Pangeran Yang Hilang

Pangeran Yang Hilang
BAB 73 APAKAH MASIH ADA HARAPAN?


__ADS_3

Tiga hari kemudian Hendry telah kembali ke Kampung Naraya.


Perlu diketahui bahwa Hendry merupakan salah satu dari jawara Markas Centaurus yang telah menguasai ilmu kesaktian semacam teleportasi. Dia bisa berpindah ke tempat yang jauh sekalipun dalam waktu yang singkat.


Maka dengan menggunakan ilmu yang aneh itu dengan waktu yang singkat dia sudah berada di Kampung Naraya.


Dari hasil investigasinya memantau pergerakan pasukan istana diperoleh informasi bahwa jumlah pasukan istana yang bergerak ke mari sekitar 500-an personil prajurit militer, termasuk kepala-kepala regunya.


Ikut juga bersama pasukan istana sekitar puluhan jawara istana dan 2 komandan pasukan yang berpangkat jenderal. Hendry memperkirakan kalau 2 perwira istana itu merupakan 2 jenderal perang.


Hendry menuturkan bahwa kehebatan para prajurit istana yang nanti akan datang itu tidak jauh berbeda dengan para prajurit yang tempo hari menyerang ke sini. Para kepala regunya pula kehebatannya tidak terlalu berbeda secara siginifikan.


Hanya saja yang perlu diwaspadai adalah 2 komandan pasukannya dan para pendekar istana. Kehebatan mereka jelas di atas rata-rata. Dan yang tak kalah penting rata-rata mereka memiliki kesaktian yang tak bisa dianggap remeh.


Hendry menuturkan pula kalau dia terus mengikuti dan mengamati pergerakan rombongan prajurit istana yang mulai bertolak dari kotaraja selama 3 hari.


Dari laju pergerakan mereka Hendry memperkirakan kalau pasukan istana akan sampai ke Kota Bahir 4 hari kemudian terhitung dari waktu bertolak mereka dari kotaraja.


Itu artinya terhitung mulai dari waktu kepulangan Hendry ke Kampung Naraya ini, tinggal 1 hari lagi pasukan istana sampai ke Kota Bahir.


Namun Hendry menduga kuat bahwa pasukan istana begitu sampai di Kota Bahir tidak serta merta langsung ke daerah ini. Mereka harus beristirahat yang cukup dulu di Kota Bahir.


Mengingat perjalanan mereka yang sedikit dipercepat tentu amat melelahkan. Apalagi istirahat malam mereka tidak penuh.


Apalagi rata-rata pasukan istana adalah pasukan infanteri. Yang berkuda cuma para kepala regu, 2 jenderal dan belasan jawara istana. Artinya tidak semua jawara istana berkuda. Dan pula tak ada pasukan panah yang ikut serta.


Maka dari personil pasukan istana yang ada itu dapat ditarik kesimpulan bahwa pihak istana atau pemerintah pusat belum menganggap kejadian gagalnya penyerangan ke ujung Kota Bahir merupakan ancaman besar bagi eksistensi pemerintah pusat.


Bisa diduga kalau laporan yang mata-mata masukkan ke istana berdasarkan fakta yang dilihat di lapangan. Dengan kata lain mata-mata cuma melihat segelintir pasukan yang membantu kampung pemberontak. Begitulah yang mereka laporkan.


Mereka tidak melihat kejadian 2 hari kemudian kalau ternyata 100 Pasukan Jubah Merah berdatangan ke Kampung Naraya.


Ditambah lagi 45 Pasukan Istana Centauri yang sudah keluar dari penyamaran mereka dan ikut bergabung ke Kampung Naraya.


Namun perlu diketahui pula bahwa Pangeran Revan sudah menempatkan beberapa pasukannya untuk berjaga di tempat tersembunyi tidak jauh di batas Kampung Caraya yang menghubungkan ke arah perkampungan yang berdekatan dengan Kota Bahir.


