumlah 5.000 lebih itu diperintahkan untuk bersiap, serta merta mereka langsung menghunus senjata masing-masing; pedang, tombak, dan golok.
★☆★☆
"Seraaang...!"
"Seraaang...!"
Selepas para Guru Pendamping itu meneriakkan perintah penyerangan, maka semua murid Perguruan Tapak Sakti langsung bergerak menyerang.
Namun belum ada setengah perjalanan mereka bergerak menyerang, 4 pengawal cantik seketika menyentakkan kedua telapak tangan mereka yang terbuka ke depan.
Maka berhamburanlah ribuan kepingan berbentuk kelopak bunga 4 warna yang menyala bagai bara, lalu langsung meluncur deras menghujani murid-murid Perguruan Tapak Sakti yang menyerang itu.
Karena tidak menyangka akan ada serangan seperti itu, jelas mereka tidak waspada. Maka tanpa ampun hujan kepingan berbentuk kelopak bunga itu langsung menembus ke tubuh mereka.
Sehingga baru 1 gebrakan saja sudah terdengar jeritan kematian saling susul yang langsung memecah keheningan pagi. Ditingkahi tumbangnya ribuan sosok tubuh murid-murid Perguruan Tapak Sakti.
Tentu saja fenomena mengerikan itu membuat Tapak Maut dan para pendampingnya terkejut bukan main. Mereka tidak menyangka kalau 4 pengawal cantik itu bisa melakukan hal demikian.
Sehingga baru 1 gebrakan saja separuh murid-muridnya sudah jadi mayat. Bukan main geramnya Tapak Maut.
Tapi belum hilang kekesalannya melihat nasib tragis murid-muridnya, Ratu Aurellia sudah memerintahkan pasukannya untuk menyerang.
Lalu dia, Putri Kayshila, 4 pengawal cantik, dan 50 Pengawal Khusus Ratu segera melesat ke depan.
Maka tanpa menunggu perintah 2x, seluruh ksatria elit langsung melenting ke depan seraya menghunus senjata masing-masing.
Begitu sudah berhadapan dengan lawan masing-masing, mereka langsung mengayunkan senjata menyongsong serangan lawan.
Ketika 20 ksatria elit sudah berhadapan dengan 20 Guru Pendamping, maka sebagian Pasukan Gabungan Istana Centauri segera menyongsong serangan murid-murid perguruan saat komandannya memerintahkan untuk menyerang.
__ADS_1
Sementara sebagian lainnya tetap bersiaga di tempat.
Sedangkan Dhafin langsung melenting ke arah Tapak Maut. Lalu hinggap sekitar 2 tombak di depannya.
"Aku lawanmu, Tapak Maut," kata Dhafin seraya tersenyum kecil, bukan mengejek.
Sejenak Tapak Maut menatap Dhafin dengan seksama. Dia merasa belum pernah bertemu atau melihat Dhafin. Tapi benaknya segera memikirkan tentang ciri-ciri orang yang seperti Dhafin, sesuai keterangan yang diperoleh dari murid-muridnya dan sahabat-sahabatnya.
"Apakah kamu orangnya yang dijuluki Pangeran Pusat?" tanyanya bernada tajam menebak.
"Tepat! Apa kamu takut setelah mengenalku?" kata Dhafin langsung memancing emosi.
"Seribu Pangeran Pusat sepertimu aku tidak takut!" dengus Tapak Maut sesumbar.
Tapi cuma sesumbar saja untuk menghilangkan sedikit kegentarannya.
Dari informasi rekan-rekannya kalau Pangeran Pusat merupakan salah satu ksatria elit yang tangguh. Mengetahui hal itu dia sebenarnya sedikit gentar. Tapi dia berusaha keras menghilangkan kegentarannya.
"Oh, begitu," kata Dhafin menanggapi dengan biasa saja. "Tapi sebelum kita bertarung, ada informasi penting yang akan aku beritahukan kepadamu biar kamu tidak mati penasaran."
"Keparat! Apa kamu takut menghadapiku sehingga mengulur waktu kematianmu?" dengus Tapak Maut menggeram murka.