Jadi, pasukan mata-mata yang datang dari arah Kota Bahir tidak bisa lagi masuk ke perkampungan yang ada di ujung bagian utara itu, karena diblokade oleh pasukan Pangeran Revan yang berjaga di situ.


Belum lama kepulangan Hendry ke Kampung Naraya, ternyata Jenderal Jessica dan dua rekannya; Freya dan Daniela juga telah datang pada hari yang sama.


Sama seperti Hendry, Jenderal Jessica juga ternyata telah menguasai ilmu teleportasi. Bukan hanya dirinya sendiri yang bisa dia pindahkan ke tempat yang dia maukan. Freya dan Daniela pun bisa dia pindahkan bersama dengan dirinya.


Karena Freya maupun Daniela belum menguasai ilmu aneh itu meskipun mereka mempunyai ilmu kesaktian yang cukup tinggi.


Dan ketiga gadis cantik itu juga menginformasikan tentang pergerakan pasukan yang menuju ke daerah utara Kerajaan Bentala ini. Informasi mereka tidak jauh beda dengan apa yang dituturkan Hendry.


Hanya saja ketiga gadis itu mengamati pergerakan pasukan istana bukan dari kotaraja. Melainkan dari sebelah barat Kota Arthia.


Kota Arthia bisa dikatakan terletak di antara kotaraja dengan Kota Bahir.


Sebenarnya Jenderal Jessica dan dua rekannya tidak sengaja mendapati pasukan istana bergerak ke daerah utara ini.


Waktu itu mereka masih berada di pusat Kota Arthia. Dan tidak sengaja mendengar pembicaraan sebagian penduduk kota yang membincangkan mengenai pasukan istana yang bergerak ke kota mereka.


Begitu mendengar perbincangan penduduk kota kalau pasukan istana sudah berada dekat sebelah barat Kota Arthia, ketiga gadis cantik itu langsung menuju ke sana tanpa menunggu lama.


Begitu sampai, mereka mendapat kenyataan kalau memang benar ada pergerakan pasukan istana ke Kota Arthia. Namun begitu mereka amati lebih teliti, tenyata pasukan istana cuma lewat saja di Kota Arthia dan tidak sampai singgah di pusat kota.


Pasukan yang cukup banyak itu terus saja melanjutkan perjalan. Ketika ketiga gadis itu mengamati pergerakan pasukan istana itu, maka mereka memastikan kalau pasukan istana akan menuju Kota Bahir.


Maka, setelah mengamati berapa kekuatan yang ada di dalam pasukan itu dan siapa saja mereka, Jenderal Jessica memutuskan untuk ke Kampung Naraya dulu sebelum kembali ke Istana Centauri.

__ADS_1


Sedangkan Freya dan Daniela setuju saja apa kata komandan cantik mereka.


★☆★☆


Malam harinya Pangeran Revan yang didampingi Brian mengadakan pertemuan dengan Jenderal Jessica yang ditemani Freya dan Daniela. Pertemuan itu membicarakan langkah-langkah awal yang harus mereka lakukan sebelum kedatangan pasukan istana ke sini.


Sebelumnya Pangeran Revan memberitahukan mengenai pertemuannya dengan 4 kepala kampung dan menjelaskan sedikit tentang apa yang dibicarakan dalam pertemuan itu.


Namun begitu mengetahui sikap 3 kepala kampung yang tidak bersahabat dan menolak kerja sama dengan mereka, Jessica tidak tertarik lagi untuk mendengarkannya.


Dia langsung menyarankan agar Pangeran Revan lebih fokus membicarakan mengenai kesiapan mereka menghadapi pasukan istana.


Pangeran Revan mengajukan poin-poin yang dia dan rekan-rekannya telah bahas pada malam sebelumnya. Poin-poin itu memang yang harus dibicarakan dengan Jenderal Jessica selaku pihak dari Istana Centauri.


Ada beberapa poin yang Jenderal Jessica sepakati. Atau lebih tepatnya dia menyetujuinya tanpa harus berunding dulu ke Istana Centauri.