"Dengar dulu!" kata Dhafin seolah tidak menghiraukan kemarahan Tapak Maut. "Aku dan rekan-rekanku sudah tahu rencana busukmu sewaktu kamu dan beberapa rekanmu mengadakan pertemuan di sebuah kampung di ujung timur Kerajaan Bentala."
★☆★☆
Tentu saja Tapak Maut terkejut bukan main. Rupanya rencananya bocor disebabkan Pangeran Pusat dan rekan-rekannya menguping pembicaraan mereka.
"Perlu kamu ketahui, semua rekan-rekanmu pada pertemuan itu telah mati kecuali kamu dan Ketua Gerombolan," kata Dhafin menambahkan.
Membuat hati Tapak Maut semakin terkejut. Dia berusaha agar nyalinya tidak surut. Tapi mendengar berita itu, nyalinya ciut juga meski sedikit.
Tapi dia berusaha terus membesarkan keberaniannya.
"Sekarang, aku beri kamu 2 pilihan," kata Dhafin masih kalem, "kamu mati dengan bunuh diri, atau mati di tanganku?"
"Kamu sudah meremehkan Tapak Maut, Pangeran Pusat!" geram Tapak Maut dengan amarah sudah sampai di ubun-ubun. "Hiyaaat...!"
Berkawal bentakan yang cukup menggelegar, Tapak Maut langsung melesat dengan amat cepat ke arah Dhafin. Dan tanpa malu-malu segera menyerang Dhafin dengan jurus-jurus maut nan dahsyatnya.
Tapak Maut memang terkenal dengan keganasan kedua telapak tangannya yang mematikan. Pada jurus-jurus awal dia sudah mengerahkan salah satu jurus andalannya. Dengan harapan akan melumpuhkan Dhafin dengan segera. Karena dia tahu Dhafin itu siapa.
Kedua telapak tangan Tapak Maut bergerak amat cepat dan lincah. Setiap kali bergerak menghantar hawa panas yang menyesakkan dada.
Namun yang dihadapi adalah Pangeran Pusat. Salah satu ksatria elit yang terhebat Istana Centauri, kalau tidak mau dibilang paling hebat.
Seberapapun dan bagaimanapun Tapak Maut melakukan penyerangan, Dhafin dapat menghindari atau menangkisnya dengan mudah.
Tanpa kedua tangan Dhafin mengalami cidera. Padahal kedua telapak tangan Tapak Maut mengeluarkan hawa yang amat panas.
Pada jurus-jurus awal ini Dhafin belum membalas serangan. Dia cuma menangkis dan menghindari semua serangan Tapak Maut.
Bahkan terkadang dia seolah-olah kewalahan menghadapi serangan-serangan cepat Tapak Maut. Padahal Dhafin cuma berpura-pura saja untuk menyemangati Tapak Maut agar terus menyerangnya.
Tapak Maut tidak tahu kalau tujuan Dhafin demikian untuk mengetahui kelemahan jurus-jurusnya. Dia terus saja semangat menyerang Dhafin, mengerahkan semua jurusnya yang terhebat.
Sementara itu waktu terus merangkak naik, perlahan demi perlahan. Pagi sudah pergi, kini berganti siang. Namun pertempuran di dalam markas Perguruan Tapak Sakti masih terus berlangsung, bahkan semakin sengit.
Memang patut diakui kehebatan murid-murid Tapak Maut. Jurus-jurus yang mereka mainkan tergolong cukup hebat. Sampai sejauh ini mereka masih dapat mengimbangi semua serangan Pasukan Gabungan Istana Centauri.
Akan tetapi yang mereka hadapi adalah sekelompok pasukan yang kehebatannya masih berada di atas mereka. Mereka boleh bangga masih bertahan di awal siang.
Begitu pertempuran sudah mencapai tengah hari, mulai terlihat kalau murid-murid Perguruan Tapak Sakti sudah terdesak. Hingga akhirnya lama kelamaan mereka telah tumbang satu demi satu dengan bersimbah darah.
Darah segar kembali mengucur membasahi bumi Perguruan Tapak Sakti. Sementara mayat-mayat bergelimpangan tak tentu arah.
__ADS_1
Sungguh pemandangan yang amat mengerikan!
★☆★☆★