Salah satunya adalah mereka tetap mengamankan para penduduk meski kepala kampungnya menolak bantuan mereka.


Sekarang cara mengamankan penduduk kampung itu bagaimana?


Jenderal Jessica memberi saran agar seluruh penduduk 3 kampung dievakuasi ke Kampung Naraya atau di sekitar kampung tersebut.


Areal Kampung Naraya memang terbilang luas. Kalau cuma menampung penduduk 3 kampung masih cukup. Di samping itu juga kampung itu berada di dataran yang cukup tinggi.


Dan Kampung Naraya pula yang paling terakhir dijangkau kalau pasukan istana mengadakan penyerangan karena kampung itu paling jauh.


Siapa saja yang dari arah kota, ketika datang ke daerah sini, yang pertama kali mereka jumpai adalah Kampung Caraya.


Masuk lebih ke dalam lagi akan melihat Kampung Urdha yang letaknya di sebelah kanan Kampung Caraya. Masuk lagi ke dalam akan menjumpai Kampung Adya yang letaknya hampir berbanding lurus dengan Kampung Caraya sebelah kiri.


Masuk lagi lebih dalam dan setelah melewati tanjakan yang cukup tinggi akan melihat sebuah dataran yang luas. Di tengah dataran itulah letak Kampung Naraya.


Sekarang timbul lagi pertanyaan dan yang melontarkannya adalah Brian: bagaimana kalau penduduk ketiga kampung itu tidak mau dievakuasi ke areal Kampung Naraya?


Dan juga merasa yakin kalau pasukan istana cuma menarget Kampung Naraya. Karena yang punya masalah dengan pemerintah adalah mereka.


"Apakah kamu menduga kalau para penduduk ketiga kampung itu tidak mau dievakuasi, Tuan Brian?" tanya Daniela ingin tahu.


"Aku punya firasat kalau mereka tidak bakalan mau dievakuasi," kata Brian meyakinkan. "Dengan alasan yang sudah disebutkan tadi."


Apa yang menjadi dugaan atau firasat Brian masuk akal juga. Baik Pangeran Revan maupun ketiga gadis cantik itu dapat menerimanya.


Sekarang bagaimana solusinya kalau begitu?


Keempat orang itu bersepakat tetap berusaha melindungi nyawa para penduduk dari amukan pasukan istana. Caranya, Jessica mengusulkan tetap diumumkan kepala seluruh penduduk agar mengungsi ke Kampung Naraya.


Freya dan Daniela sependapat dengan komandan cantik mereka itu.


Adapun hasilnya, diterima imbauan itu atau tidak terserah bagaimana para penduduk menanggapinya.


Kalau memang para penduduk ketiga kampung itu tetap tidak mau mengungsi, Freya mengusulkan mencegat pasukan istana agar jangan sampai masuk ke batas wilayah Kampung Caraya sebelah selatan.


Artinya pertempuran dilakukan di luar wilayah Kampung Caraya sebelah selatan.


"Hal itu memang bisa saja kita lakukan," komentar Pangeran Revan. "Bahkan sudah terbetik dalam pikiran saya sebelumnya...."


"Akan tetapi bagaimana bisa kita tahu apakah prajurit istana cuma menarget Kampung Naraya," lanjutnya, "atau juga menarget kampung yang lain kalau kita tidak biarkan mereka masuk kampung terlebih dahulu?"


Keempat anak muda itu terus saja berbincang membahas mengenai langkah-langkah apa yang terbaik yang harus mereka lakukan sebelum hingga hampir larut malam.


Begitu pertemuan atau rapat kecil itu mereka rasa cukup untuk sementara waktu, maka mereka menyudahi rapat kecil itu. Rapat akan dilanjutkan kembali ketika pasukan tambahan dari Markas Centaurus dan Istana Centauri sudah berada di Kampung Naraya.

__ADS_1


★☆★☆


Ketika selesai mengadakan rapat kecil, Jenderal Jessica dan kedua rekannya langsung kembali ke Istana Centauri. Tanpa mereka menginap terlebih dahulu di kampung itu.


Dan hal ini cukup disesalkan oleh Pangeran Revan yang semakin menyukai Jessica. Namun sesalannya itu cuma dirasakan sendiri dan ditelan sendiri.


Dia hanya bisa menggetun saat Jessica berpamitan untuk kembali ke Istana Centauri. Kenapa mulutnya tidak bisa mengucapkan, "kenapa tidak bermalam saja dulu?"?


Atau mengucapkan, "Tinggallah barang sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan."?


Malah mulutnya mengucapkan, "Ya tidak apa-apa kalau Nona tidak capek."


Sambil berkata begitu dia tersenyum. Namun senyumnya itu sebenarnya senyum kekecewaan. Namun Jessica tidak mau menengok senyum itu untuk lebih mendalami maknanya.


Apakah dia memang harus tetap bersabar dan menunggu sampai Jessica benar-benar menengok perasaannya yang paling dalam terhadap sang gadis cantik?


Pangeran Revan sebenarnya terus berdoa semoga lelaki yang masih diingat Jessica itu sudah punya kekasih.


Jika suatu saat Jessica bertemu kembali kepada lelaki pujaan hatinya itu, gadis cantik sebaik Jessica jelas tidak akan mengganggu atau berusaha merusak hubungan orang.


Semoga saja. Aamiin....


Tapi....


Bagaimana kalau pemuda yang masih diingat-ingat Jessica itu belum punya kekasih?


Dari cerita Jessica mengenai lelaki itu, dia bisa menduga kalau lelaki itu merupakan pemuda yang baik setidaknya. Dan dari gelagatnya Jessica menyukainya.


Karena wanita secantik dan secerdas Jessica mana mau menyukai orang yang buruk perangainya. Apalagi sampai mengingat-ingat segala.


Dan Pangeran Revan bisa menduga kalau ternyata Jessica dapat bertemu lagi dengan lelaki itu, besar kemungkinan lelaki itu bakal memaafkan kesalahan Jessica. Karena dia adalah pemuda yang baik.


Bisa jadi benih-benih cinta tersemai di antara mereka berdua. Karena melihat Jessica yang sudah berubah 180 derajat.


Sekarang dia sudah menjadi gadis yang amat cantik laksana bidadari. Perangainya begitu baik dengan tutur kata yang sopan dan lemah lembut.


Kalau sudah begitu apakah dia masih punya harapan?


Pangeran Revan masih berdiri di depan teras kediamannya menemani malam yang semakin larut. Sepasang matanya menatap langit hitam yang kelam. Seolah langit malam melukiskan perasaannya saat ini.


"Kamu jangan terlalu banyak berharap kepada jenderal cantik itu, Revan," kata Brian yang ternyata masih setia berdiri disampingnya. "Di matanya masih ada pemuda lain yang dia sukai."


"Kamu...?!"


Lamunan Pangeran Revan langsung pecah berantakan mendengar ucapan Brian barusan. Dia benar-benar terkejut kenapa Brian bisa tahu kalau Jessica menyukai pemuda selain dirinya.


Namun dia segera tersadar kalau Brian memang memiliki firasat yang tajam dan bisa menebak apa yang ada di dalam kepala orang lain.


"Apakah tebakanku benar?" tanya Brian sambil tersenyum santai.


"Ya, tebakanmu tepat," sahut Pangeran Revan. "Tapi tebakanmu benar-benar membuatku terkejut."


"Kamu akan terkejut lagi kalau bertemu dengan orang yang mengajariku ilmu itu."


"Yah, aku penasaran juga ingin bertemu dengan temanmu yang bernama Dhafin itu."


"Setelah urusan di sini beres aku akan mencarinya dan mengajaknya bergabung dengan kita."


"Ya, semoga saja dia mau bergabung dengan kita."


Setelah ucapan itu, kedua pemuda tampan itu kembali menatap malam yang kelam. Merasakan desiran angin malam yang semilir.

__ADS_1


★☆★☆★


__ADS_2